The Long Riders (1980) : Geng Koboi Bersaudara


Courtesy of United Artists, 1980

The real blood brothers, both in the movie and reality!

Nama Jesse James sebagai seorang legenda di jaman old western tersebut, telah banyak yang difilmkan mulai dari tahun 30’an hingga abad ke-21. Mungkin di jaman NOW, film tentang sang legenda perampok tersebut yang paling tenar adalah The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford (2007) dibintangi oleh Brad Pitt. Film tersebut secara kualitas baik, dengan lebih mengeksploitasi kekuatan karakter dan akting.

Jauh sebelum film itu eksis, sebuah sudut pandang lebih epik dan menarik tentang Jesse James and the gang, hadir di film klasik berjudul The Long Riders (1980). Ada banyak hal yang menarik di film ini, yang pertama tentu saja –mungkin satu-satunya di Hollywood- adanya ‘nepotisme’ dari jajaran cast-nya. Mulai dari Carradine bersaudara (David, Keith dan Robert), Keach bersaudara (Stacy dan James), Quaid bersaudara (Randy dan Dennis), hingga nama yang asing bagi saya, yakni Guest bersaudara (Christopher dan Nicolas).

Jajaran empat aktor bersaudara itu memang disesuaikan dengan karakter berdasarkan kisah nyata, yakni The James Gang (Frank dan Jesse) yang berkolaborasi dengan The Younger Gang (Cole, Jim dan Bob) dan The Miller Gang (Ed dan Clell). Lalu ada Ford Brothers (Charley dan Robert). Dan yang kedua yakni sineas Walter Hill yang menyutradarai film ini, menjadi kekuatan utama dalam mengarahkan gaya action yang mumpuni sekaligus elegan. As we knew, beliau begitu sukses menjadi sutradara film-film action, dengan mengikutsertakan elemen western dan memiliki gaya khas dan keren tentunya.

Terlepas dari keakuratan sejarah atau karakterisasi dari tokoh sentralnya, yakni Jesse James, The Long Riders menghadirkan sebuah cerita menarik yang dikemas dalam balutan action memukau. Dikisahkan di saat setelah berakhirnya Perang Saudara di Amerika, di sebuah bank terjadi perampokan yang dilakukan oleh Geng James, Younger dan Miller.

Courtesy of United Artists, 1980

Namun dengan adanya sebuah insiden penembakan di bank tersebut, Ed Miller (Dennis Quaid) yang menjadi biang keladinya, terpaksa dikeluarkan dari geng tersebut. Atas klaim dari referensi Ed Miller, Dua bersaudara Charley dan Robert Ford mendatangi geng James, Younger dan Miller dengan maksud ingin bergabung, namun ditolak.

Di saat lain, sebuah agensi penyelidikan bernama Pinkerton yang dikepalai oleh Rixley (James Whitmore, Jr.) ditugasi untuk menangkap geng tersebut. Beberapa insiden pun terjadi antara orang-orang Pinkerton dan geng James-Younger-Miller.

Clell Miller (Randy Quaid) menyarankan kepada rekan-rekannya untuk merampok sebuah bank di wilayah Northfeld, Minnesota. Ketika perampokan dilakukan, kejadian tak terduga pun akhirnya menimpa geng tersebut, yang rupanya telah dijebak oleh komplotan Rixley yang dibantu dengan warga sekitar.

Geng James-Younger-Miller yang berusaha melarikan diri, tak luput dari tembakan yang bertubi-tubi. Jim Younger (Keith Carradine), Bob Younger (Robert Carradine) dan Clell Miller terluka parah, sedangkan Cole Younger (David Carradine) juga tertembak dalam kondisi lemah. Di sisi lain, Jesse James (James Keach) dan Frank James (Stacy Keach) tidak terluka dan ingin melanjutkan perjalanan.

Mereka sempat beragumen dan berkonfrontasi, namun akhirnya berpisah. Bagaimana kelanjutan kisahnya?

impawards.com

Berdasarkan sejarah dan lewat film-film lainnya, kita mengetahui sosok sentral Jesse James pada akhirnya akan bagaimana atau mengalami hal seperti apa. The Long Riders adalah sebuah cerita yang ditampilkan melalui petualangan epik, seperti halnya karakter Wyatt Earp dan Doc Holliday di film Tombstone (1993). Duo aktor bersaudara, Stacy dan James Keach-lah yang memperkenalkan serta menulis ide cerita ini, yang sempat dipertunjukkan di teater, jauh sebelum filmnya dirilis.
    
Film ini lebih fokus pada kisah perjalanan geng James-Younger-Miller yang telah terjalin akrab dalam menjalankan beberapa aksi perampokan, hingga akhirnya sang tokoh sentral, Jesse James ditembak mati oleh Bob Ford. Satu-persatu, karakter mereka diperkenalkan melalui dialog dan aksi, dari hubungan mereka satu-sama lain, serta masing-masing kehidupan personalnya yang cukup rumit. 

Yang menarik, tentunya kompleksitas adanya berbagai intrik, konflik bahkan hampir memicu konfrontasi yang terjadi diantara geng James-Younger-Miller, terjalin dengan sempurna di film ini.  Dimulai dari dikeluarkannya Ed Miller dari geng, yang berakibat rasa jengkel dan sakit hati Ed terhadap mereka.

Courtesy of United Artists, 1980

Perebutan hati seorang wanita antara Ed dengan Jim Younger. Rumitnya hubungan Jesse James dengan seorang wanita yang akan dinikahinya, hubungan Cole Younger dengan seorang pelacur, hingga Frank James yang jatuh cinta dengan seorang wanita. Konflik antara geng James dan Younger juga terjadi di sepuluh menit terakhir dari cerita film, yang digambarkan ketika kondisi geng Younger dan Clell Miller dalam keadaan kritis.  

Untuk urusan akting, sebenarnya tidak ada yang ditonjolkan bahkan oleh James Keach sebagai Jesse James sekalipun, meski memang berhasil memberikan karisma-nya sebagai tokoh yang berpengaruh di dalam geng perampok. Jika dibandingkan dengan Brad Pitt, jelas akting James Keach kalah mentereng. Malah karakter fisiknya berkesan seperti ‘dipaksakan’ ketika cerita bergulir ke beberapa waktu ke depan, saat Jesse James mulai dengan penampilan kumis dan janggut.

Courtesy of United Artists, 1980

Sedangkan Stacy Keach cukup bagus dalam memerankan seorang tokoh yang tak lain sebagai seorang kakak laki-laki yang senior dan se-level dengan Cole Younger. Ia adalah sosok yang lebih bijaksana dan kalem, makanya ia lebih akrab dengan Cole. Tipikal akting anti-hero yang berkarisma David Carradine sebagai Cole Younger, juga mirip dengan Frank James. Cole digambarkan lebih nakal dan memiliki jiwa petualang sebagai pemberontak.

Lalu ada Keith Carradine sebagai Jim Younger yang menonjolkan sisi charming-nya, Robert Carradine sebagai Bob Younger adalah anggota yang paling muda dan berkesan ‘cool’, serta tak ketinggalan Randy Quaid sebagai Clell Miller yang berpenampilan flamboyan, mengingatkan saya akan gaya akting-nya James Belushi … secara mukanya juga mirip!

Namun dintara semua itu, yang paling tidak saya sangka adalah akting bagus yang ditunjukkan oleh Dennis Quaid muda sebagai Ed Miller. Di awal cerita, ia berhasil mencuri perhatian, sebagai seseorang yang masih muda dan emosional, dengan tindakannya yang ceroboh dan kasar … menjadi nilai plus di film ini.

Lalu ada James Whitmore sebagai tokoh protagonis Rixley, yang berpenampilan dingin, juga ada duo bersaudara, Christopher Guest dan Nicolas Guest sebagai Charley Ford dan Robert Ford. Mereka berdua pun berhasil menarik perhatian saya, sebagai duo ‘kembar’ yang cukup kocak dengan gaya cupu, baik penampilan, mimik muka maupun berbagai dialognya.   

variety.com

Tentu saja, bukan Walter Hill namanya, jika ia tidak menghadirkan berbagai laga aksi yang begitu spektakuler dari sebuah film western dengan sentuhan action yang khas. Saya jadi teringat akan arahannya yang stylish di film semacam The Warriors (1979), The Southern Comfort (1981), Streets of Fire (1984) hingga Extreme Prejudice (1987).

Salah satu adegan aksi yang memorable tentu saja perampokan kereta api. Dengan perpaduan unik antara gerakan dinamis kamera dari berbagai sudut, koreografi yang dilakukan menurut saya sangat sempurna, untuk sebuah teknik pengambilan gerak gambar akan adegan yang memacu adrenalin. Mulai saat mereka mengejar kereta api, satu orang berhasil menggapai gerbong belakang dan berlarian diatas gerbong kereta menuju lokomotif, sedangkan yang lainnya masing-masing di kedua sisi masih mengejar kereta dengan memacu kudanya.

Mereka yang telah profesional, dengan sigapnya masing-masing kedua orang memasuki gerbong barang yang berisi uang dalam brankas dan gerbong penumpang. Sedangkan satu orang lagi menunggu jauh di depan, sebelum akhirnya kereta disetop untuk berhenti, lalu mereka turun membawa hasil rampokannya dan kabur dengan mengendarai kuda.

Courtesy of United Artists, 1980

Yang tak kalah menegangkannya yakni aksi perampokan mereka di sebuah bank di Northfeld, Minnesota. Saya tidak bisa menebak arah aksi mereka selanjutnya, yang ternyata dijebak oleh kelompok Rixley. Yang paling seru tentu saja, adegan tembak-menembak terjadi diantara kedua kelompok tersebut di dalam sebuah kota kecil itu. Nampaknya, gaya Walter Hill di adegan tersebut terinspirasi dari Sam Peckinpah di film The Wild Bunch (1969) atau film-film western jadul lainnya.

Ketika geng James-Younger-Miller terkena peluru atau tertembak oleh kelompok Rixley, efek suara sengaja direndahkan dan dilambatkan, terutama suara hantaman peluru dan jeritan, ditambah dengan efek suara lainnya. Juga beberapa adegan slow motion, seperti orang tertembak, terjatuh dari atap rumah, jatuh dari kuda, menabrak kaca jendela, dan lain sebagainya … benar-benar epik!

Seperti film-film western umumnya, background keindahan alam di wilayah Missouri, terpapar mulai dari opening credits yang memperlihatkan geng James-Younger-Miller mengendarai kuda di padang rumput yang didominasi warna hijau tua kecoklatan, atau saat Jesse James berbincang dengan wanita yang akan dinikahinya, dengan lingkungan perkebunan asri beserta rerumputan lengkap dengan beberapa ekor kuda dengan latar hutan.

Dengan hanya berdurasi lebih dari 90 menit, kisah petualangan Jesse James and the gang di film ini cukup padat, lugas dan efektif. Dengan tidak fokus hanya pada eksploitasi karakter satu orang saja, film ini menyuguhkan cerita dan adegan menarik serta menekankan action yang estetis serta stylish, dari awal hingga akhir. The Long Riders adalah salah satu film western yang recommended untuk sebuah kisah tentang legenda para perampok ‘The Western Robin Hood’ tersebut.

Score : 3.5 / 4 stars

The Long Riders | 1980 | Drama, Aksi Laga, Petualangan, Western | Pemain: David Carradine, Keith Carradine, Robert Carradine, James Keach, Stacy Keach, Randy Quaid, Dennis Quaid, James Whitmore, Jr., Christopher Guest, Nicolas Guest  | Sutradara: Walter Hill |  Produser: Tim Zinnemman | Penulis: Bill Bryden, Steven Phillip Smith, Stacy Keach, James Keach  | Musik: Ry Cooder | Sinematografi: Ric Waite | Distributor: United Artist | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 99 Menit


Baca juga : Double Review : Young Guns (1988), Young Guns II (1990) | Buffalo Boys (2018) : Absurditas Koboi Nusantara | The Warriors (1979) : Fitnah, Solidaritas dan Eksistensi Jati Diri | Crossroads (1986) : Penebusan di Persimpangan Jalan

Comments