Gaya Penuturan Digital dalam Film 'Searching'


Courtesy of Sony Pictures Releasing, 2018

Banyak yang bilang film ini bagus, meski saya hanya tau nama John Cho dalam film komedi seri Harold & Kumar, ternyata bisa juga bermain serius terkait miskinnya referensi saya akan filmografinya, walau demikian tidak ada pengaruhnya karena saya tidak tertarik nonton film-filmnya. Dilihat dari kru-nya, selain Cho hanya satu nama yang juga saya kenal, yakni Timur Bekmambetov sebagai salah satu produser film ini yang dikenal sebagai sutradara film vampir-nya Rusia berjudul Night Watch (2004).

Film Searching mengisahkan tentang David Kim (John Cho) sebagai seorang ayah yang memiliki anak perempuan tunggal bernama Margot Kim (Michelle La), sepeninggal istrinya yang sakit, Pamela Kim. Suatu hari, saat David mengirim pesan kepada Margot namun tidak direspon sekian lama, serta saat David sedang tidur, Margot meneleponnya berkali-kali.

Keesokan harinya, David kembali mengirim pesan dan menghubungi Margot, namun tidak direspon. David pun mulai resah serta sempat curhat kepada saudaranya, Peter (Joseph Lee). Ketika menemukan laptop milik Margot yang tertinggal di rumahnya, David mulai melacak keberadaan Margot dengan dibantu oleh detektif polisi bernama Rosemary Vick (Debra Messing).

impawards.com

Pertama kali melihat adegan pembuka di film ini, saya pikir tampilan visual aktivitas di layar komputer hanya sesaat saja, tak disangka ternyata ditampilkan hingga akhir cerita film! Mulai dari kehidupan rumah tangga David, Pamela dan anak mereka Margot yang masih kecil, direkam melalui foto dan video, serta di-upload ke media sosial dan disimpan ke dalam file komputer Windows lawas dengan wallpaper yang familiar itu (mungkin versi 2000 atau XP, I forgot). Hal tersebut diperlihatkan hingga saat Margot menginjak remaja pun, serta saat Pamela sakit hingga meninggal.

Juga tak henti-hentinya layar monitor komputer itu tidak pernah mati, bahkan hingga David tertidur tatkala Margot meneleponnya tiga kali berturut-turut. Berbagai aktivitas David yang menelusuri, menyelidiki, browsing, klik sana-sini, membuka password, ‘stalking’ sosial media dan sebagainya, diperlihatkan dengan detail akan gerakan cursor dan ketikan keyboard, terkait keberadaan Margot yang tidak diketahui.

Courtesy of Sony Pictures Releasing, 2018

Aktivitas video call antara David dengan Peter, Vicky dan teman-temannya Margot juga ditampilkan lewat layar monitor komputer dan smartphone, jadi sama sekali tidak ada satupun adegan live action, langsung dari lensa kamera tapi semuanya melalui layar monitor, termasuk memantau berita dari Youtube misalnya. Kehebatan skenario cerita memang dibuat sedemikian rupa hingga full menampilkan semua adegan dari layar monitor komputer, termasuk sekuen ketika David langsung menemui Peter face to face (secara fisik), berbincang dengannya, lewat rekaman CCTV yang terpasang di beberapa sudut.

Pokoknya film ini memang film generasi millennial, yang mengisahkan tentang keluarga ‘millennial’ pula. Penyajian sebelumnya memang pernah dilakukan di film semisal Unfriended (2014), namun film Seraching lebih interaktif dengan banyaknya tampilan beberapa program disertai berbagai aktivitas David dalam mengetik, meng-copy-paste, dragging, dropping, clicking, uploading, mailing, dan lain sebagainya. Bagi yang familiar dengan laptop atau PC, tablet dan smartphone, mungkin sudah terbiasa dengan visualisasi seperti itu. Masalahnya, yang tidak familiar dengan itu semua, pasti cukup bingung apalagi disertai dengan subtitle filmnya itu sendiri!

Courtesy of Sony Pictures Releasing, 2018

Akting John Cho sebagai seorang ayah yang merasa resah, panik, curiga, putus asa, emosi, agak depresi dan lemas serta bersedih, dimainkan dengan baik dalam sebuah transisi yang natural, smooth dan meyakinkan. Sikap pantang menyerah dan selalu penasaran, serta teliti itulah yang membuat cerita ini menarik untuk ditelusuri misteri jalan cerita yang sulit ditebak, meski terkesan adanya sebuah kebetulan dalam menemukan berbagai potongan atau petunjuk melalui visual di layar monitor, misalnya ketika ia sedang termenung di depan layar monitor, tiba-tiba saja ia menemukan sebuah objek yang menjadikan instingnya menggiring kepada sebuah petunjuk.

Chemistry David Kim dengan putrinya Margot, terutama dengan Vicky yang diperankan Debra Messing pun terjalin erat dan solid. Di jaman digital ini, memang kita sulit membedakan adegan di film ini, meski melalui layar monitor, tampak sepertinya langsung disorot oleh kamera. Manipulasi permainan zoom juga disajikan secara dramatis, lagi-lagi ternyata hanya sebuah video yang ditayangkan secara digital lewat monitor. Scoring di film ini bagi saya tidak berpngaruh besar, mengingat fokus saya pada sajian yang tertera di “layar dalam layar”.

Namun saya merasakan ada sebuah plot janggal di film ini yang saya tidak mengerti, ketika … ah, nanti spoiler! Intinya kejanggalan tersebut juga mengaitkan dengan tindakan karakter protagonis selanjutnya, baik dari keberadaan maupun aktivitasnya. Penyelesaian cerita film ini overall dieksekusi dengan baik dan cukup memuaskan, termasuk sebuah twist yang mengejutkan.

Film Searching adalah sebuah film unik, berbasis komunikasi digital interaktif yang merepresentasikan generasi spesifik, dengan penyajian kisah drama suspens yang lebih realistis sesuai dengan kehidupan masa kini sehari-hari. Mengejutkan memang, karena kita tidak terbiasa nonton visualisasi seperti itu, asal jangan menjadi trend untuk film-film lainnya.

Score : 3 / 4 stars

Searching | 2018 | Drama, Suspens, Thriller | Pemain: John Cho, Debra Messing, Michelle La, Joseph Lee | Sutradara: Aneesh Chaganty | Produser: Timur Bekmambetov, Sev Ohanian, Natalie Qasabian, Adam Sidman | Penulis: Aneesh Chaganty, Sev Ohanian | Musik: Torin Borrowdale | Sinematografi: Juan Sebastian Baron | Distributor: Sony Pictures Realeasing | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 102 Menit

Comments