The Odessa File (1974) : Misteri Jaringan Neo Nazi

Courtesy of Columbia Pictures, 1974

Di era sekarang ini, film drama crime thriller yang mengungkap sebuah konspirasi atau hal-hal yang bersifat spionase berkualitas adalah sesuatu yang langka, terlebih jika diadaptasi dari novel. Sejak era CGI, industri perfilman Amerika lebih banyak memproduksi film-film petualangan fantasi dan (apalagi kalo bukan …) superhero! Sehingga film yang bertema khusus yang saya sebutkan di awal, mungkin saja mudah tergerus tanpa jejak.

Film seperti itu sepertinya mengalami puncak kejayaan di era 60’an dan 70’an, dibuat dengan tone yang serius namun tetap saja menarik, kecuali bagi anda yang kurang menyukai genre berbasis drama. Film The Odessa File diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Frederick Forsyth, yang mengungkap jaringan rahasia Neo-Nazi untuk menguasai politik dan industri. Nama “Odessa” sendiri merupakan singkatan dari Organisation der ehemaligen SS-Angehörigen, yang artinya adalah “Organisasi Mantan Anggota SS”.

The Odessa File merupakan film produksi gabungan Amerika dan Jerman Barat (kala itu) yang ber-setting di wilayah Jerman dan dibintangi oleh aktor Amerika Jon Voight sebagai jurnalis orang Jerman, serta kakak-beradik asal Swiss kelahiran Austria yakni Maria dan Maximilian Schell. Film Marathon Man (1976) dan The Boys from Brazil (1978) yang juga diadaptasi dari novel, memiliki tema yang mirip berupa eksistensi Neo-Nazi.

Courtesy of Columbia Pictures, 1974

22 November 1963, Presiden John F. Kennedy ditembak mati di Amerika Serikat yang didengar oleh seorang jurnalis bernama Peter (Jon Voight) lewat siaran radio saat berkendara di dalam mobil, lalu tak lama kemudian ia mendekati ambulans yang mengangkat jenazah seorang kakek yang diduga bunuh diri.

Peter menemukan sebuah buku harian yang berisikan pengalaman jenzah kakek tersebut, semasa mudanya dalam kamp konsentrasi di Riga ghetto (wilayah Latvia). Kamp tersebut semasa Perang Dunia II dikomandoi oleh perwira SS bernama Eduard Roschmann. Dipicu oleh beberapa petunjuk penting dalam buku harian tersebut, Peter penasaran dengan sosok Roschmann yang diduga masih hidup dan merupakan bagian dari ODESSA.

Dengan bantuan dari Simon Wiesenthal (Shmuel Rodensky), Peter nekat menyusup ke dalam ODESSA dengan menyamar sebagai mantan perwira SS. Tanpa disadari, ada bahaya yang mengancam jiwa Peter, ditambah dengan runyamnya situasi dengan keterlibatan para agen Mossad.

impawards.com

Trivia!
Isitlah ODESSA sendiri adalah fakta, bukan fiktif seperti yang direferensikan dalam novel dan film. ODESSA merupakan kode nama yang disematkan pemerintah Amerika terhadap para mantan perwira Nazi yang menjadi buronan sejak tahun 1946 dan diduga melarikan diri ke berbagai negara.

Sedangkan kedua karakter yang saya sebutkan dalam sinopsisi diatas adalah nyata, yakni Roschmann dan Wiesenthal. Eduard Roschmann memang seorang perwira SS yang bertanggung jawab atas pembantaian di Riga ghetto, sehingga ia dijuluki sebagai “the butcher of Riga”. Samuel Wiesenthal adalah seorang penulis dan pendiri Jewish Documentation Centre di Vienna (Austria), sekaligus berprofesi sebagai pemburu Nazi (Nazi Hunter), atas masa lalunya sebagai seorang tahanan kamp konsentrasi Nazi.

Alur cerita dalam film The Odessa File dimulai di Israel tahun 1963, ketika agen Mossad terlibat dalam situasi memanas antara Israel dengan Mesir yang hendak meluncurkan roket mematikkan yang memanfaatkan para ilmuwan eks-Nazi. Lalu muncullah teks yang menjelaskan sekilas tentang eksistensi ODESSA berdasarkan penelitian seksama, kemudian adegan beralih menuju Hamburg, dengan sinopsis yang telah saya sampaikan sebelumnya.

Courtesy of Columbia Pictures, 1974

Sudut pandang cerita film ini tentu saja terdapat pada seorang Jerman asli bernama Peter Miller sebagai jurnalis lepas. Bagaimana dikisahkan sekilas tentang keluarga Peter, berbagai aksi dan petualangannya dalam memecahkan misteri ODESSA dari sebuah buku harian seorang Yahudi eks-tahanan kamp konsentrasi semasa perang, semakin lama tindakannya terasa semakin nekat dan diluar batas.

Yang paling menarik dan dramatis adalah beberapa sekuen berupa flashback dengan visual hitam-putih, mengisahkan kehidupan Salomon Tauber dan istrinya, Ester semasa muda di kamp konsentrasi saat mereka dibawa menuju Riga. Beberapa adegan tersebut memiliki gaya yang sama dengan film Schindler’s List (1993).

Sehingga saya pun mempertanyakan bagaimana kenekatan atau totalitas dari seorang jurnalis yang tergerak nuraninya demi kemanusiaan, untuk membongkar sekaligus mengekspos sebuah organisasi rahasia yang ‘jahat’ tersebut.

Courtesy of Columbia Pictures, 1974

Mulai ketika Peter nekat masuk dan memotret aktivitas dalam acara sebuah organisasi para pejabat negara, menuju Austria bertemu Simon Wiesenthal, diculik oleh sekelompok agen Mossad, hingga ia kemudian direkrut Mossad untuk menyamar dan melamar sebagai anggota ODESSA. Namun berbagai konsekuensi pun harus ia hadapi, seperti ketika ia hampir ditabrak oleh kereta hingga nyawa kekasihnya ikut terancam.

Mungkin alasan paling sederhana, berdasarkan tiga faktor yakni: para pendiri ODESSA merupakan kriminal perang (mantan perwira Nazi) yang harus berhadapan dengan hukum internasional, aktivitas ODESSA mungkin antara legal atau ilegal namun erat kaitannya dengan politik antar bangsa atau negara, serta yang paling pentinga yakni ODESSA mungkin saja berupa ancaman terhadap dunia internasional dengan penguasaan di berbagai sektor.

Puncak adegan yang menegangkan dengan durasi yang cukup lama terjadi ketika Peter selangkah menuju targetnya untuk berhadapan dengan Roschmann, namun ia harus lebih dulu berhadapan dengan seorang pembunuh bayaran di sebuah workshop percetakan surat kabar. Adegan tersebut memperlihakan bagaimana kecerdikan Peter teruji ketika harus berhadapan dengan bahaya yang mengancamnya.

Courtesy of Columbia Pictures, 1974

Lalu dalam akhir cerita, terdapat sebuah twist besar dalam sebuah dialog memorable yang tidak akan pernah kita sangka sebelumnya, tanpa menyisakan sedikit petunjuk pun saat cerita berjalan.

Performa Jon Voight sebagai seorang Jerman, menjalankan tugasnya dengan baik, terutama logatnya dalam dialog, serta lawan mainnya yakni aktor watak Maximilian Schell juga tak kalah cemerlangnya. Meski scoring digarap oleh komposer sekelas Andrew Lloyd Webber, namun sepertinya film ini tidak mendramatisasi adegan dengan musik secara signifikan.

Terkadang film The Odessa File terasa ironis, ketika seorang pemuda Jerman bernama Peter malah terkesan bersimpati (atau lebih ekstrimnya, lebih terlihat Yahudi daripada Jerman), saat ia termotivasi oleh buku harian Salomon untuk membongkar ODESSA sekaligus mengincar Roschmann. Meski sebenarnya, unsur kemanusiaan-lah yang menjadi krusial dalam menyingkapi semua hal dalam cerita tersebut.
   
Sebuah film thriller misteri yang sangat recommended!  

Score : 4 / 4 stars

The Odessa File | 1974 |  Crime, Thriller, Misteri Pemain:  Jon Voight, Maximilian Schell, Maria Schell, Mary Tamm, Derek Jacobi, Peter Jeffrey | Sutradara: Ronald Neame   | Produser: John Woolf | Penulis:  Berdasarkan novel “The Odessa File” karya Frederick Forsyth. Naskah: Kenneth Ross, George Markstein | Musik: Andrew Lloyd Webber | Sinematografi: Oswald Morris | Distributor: Columbia Pictures | Negara: Amerika Serikat, Jerman Barat | Durasi: 130 Menit 

Comments