5 Jenis Film Klasik Balapan Mobil yang Menginspirasikan


Film Hobbs & Shaw yang kini sedang tayang di bioskop, adalah spin-off dari franchise film The Fast and the Furious (TFF), merupakan fenomenal tersendiri pada generasi baru akan sub genre eksploitasi tentang balapan mobil atau car chase. Franchise film TFF begitu populer sehingga banyak film sejenis yang terinspirasi hingga ke kelas B. 

Jauh sebelum TFF muncul, banyak sekali film-film balapan atau kejar-kejaran mobil yang menjadi sumber inspirasi terhadap generasi selanjutnya, serta memiliki pengaruh signifikan dalam menciptakan sub genre tersebut dan tak jarang meraih popularitas di masanya, melalui objek mobil yang ikonik, serta menjadi pop culture atau berstatus cult yang tidak banyak diketahui oleh audiens normie.

Karena sudah banyak sekali artikel yang menampilkan daftar film sejenis, maka saya mencoba untuk membagikan opini dari berbagai film klasik yang menginspirasikan banyak film dalam generasi baru. Berikut adalah beberapa film yang dikelompokkan ke dalam 5 jenis atau genre :


1. Sports
Metro-Goldwyn-Mayer, 1966

Grand Prix (1966) : Bagi pecinta balapan Formula One, film ini wajib tonton! Meski berdurasi tiga jam, anda akan disuguhi petualangan empat orang pembalap profesional dalam lika-likunya mengarungi kehidupan selama mengikuti kompetisi kejuaraan bergengsi di beberapa lokasi di Eropa.  Melalui teknik visual unik dalam penyajian sinematografinya mulai saat opening credits dan title, sorotan kamera yang dinamis dari berbagai sekuen termasuk framing, serta tentu saja bagaimana adrenalin bisa terpacu saat para pembalap membawa mobilnya pada jalur yang dilalui, sungguh menakjubkan untuk ukuran film era 60'an yang inovatif di jamannya ... berkat sentuhan visioner serta brilian dari Saul Bass dan sineas kaliber John Frankenheimer, film Grand Prix bagaikan semi-dokumenter dari Formula One itu sendiri! 

National General Pictures, 1971

Le Mans (1971) : Film ini memperlihatkan dengan detail bagaimana suasana berbagai aktivitas balapan berdasarkan event nyata akan kejuaraan Grand Prix Le Mans yang berlangsung selama 24 jam non-stop. Bintang utamanya, Steve McQueen tidak hanya berakting saja, namun sebagai salah satu stunt driver juga, mengingat McQueen seorang pembalap profesional. Mirip dengan film Grand Prix (1966), kedinamisan lensa kamera dari berbagai sudut untuk menangkap sekuen menarik, disajikan begitu dramatis, terutama saat adegan kecelakaan yang memorable sekaligus tragis. Persaingan tim Porsche dengan tim Ferrari, terutama di lokasi pit stop dan lintasan balap sungguh seru.


2. Kriminal / Heist / Caper

Warner Bros - Seven Arts, 1968

Bullitt (1968) : Tidak ada yang bisa memungkiri, bahwa film Bullitt merupakan salah satu yang terbaik sepanjang masa dalam urusan kejar-kejaran mobil dan eksploitasi muscle car atau sports car melalui perfilman modern, sehingga pantaslah jika saya nobatkan film ini sebagai The Godfather of Chasing Car Movie! Berkisah tentang penyelidikan detektif polisi akan terbunuhnya seorang saksi politik, film ini pula menandakan kepiawaian sinematografi akan adegan kejar-kejaran mobil Ford Mustang GT Fastback dengan Dodge Charger di jalanan tajam San Francisco, yang dilakukan sendiri oleh Steve McQueen. Film Bullitt adalah film penting yang banyak menginspirasikan film-film lainnya sejenis hingga kini.

Paramount Pictures, 1969

The Italian Job (1969) : Adegan pengejaran para polisi Italia dengan menggunakan mobil Fiat terhadap tiga mobil Mini Cooper di berbagai medan seperti jalan raya, komersial area dan kafe, trotoar, menuruni tangga, menyusuri berbagai bangunan sekitar, bahkan hingga di rooftop gedung besar dan menerobos terowongan air, adalah satu-satunya adegan aksi laga paling menarik di film ini. Salah satu pemanfaatan optimal akan keunggulan serta kelincahan berbagai manuver yang dilakukan Mini Cooper itulah merupakan kecerdikan sekelompok perampok emas profesional, yang nantinya di-remake dengan judul sama di tahun 2003. 

20th Century Fox, 1971

The French Connection (1971) : Meski filmnya tidak mengeksploitasi objek mobil maupun adegan pengejaran signifikan, salah satu adegan saat karakter Jimmy “Popeye” Doyle menggunakan mobil standar mengejar laju kereta metro yang berada diatasnya, sungguh mendebarkan, karena mobil tersebut terus menerobos lampu merah dan beberapa tikungan, yang merupakan ancaman terhadap kendaraan sekitar dan para pejalan kaki!

H.B. Halicki international, 1974

Gone in 60 Seconds (1974) : Merupakan film action eksploitasi independen yang ditulis, disutradarai, diproduseri serta dibintangi sendiri oleh H.B. “Toby” Halicki, yang juga seorang stunt driver. Berkisah tentang aksi cepat pencurian berbagai jenis mobil melalui kisah menarik dan mengejutkan antara pihak investigator asuransi mobil dengan para pencuri mobil profesional, belum lagi keterlibatan pihak polisi yang mengejarnya, film ini berhasil merusak total 127 kendaraan. Puncak aksi laga dari film ini yakni adegan pengejaran polisi terhadap mobil Eleanor (Ford Mustang ’73) selama 40 menit melintasi beberapa kota melalui jalan tol, dengan merusak 93 kendaraan. Pada tahun 2000, film ini dibuat ulang dengan dibintangi oleh Nicolas Cage dan Angelina Jolie.

20th Century Fox, 1978

The Driver (1978) : Karakter dan premis film Drive (2011) maupun Baby Driver (2017) jelas terinspirasi dari film yang ditulis serta disutradarai oleh Walter Hill ini. Dialog yang efektif (bahkan terkadang minim) namun elegan, karakterisasi tanpa nama namun signifikan, serta tentu saja berbagai sekuen kejar-kejaran mobil yang super cepat di jalanan tengah kota, seakan menegaskan betapa lihainya sang pengendara bertangan dingin yang diperankan oleh Ryan O' Neal tersebut. Film The Driver tidak hanya mengeksploitasi bagaimana karakter utamanya berprofesi sebagai pengendara profesional dalam dunia kriminal, namun secara keseluruhan sebagai satir akan kotornya sebuah permainan dengan melegalkan segala cara.

   
3. Petualangan

Buena Vista Distribution, 1968

Herbie Franchise (1968 – 2005) : Film komedi produksi Disney ini sempat melejitkan mobil Volkswagen Beetle ikonik yang dinamakan Herbie, merupakan antropomorfis seorang pembalap bernama Jim Douglas, melalui kemunculan pertamanya di film The Love Bug (1968). Meski semua adegan aksi laga balap mobil diperlihatkan dengan gaya komedi slapstick yang jauh dari nalar, namun tentu saja selalu menghibur sekaligus mengundang tawa. 

20th Century Fox, 1971

Vanishing Point (1971) : Seorang mantan tentara, polisi dan pembalap profesional, harus mengantarkan sebuah mobil 1970 Dodge Challenger R/T 440 Magnum dari Denver menuju San Francisco dalam waktu dua hari. Hanya gara-gara kesalahpahaman melanggar kecepatan mengemudi di jalan, ia pun dikejar-kejar seluruh polisi antar negara bagian, hingga seorang DJ Radio terus memantaunya serta publik pun mendukungnya. Adegan pengejaran yang melewati jalur cross-country, bahkan hingga ia memasuki wilayah Death Valley di gurun Nevada pun dilakoninya. Vanishing Point merupakan salah satu eksploitasi murni terbaik dalam pergerakan counter culture Amerika, melalui penyajian yang tidak biasa.   

Universal Pictures, 1971

Two-Lane Black Top (1971) : Jika Vanishing Point cenderung kepada action, maka di era yang sama, Two-Lane Blacktop lebih mengarah kepada drama petualangan melalui persaingan dua anak muda pengendara 1955 Chevrolet 210 yang gemar melakukan drag race dimanapun mereka berada, berpetualang dengan seorang gadis pengembara, hingga mereka bertemu seorang pria pengendara Pontiac GTO untuk membuktikan adu cepat antar negara bagian. Film ini tidak hanya mengekspos mobil saja, namun juga hubungan antar karakter yang tidak klise serta cukup kompleks. Adapun Dirty Mary, Crazy Larry (1974) juga memiliki kemiripan dengan film ini, yang disebut dengan istilah road movie

Universal Pictures, 1971

Duel (1971) : Nama Steven Spielberg pun langsung terkenal dalam debut penyutradaraannya di film ini, yang mengisahkan seorang pria biasa pengendara mobil Plymouth Valiant dengan pengendara truk Peterbilt 281 yang misterius, yang terus menerornya tanpa motif yang jelas. Film Duel terkesan begitu nyata dari perspektif sang pengendara Plymouth dalam perjalanan ke luar kota, tiba-tiba dipermainkan oleh truk mistrerius yang menantang duel, maka ia pun terpaksa meladeninya hingga akhir. Kengerian saat mengendarai mobil 'reguler' ketika harus berduel dengan truk bermuatan bahan kimia tersebut, begitu tercermin melalui film ini, dengan menyusuri medan jalanan di area gurun tandus.

Universal Pictures, 1977

Smokey and the Bandit Franchise (1977-1983) : Mobil 1977 Pontiac Firebird Trans Am tidak hanya menjadi bintang utama di film ini, namun juga truk jenis Peterbilt menjadi partner dalam konvoi mereka mengantar minuman ilegal sekaligus menghindari kejaran seorang Sheriff dan polisi melintasi negara bagian, gara-gara disangka membawa kabur seorang pengantin wanita yang melarikan diri. Banyak adegan aksi laga menarik dan komedi tentunya, selain mereka mendapat bantuan dari konvoi truk besar hingga mini-truck untuk menghambat kejaran para polisi lokal. Sebuah car chase action yang impresif dari sineas Hal Needham, mengingat debut penyutradaraannya di film ini.

Universal Pictures, 1980

The Blues Brothers (1980) : Apa jadinya jika duo dinamis menggunakan sebuah mobil eks-patroli polisi, dikejar-kejar oleh banyak mobil sheriff, polisi antar wilayah, sebuah mobil wagon dan bahkan kendaraan militer? Film The Blues Brothers merupakan petualangan komedi yang berhasil menghidupkan skenario pengejaran massal, mulai dari cross country road, sub-urban road, jalan raya dan tol, hingga masuk memporak-porandakkan sebuah mall.

20th Century Fox, 1981

Cannonball Run Franchise (1981-1989) : Meski tidak megekspos aksi seru laga kejar-kejaran mobil (dan bahkan motor), film The Cannonball Run merupakan salah satu contoh awal kompetisi balapan kendaraan cross-country dalam perfilman modern, melalui penyajian yang fun dan menghibur. Banyak hal diluar nalar, tentang bagaimana duo karakter utama yang mengendarai mobil ambulans Dodge Tradesman, bisa bersaing dengan sports car semacam Lamborghini Countach dan Ferrari 308 GTS maupun Subaru GL 4WD. Selain itu pula ada Rolls Royce, GMC light truck, hingga parodi James Bond oleh Roger Moore sendiri yang mengendarai mobil ikonik Aston Martin DB5


4. Fiksi Ilmiah dan Fantasi

New World Pictures, 1975

Death Race 2000 (1975) : Roger Corman adalah seorang sineas veteran yang sukses mempopulerkan beberapa film eksploitatif kelas B, hingga berstatus cult. Versi reboot-nya yakni Death Race (2008) jelas mengambil basis dari film ini. Yang membedakan yakni film Death Race 2000 begitu disturbing dalam penyajian eksplisit akan kekerasan dan gory yang dipadukan dengan konten seksual. Film ini terlihat cheesy, namun sarat akan satir dalam dunia dystopian yang futuristik.

Warner Bros, 1981

Mad Max Franchise (1979-2015) : Gara-gara sebuah reboot (atau mungikin ada yang menyebutnya sekuel) di tahun 2015, franchise tersebut kembali populer di kalangan generasi baru moviegoers, setelah trilogi dystopian dan post-apocalyptic asli Australia itu lama absen untuk membuat lanjutannya. Mobil Interceptor ikonik yang digunakan Max, yakni berwarna kuning 1973 Ford Falcon GT351 dan Pursuit Special berwarna hitam, mewarnai adegan kejar-kejaran mobil yang cukup impresif di film pertamanya, namun di film keduanya, yakni The Road Warrior (1981) lebih banyak melibatkan kendaraan lain dalam pengejaran massal epik.

New Century Vista Film Company, 1986

The Wraith (1986) : Dengan menggabungkan berbagai genre seperti teen-science fiction-fantasy-thriller film ini mengisahkan kebangkitan seseorang yang telah tewas terbunuh oleh geng, dengan menjelma sebagai seorang pengendara mobil futuristik misterius yang melakukan balas dendam terhadap geng tersebut. Penampilan elegan modifikasi dari mobil Dodge M4S Turbo Interceptor dan berbagai adegan balapannya, menjadi daya tarik tersendiri melalui berbagai aksi laga di jalanan area rural countryside yang kadang menikung diantara jurang dan lembah. Cheesy namun tetap keren, terlebih diiringi dengan latar lagu hard rock khas 80’an.


5. Horor 

20th Century Fox, 1975

Race with the Devil (1975) : Dalam beberapa adegan, terdapat pengejaran terhadap kendaraan campervan yang berisikan kedua pasangan kekasih. Mereka harus berhadapan dengan sekelompok penjahat aliran kultus pemujaan setan, melalui berbagai upaya untuk mencegah dan menangkap mereka, salah satunya meneror mobil van yang mereka kendarai dengan beberapa truk (jenis light dan heavy) dan mobil. Hal itulah yang menjadi daya tarik film ini sesuai dengan judulnya, meski porsi adegan hanya ditampilkan menjelang akhir cerita.  

Universal Pictures, 1977

The Car (1977) : Mobil klasik berwarna Lincoln Continental Mark III mungkin mengesankan sesuatu yang santai, elegan sekaligus menggemaskan, namun image-nya berubah drastis menjadi begitu misterius, mengerikan bahkan hingga mematikan di film ini. Mobil yang tidak diketahui latar belakangnya, tiba-tiba saja muncul dan meneror siapapun yang berada di dekatnya, apalagi jika anda sedang berada di jalanan, maka mobil tersebut melakukan berbagai aksi yang tak pernah anda sangka. Yang terpenting yakni, jangan sekali-kali anda berpikir aman ketika sedang sendirian berada di dalam rumah sekalipun! Apakah Christine-nya Stephen King terinspirasi dari film ini?


Comments