The Dirt (2019) : Karir dan Kontroversi Mötley Crüe

Courtesy of Netflix, 2019

I have managed the Scorpions, Bon Jovi, Skid Row, KISS. I had been dragged to the deepest s**t with all kind of mentally ill people. But I have never been through what Mötley Crüe put me through.” Doc McGhee


Sex, Drugs and Rock & Roll!

Kalimat yang menggunakan huruf tebal tadi menggambarkan bagaimana liarnya rock band yang mencapai puncak kejayaannya di era 70-80’an, Mötley Crüe adalah salah satu band paling kontoversial dalam sejarah musik rock. Heavy metal adalah sebuah genre yang berakar dari rock atau hard rock yang mampu bersaing dengan penjualan album pop di era 80’an termasuk kehadiran MTV yang mendongkrak kepopuleran terhadap audiens.

Adalah glam metal atau hair metal yang mencuat di awal 80’an -meski awal kehadirannya telah ada sejak era 70'an- merupakan sub-genre dari heavy metal dengan ciri khas penampilan tatanan indah rambut panjang hasil garapan hair stylist, pakaian serba ketat layaknya yang dipakai kaum wanita termasuk legging berbahan spandex, serta terkadang memakai syal atau muka mereka dihiasi make-up (minimal pakai eyeliner), menjadi ciri khas tersendiri dalam memainkan musik yang lebih ‘ringan’ dan ‘fun’ (party), terkadang lagu-lagu ballad (love song).     

Perpaduan heavy metal dan elemen pop itulah yang membuat glam metal mampu bersaing dengan musik pop dalam tangga lagu dan album Billboard, bahkan grup yang mengusung traditional heavy metal pun kadang ikut bereksperimen dengan mencampurkan sedikit elemen pop, agar musiknya diterima oleh pasar yang lebih luas.

Mötley Crüe (ultimateclassicrock.com)

Meski di era 70’an telah hadir Alice Cooper, KISS dan Van Halen, maka dekade berikutnya-lah glam metal semakin populer. Bersama dengan Twisted Sister, Hanoi Rocks dan bahkan Def Leppard, Mötley Crüe merupakan salah satu band yang menjadi pionir dalam mempopulerkan glam metal, dengan 5 album multi-platinum di penjualan domestik saja, sudah cukup menggebrak Amerika (dan dunia tentunya), sehingga diikuti oleh band lainnya seperti Bon Jovi, Europe, Poison, Guns N’ Roses atau Skid Row.

Film The Dirt diadaptasi dari biografi Mötley Crüe yang berjudul The Dirt : Confessions of the World’s Most Notoriuos Rock Band dalam perjalanan karir dan kehidupan masing-masing anggota band yang terkenal kontroversi sehingga dicap sebagai bad boys, mulai dari isu satanisme di album Shout at the Devil, Vince Neil yang dipenjara gara-gara kecelakaan moibil yang menewaskan drummer dari band Hanoi Rocks, Nikki Six yang sempat mati suri karena overdosis heroin, hingga kehidupan liar Tommy Lee yang pernah menikah dengan Heather Locklear dan Pamela Anderson.

Courtesy of Netflix, 2019

The Dirt mengisahkan di tahun 1981 ketika bassist Nikki Sixx (Douglas Booth) yang keluar dari band London, bertemu dengan drummer Tommy Lee (Colson Baker) dan mengaudisi seorang gitaris yang akhirnya bergabunglah Mick Mars (Iwan Rheon). Saat mereka mencari vokalis, Tommy Lee merekomendasikan Vince Neil (Daniel Webber) yang mampu membuat para gadis terpesona dengan performanya, yang kemudian terbentuklah band yang diberi nama Mötley Crüe.

Karena berbagai pertunjukkan mereka atraktif, maka mereka ditawari rekaman oleh wakil dari Elektra Records bernama Tom Zutaut (Pete Davidson) dengan kontrak sebanyak 5 album, serta mereka dimanajeri oleh Doc McGhee (David Costabile). Dalam perjalanan karir musik mereka yang tak terlepas dari pesta, seks dan narkoba, serta dalam suatu tur mereka melakukan hal-hal gila dan menjijikan bersama Ozzy Osbourne (Tony Cavalero) di sebuah hotel.

impawards.com

Setelah album kedua mereka dirilis setahun kemudian, dalam sebuah pesta di Redondo Beach, Tommy Lee bertemu dengan aktris Heather Locklear (Rebekah Graf) yang kemudian jadi istrinya, sedangkan sebuah insiden terjadi ketika Vince Neil mengemudikan mobilnya mengalami kecelakaan fatal, sehingga menewaskan penumpangnya yakni Razzle (Max Milner) seorang drummer Hanoi Rocks. Neil pun dipenjara selama 30 hari, sementara masa lalu kelam Nikki Sixx membuatnya menjadi pecandu heroin hingga kelakuannya menjadi destruktif terhadap sesama anggota band.

Sixx marah terhadap karena McGhee dan memecatnya, karena membawa ibunya untuk bertemu dengannya. Sixx memiliki hubungan buruk dengan ibunya yang menelantarkannya di masa lalu. Ia yang semakin kecanduan heroin dan overdosis, akhirnya sempat dinyatakan tewas oleh paramedis dan media, namun ia berhasil hidup kembali dan menjalani rehabilitasi, sebelum mereka merilis album ke-5 (Dr. Feelgood) mereka yang paling sukses dan tur keliling dunia.

Courtesy of Netflix, 2019

Karena jauh dari keluarga, Vince Neil ditinggalkan istrinya, Sharise dan putri belianya bernama Skylar dan ia juga sempat bersitegang dengan anggota band, serta absen dalam latihan setelah tur panjang, sehingga ia keluar dari band. Vince semakin tertekan setelah mengetahui bahwa Skylar mengidap kanker dan ia pun bersedih karena Skylar meninggal. Sementara Mötley Crüe merekrut vokalis baru, John Corabi dan merilis album baru di tengah-tengah serbuan musik grunge.

Selain itu, Tommy Lee diceraikan Heather Locklear karena affair-nya dengan bintang porno, Mick Mars menjalani perawatan tulang belakang yang dideritanya bertahun-tahun. Sementara ketidaksuksesan Mötley Crüe sekaligus fans menginginkan kembalinya Neil, menginisiasi Sixx untuk rekonsiliasi sesama anggota band, sekaligus mengajak kembali Neil untuk kembali bergabung.

Mötley Crüe pun kembali dengan format semula dengan merilis beberapa album dan tur hingga perpisahan mereka di tahun 2015 dan kemudian reuni kembali hingga saat ini.

Courtesy of Netflix, 2019

Meski cerita diawali dengan setting di tahun 1981, namun narator pertamanya diisi oleh karakter Nikki Sixx dengan flashback masa remajanya bernama Frank Feranna, Jr yang ditinggal ayahnya dan diasuh oleh ibunya, Deana Richards yang tidak mengurusnya dengan benar. Frank pun berkelana menuju Los Angeles dan mengganti namanya menjadi Nikki Sixx. Saat plot kembali saat Tommy Lee menghampirinya, giliran Lee yang menjadi narator mengisahkan sekilas tentang kehidupan masa remaja dan keluarganya yang harmonis, begitu pun dengan Mick Mars.

Tidak seperti film Bohemian Rhapsody yang agak melenceng dari kronologi urutan lagu akan adegan rekaman, rilis atau dalam konser dari perjalanan karir Queen, film ini tetap setia dengan faktanya, meski ada yang mengganjal seperti McGhee adalah manajer pertama Crüe, tapi sesungguhnya adalah manajer yang kedua setelah Allan Coffman, atau pertemuan pertama Tommy Lee dan Heather Locklear bukanlah di sebuah pesta namun di belakang panggung konser REO Speedwagon, juga Locklear adalah orang kedua yang dinikahi Lee.

Selain itu McGhee dipecat bukan gara-gara mempertemukan Sixx dengan ibunya, namun karena ia mengingkar janjinya terhadap Crüe untuk mendapatkan slot lebih besar di ajang Moscow Music Festival 1989, yang malah memberikannya kepada Bon Jovi.

Courtesy of Netflix, 2019

Padatnya berbagai momen kontroversial dalam cerita karir Mötley Crüe itupun diperlihatkan melalui berbagai adegan yang terasa dipersingkat dan terkesan dengan mudahnya melalui performa yang bersifat flick and easy, saya rasa itu satu-satunya kekurangan di film ini. 

Mungkin juga seharusnya dibuat adegan saat proses pembuatan lagu Kickstart My Heart, karena sangat bermakna berkaitan dengan Nikki Sixx yang bangkit dari kematian. Oh ya, juga lagu You're All I Need yang tak kalah kontroversi dari lirik dan klip video-nya dilarang tayang di MTV! 

Beberapa adegan memorable pun jelas tersaji yang membuat adrenalin dan emosi saya bergejolak, mulai dari tertawa, ngeri hingga sedih.

Courtesy of Netflix, 2019

Kelakuan liar Vince Neil yang selalu bercinta dengan wanita yang menarik bagi dirinya –termasuk dengan kekasihnya Zutaut sebelum mereka manggung- hingga ia ketika bercinta dengan wanita lain kepergok oleh kekasihnya, adegan ketika Zutaut menghampiri Crüe di sebuah meja dan tiba-tiba ia berdiri dengan terkejut, adegan vandalisme di sebuah hotel, semua itu bikin tertawa renyah dan memang hilarious!

Yang paling bikin ngeri, ngilu sekaligus menjijikan adalah adegan ketika Ozzy Osbourne dengan hanya mengenakan daster di area kolam renang, memperlihatkan bokongnya terhadap kedua pasangan tua yang sedang bersantai, dan gilanya ketika ia menghisap kawanan semut melalui sedotan yang diarahkan ke hidungnya, alih-alih menghisap narkoba … serta finalnya, menjilat urinnya sendiri dan urin Sixx! What a ‘sick’! Namanya juga Ozzy, tak ada bintang rock yang bisa melebihi kegilaannya!

Courtesy of Netflix, 2019
Adegan yang mengharukan tentu saja ketika Vince Neil dalam keadaan sedih sedang menghibur Skylar di rumah sakit, sehabis dioperasi karena penyakit kanker perut. Akting dari aktris belia Kamryn Ragsdale sebagai Skylar sungguh meyakinkan dan mampu membuat suasana emosional.

Adapun berbagai performa Crüe yang sedang manggung membawakan lagu Shout at the Devil termasuk penempatan alat musik gong di belakang Tommy Lee, mereka-ulang koreografi saat syuting klip video untuk lagu Looks That Kill, performa dalam konser saat membawakan lagu Girls, Girls, Girls tampak Tommy Lee memainkan drums-nya dengan posisi diputar 360 derajat, serta konser di stadion waktu membawakan lagu Same Ol’ Situation.

Courtesy of Netflix, 2019

Akting keempat karakter utama Mötley Crüe pun memang brilian secara fisik maupun gayanya, termasuk para karakter lainnya. Penampilan Ozzy Osbourne yang diperankan oleh Tony Cavalero bolehlah secara fisik muka dan mimiknya, meski sudah berusaha optimal, hanya saja penampilan Rebekah Graf sebagai Heather Locklear yang kurang mirip meski sekilas familiar, untung saja karakter suaranya mampu menutupi.

Selain itu ada cameo dari karakter David Lee Roth dan Slash!

Film The Dirt tidak direkomendasikan ditonton bersama keluarga, mengingat ada beberapa adegan vulgar seperti topless dan full nude frontal, sesuai dengan tema akan kehidupan liar dan brutal Mötley Crüe. Secara keseluruhan, film ini layak ditonton sebagai biopic yang menyenangkan yang sayangnya tidak tayang bioskop, karena Mötley Crüe adalah rock band legendaris yang menginspirasi banyak band lainnya hingga kini.
  
Heavy metal is a legacyLong live the Crüe!
  
Score : 3.5  / 4 stars

The Dirt | 1997 | Biografi, Drama, Musikal Pemain:  Douglas Booth, Colson Baker, Daniel Webber, Iwan Rheon, Pete Davidson, David Costabile | Sutradara: Jeff Tremaine | Produser: Allen Kovac, Erik Olsen, Julie Yorn, Rick Yorn | Penulis: Berdasarkan buku “The Dirt : Confessions of the World’s Most Notoriuos Rock Band” oleh Neil Strauss, Tommy Lee, Mick Mars, Vince Neil, Nikki Sixx. Skenario: Rich Wilkes | Musik: Paul Haslinger | Sinematografi: Toby Oliver | Distributor: Netflix | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 108 Menit



Comments