Skip to main content

Posts

Featured

Valley of the Dolls (1967): Glamoritas Semu dalam Pil Pahit

20th Century Fox Dalam dunia hiburan, para selebriti identik dengan glamoritas akan gaya hidupnya. Kejayaan karir mereka tapaki dari level bawah hingga mencapai puncak, berkat talenta dan kerja keras, ditambah dengan faktor ‘keberuntungan’. Berbagai cara harus mereka lakukan termasuk pengorbanan tertentu demi mendapatkan hasil terbaik, sepadan dengan popularitas yang diraih, sehingga glamoritas semu terukir dalam pil pahit yang harus mereka telan, akibat dari tekanan besar atas sistem sebagaimana mestinya dalam industri hiburan yang dikenal kejam. Saat anda pertama kali melihat poster film dengan judul Valley of the Dolls , bakal terlintas dalam pikiran bahwa film tersebut mengisahkan drama yang mengekspos perempuan sebagai objek tertentu dengan kecenderungan negatif. Mengapa? Penggunaan kata “Dolls” dalam arti jamak, ternyata bukan yang sebelumnya saya sangka yakni ditujukan kepada perempuan sebagai objeknya, melainkan obat berupa pil sebagai penenang pada saat mengalami ge

Latest Posts

The Blues Brothers (1980): Penebusan Duo Musisi Melalui Komedi Musikal

The Pursuit of Happyness (2006): Perjuangan Nyata Figur Teladan dalam Karir dan Keluarga

Dollars Trilogy: A Fistful of Dollars (1964), For a View Dollars More (1965), The Good, the Bad and the Ugly (1966)

The Amityville Horror (1979): Adaptasi Horor yang Realistis

‘Body Horror’ Jenius dari Kanada ala David Cronenberg

Wolf (1994) : Drama Manusia Serigala yang Agak Terlupakan