Review Stranger Things Season 5 Finale: Akhir Saga Epik Menyelamatkan Kota Hawkins
![]() |
| Netflix |
Sinema serial horor review Stranger Things Season 5 Finale tentang akhir saga epik untuk menyelamatkan Kota Hawkins.
Aksi heroik mereka untuk menyelamatkan Kota Hawkins terjawab sudah melalui saga epik episode terakhir Stranger Things Season 5 Finale.
Stranger Things Season 5 Finale menutup hampir 10 tahun serial ikonik sejak 2016 silam, jadi serial fenomenal berkat tribut kepada pop culture era 1980'an.
Episode final Stranger Things Season 5 telah tayang sejak 31 Desember 2025 di Netflix.
Stranger Things Season 5 Finale melanjutkan aksi para protagonis yang telah berkumpul sesuai rencana untuk menyelamatkan anak-anak yang diculik sekaligus menumpas Vecna untuk selamanya.
![]() |
| Netflix |
Mereka semua kembali menyusup ke Upside Down. Eleven, Kali, beserta Hopper dan Murray memisahkan diri menuju laboratorium militer yang ditinggalkan, sedangkan kelompok lain menuju menara stasiun radio.
Bersamaan dengan itu, Henry/Vecna bersama anak-anak yang diculik dalam alam pikiran, berhasil membuat Abyss turun perlahan menuju puncak langit Upside Down.
Tentu saja setelah mereka semua berada di puncak menara, dengan mudah bisa memasuki Abyss, sehingga kemudian mereka menemukan sesuatu yang menakjubkan sekaligus paling menakutkan, sebelum bisa membebaskan anak-anak.
Eleven yang berendam di dalam tangki, bersama dengan Kali berupaya menyelami pikiran Henry/Vecna, kali ini mengajak Max yang belum bisa berjalan menuju Abyss.
Max diajak serta karena sebelumnya telah hapal jalan untuk menemukan dan membebaskan Holly beserta anak-anak lain yang diculik Henry/Vecna.
Tentu saja Episode Finale dari Stranger Things Season 5 ini adalah yang paling ditunggu dan dibuatkan penasaran, apakah bisa membaik dari dua volume sebelumnya atau sama saja atau malah lebih buruk.
![]() |
| Netflix |
Tampak masing-masing semua karakter figur protagonis kini lebih terbuka akan penerimaan jati diri dibalik semua ketakutan yang mereka alami, maka terlihat mereka semua percaya diri.
Tapi itu belum cukup, karena sang antagonis Henry/Vecna sudah mengetahui rencana mereka tersebut, kini tinggal adu pikiran melalui berbagai siasat terbaik untuk pertaruhan terakhir.
Adegan saat Eleven, Kali, serta Max memberikan kejutan kepada Henry dan berupaya membawa anak-anak melarikan diri, cukup seru dalam adu kekuatan ilusi dan serangan tenaga.
Chemistry yang terjalin dengan baik dan emosional diantara Max dan Holly berdasarkan petualangan mereka sebelumnya, kini lebih solid.
Dilema yang dialami Jim Hopper saat hendak dikelabui Henry/Vecna barhasil menghambat upaya penyelamatan anak-anak, dan dalam momen itulah Henry justru menghadapi ketakutan terbesar.
Adu kekuatan antara dirinya dengan Will Byers yang juga menyelami pikiran, merupakan puncak atau titik balik kuasa gelap misterius yang menguasai manusia.
Nancy tetap memimpin sebagai tipikal "Girl Boss" saat mereka menghadapi monster raksasa mengerikan itu.
![]() |
| Netflix |
Kejutan pertama aksi pamungkas justru tak disangka dilakukan Joyce dalam upaya terakhir kali, tapi apakah memang sungguh berakhir?
Justru dilema besar yang dihadapi Eleven adalah kejutan terbesar yang nantinya secara ambigu disampaikan Mike dalam babak kedua menuju akhir cerita.
Babak atau boleh dikatakan bagian kedua cerita terjadi setelah 18 bulan, melalui berbagai momen impresif dan memorable.
Kuartet Steve, Nancy, Jonathan, serta Robin tampak reuni dan mengungkapkan rencana mereka ke depan.
Mike, Dustin, Will, Lucas, serta Max setelah wisuda lulus sekolah kembali bermain Dungeon & Dragons menandakan nostalgia lima tahun sebelumnya.
Oh ya, babak kedua tersebut terjadi pada tahun 1989, dan tampak jelas tongkat estafet sepertinya diberikan kepada Holly dan teman-teman nya termasuk Derek yang kini akrab dengan mereka.
Momen dramatis menyentuh yaitu adegan Eleven berpisah dengan Mike dalam alam pikiran diiringi lagu Prince "Purple Rain", mengingat semasa hidup, Prince tidak pernah mengizinkan semua lagunya dipakai pihak lain.
![]() |
| Netflix |
Begitu pula lagu Prince lainnya, "When Doves Cry" dalam adegan saat mereka semua kembali ke dunia realita, tapi untuk kemudian ditangkap pihak militer pimpinan Dr. Kay.
Tribut pop culture babak kedua tahun 1989, tampak bioskop Kota Hawkins sedang menayangkan Indiana Jones and The Last Crusade.
Selama dua jam durasi, Stranger Things Season 5 Finale ada sedikit perbaikan eksekusi meski terasa agak klise dalam penyelesaian menuju akhir konflik dalam babak pertama.
Babak kedua vibe dan tone terasa lebih baik karena kembali normal tapi sama sekali tidak meyisakan satu titik misteri untuk potensi ke depan, agak datar dan sedikit jenuh.
Stranger Things Season 5 Finale setidaknya menawarkan saga epik sebagai penutup serial fenomenal favorit banyak orang, meski season terakhir memburuk.
Itulah sinema serial horor review Stranger Things Season 5 Finale tentang akhir saga epik untuk menyelamatkan Kota Hawkins.
Score: 3 / 4 stars
Stranger Things Season 5 Finale | 2025 | Serial, Fiksi Ilmiah, Misteri, Horor, Petualangan, Remaja | Pemain: Winona Ryder, David Harbour, Millie Bobby Brown, Finn Wolfhard, Gaten Matarazzo, Caleb McLaughlin, Noah Schnapp, Sadie Sink, Natalia Dyer, Charlie Heaton, Cara Buono, Matthew Modine, Joe Keery, Maya Hawke, Brett Gelman, Nell Fisher, Linda Hamilton, Jamie Campbell Bower, Linnea Berthelsen, Jake Connelly | Penulis: The Duffer Brothers | Musik: Michael Stein, Kyle Dixon | Distributor: Netflix | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 128 menit





Comments
Post a Comment