Review Avatar: Fire and Ash (2025), Konflik Rumit Keluarga Sully

avatar fire and ash konflik rumit keluarga sully
20th Century Studios

Sinema petualangn fiksi ilmiah review Avatar: Fire and Ash tentang tentang konflik rumit Keluarga Sully.

Kali ini petualangan akan konflik rumit Keluarga Sully Kembali terjadi dalam film Avatar: Fire and Ash.

Lengkap sudah trilogi film James Cameron yaitu Avatar, sejak film perdana sejak tahun 2009, dilanjutkan film keduanya tahun 2022 lalu, dan kini film ketiga sedang tayang bioskop.

Baca juga: Avatar (2009): Pergumulan Dua Dunia, Manusia atau Na'vi

Avatar: Fire and Ash adalah film terakhir dari trilogi film Avatar dan Avatar: The Way of Water, tentang petualangan keluarga Jack Sully dan Neytiri.

Baca juga: Avatar: The Way of Water (2022), Kisah Petualangan Epik Keluarga Sully

Avatar merupakan film terlaris sepanjang masa setelah penyesuaian inflasi US Dollar, melalui cerita menarik, gaya penyutradaraan, serta teknologi digital revolusioner.

review film avatar fire and ash sekuel terbaru
20th Century Studios

Avatar: The Way of Water dirilis dalam dunia digital modern melalui pemanfaatan teknologi yang lebih maju dari sebelumnya.

Alhasil, film sekuel tersebut dengan mudah mendapatkan lebih dari 2,3 milyar US Dollar secara global dari bujet hampir 500 juta US Dollar.

Tampak elemen bumi menjadi tema dua film Avatar terakhir ini, setelah air kini api dan debu, seperti apa kisahnya?

Avatar: Fire and Ash mengisahkan kelanjutan cerita sebelumnya pasca kematian putra sulung dari Jake Sully (Sam Worthington) dan Neytiri (Zoe Saldana).

Kali ini adalah putra kedua mereka, Lo'ak (Britain Dalton) yang kerap menentang menimbulkan konflik dengan sang ayah karena perbedaan pandangan.

avatar fire and ash kolonel quatrich stephen lang ikonik
20th Century Studios

Lo'ak sendiri kecewa karena Jake masih meragukan kehandalan dalam dirinya untuk bertarung alih-alih ingin melindungi mereka sekeluarga.

Putri Jake dan Neytiri, yaitu Kiri (Sigourney Weaver) semakin kuat akan koneksi batin dan spiritual dengan "The Mother".

Hubungan Kiri dengan saudara tiri berupa manusia, yaitu Spider (Jack Champion) yang justru dipandang oleh angs Na'vi menjadi ancaman terbesar.

Neytiri seringkali terlibat konflik dialog dengan Jake tentang keberadaan Spider, sejak dendam terhadap koloni manusia dalam peristiwa masa lalu.

Keputusan Jake ditentang semua anaknya meski akhirnya terwujud, untuk memgirimkan Spider ke sebuah tempat yang lebih aman karena keberadaan bangsa Na'vi masih terancam agresi koloni manusia.

Dalam sebuah perjalanan, kapal yang merka tumpangi diserang kelompok bandit dari klan Mangkwan yang dipimpin oleh figur misterius, Varang (Oona Chaplin).

Selain itu, Jake masih harus berhadapan dengan musuh ebuyutan yaitu dengan Kolonel Quatrich (Stephen Lang) yang telah berubah wujud menjadi Na'vi hybrid.

sinopsis alur avatar fire and ash
20th Century Studios

Lantas, akankah Keluarga Sully mampu menghadapi konflik rumit dari luar dan dalam tersebut?

Selang tiga tahun setelah film Avatar: The Way of Water, kini hadir petualagan baru Keluarga Sully dengan konflik rumit mereka.

Rasanya baru kemarin menyaksikan Avatar: The Way of Water, kali ini premis Avatar: Fire and Ash datang dengan ekspektasi akan narasi tentang elemen api dan debu yang dimaksud sesuai judul film.

Namun selama tiga jam durasi jalan cerita, ternyata elemen tersebut tidak membawakan hal penting atau signifikan apapun, selain menjadi alat semata tanpa elemen filosofis.

Tentu saja kita semua menduga bahwa figure antagonis baru, yaitu Varang bakal menjadi kunci utama cerita, malah sekan dialihkan kepada karakter figur Kiri.

Begitu pula perkembangan hubungan dirinya dengan figur Spider yang akhirnya tertuju kepada konflik besar dalam dilema perebutan diantara Jake Sully dengan Kolonel Quatrich.

Film ini berisikan empat konflik rumit, yaitu antara Jake Sully dengan Kolonel Quatrich, Jake Sully dengan Neytiri dalam pandangan hubungan Na'vi dan manusia, Jake Sully dengan Lo'ak, Kiri dengan dirinya sendiri, serta Varang dengan Kolonel Quatrich.

review film avatar fire and ash james cmeron
20th Century Studios

Dalam berbagai momen dinmika hubungan Jake Sully dengan Neytiri mampu menciptakan dialog terbaik dalam film ini, sementara saat tiga momen dirinya dengan Kolonel Quatrich justru paling menarik.

Justru hal tersebut terdapat letak sisi manusiawi Kolonel Quatrich terungkap, terlebih saat berdialog dengan Spider yang sempat tertangkap dibawah komando koloni manusia.

Hampir semua adegan yang tertuju kepada Kiri, justru tidk menarik dan terasa hambar sekaligus mudah diprediksi dan benih hubungan special dengan Spider tentu tidak sebaik seperti Jake dan Neytiri pada film pertama.

Performa Zoe Saldana sebagai Neytiri Kembali pada level dalam film pertamanya meski terksan agak paksa, namun yang paling menarik yaitu Stephen Lang sebgai Quatrich melalui karakter yang sedikit lebih berlapis.

Kolonel Quatrich adalah tipikal manipulatif dengan tujuan atau agenda yang sulit diprediksi hingga momen terakhir.

Karakter figur Lo'ak mengenai konflik dengn sang ayah, tenggelam sekaligus seperti mengulangi apa yang dialami memori sang kakak kandung dalam film sebelumnya.

Keberadaan Varang sendiri sesungguhnya mampu hadir sebagai ancaman kuat yang misterius, tapi eksekusi menuju konflik puncak cukup lemah.

avatar fire and ash sam worthington zoe saldana
20th Century Studios

Meski demikian, durasi tiga jam petualangan cerita Avatar: Fire and Ash masih layak ditonton, berkat kehandalan James Cameron memainkan gerak sudut dan kecepatan kamera secara dinamis.

Aspek teknis visual yang ia kuasai sangat baik, karena dukungan teknologi mutakhir yang terintegrasi antara live-action dengan 3D motion yang semakin halus dan membaik tentunya.

Tidak seperti dua film Avatar sebelumnya, kali ini Avatar: Fire and Ash terasa turun level terutama akan cerita dan ritme yang menurun.

Tidak ada hal radikal dan istimewa kali ini, selain hanya meneruskan cerita tanpa ada sesuatu yang baru dan segar.

Avatar: Fire and Ash saya rasa perlu jeda lebih lama jika filmnya sukses atau bahkan cukup menjadi trilogi saja. 

Demikian sinema petualangan fiksi ilmiah review Avatar: Fire and Ash tentang konflik rumit Keluarga Sully.

Score: 3 / 4 stars

Avatar: Fire and Ash | 2025 | Petualangan, Fiksi Ilmiah | Pemain: Sam Worthington, Zoe Saldaña, Sigourney Weaver, Stephen Lang, Kate Winslet, Oona Chaplin, Cliff Curtis, Britain Dalton, Trinity Bliss, Jack Champion, Bailey Bass | Sutradara: James Cameron | Produser: James Cameron, Jon Landau | Penulis: James Cameron, Rick Jaffa, Amanda Silver, Josh Friedman, Shane Salerno | Musik: Simon Franglen | Sinematografi: Russell Carpenter | Penyunting: Stephen E. Rivkin, David Brenner, Nicolas de Toth, John Refoua, Jason Gaudio, James Cameron | Distributor: 20th Century Studios | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 197 menit 

Comments