Review Sinema: Five Nights at Freddy's 2, Anaconda, Roofman
![]() |
| Universal Pictures, Sony Pictures Releasing, Paramount Pictures |
Sinema horor, petualangan, drama review tiga film yaitu Five Nights at Freddy's 2, Anaconda, serta Roofman.
Sukses dari adaptasi game populer dari film live-action perdana, kini sekuel Five Nights at Freddy's 2 dihujani kritik tapi tetap mendapatkan finansial besar mengikuti jejak film terdahulu.
Anaconda bisa disebut sebagai meta-reboot dari film berjudul sama tahun 1997 diperankan duo dinamis Paul Rudd dan Jack Black.
Roofman luput dari gelombang perfilman mainstream, adaptasi peristiwa nyata Jeffrey Manchester seorang buronan yang bersembunyi di toko mainan.
![]() |
| Universal Pictures |
Five Nights at Freddy's 2
Mike (Josh Hutcherson) dan Vanessa (Elizabeth Lail) kali ini menghadapi dendam kesumat arwah Charlotte di restoran perdana Freddy Fazbear's Pizza.
Tiga orang pemburu hantu sengaja mendatangi restoran tersebut dipandu oleh seseorang misterius, namun kemudian terjebak secara mengerikan.
Sementara itu adik Mike yaitu Abby (Piper Rubio) masih bersedih sepeninggal arwah sejumlah kawan nya di restoran waralaba Freddy Fazbear's Pizza.
Abby meminta Mike untuk memperbaiki sejumlah boneka animatronik yang rusak tersebut, namun Mike berdalih dan khawatir jika Abby bergaul dengan para arwah tersebut.
Hal itu jadi kenyataan, suatu malam Abby mendapatkan panggilan dari salah satu kawan nya bernama Chica.
Awalnya sempat meragukan, tapi ternyata sebagai sekuel yang mengangkat waralaba populer, Five Nights at Freddy's 2 tetap menjaga kualitas secara total.
Penceritaan film ini merupakan pengembangan karakter serta dinamika chemistry ketiga figur utama yaitu Mike, Abby, serta Vanessa.
Adapun figur antagonis utama film ini menyisakan pelintiran besar yang mungkin kebanyakan penonton luput, berkenaan dengan film terdahulu.
Penampilan aktris yang sedang naik daun, McKenna Grace sayang sekali hanya tampil sebentar dan ada kejutan tersendiri.
Puncak epik cerita film ini juga mengesankan, tapi ending nya malah cukup konyol seperti memaksakan potensi menuju sekuel berikutnya.
Meski demikian, Five Nights at Freddy's 2 masih tetap pantas dinikmati sebagai sekuel yang mampu menjaga kualitas setara dari film perdana.
Score: 3 / 4 stars
![]() |
| Sony Pictures Releasing |
Anaconda
Ronald (Paul Rudd), seorang aktor cadangan mendatangi Doug (Jack Black), seorang fotografer pernikahan yang jenuh akan karirnya sendiri, serta sahabat mereka, Claire (Thandia Newton).
Mengaku telah membeli waralaba film Anaconda yang pernah dirilis tahun 1997, Ronald membujuk Claire untuk mendanai pembuatan ulang film tersebut, sementara Doug ditawari sebagai penulis dan sutradara.
Meski awalnya enggan, akhirnya Doug setuju hingga mereka bertiga ditambah koreografer Kenny (Steve Zahn) berangkat menuju Hutan Amazon di Brasil.
Untuk keperluan prop saat syuting, mereka bekerjasama dengan Carlos sang pawang ular Anaconda besar, namun mereka semua tidak menyadari ada Anaconda raksasa yang sedang mengintai.
Kematian kreativitas Hollywood apalagi berkenaan dengan genre komedi, menimbulkan krisis yang semakin parah seperti dalam film Anaconda terbaru ini.
Anaconda 2025 tidak lebih sebagai pengingat film terdahulu tahun 1997, sama sekali tidak menampilkan hal baru kecuali hanya elemen "meta" saja.
Artinya, cerita film ini seakan berada dalam realita saat ini ketika kita mengingat kembali film Anaconda 1997.
Gaya komedi dan humor Black Jack masa kini, sangat jauh di bawah standar dibandingkan School of Rock (2003), tidak mengesankan apapun.
Secara keseluruhan, elemen komedi film ini gagal total, terutama tertuju kepada karakter figur terburuk cerita film ini yaitu Kenny, hanya membuang waktu saja!
Kembalinya dua figur utama dari Anaconda 1997 juga hanya sedikit membawakan nostalgia kosong belaka.
Satu nilai plus film ini memiliki pelintiran cukup mengejutkan dalam alur cerita nya, tapi bukan terhadap para figur utama nya sendiri.
Score: 0.5 / 4 stars
![]() |
| Paramount Pictures |
Roofman
Jeffrey Manchester (Channing Tatum), mantan tentara merampok sebuah restoran karena kesulitan finansial untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya.
Setelah ditangkap dan dipenjara, ia berhasil melarikan diri dan menyelinap diam-diam ke dalam toko mainan Toys "R" Us tengah malam.
Ia membangun bilik rahasia yang bakal sulit terdeteksi oleh karyawan toko, sekaligus mengintai dan mengamati mereka semua melalui peretasan CCTV.
Leigh (Kirsten Dunst), salah satu karyawan toko yang aktif di gereja, kesulitan menghadapi sang manajer yang dianggap tidak manusiawi terhadapnya.
Puncaknya terjadi saat Leigh tidak diberikan sumbangan berupa mainan untuk donasi gereja.
Jeffrey sebelumnya telah meretas data karyawan hingga jam kerja Leigh bisa diberikan kebebasan bersama sang anak.
Ia pula yang mengambil sejumlah mainan di toko, mendatangi gereja Leigh dan menyamar sebagai John dari New York.
Sampai pada momen John tak sengaja dikenalkan kepada Leigh, di saat itulah romantisme mereka berdua tumbuh.
Apa yang terjadi selanjutnya, Jeffrey tidak bisa mengelak realita pahit yang sedang ia alami.
Roofman sesungguhnya merupakan salah satu contoh penyegaran dalam krisis film mainstream Hollywood.
Diangkat dari peristiwa nyata, film ini mampu membawakan narasi melalui alur serta aksi menarik, terasa lebih riil.
Terkadang perbandingan Channing Tatum sebagai figur utama Jeffrey Manchester kurang cocok, sedangkan performa Kirsten Dunst terbaik dalam film ini.
Meski demikian, durasi lebih dari dua jam juga agak lama, serta saya sempat bertanya terus, bagaimana bisa seorang Jeffrey Manchester bisa bertahan selama itu.
Roofman secara keseluruhan premis nya memang menarik dan mampu memberikan tontonan drama kriminal yang menggelitik.
Score: 3 / 4 stars
Itulah sinema horor, petualangan, drama review tiga film yaitu Five Nights at Freddy's 2, Anaconda, serta Roofman.




Comments
Post a Comment