Double Review: The Social Network dan The Social Reckoning tentang media sosial Facebook
![]() |
| Sony Pictures Releasing |
Double review film The Social Network dan sekuel nya The Social Reckoning tentang media sosial Facebook.
Film tentang media sosial Facebook dengan judul The Social Network pernah dirilis tahun 2010 lalu, kini sekuel nya The Social Reckoning dirilis di bioskop.
Ada dua perbedaan signifikan untuk kedua film tentang Facebbok tersebut, yaitu sebagai awal perjuangan Mark Zuckerberg dan skandal Facebook itu sendiri yang kontroversial menyangkut isu sosial dan politik.
Mark Zuckerberg dalam film The Social Network diperankan Jesse Elsenberg dan disutradarai David Fincher, kini sekuel nya The Social Reckoning diperankan Jeremy Strong disutradarai sang penulis kedua film ini, Aaron Sorkin.
Ada anomali besar dalam kedua film tersebut, saat The Social Network mengangkat perjuangan Mark Zuckerberg dari nol hingga sukses, kini Facebook dalam film The Social Reckoning terkena skandal kontroversial karena ada membocorkan untuk publik.
Film The Social Network sukses dalam pendapatan finansial maupun kritik, apakah sekuelnya The Social Reckoning mampu melakukan hal sama?
![]() |
| Sony Pictures Releasing |
The Social Network (2010)
Tahun 2003, dua mahasiswa Harvard, Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg) berhasil membuat Facemash, sebuah jejaring sosial kampus dengan cara ilegal, setelah putus dengan sang kekasih.
Zuckerberg kemudian didatangi dua saudara kembar Winklefloss, Cameron dan Taylor (Armie Hammer), serta Divya Narendra (Max Minghella) untuk mengembangkan proyek kampus jejaring sosial untuk kencan yaitu ConnectU.
Zuckerberg mengajak sahabatnya, Eduardo Saverin (Andrew Garfield) untuk menjadikan Chief Finance Officer dan mendanai proyek ersendiri "The Facebook".
Winklevloss dan Narendra pun kecewa dan marah kepada Zuckerberg hingga berniat mengadukan hal tersebut pada pihak kampus, tapi tidak digubris.
Permainan sesungguhnya dimulai, saat kedatangan seorang milarder muda pemilik Napster, Sean Parker (Justin Timberlake) yang memberikan pengaruh seklaigus jalan bagi "Facebook" menjadi sebuah bisnis umtuk menjadi media sosial terbesar.
![]() |
| Sony Pictures Releasing |
Kehadiran Parker menimbulkan konflik dan pertentangan prinsip dengan Eduardo yang akhirnya tersingkir, tertipu ke dalam jebakan Parker.
Eduardo, Winlevoss dan Narednra pun akhirnya menuntun Zuckerberg ke jalur hukum atas berbagai kerugian yang mereka alami, melalui pengacara agar mendapatkan solusi bagi semua pihak.
Selama dua jam durasi cerita film, The Social Network memang terasa menarik saat tayang di bioskop dalam momentum puncak kebesaran media sosial Facebook, melalui drama cukup epik.
Sineas David Fincher rupanya tahu betul bagaimana mengarahkan cerita film ini dalam suasana dan atmosfir "dark" tapi ringan, sambil sesekali diselipkan humor hitam juga.
Pada dasarnya, alur cerita The Social Network struktur nya cukup rumit, terdiri dari dua bagian utama yaitu saat Mark Zuckerberg sedang menghadapi dua tuntutan dalam dua cerita yang berbeda.
![]() |
| Sony Pictures Releasing |
Tuntutan pertama dari Eduardo Saverin, lalu tuntutan kedua dari si kembar Winklevloss dan Narendra. Masing-masing dua cerita tersebut terdapat alur maju mundur, terutama kilas balik Zuckerberg dengan mereka.
Memang unik tapi sekaligus membingungkan saat saya berupaya keras mengikuti jalan cerita yang acak, meskipun lambat laun akhirnya menikmati juga, karena banyak intrik menarik.
Sosok Mark Zuckerberg yang saya rasa bukan seorang protagonis, tapi memang brengsek, ditambahkan lagi dengan hadirnya pengaruh buruk Sean Parker yang di sisi lain juga membuka jalan bagi Facebook menuju dunia global.
![]() |
| Sony Pictures Releasing |
Mungkin adegan paling pahit dalam film ini yaitu Eduardo Saverin yang telah mengorbankan segalanya berujung pengkhianatan, sehingga hasil akhir dalam dunia nyata pun terpulihkan.
Semua aktor dalam The Social Network menjalankan peran nya dengan sangat baik, terutama Andrew Garfield sebagai Eduardo Saverin, mengalahkan sosok sentral Mark Zuckerberg yang diperankan Jesse Eisenberg.
Film The Social Network memang jadi salah satu yang terbaik pada momen yang tepat, meskipun secara keseluruhan cerita kurang bisa dinikmati penuh.
Score: 3 / 4 stars | Pemain: Jesse Eisenberg, Andrew Garfield, Justin Timberlake, Armie Hammer, Max Minghella, Rooney Mara, Brenda Song | Sutradara: David Fincher | Produser: Scott Rudin, Dana Brunetti, Michael De Luca, Ceán Chaffin | Penulis: Berdasarkan buku The Accidental Billionaires oleh Ben Mezrich. Naskah: Aaron Sorkin | Musik: Trent Reznor, Atticus Ross | Sinematografi: Jeff Cronenweth | Penyunting: Angus Wall, Kirk Baxter | Distributor: Sony Pictures Releasing | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 120 menit
![]() |
| Sony Pictures Releasing |
The Social Reckoning (2026)
Tahun 2019, saat Frances Haugen (Mikey Madison), seorang analis data yang bekerja dalam Civic Integrity Team Facebook, perusahaan media sosial raksasa yang telah membeli Instagram dan Whatsapp.
Ia menyadari ada hal yang salah dengan kebijakan Facebook yang mengejar profit dan malah menimbulkan perpecahan sosial politik, termasuk jadi sarana berbagai aktivitas kriminal seperti peredaran narkoba dan perdagangan manusia.
Sementara jurnalis spesialis politik, Jeff Horowitz (Jeremy Allen White) baru saja pindah ke media Wall Street Journal, mulai menyelidiki penyebab timbulnya konflik sosial kesesatan informasi dari Facebook.
Dari semua upaya Horowitz mendekati tim Civic Integrity, gayung pun bersambut karena Frances memberikan respon, sejak keresahan nya diacuhkan secara internal perusahaan.
Sejak saat itu, mereka bekerja sama secara diam-diam sehingga akhirnya tayang berita perdana dari serangkaian berita "The Facebook Files" hingga timbul kontroversi besar.
Mark Zuckerberg (Jeremy Strong) sendiri sebagai CEO dan pemilik Facebook sedang mempersiapkan berbagai langkah berikutnya untuk kesaksian dalam jajak pendapat di depan kongres Amerika.
![]() |
| Sony Pictures Releasing |
Selama kurang dari dua jam durasi film, alur cerita The Social Reckoning sepertinya sangat menjanjikan melalui gaya penuturan yang jauh lebih jelas dan rapih.
Alur cerita ini masih bergaya non-linear, tapi diperjelas dengan menampilkan grafis kronologi waktu diantara tahun 2019, 2020, serta 2021 berdasarkan peristiwa nyata kontroversi Facebook.
Secara penuturan cerita, film ini jauh lebih bisa dinikmati daripada The Social Network, apalagi kali ini tentang penyelidikan berkenaan dengan whistleblower, serta sedikit elemen paranoia.
Rupanya sang penulis dua film ini, Aaron Sorkin, mampu menjaga gaya dan arahan dari yang sebelumnya, ditambah dengan alur yang lebih sederhana dan rapih.
Hanya saja ada satu cacat besar dalam film ini, yaitu isi dari kontroversi Facebook sendiri yang memang dalam periode tesebut, ada isu politik paling penting, yaitu tindakan sensor dan boikot Facebook dalam masa kampanye pemilihan presiden.
![]() |
| Sony Pictures Releasing |
Seperti biasa, Hollywood yang lekat atau identik dengan "agama" aliran sayap kiri jauh atau far-left atau liberal modern, malah menyesatkan penonton melalui adegan pembuka yang menjadi salah satu sorotan besar mengapa Facebook jadi kontroversial.
Facebook itu pada dasarnya merupakan sekumpulan orang liberal modern, cenderung ke sayap kiri, bukan sebaliknya.
Malah dalam film ini, seolah banyak kelompok sayap kanan ekstrim yang memenuhi komunitas Facebook, melalui isu rasisme dan imigrasi.
Padahal jauh lebih banyak individu dan kelompok sayap kiri ekstrimis radikalis dalam Facebook yang mendukung kekerasan dan kebencian atau hate speech.
Pada masa itu, fenomena semua media sosial menyoroti kelakuan para ekstrimis sayap kiri, melalui fitnah hingga kerusuhan massal dan vandalisme.
Adegan pembuka film adalah salah satu contoh kesesatan narasi Hollywood yang fatal, alih-alih menghindari bagaimana Facebook ditekan FBI pada rezim Joe Biden yang menghapus akun Donald Trump karena mengunggah video kerusuhan Januari di Capitol yang ditunggangi Black Lives Matter dan Antifa, serta boikot unggahan The New York Post tentang skandal laptop Hunter Biden.
![]() |
| Sony Pictures Releasing |
Diluar itu, performa Mikey Madison sebagai Frances Haugen luar biasa, begitu juga dengan performa Jeremy Allen White sebagai Jeff Horowitz yang mengesankan.
Dalam film The Social Reckoning ini, Mark Zuckerberg digambarkan sebagai antagonis misterius termasuk dalam adegan dengan tone hitam putih dalam kilas balik adegan meeting.
Performa Jeremy Strong sebagai Mark Zuckerberg juga lumayan mendekati, serta performa komedian Bill Burr sebagai salah satu investor Facebook, memberikan sumbangsih cukup signifikan.
The Social Reckoning memberikan premis menarik sebagai sekuel dari sudut pandang diluar sang pendiri Facebook melalui sebuah pelintiran dan suspense thriller.
Cacat terbesar film ini merupakan titik lemah melalui narasi pro liberalisme modern yang justru ekstrim dan radikal, sehingga tidak berada dalam sudut pandang netral.
Score: 2 / 4 stars | Pemain: Mikey Madison, Jeremy Allen White, Wunmi Mosaku, Betty Gilpin, Billy Magnussen, Bill Burr | Sutradara: Aaron Sorkin | Produser: Todd Black, Peter Rice, Aaron Sorkin, Stuart M. Besser | Penulis: Aaron Sorkin | Musik: Alexandre Deplat | Sinematografi: Jeff Cronenweth | Penyunting: Alan Baumgarten | Distributor: Sony Pictures Releasing | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 112 menit
Itulah double review film The Social Network dan sekuelnya, The Social Reckoning tentang media sosial Facebook.









Comments
Post a Comment