Picnic at Hanging Rock (1975) : Miranda dan Gunung Mistis

Courtesy of Australian Film Commission, British Empire Films, 
McElroy & McElroy Picnic Production, 1975

Nama Peter Weir tiba-tiba menjadi dikenal oleh publik perfilman global, tatkala ia menangani film Australia yang dipuji oleh publik Amerika, lewat film drama misteri berjudul Picnic at Hanging Rock (1975). Lewat karyanya itu, namanya semakin mencuat di kemudian hari melalui Gallipoli (1981), The Year of Living Dangerously (1982), hingga merambah ke Hollywood lewat film Witness (1985), Dead Poets Society (1989), The Truman Show (1998) hingga Master and Commander : The Far Side of the World (2003).

Saat itu, perfilman Australia belumlah sepopuler film-film buatan Eropa seperti Italia atau Perancis, yang menarik atensi global terutama di Amerika sana. Semenjak film Mad Max (1979) dirilis, dengan mengusung genre science fiction action dengan tema dystopian world itu, maka industri perfilman Australia mulai berubah. Namun bibit-bibit awal dimulai dari film Picnic at Hanging Rock yang dirilis pada tahun 1975, sebuah film drama misteri dengan penyajian unik dan stylish.

Film yang diangkat dari novel berjudul sama oleh Joan Lindsey tersebut, mengambil premis cerita tentang hilangnya kedua murid perempuan dan seorang guru, ketika mereka sedang pikinik di sebuah tempat, berupa pegunungan bebatuan bernama Hanging Rock. Setting ceritanya sendiri terjadi pada Hari Valentine di tahun 1900, ketika sebuah sekolah asrama khusus perempuan bernama Appleyard College yang dipimpin oleh Mrs. Appleyard (Rachel Roberts) mengadakan kegiatan piknik diluar sekolahan.

Kegiatan piknik tersebut dipimpin oleh seorang guru Matematika bernama Mrs. Greta McGraw (Vivean Gray) dan dibimbing oleh guru muda Mademoiselle De Portiers (Helen Morse). Ketika mereka sedang bersantai di hamparan kaki pegunungan tersebut, beberapa muridnya yakni Miranda (Anne-Louise Lambert), Irma (Karen Robson), Edith (Christine Schuler) dan Marion (Jane Vallis) berniat untuk menelusuri pegunungan sejenak, dan mereka berjanji akan kembali turun sebelum sore hari.

Di tengah perjalanan, dari kejauhan mereka terlihat oleh Michael (Dominic Guard) dan asistennya, Albert (John Jarratt), ketika mereka juga sedang piknik di sekitar area tersebut bersama dengan paman dan bibi Michael. Di tengah perjalanan, Edith tampak kelelahan dan mengajak ketiga temannya untuk kembali, namun mereka malah tetap meneruskan perjalanan hingga akhirnya berbagai kejadian misterius dimulai …

impawards.com

Penuturan cerita di film ini, sepertinya terlihat seperti drama romantis, dibuka dengan suasana pagi yang cerah, tenang, sepi, dengan hamparan alam terbuka, kemudian kamera menyorot ke sebuah gedung sekolah asrama perempuan, yang jauh dari keramaian kota.

Di hari Valentine itu, diperlihatkan bagaimana sosok sentral karakter Miranda yang cantik penuh dengan pesona itu terbangun, lalu tampak pula beberapa perempuan lainnya beraktivitas di pagi hari. Tampak karakter Sara memberikan sebuah kartu kepada Miranda yang membacakan sebuah puisi cinta. Merekapun bersiap-siap untuk sarapan dan berangkat untuk mengadakan piknik di Hanging Rock, kecuali Sara yang tidak diperbolehkan pergi oleh Mrs. Appleyard, tanpa alasan yang jelas (?).

Ketika piknik pun, tampak mereka bergerombol di suatu area, ada yang membaca, bersenda gurau, berselonjoran, tiduran, dan lain sebagainya. Hingga kepada kejadian hilangnya Miranda, Irma, Marion dan Mrs. Greta di lokasi tersebut, ‘drama’ pun dimulai. Peristiwa tragis tersebut sangat berpengaruh terhadap orang-orang disekitarnya, seperti problema yang dihadapi Mrs. Appleyard untuk ‘menyingkirkan’ Sara yang tidak didukung biaya sekolah (karena ia sebatang kara), Sara sendiri yang memiliki masalah pribadi dan depresi, terpesonanya Michael ketika melihat Miranda hingga ia terobsesi untuk mencarinya di Hanging Rock, Edith yang mengalami guncangan jiwa (post traumatic) akibat insiden tersebut, hingga kebingungan seorang detektif polisi dalam menyelidiki hilangnya mereka.

Courtesy of Australian Film Commission, British Empire Films, 
McElroy & McElroy Picnic Production, 1975

Akting dan karakter adalah dua hal yang menjadi pembeda dalam drama ini. Yang sedikit disayangkan adalah pengalihan perhatian dalam cerita film ini, mengakibatkan turunnya aura suspens dan sedikit thriller yang tadinya fokus pada pencarian Miranda dan lain-lain, malah beralih kepada karakter Sara dan Mrs. Appleyard yang menjadi sentral permasalahannya.

Sara yang merasa begitu kehilangan sahabat akrab yang dicintainya, Miranda, rupanya putus harapan dan mengalami depresi, terlebih ketika Mrs. Appleyard menginisiasi agar Sara kembali ke panti asuhan, karena prinsip bahwa sekolahnya bukanlah institusi amal. Di satu sisipun, Mrs. Appleyard berat hati untuk melepaskan Sara, tapi ia juga harus menjaga nama baik sekolahnya, disamping karisma dan citra yang ia jaga dalam konsistensi dan kedisiplinan dari nilai prinsip Appleyard College.

Courtesy of Australian Film Commission, British Empire Films, 
McElroy & McElroy Picnic Production, 1975

Namun berbagai intrik tersebut, dirasa cukup untuk kembali membangkitkan rasa penasaran yang terjadi kepada jalan cerita berikutnya. Berbagai sudut pandangan pada beberapa karakter pun terekspresikan, seperti petualangan Michael yang cukup menegangkan dalam mencari keberadaan Miranda lewat berbagai campuran antara visi, mimpi atau halusinasi. Michael dalam hal ini, untungnya dibantu oleh oleh Albert. 

Adapun karakter Mademoiselle De Portiers yang seorang guru muda asal Perancis, ternyata juga suka dengan kepribadian dan pesona Miranda yang disebutnya seperti seorang malaikat Botticelli. De Portiers lebih dikenal dengan watak yang bijak, lebih concern kepada permasalahan yang dihadapi oleh murid-muridnya. Ia pun merasa sangat sedih kehilangan Miranda.

Meski ada dua karakter yang menonjol di sepanjang cerita, Sara bagaikan karakter protagonis versus Mrs. Appleyard sebagai karakter antagonis, sesungguhnya karakter Miranda-lah yang mencuri perhatian serta menjadi bintang utama yang sesungguhnya.

Courtesy of Australian Film Commission, British Empire
Films, McElroy & McElroy Picnic Production, 1975

Ia digambarkan sebagai seorang gadis yang memiliki jiwa bebas dan bertualang, di tengah lingkungan sekolah asrama perempuan yang dikenal ketat tersebut. Penampilan fisik dan sikapnya yang menawan itulah, bahkan membuat Michael sepertinya tersihir dan jatuh cinta pada pandangan pertama, hingga ia terobsesi. Semua aktris dan aktor bermain cemerlang di film ini, ada yang mempesona, ada yang baik hati, ada pula yang menyebalkan dan yang mencari muka.

Selain akting, tentunya aransemen musik yang mengiringi dari awal hingga akhir cerita, sangat kuat pengaruhnya hingga membangkitkan emosi dan empati audiens yang larut dalam buaian ketenangan, kegembiraan, ketegangan, kecemasan, kesedihan atau bahkan kegelisahan. Semuanya tercampur aduk di sepanjang cerita, berkat sentuhan musik piano dengan style klasik dan alat musik berupa panpipe (panflute) tradisional Rumania, yang didominasi nada-nada romantisme dan kerinduan yang mendalam.

Courtesy of Australian Film Commission, British Empire Films, 
McElroy & McElroy Picnic Production, 1975

Tak hanya musik melankolis yang terdengar di sepanjang cerita, aura misterius di ketinggian pegunungan Hanging Rock, seperti suara-suara aneh yang menggema, seakan-akan ada kekuatan medan magnet yang sangat besar atau bahkan bisa kita rasakan, mungkin saja terdapat keberadaan alien atau portal menuju dimensi/dunia lain. Semuanya dipresentasikan dengan menggunakan berbagai efek suara yang cukup creepy.

Sound yang begitu sentimental pun turut diperkaya oleh kehadiran berbagai mise-en-scéne antara gaya hidup kolonial Inggris di Appleyard College yang dipadukan dengan kekontrasan pemandangan alam liar Australia yang indah sekaligus misterius, baik di pegunungan Hanging Rock (di lokasi yang aktual), suasana di kota kecil yang mirip dengan jaman Wild West, karena saat itu baru memasuki abad ke-20 dan belum ada peradaban kota modern. Tak lupa berbagai hewan reptil dan serangga pun diperlihatkan sekilas, untuk menekankan keunikan padang rumput dan hutan ala Australia.

Film Picnic at Hanging Rock sejatinya mengisahkan tentang hilangnya ketiga gadis dan seorang guru, serta misteri pegunungan Hanging Rock, yang semuanya mempengaruhi berbagai masalah kehidupan karakter-karakter lainnya yang saling berkaitan. Keputusasaan, kesedihan dan rasa depresi yang tinggi, selalu ditekankan berulang-ulang di sepanjang cerita, sehingga mempengaruhi sisi psikis karakternya. Apakah ending-nya masih ada solusi yang menghasilkan suatu keberhasilan, kepuasan atau malah kebahagiaan? Apakah sebaliknya, penuh dengan duka dan tragedi? … Yang pasti, produk non-Hollywood ini membuat sebuah akhir yang cukup memuaskan.

Score : 3.5 / 4 stars

Picnic at Hanging Rock | 1975 |  Drama, Misteri, Suspens  Pemain: Rachel Roberts, Dominic Guard, Helen Morse, Jacki Weaver, Anne-Louise Lambert, Margaret Nelson, Karen Robson, Christine Schuler, Vivean Gray | Sutradara: Peter Weir | Produser: Hal McElroy, Jim McElroy  | Penulis: Berdasarkan Novel “Picnic at Hanging Rock” oleh Joan Lindsay. Naskah : Cliff Green | Musik: Bruce Smeaton | Sinematografi: Russell Boyd | Distributor: Australian Film Commission, British Empire Films, McElroy & McElroy Picnic Production | Negara: Australia | Durasi: 115 Menit 

Comments