Top 10 Film Perang Vietnam


Keterlibatan masif Amerika Serikat dalam Perang Vietnam menjelang akhir 60’an hingga medio 70’an, menjadi kampanye propaganda Amerika dalam memerangi Komunisme yang disponsori oleh Republik Rakyat China dan Uni Soviet (sebelum Rusia sekarang ini). Perang Vietnam dari sisi Amerika, boleh dikatakan sebagai perang terbesar yang melelahkan, mencekam, medan peperangan berada dalam hutan tropis, serta banyak pelajaran yang diambil dalam hal taktik dan gerilya yang mengejutkan.

Film-film tersebut mulai rilis menjelang akhir 70’an dan tumbuh subur di era 80’an hingga dalam dekade berikutnya mulai tenggelam karena runtuhnya Komunisme, adanya Perang Teluk serta konflik di Timur Tengah. Di sepanjang tahun 90’an dan 2000’an, hanya ada sedikit film berlatar Perang Vietnam dirilis, itupun kebanyakan berformat direct-to-video atau televisi.

Kali ini saya akan memberikan 10 rekomendasi film produksi Amerika Serikat yang berlatar Perang Vietnam. Dari sekian banyak film tersebut, saya persempit dengan beberapa kriteria yang lebih spesifik, seperti : Setting cerita film berlokasi wilayah medan perang di Vietnam sepanjang jalan cerita atau sebagian setting berada di lokasi camp pelatihan militer, harus ada aksi peperangan, serta bercerita tentang prajurit perang di Vietnam.

Adapun beberapa film recommended namun tidak masuk ke dalam kriteria yakni : The Deer Hunter (1978), Good Morning Vietnam (1987), Born on the Fourth of July (1989), Jacob’s Ladder (1990), Heaven & Earth (1993), Forrest Gump (1994) dan Tigerland (2000). Lalu ada tiga film yang menjadi honorable mentions yakni : The Green Berets (1968), Uncommon Valor (1983) dan Purple Hearts (1984).

Sekadar mengingatkan, beberapa film ‘kelas B’ dengan banyak unsur fun dan sarat akan action flick, seperti Rambo : First Blood Part II (1985) dan Missing in Action trilogy (1984, 1985, 1988) juga bisa dinikmati untuk hiburan. Oke, berikut ini adalah rekomendasi 10 Perang Vietnam berdasarkan sisi Amerika Serikat :


10. Bat*21 (1988)
Courtesy of Tristar Pictures, 1988

Berdasarkan kisah nyata dari Letkol Iceal E. “Gene” Hambleton (Gene Hackman), seorang intelijen Angkatan Udara Amerika Serikat, yang selamat dan bertahan hidup dalam medan peperangan hutan di Vietnam setelah pesawatnya tak sengaja terkena sebuah misil. Kontak satu-satunya yang ia punya yakni seorang pilot pesawat angkut militer, Kapten Bartholomew “Birddog” Clark (Danny Glover) yang berkomunikasi diam-diam lewat radio terkait berada di teritori Vietkong, dengan tujuan agar Hambleton bisa diselamatkan oleh militer. Film Bat*21 bukanlah sebuah pertempuran biasa, namun mengeksplorasi taktik seorang intelijen militer dalam menghindari serta mengelabui serangan musuh yang telah mengetahui keberadaannya.


9. The Boys in Company C (1978)
Courtesy of Golden Harvest, Columbia Pictures, 1978

Inilah cikal-bakal format film berlatar Perang Vietnam yang kemudian dipakai kembali oleh film Full Metal Jacket sembilan tahun kemudian. Perbedaan kedua film tersebut yakni The Boys in Company C hanya fokus dalam Military Camp dan sebuah pertandingan eksebisi sepakbola melawan Vietnam Selatan. Film ini menceritakan bagaimana berbagai karakter –yang tidak diperankan oleh aktor terkenal- dalam proses perekrutan sebagai prajurit militer dengan gaya yang lebih santai dan fun dibandingkan Full Metal Jacket. Karakter ikonik yang diperankan oleh mantan Marinir, R. Lee Ermey bermain di dua film tersebut sebagai seorang pelatih militer.


8. 1968 Tunnel Rats (2008)
Courtesy of Vivendi Entertaiment, 2008

Barangkali diantara semua film perang, Tunnel Rats adalah yang paling horor dengan penggambaran yang lebih realistis. Sineas asal Jerman, Uwe Boll, mengarahkan film ini berdasarkan aktivitas nyata tentara Amerika, Australia dan new Zealand  yang menjalankan misi untuk mencari dan memusnahkan terowongan bawah tanah yang dibangun Vietkong. Film ini dibuat sangat serius, banyak kejutan yang membuat syok, berdarah-darah, sangat kelam dan suram, ketakutan yang dialami oleh protagonis, serta ending yang tak pernah disangka. Horor sebenarnya yang merefleksikan akan kekejaman berbagai adegan perang ada di film ini, film lain lewat!


7. We Were Soldiers (2002)
Courtesy of Paramount Pictures, 2002

Film ini menggambarkan suasana perang akan awal keterlibatan Amerika di Perang Vietnam yang terjadi di tahun 60’an, dengan karakter sentral berdasarkan peristiwa yang dialami oleh Letnan Jenderal Hal Moore (Mel Gibson). Berbagai aspek di film ini digarap dengan apik, menarik, epik dan emosional, serta unsur humanisme yang lebih ditonjolkan tentang bagaimana seseorang yang bertarung menghadapi pertempuran yang jauh dari rumah dan keluarganya, juga hubungan antar prajurit di medan perang. Hal itu direfleksikan melalui seorang reporter bernama Joe Galloway yang menyaksikan langsung bagaimana basis militer Amerika dibombardir oleh Vietkong, serta perjuangan tak kenal lelah dalam memenangkan pertempuran.


6. Casualties of War (1989)
Courtesy of Columbia Pictures, 1989

Moral dan tragedi! Dua hal yang paling krusial dan penting dalam sebuah peperangan dan kemanusiaan, bagaimana pihak tertindas selalu menjadi korban kekejaman dan kebiadaban. Film garapan Brian De Palma ini mengumbar kekejaman yang dilakukan oleh seorang Sersan Tony Meserve (yang diperankan dengan baik oleh Sean Penn) dan kelompoknya, terhadap seorang gadis Vietnam dengan menculik, menganiaya dan memperkosanya secara brutal. Dalam kelompok tersebut, seorang prjaurit bernama Max Eriksson (Michael J. Fox), enggan terlibat dan malah dijadikan bulan-bulanan oleh rekan-rekannya. Film ini dengan mudah mengekspos kepedihan seorang gadis Vietnam yang tak bersalah ketika dihadapkan dengan kebiadaban para tentara yang secara psikologis kehilangan moral dan akal sehatnya, sehingga simpati audiens terhadap gadis tersebut juga seakan ikut merasakan derita yang dialaminya. Sementara itu, karakter Eriksson berusaha menjadi protagonis yang ingin melindungi gadis tersebut, namun sepertinya tak berdaya menghadapi kebengisan Meserve. Film ini diangkat dari persitiwa nyata yang disebut “Incident on Hill 192”.


5. Hamburger Hill (1987)
Courtesy of Columbia Pictures, 1987

Tidak ada yang lebih brutal dan intens dari film tentang Perang Vietnam selain Hamburger Hill! Diangkat dari peristiwa nyata tentang penyerbuan sebuah bukit di dekat Laos yang dinamakan “Hill 937”, yang didiami oleh pasukan Vietkong dengan beberapa bunker dan paritnya. Film ini menceritakan bagaimana perjuangan yang tak kenal lelah dialami oleh Pasukan Batalion ke-3, Infranteri Resimen ke-187, bagian dari Brigade ke-3, yakni 101st Airborne DivisionScreaming Eagle” yang memakan banyak korban dari kedua belah pihak. Banyak dari berbagai adegan aksi dalam pertempuran, dieksekusi dengan sangat baik dan terkesan memacu adrenalin dan emosi, juga efek psikologis beberapa karakternya diperlihatkan dengan jelas pasca pertempuran tersebut.

4. Rescue Dawn (2006)
Courtesy of MGM Distribution Co., 2006

Kisah nyata dan inspiratif dari seorang pilot Angkatan Udara Amerika Serikat yang memiliki keturunan Jerman, yakni Dieter Dangler ketika menjadi tawanan perang dari kelompok Pathet Lao dalam masa Perang Vietnam. Pesawat Dangler yang jatuh setelah tertembak musuh, tertangkap dan ditawan oleh Pathet Lao. Dangler bertemu dengan beberapa tawanan Amerika dan Vietnam Selatan dalam masa tertentu berusaha untuk mencari taktik bagaimana untuk bisa melarikan diri menuju perbatasan. Karakterisasi dan hubungan para tawanan tersebut menjadi titik sentral film ini yang memperlihatkan adanya prinsip, pertentangan dan intrik, sedangkan di satu sisi menuntut kesabaran dan kekompakkan untuk bisa mengelabui para penjaga serta melarikan diri. Performa total dari Christian Bale sebagai Dieter Dangler, tersirat dari penampilan dan bentuk tubuh yang kurus, serta akting dan dialog yang meyakinkan.

3. Apocalypse Now (1979)
Courtesy of United Artists, 1979

I’ve seen horror … horror that you’ve seen” adalah sebuah penyataan akan sebuah ungkapan betapa mengerikannya peperangan yang dilontarkan oleh seorang maniak karismatik bernama Koloner Kurtz yang diperankan dengan brilian oleh legenda Marlon Brando. Atau ada juga pernyataan “I love the smell of napalm in the morning” yang diucapkan seseorang nekat dan tak takut mati bernama Letkol Kilgore yang juga diperankan dengan unik oleh Robert Duvall. Dua karakter tersebut bertemu dengan Kapten Willard (diperankan oleh Martin Sheen), seseorang yang ditugasi secara khusus oleh intelijen untuk membunuh Kurtz yang diduga melakukan pemberontakan terhadap militer Amerika dan hidup damai di perbatasan Kamboja. Willard dalam perjalanannya berjumpa dengan berbagai peristiwa dan karakter unik-menarik yang berlainan, serta mengejutkan. Film arahan Francis Ford Copolla tersebut memiliki ritme alur yang lambat, selambat aliran sungai Nùng yang ditelusuri oleh Willard dan kelompoknya dalam sebuah kapal.


2. Full Metal Jacket (1987)
Courtesy of Columbia Pictures, Canon Group,
Warner Bros Pictures, 1987

Karakter ikonik yang diperankan oleh R. Lee Ermey sebagai seorang pelatih di camp militer kembali, dengan karakter yang berbeda nama namun dibuat lebih buas serta kejam! Dengan formula yang sama dari film The Boys in Company C (1978), sineas Stanley Kubrick membagi dua sesi setting yakni dalam camp pelatihan militer dan peperangan di Vietnam. Yang paling menarik tentunya sesi pertama, bagaimana diperlihatkan berbagai karakter menarik dan ada satu karakter yang secara psikolgis begitu tertekan sekaligus merubahnya menjadi seseorang yang asing bagi dirinya sendiri. Aktivitas dan keseruan selama berada dalam camp tersebut cukup banyak diselingi humor segar dan sangat menarik tentang bagaimana proses seseorang menjadi prajurit. Sedangkan ketika mereka diterjunkan ke dalam medan sesungguhnya di Vietnam, keseruan tersebut berubah menjadi keseriusan yang dibangun cukup intens dalam berbagai kekhawatiran dan kejutan berbahaya. Sungguh sebuah saga epik dalam Perang Vietnam.


1. Platoon (1986)
Courtesy of Orion Pictures, 1986

Mungkin semua orang sepakat jika film Platoon adalah film Perang Vietnam terbaik yang pernah ada. Meraih empat penghargaan Oscar serta sejumlah penghargaan bergengsi lainnya, film Platoon menjadi satu-satunya film bertema Perang Vietnam yang bergengsi, tanpa ada embel-embel drama yang membosankan. Menonjolkan psikologi dalam perilaku dan penyimpangan seorang prajurit, dengan dikombinasikan berbagai adegan peperangan taktis, film arahan sineas anti-perang Oliver Stone itupun menjadi sebuah masterpiece yang kompleks dalam mengaplikasikan berbagai elemen penting yang tersirat. Narasi film Platoon itu sendiri, dilihat dari sudut pandang seorang prajurit naïf bernama Chris Taylor (Charlie Sheen) yang tergabung dalam sebuah peleton pimpinan seorang Letnan yang minim pengalaman, namun dalam realitasnya pasukan lebih cenderung bersandar kepada dua Sersan berpengalaman, namun seringkali bertentangan yakni Barnes (Tom Berenger) dan Elis (Willem Dafoe). Atas dasar kegilaan Barnes itu pulalah yang membuat film ini begitu menarik dan emosional.

Comments