Halloween (1978) : Format Awal Trendsetter Horor Slasher

halloween format awal trendsetter horor slasher
Compass International Pictures

Sinema horor review Halloween 1978, sebuah film klasik ikonik dengan format awal trendsetter horor slasher.

Adalah tradisi rutin saya di setiap bulan Oktober untuk selalu menyaksikan film Halloween karya John Carpenter.

Film Halloween rilisan tahun 1978 tersebut merupakan tolok ukur yang membentuk format hasil pengembangan film Black Christmas (1974).

Halloween kemudian menjadi sebuah trendsetter terhadap sub genre berupa horor slasher yang tumbuh subur di awal tahun 80'an.

John Carpenter sebelumnya dikenal luas melalui Assault on Precinct 13 (1976), memiliki dua naskah yang ia tulis.

Salah satu naskah nya ia tinggalkan, lalu dirombak dan dirilis menjadi film Eyes of Laura Mars (1978).


Sedangkan naskah lainnya, ia tulis bersama Debra Hill berjudul The Babbysitter Murders

Atas saran Irwin Yablan dari studio independen, naskah pun diperbaiki dengan mengambil tema dan merubah judul menjadi "Halloween".

Halloween merupakan salah satu film horor independen terlaris sepanjang masa, dengan biaya hanya sekitar 300.000 hingga 500.000 Dollar Amerika.

Film tersebut mampu menghasilkan hingga 70 juta Dollar Amerika, juga ada sambutan kritik yang apresiatif.

Karena keterbatasan biaya, maka seluruh kreativitas dan aktivitas produksi pun dilakukan secara optimal, salah satunya bentuk topeng Michael Myers.

Topeng yang dikenakan adalah topeng figur Captain Kirk  dari Star-Trek yang diperankan William Shatner, kemudian dicat warna putih.

Baca juga: Halloween (2018) : Revitalisasi Sekuel Orisinal

Carpenter juga memainkan tema musik dan scoring dalam Halloween, menjadi salah satu tema musik horor terbaik.

Film ini mengisahkan di saat malam Halloween tahun 1963, ketika Michael Myers membunuh kakaknya sendiri, Judith Myers.


Lima belas tahun setelah mendekam dan dirawat di sebuah sanitarium, tepatnya tanggal 30 Oktober 1978, Myers berhasil kabur dan kembali ke Haddonfield.

Adalah Laurie Strode (Jamie Lee Curtis) yang kebagian menjadi babbysitter di malam Halloween. 

Sedangkan kedua temannya, Annie dan Lynda, sibuk memikirkan apa yang akan mereka lakukan untuk bersenang-senang dengan kekasihnya.

Laurie dan Lynda bertugas menjadi babbysitter dengan lokasi di masing-masing rumah yang hanya berseberangan satu sama lain.

Mereka tidak menyadari pembunuhan yang dilakukan Michael Myers di malam tersebut. Satu-persatu teman Laurie pun tewas. 

Satu-satunya harapan ada di pundak Dr. Loomis (Donald Pleasance), seorang psikiater Michael Myers yang merawatnya sejak kecil.

Loomis dibantu seorang polisi, melacak dan mencegah Michael Myers yang sudah mengincar Laurie.

review ulasan sinopsis film halloween orisinal
Compass International Pictures

John Carpenter memang piawai dalam mengarahkan paduan akting, visual, sinematografi, serta audio akan film horor.

Ia memiliki kontrol penuh dalam menyusun dan mengembangkan atmosfir misteri, kengerian, ketegangan, dan terkadang diselingi humor cerdas.

Pada awal adegan film, audiens disuguhi gerak kamera dan diajak untuk merasakan sebagai Michael Myers saat masih bocah yang memakai topeng.

Ia mengambil pisau dapur dan membunuh kakaknya sendiri. 

Setelah membunuh dan keluar rumah, Michale langsung dihadang kedua orang tuanya yanfg baru saja tiba di rumah.

Kamera lalu menyoroti Michael Miyers yang membuka topengnya. Terungkap ia memiliki ekspresi tegang dan histeris, serta sorotan mata yang tajam dan mendatar.

Sementara itu, sorot kamera kian menjauh diiringi musik yang creepy.

Adegan saat Laurie, Annie, dan Linda saat pulang sekolah berjalan di sepanjang komplek pemukiman, melewati rumah Michael.

Seketika Laurie Strode melihat sosok Michael Myers dari kejauhan, berada di dekat dengan pagar rerumputan yang tinggi.

Mereka dengan penasaran dan ketakutan berusaha untuk melewati jalan tersebut, setelah beberapa saat Michael Myers menghilang ... 

... atau jangan-jangan Michael Myers bersembunyi di balik rerumputan tersebut, dan ketika mereka melewatinya, Michael akan menyerang dan membunuh mereka.

Baca juga: 11 Film 'Halloween' yang Perlu Anda Ketahui

Padahal adegan tersebut di siang hari, meski jalanan di kompleks dalam keadaan sepi. 

Selain itu, ada adegan klasik pada saat Michael Myers membunuh korban dengan menancapkan pisau dapur yang besar ke dinding rumah.

Lalu gerakan kepala yang miring dan ekspresi Michael di balik topeng, seakan-akan sedang menikmati tewasnya orang yang baru saja ia bunuh.
 
Ada pula adegan kejar-kejaran Michael Myers dengan Laurie Strode di sebuah rumah, seperti saat Laurie bangun dengan posisi terduduk dan ingin berdiri untuk melarikan diri.

Tidak jauh di belakangnya, kamera menyorot dengan jelas sosok Michael yang bangkit kembali dengan cepat setelah pingsan dengan posisi duduk.

Jarak diantara mereka pun cukup dekat, dan itu yang membuat histeria audiens.


Performa aktor legendaris, Donald Pleasance sebagai Dr. Loomis memang pas sebagai "figur ayah" bagi Laurie Strofde, dalam upaya melindungi dari ancaman Michael Nyers.

Keunggulan film Halloween terletak pada simplifikasi terhadap figur antagonis Michael Myers, sebagai seorang psikopat dengan motivasi misterius. 

Apa yang merasuki Myers, entah elemen supranatural atau kelainan jiwa, tidak pernah terungkap di film ini.

format awal trendsetter horor slasher film halloween
Compass International Pictures

Bahkan Dr. Loomis yang merawat Michael Myers bertahun-tahun di institusi rumah sakit jiwa, tidak memahami nya.

Hal itu seperti yang disampaikan melalui penggalan dialog dengan seorang kepala polisi:

"I spent eight years trying to reach him, and then another seven trying to keep him locked up, because I realize that what was living behind that boy's eyes was purely and simply ... evil."

Scoring yang dimainkan John Carpenter terasa sangat mendukung atmosfir horor yang menyeramkan
, mulai dari kredit pembuka dan penutup, serta sejumlah adegan tertentu.

Elemen sound-nya sederhama yakni memainkan keyboard dengan synthesizer

Adapun adegan jump scare di film ini begitu artistik dan natural, serta tidak perlu meyajikan adegan kematian yang kelewat sadis.

Sayangnya, beberapa sekuel Halloween berikutnya mulai mengungkapkan sisi gelap dan motivasi Michael Myers.

Terlebih hal itu menjadi sebuah eksploitasi dalam dua film Halloween terburuk versi Rob Zombie 

Film Halloween merupakan salah satu horor slasher terpenting dan berpengaruh atas kepopuleran format awal yang menjadi trendsetter. 


Mulai dari cerita yang menarik, pengembangan karakter dari figur ikonik, sisi misteri yang kuat, sinematografi dengan atmosfir kuat, serta musik yang bikin merinding.

Bahkan judul "Halloween" pun meski terdengar sangat sederhana, namun sarat akan makna. 

Jadi, di setiap Oktober, ketika ia (Myers) kembali di suatu malam, maka disitulah horor sesungguhnya dimulai.

Demikian sinema horor review Halloween 1978, sebuah film klasik ikonik dengan format awal trendsetter horor slasher.

Score : 4 / 4 stars

Halloween | 1978 | Horor, Slasher, Thriller | Pemain: Donald Pleasance, Jamie Lee Curtis, P.J. Soles, Nancy Loomis | Sutradara: John Carpenter | Produser: Debra Hill | Naskah: John Carpenter, Debra Hill | Musik: John Carpenter | Sinematografi: Dean Cundley | Distributor: Compass International Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 91 Menit

Comments