The Changeling (1980) : Bukan Sekadar Film Hantu

Courtesy of Associated Film Distribution, 1980

Film horor tentang hantu atau dengan sub-genre ghost, sudah terlalu banyak dirilis, baik yang serius, komedi, maupun yang bersifat psikologis. Sejauh yang saya ketahui, era 90’an hingga 2000’an, sub-genre tersebut agak langka ditemui, seperti The Frighteners (1996), The Sixth Sense (1999) atau The Others (2002). Baru marak kembali dalam dekade ini, ketika sineas James Wan mempopulerkan franchise Insidious dan The Conjuring, maka para muncul kembali trend film-film hantu.

Salah satu elemen mendebarkan di film-film hantu, biasanya sering kita temukan di film-film jaman NOW, yakni berbagai adegan jumpscare. Dengan kualitas audio yang semakin canggih, juga visualisasi yang lebih tajam dan sempurna, tak lupa efek spesial yang dibantu oleh CGI, film-film hantu tersebut terasa lebih menyeramkan (mungkin). Tapi seberapa menyeramkan film-film hantu itu, semuanya tergantung dari keseluruhan aspek teknis perfilman itu sendiri, mulai dari premis, plot, akting, sekuen, sinematografi, efek spesial, musik dan lain sebagainya.  

Di era klasik -maksudnya bukan klasik kuno- terutama era 60’an hingga 80’an, maraknya film-film hantu produksi Amerika Serikat dan Inggris, membuat banyak sekali pilihan untuk ditonton, meski masih memakai practical effect seadanya dengan sound yang belum sejernih sekarang. Dari sekian banyak film hantu itu, ada sebuah film produksi Kanada – which is rare- berjudul The Changeling yang disutradari oleh sineas Inggris kelahiran Hungaria, Peter Medak, dan dibintangi oleh aktor/aktris Amerika seperti George C. Scott dan Trish Van Devere.

Film The Changeling berkisah tentang John Russell (George C. Scott), seorang komposer dan pianis mengalami trauma akibat kecelakaan yang menewaskan istri dan putrinya dalam sebuah perjalanan. Untuk melupakan kepahitan hidupnya, ia pindah ke kota Seattle dan menyewa sebuah rumah tua di pinggir kota, lewat seorang agen bernama Claire Norman (Trish Van Devere) yang bekerja pada Historic Society lokal.

Tak lama setelah John menempati rumah tersebut, berbagai kejanggalan mulai terjadi, seperti suara logam yang dipukul keras berkali-kali setiap pukul 6 pagi, hingga pecahnya kaca jendela dari lantai paling atas. John lalu menemukan sebuah pintu tersembunyi di lantai paling atas, dan ada sebuah tangga sempit menuju ke sebuah ruangan berdebu.

Ternyata dari ruangan itulah kaca jendela yang pecah itu. John juga menemukan sebuah kursi roda untuk anak kecil, sebuah music box dan sebuah buku catatan yang berinisial C.S.B dan tertera tahun 1909. John juga mendatangi kantor Claire, dan bertanya tentang latar belakang penghuni rumah sebelumnya, apakah pernah ada insiden sebelumnya. John sempat diwanti-wanti oleh kolega Claire, bahwa rumah tersebut seharusnya tidak dihuni, karena tidak menginginkan sosok manusia yang tinggal.

Dari kantor Claire, John hanya mendapatkan keterangan bahwa pemilik rumah tersebut sempat dihuni dua tahun, sebelum akhirnya dijual kepada Historic Society di tahun 1920’an. Penasaran dengan petunjuk dari sebuah buku yang ia temukan di rumah tersebut, ia dan Claire menyelidiki kejadian sebelum tahun 1920’an, dengan mendatangi kantor pencatatan dan pengumpulan arsip.

Setelah mendapat petunjuk satu persatu, akhirnya John dan Claire mulai mengetahui potongan demi potongan misteri di rumah tersebut. Mereka juga sempat mengundang seorang medium/paranormal untuk berkomunikasi dengan hantu tersebut, dan John merekamnya. Lalu pada beberapa kejadian berikutnya, mereka mengalami berbagai kejutan yang tak disangka sebelumnya …

impawards.com

Jika anda menontonnya, sebenarnya cerita dan alur yang disajikan lebih menekankan kepada aspek misteri atau suspens dan psikologis. Berbagai kengerian dan ketegangan yang dibangun secara perlahan, cukup membuat bulu kuduk berdiri di beberapa adegan tertentu, terutama dalam kegelapan di dalam rumah besar tersebut, apalagi di malam hari. Film ini tidak menghadirkan sosok roh halus yang menyeramkan, karakter John Russell hanya mendapat beberapa visual, berupa berbagai potongan kejadian peristiwa pembunuhan yang terjadi di rumah tersebut.

Alur cerita pun dibuat dengan lebih berhati-hati dalam berbagai pengalaman yang dilalui oleh John Russell, sepeninggal istri dan anaknya dalam sebuah insiden, kemudian ia bertemu dengan sosok Claire Norman, yang sepertinya mampu menggantikan peran mantan istrinya, dan mereka cepat akrab serta menjalin suatu hubungan dekat, meski romantisme tidak dirasakan secara langsung.

Sosok hantu yang mengganggu John, yang memang disinyalir ingin berkomunikasi dengannya, bisa jadi erat kaitannya dengan insiden tewasnya istri dan anaknya, yang menyebabkan John sangat merasa kehilangan, bagaimana di hari pertama ketika ia bangun pagi dari mimpinya, ia menangis tersedu-sedu. Namun segera setelah itu, bunyi dentuman logam nyaring berkali-kali, membuat ia tersadar akan sesuatu yang janggal.

Cerita selanjutnya adalah lebih kepada penelusuran dan investigasi misteri hantu yang mendiami rumah tersebut, yang berujung kepada usaha John untuk memperbaiki kehidupannya dalam duka dan keterpurukan, dengan menjalin kembali hubungan baru dengan Claire, sekaligus melakukan sesuatu yang baik dalam hidupnya.


Courtesy of Associated Film Distribution, 1980

Akting George C. Scott sebagai John Russell, dirasa cukup baik untuk membawakan sosok sebagai suami dan ayah yang begitu kehilangan dan mencoba sabar untuk memulai kehidupan barunya. Sedangkan aktor/aktris pendukung seperti Trish Van Devere sebagai Claire Norman terlihat standar, hanya saja aktor veteran Melvyn Douglas sebagai Senator Carmichael tak kalah menonjolnya, dengan karakter yang angkuh dan keras kepala.

Berbagai setting di area Seattle pada musim hujan pun (tampaknya seperti musim semi, dan Seattle terkenal dengan curah hujannya yang tinggi) sangat mendukung aura kesenduan karakter John Russell beserta keseraman cerita hantunya. Suasana tenang dan sepi nya lingkungan rumah yang ditempati oleh John, dan rumah besarnya itu yang klasik bergaya Victoria di awal abad 20. Tak lupa pula, memorable scene percakapan antara John dan Claire di sebuah gedung kecil tiga lantai yang merupakan kantor Historic Society, yang terletak persis di depan pertigaan jalan raya yang sepi, dengan teras mungil yang indah di bagian rooftop-nya beserta latar jajaran gedung lain dengan ketinggian yang sama, sangat memanjakan mata.

Courtesy of Associated Film Distribution, 1980

Kepiawaian sineas Peter medak dalam mengarahkan sorotan kameranya pun terkesan megah nan klasik, kebanyakan menyorot dari posisi atas, seperti ketika John bertemu dengan Claire di depan rumah yang akan ditempatinya, lalu mobil mereka memasuki jalan kecil menuju rumah tersebut, namun kamera tidak mengikuti mobil tersebut, malah perlahan naik keatas melewati dinding tinggi, hingga tampak mobil mereka mendekati pekarangan rumah tinggi dan besar, yang dikelilingi oleh ranting pohon-pohon besar yang menjulang tinggi.

Juga berbagai sorotan kamera dari posisi atas diambil di dalam rumah yang luas dan besar tersebut, karena rumah itu memiliki mezanin yang dihubungkan dengan tangga hingga ke lantai tiga, sehingga terkesan ada kehadiran hantu seperti sedang mengamati. Alunan musik berupa piano dan terkadang bersamaan dengan orkestra pun dimainkan dalam beberapa sekuen, misalnya ketika John berada di area kampus atau suasana romantis John dan Claire sedang berkuda di alam terbuka sekitar rumahnya.  

Film The Changeling saya rasa bukan film tentang hantu semata, dengan jalinan kisah misteri yang sederhana, namun cukup kompleks dan tersusun rapi, sehingga kita mudah mengikuti alurnya, dengan kejutan yang tidak kita sangak sebelumnya. Kehebatan film ini adalah tidak diperlukan efek spesial dengan pencapaian visual untuk mewujudkan sesuatu yang khusus, namun yang spesial adalah ceritanya itu sendiri yang bisa menggugah rasa penasaran, dengan penyelesaian yang memuaskan, tentunya aura horor juga tetap terjaga dengan baik …    

Score : 4 / 4 stars

The Changeling | 1980 |  Drama, Horor, Thriller  Pemain: George C. Scott, Trish Van Devere, Melvyn Douglas, John Colicos, Jean Marsh, Helen Burns, Madeline Sherwood | Sutradara: Peter Medak | Produser: Joel B. Michaels, Garth H. Drabinsky  | Penulis: Russell Hunter, William Gray, Diana Maddox  | Musik: Rick Wilkins | Sinematografi: John Coquillon | Distributor: Associated Film Distribution | Negara: Kanada | Durasi: 107 Menit 

Popular Posts