Revenge (1990) : Perselingkuhan, Kehormatan dan Balas Dendam

Courtesy of Columbia Pictures, 1990

Revenge adalah sebuah film ‘kecil’ yang tampaknya luput dari perhatian dan dianggap underrated, padahal saat itu karir Kevin Costner sedang menanjak lewat The Untouchables (1987), dua film betermakan sports, yakni Bull Durham (1988) dan Fields of Dreams (1989), hingga di tahun-tahun berikutnya merupakan prestasi puncaknya lewat beberapa film seperti Dances with Wolves (1990), Robin Hood : Prince of Thieves (1990), JFK (1991) dan The Bodyguard (1992).

Film Revenge merupakan adaptasi novel dari judul yang sama, dengan skenario yang dikerjakan oleh penulis novelnya sendiri, yakni Jim Harrison. Selain Costner, aktor veteran asal Yunani, Anthony Quinn berperan sebagai teman yang berubah menjadi musuhnya, serta aktris Madeline Stowe sebagai istrinya yang akhirnya mencintai karakter yang dimainkan Costner. Film ini juga disutradarai oleh mendiang Tony Scott yang kala itu sukses lewat Top Gun (1986) dan Beverly Hills Cop II (1989).

Michael J. “Jay” Cochran (Kevin Costner) memutuskan pensiun sebagai pilot pesawat tempur, sekaligus berencana mengunjungi teman lamanya, yakni Tibby Mendez (Anthonny Quinn), seorang gembong yang ditakuti di Meksiko. Pertemuan Cochran dengan istri muda Tibby bernama Miryea (Madeline Stowe), membuat keduanya saling tertarik hingga terlibat affair, dikarenakan ketidakbahagiaan Miryea yang menginginkan seorang anak dari Tibby.

Tibby yang mengetahui perselingkuhan tersebut, menganiaya mereka berdua, Cochran terluka parah yang kemudian ditolong oleh seorang warga lokal, sedangkan Miryea ditempatkan di rumah bordil untuk dijadikan pelacur dan disuntikan narkoba secara terus-menerus. Cochran yang akhirnya pulih kemudian mencari keberadaan Miryea, sekaligus membunuh anak buah Tibby yang mencoba menghalanginya, ia juga dibantu oleh Amador (Miguel Ferrer) dan Ignacio (John Leguizamo) yang juga memiliki dendam terhadap Tibby.

impawards.com

Dari sisi storytelling, sebenarnya tidak ada yang istimewa yang diperlihatkan melalui adegan dari awal hingga menjelang akhir cerita, tentang bagaimana hubungan affair yang berakibat rusaknya hubungan persahabatan. Pada adegan pembuka, tampak Cochran dan rekannya sedang berpatroli menerbangkan pesawat tempur F-14 Tomcat, dengan mise-en-scéne yang mirip dengan film Top Gun.

Cerita selanjutnya lebih menekankan unsur drama romansa antara Cochran dengan Miryea, termasuk adegan panas yang mereka lakukan, diselingi dengan intensitas terhadap aura menakutkan yang dilancarkan oleh Tibby ketika mengeksekusi salah satu rekan yang mengkhianatinya. Dalam 2nd act pun diperlihatkan bagaimana adegan tragis ketika Tibby dan anak buahnya menganiaya Cochran dan Miryea dengan kejam.

Courtesy of Columbia Pictures, 1990

Selanjutnya, terjadi penurunan interest, mulai saat Cochran sedang disembuhkan dan mulai pulih, serta bertemu bertemu dan bertualang dengan seorang Amerika asal Texas yang menjual seekor kuda di Meksiko. Untungnya, adegan saat Cochran menghabisi salah satu anak buah Tibby di toilet bar, mampu memberikan impresi signifikan yang merepresentasikan judul filmnya itu sendiri.

Tak hanya perjalanan Cochran saja yang disorot, Tibby pun meski hanya muncul sesaat, namun begitu bermakna saat ia terbaring di tempat tidurnya di pagi hari, ia merasa hampa dan sangat kecewa sekaligus depresi akibat rasa kehilangan Miryea yang dicintainya dan Cochran sebagai sahabat yang dianggap mengkhianatinya. Sedangkan tragisnya Miryea dalam keadaan teler, terus dipaksa disuntik narkoba sekaligus diperkosa oleh salah satu anak buah Tibby.

Courtesy of Columbia Pictures, 1990

Seperti biasanya, akting Kevin Costner sebagai Cochran tidaklah istimewa dan terkesan medioker, sedangkan penampilan berani Madeline Stowe mempesonakan keindahan khas wanita Latin cantik yang anggun sekaligus ‘hot’. Namun bintang sesungguhnya di film ini adalah Anthony Quinn sebagai Tibby sang gembong mafia yang ditakuti sekaligus sebagai figur suami yang menyayangi Miryea, namun egois karena tidak menginginkan anak darinya. Ia juga bisa menyenangkan sebagai teman Cochran yang pernah berhutang nyawa padanya.

Film ini juga merupakan salah satu debut aktor John Leguizamo, namun karakter seorang wanita berpenampilan rock star yang diperankan Sally Kirkland malah mengganggu mood dan mengalihkan fokus kepada usaha Cochran untuk menemukan Miryea sekaligus menuntaskan dendam terhadap anak buah Tibby.

Courtesy of Columbia Pictures, 1990

Revenge bukanlah film yang memperlihatkan adegan aksi laga berupa baku tembak saat Cochran bangkit untuk menemukan Miryea sekaligus menghadapi hadangan para anak buah Tibby, namun lebih menekankan dramatisasi yang dialami Cochran dalam bertemu dengan karakter-karakter baru. Jika dipikir lagi, tindakan Cochran pun dirasa memang ‘kurang etis’ akibat ‘merebut’ Miryea dari tangan Tibby, hal tersebut diungkapkan Tibby dalam dilema soal etika tersebut, dalam adegan ia berbaring diatas tempat tidur sendirian.

Setting indah di wilayah Meksiko, mulai dari Cochran pertama kali bertemu dengan Miryea yang berjalan dengan membawa seekor kuda di jalan kecil menuju rumah Tibby, sudut jalanan kota kecil yang tenang, lingkungan kediaman Tibby yang megah dan luas di tepi pegunungan, pemandangan di sekitar kabin Cochran, jalanan di rural padang rumput Meksiko, rooftop ketika Cochran memandang kota dengan latar Gereja yang megah, hingga pemandangan alam pegunungannya, membuat film ini menarik dalam banyak adegan di sepanjang ceritanya.

Courtesy of Columbia Pictures, 1990

Scoring dari Jack Nitzsche pun memiliki pengaruh besar yang signifikan dalam beberapa adegan tertentu, terutama adegan romantis Cochran dengan Miryea, serta tentunya adegan akhir cerita yang berhasil membuat saya menangis.

Film Revenge lebih tepatnya disebut romantic thriller akan bagaimana jika seseorang memiliki teman yang punya pengaruh besar akan reputasinya yang ditakuti, namun sebuah affair-lah yang berakibat rusaknya hubungan persahabatan yang berisiko terhadap nyawa, sehingga kehormatan sudah dianggap tercela sehingga harus dibuang.

Uniknya dalam film ini, yakni tidak memperlihatkan sisi antagonis dari Tibby sebagai gembong mafia atau kartel, namun lebih menekankan dua sisi kontradiktif dengan Cochran, yakni mulai dari persahabatan hingga pengkhianatan. Meski film ini kurang mendapat apresiasi, namun mampu memberikan kesan yang mengena dan sisi drama emosional tidak bisa terlupakan begitu saja.

Score : 3 / 4 stars

Revenge | 1990 | Drama, Thriller | Pemain: Kevin Costner, Anthony Quinn, Madeline Stowe, Miguel Ferrer, Sally Kirkland, John Leguizamo | Sutradara: Tony Scott  |  Produser: Stanley Rubin, Hunt Lowry | Penulis: Berdasarkan novel “Revenge” karya Jim Harrison. Naskah: Jim Harrison, Jeffrey Alan Fiskin | Musik:  Jack Nitzsche | Sinematografi: Jeffrey L. Kimball | Distributor: Columbia Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 124 Menit

Comments