Review Sinema Horor Tren dan Viral Obsession dan Backrooms
![]() |
| Fox Searchlight, A24 |
Review sinema horor fenomenal dan masih tren dan viral saat ini, yaitu Obsession dan Backrooms.
Belum lama ini, kedua film horor independen ini yaitu Obsession dan Backrooms fenomenal, karena viral dan masih tren saat ni.
Kedua film ini mampu sukses besar dalam pendapatan box office, bahkan mengalahkan beberapa film besar Hollywood.
Fenomena film Obsession dan Backrooms adalah jawaban keresahan penonton yang muak dengan waralaba besar apalagi disetir dengan agenda politik identitas.
Obsession adalah buah karya seorang Youtuber, Curry Barker melalui bujet 750 ribu dolar Amerika kini tembus lebih dari 440 juta dolar Amerika, selain disambut positif kritik dan penonton awam.
Adapun film Backrooms memiliki latar tipikal, adaptasi dari web series dengan judul sama, kini distribusi dipegang A24 melalui bujet kurang dari 10 juta dolar Amerika, berhasil mendapatkan lebih dari 380 juta dolar Amerika.
![]() |
| Fox Searchlight |
Obsession
Empat sahabat bekerja disebuah toko musik, yaitu Bear (Michael Johnston), Nikki (Inde Navarrette), Ian (Cooper Tomlinson), serta Sarah (Megan Lawless).
Rupanya selama ini Bear naksir Nikki tapi tidak berani mengungkapkan perasaan nya, meski didukung Ian yang terus memberikan dorongan an motivasi.
Suatu hari Bear mampir ke sebuah toko antik untuk membelikan kalung Nikki yang hilang sebagai pengganti, ia malah tertarik dan membeli produk mainan unik "One Wish Willow".
![]() |
| Fox Searchlight |
Mainan yang berupa batang ajaib tersebut untuk mengungkapkan keinginan seseorang dengan cara mematahkan nya, dan tentu saja keinginan Bear agar Nikki jatuh cinta kepadanya.
Namun setelah beberapa hari berlalu, cinta Nikki berubah menjadi obsesi, dan semakin aneh serta mengerikan. Romantisme mereka berubah menjadi mimpi terburuk.
Obsession merupakan film horor segar melalui premis baru selama ini yang dijejali dengan film non horor yang tidak bisa lepas dari daur ulang waralaba populer.
![]() |
| Fox Searchlight |
Nuansa film Obsession cenderung gelap dan mencekam, sunyi senyap tapi intens, tipikal film horor modern seperti Robert Eggers dan Ari Aster misalnya, dengan nostalgia ala 1970'an.
Seperti yang terungkap melalui internet, bahwa elemen narasi film ini terinspirasi dari film Get Out, Hereditary, Midsommar, serta Pearl, tapi juga mengingatkan saya akan film Spellbinder (1988) yang menyimpan pelintiran.
Transformasi gila performa brilian dan terbaik dari Inde Navarrette sebagai Nikki, mampu membuat bulu kuduk merinding dan terus memompa adrenalin hingga akhir cerita.
Satu adegan paling horor yang mengejutkan terjadi, melalui kekerasan berdarah dan berlebihan, meski sudah saya tebak sebelumnya.
![]() |
| Fox Searchlight |
Begitu pula dengan lawan main, figur Bear yang diperankan dengan baik oleh Michael Johnston, sebagai karakter lelaki beta yang cenderung aneh dan malah sangat bodoh.
Obsession adalah salah satu film psikologi supranatural modern terbaik dalam sepuluh tahun terakhir, mampu memainkan rasa seram mencekam disertai berbagai kejutan.
Hollywood perlu berkaca pada film independen ini, dan butuh talenta seperti Cury Barker ini.
Score: 3.5 / 4 stars
![]() |
| A24 |
Backrooms
Tahun 1990, pemilik toko furniture, Clark (Chiwetel Ejiofor) terkejut saat menemukan dimensi lain tembus pada ruang rahasia tak berujung, bagaikan di ruang perkantoran atau hotel kosong.
Pernikahan Clark sudah lama kandas, dan ia adalah pasien dari psikiater bernama Marie (Renate Reinsve).
Clark lalu mengajak sepasang anak muda yang sebelumnya pernah membuatkan video promosi toko, yaitu Bobby dan Kat untuk mendokumentasikan dimensi tersebut.
Sementara, Marie pun menyusul Clark yang telah memberikan petunjuk kepadanya mengenai keberadaan dimensi tersebut.
![]() |
| A24 |
Apa yang kemudian terjadi selanjutnya jadi mimpi buruk bagi mereka semua.
Film Backrooms adalah horor segar lainnya setelah Obsession, mengangkat kembali cerita yang unik dan langka dalam satu dekade terakhir dalam layar lebar.
Elemen misteri suspense film Backrooms sangat kuat terasa, bahkan menjelang akhir cerita sampai akhirnya terbongkar tapi tidak sungguh tuntas.
Atmosfir dalam dimensi dengan dominasi ruang kuning tersebut juga sangat impresif, menciptakan keheningan dan kesunyian sekaligus kedamaian.
Nuansa horor Backrooms tidak mengandalkan kegelapan, tapi sebaliknya saat ruang itu terang benderang seperti saat berada di interior gedung hotel ataupun perkantoran, tapi minus workstation atau furnitur yang tertata.
Alur cerita ini memang awalnya agak membingungkan, terutama dalam adegan pembuka berupa cuplikan rekaman video ala 1990'an, lalu loncat kepada figur Clark.
Adapun karakter figur Phil jadi kunci misteri, tapi tetap saja menyisakan kebingungan, terutama saat bertemu dengan Mary.
![]() |
| A24 |
Film Backrooms ini sedikit mengingatkan saya akan konsep dasar cerita "Upside Down" dari serial Stranger Things, meskipun ada perbedaan signifikan.
Tapi apa yang membuat menarik film ini yaitu keseraman horor yang anti klise modern, pengungkapan nya menakjubkan.
Set desain dimensi lain tersebut merupakan salah satu kelebihan film ini, terasa sureal atau berada dalam alam mimpi.
Backrooms merupakan horor yang patut direkomendasi bersama Obsession, dalam satu paket yang wajib tonton, apalagi bagi penggemar film horor.
Score: 3.5 / 4 stars
Itulah review sinema horor yang masih tren dan viral saat ini yaitu Obsession dan Backrooms.








Comments
Post a Comment