The 400 Blows (1959): Dilema Remaja dalam Lingkungan Keluarga dan Sekolah
![]() |
| Cocinor |
Sinema drama remaja review The 400 Blows tentang dilema remaja dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Kisah dilema remaja dalam tekanan lingkungan keluarga dan sekolah, menjadi premis utama film The 400 Blows dari sineas François Truffaut.
Film Perancis ini berada dalam era tren counter culture dalam dunia barat yang didahului sejumlah film James Dean dari Amerika.
The 400 Blows merupakan debut film penuh dari sineas legendaris François Truffaut, dan menjadi salah satu perintis dari apa yang disebut dengan French New Wave Cinema saat itu.
Ternyata film ini dibuatkan hingga tiga sekuel ke depan saat sang figur sentral sudah menjadi dewasa.
The 400 Blows mengisahkan Antoine Doinel (Jean-Pierre Léaud) adalah lelaki remaja yang seringkali mendapatkan perlakuan ketus sang ibu kandung, Gilberte (Claire Maurier), namun kontras dengan sang ayah, Julien (Albert Rémy) yang bersahabat.
Antoine juga kerap bermasalah dengan guru dan pelajaran di sekolah, hingga pada puncak kenakalan mereka, bersama sang sahabat yaitu René (Patrick Auffay), mereka bolos sekolah.
![]() |
| Cocinor |
Hati sang ibu luluh dan berubah 180 derajat terhadap Antoine, namun kesalahpahaman sang guru sekolah membuat ia kesal dan melakukan kenakalan lebih besar yaitu pencurian mesin ketik di kantor sang ayah untuk dijual kepada seorang calo penadah.
Sang ayah marah besar dan menyerahkan Antoine kepada pihak berwajib, untuk kemudian ditempatkan dalam pusat pengawasan remaja nakal yang jauh dari kota.
Lantas, bagaimana nasib Antoine berikutnya?
Menyaksikan The 400 Blows tak terasa habis hingga satu setengah jam lamanya, berkat kepiawaian François Truffaut menuturkan rangkaian adegan biasa tapi begitu mengena.
The 400 Blows mengangkat premis tentang kenakalan remaja yang tumbuh dalam keluarga kelas pekerja di kota besar melalui figur sentral Antoine.
Ia berasal dari keluarga kelas pekerja yang berjuang menghadapi kemapanan ekonomi, sang ibu keras terhadapnya, kontras dengan sang ayah yang tenang dan bersahabat.
Sementara lingkungan sekolah yang menerapkan disiplin tinggi dalam pelajaran melalui guru yang galak, membuat dirinya selalu menjadi sasaran empuk dan kena getah.
Untung saja ada sahabat setianya, René dengan latar mereka dengan latar belakang serupa meski tak sama, tapi punya tujuan sama yaitu ingin bebas dan melarikan diri.
![]() |
| Cocinor |
Inspirasi cerita The 400 Blows ini berbasis pengalaman remaja dari François Truffaut sendiri.
Judul yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris "The 400 Blows" merupakan idiom dari Bahasa Perancis yang dapat diartikan sebagai "seperti membesarkan neraka", "hidup liar", atau pun "menuju kerusakan remaja".
Film ini adalah salah satu karya François Truffaut paling berpengaruh dalam gerakan "French New Wave Cinema" yang sedang booming pada saat itu.
Kisah perjalanan Antoine Doinel dalam kehidupan sehari-hari sudah muak dengan pelajaran dan sikap guru sekolah yang ia pandang tidak bijak terhadapnya, begitu pula perlakuan sang ibu kandung yang keras.
Suatu hari saat ia kabur dari rumah, sikap sang ibu berubah 180 derajat, tapi ia juga mengetahui kedua orang tuanya itu kurang harmonis, terlebih saat dirinya sedang bolos sekolah menemukan kejutan yang tidak menyenangkan.
Banyak sekali adegan terbaik dalam film ini The 400 Blows ini, salah satunya sekuen menuju akhir cerita yang menyentuh dibalik sisi emosi sang figur sentral Antoine Doinel saat melarikan diri diiringi gerak kamera di dekatnya menuju ke pantai, juga saat ia di dalam mobil tahanan menuju pusat pengawasan anak nakal sambil mengeluarkan air mata.
Adegan satu kelas berlari dari sekolah menuju pusat kota yang dipimpin guru olah raga, tak kalah epik, jadi salah satu dari sekian banyak humor segar terselip baik dari adegan maupun dialog.
Jean-Pierre Léaud sebagai Antoine Doinel performa nya sangat memukau dan meyakinkan, selain juga performa dialog serta chemistry dinamis Claire Maurier sebagai Gilberte Doinel sang ibu kandung dan Albert Rémy sebagai Julien Doinel sang ayah tiri, jadi intisari cerita menarik film ini.
![]() |
| Cocinor |
The 400 Blows merupakan debut sineas François Truffaut yang mendapatkan penghargaan Cannes serta nominasi Piala Oscar, dipuji kritikus serta masuk dalam daftar film terbaik sepanjang masa serta favorit banyak sineas populer termasuk Akira Kurosawa, Steven Spielberg, serta Wes Anderson.
The 400 Blows secara serius menyampaikan pesan tentang kenakalan dan pemberontakan remaja terhadap hubungan dan situasi keluarga di dalam rumah dan kepahitan sikap guru akan pelajaran di sekolah.
Film ini mampu berbicara penuh makna mendalam melalui sepenggal cerita sederhana yang sangat mengena, baik adegan aksi maupun dialog, terasa sangat relate dan dalam akan ekspos terperinci serta eksekusi yang lebih realistis.
Dilema Antoine Doinel sebagai anak remaja dalam lingkungan keluarga dan sekolah mungkin saja tidak pernah berujung, namun tersampaikan dengan jelas sekaligus dramatis.
Itulah sinema drama remaja review The 400 Blows tentang dilema remaja dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Score: 4 / 4 stars
The 400 Blows | 1959 | Drama, Remaja | Pemain: Jean-Pierre Léaud, Claire Maurier, Albert Rémy, Guy Decomble, Georges Flamant, Patrick Auffay | Sutradara: François Truffaut | Produser: François Truffaut, Georges Charlot | Penulis: François Truffaut, Marcel Moussy | Musik: Jean Constantin | Sinematografi: Henri Decaë | Penyunting: Marie-Josèphe Yoyotte, Cécile Decugis, Michèle de Possel | Distributor: Cocinor | Negara: Perancis | Durasi: 99 menit




Comments
Post a Comment