Baywatch (2017) : Penjaga Pantai Lucu-lucuan

Courtesy of Paramount Pictures, 2017

Berawal dari seorang teman yang menginformasikan film tersebut kepada saya, dan beliau pun penasaran dengan yang namanya Alexandra Daddario, seorang aktris pendatang baru yang katanya 'aduhai'. Maka saya pun penasaran dengan film versi layar lebar tersebut, setelah saya terpuaskan dengan serialnya.

Sedikit menyinggung film seri yang dulu sempat ditayangkan setiap Senin malam di salah satu stasiun televisi swasta itu, selalu menggoda dan memaksa saya untuk tetap melek menunggu dan menikmatinya. Saya yang kala itu masih duduk di bangku SMP, untungnya dapat menikmati siaran televisi tersebut sendirian, mengingat anggota keluarga yang lain sudah pada tidur … hehehe.

Film seri yang dibintangi oleh David Hasselhoff dengan deretan akris seperti si seksi Erika Eleniak, atau si bombastis Pamela Anderson, serta nama lainnya seperti Yasmine Bleeth atau pun Carmen Electra selalu ‘menghidupkan’ fantasi dan imajinasi liar dalam diri seorang remaja puber kala itu. Adalah sebuah serial televisi favorit bagi kebanyakan kalangan pria saat itu.

Tatkala saya mengetahui versi layar lebarnya –seperi halnya 21 Jump Street (2012)- dengan genre action komedi, sepertinya sudah tidak aneh. Dengan menjual bintang utama seperti Dwayne Johnson, dan didukung oleh aktris senior India, Priyanka Chopra, bintang muda Zac Efron, serta nama-nama yang saya tak kenal seperti Alexandra Daddario dan Kelly Rohrbarch. Mungkin jika dibuat film dengan genre drama petualangan, lain cerita, jangan-jangan nih film kaga laku di pasaran, keleeesss!

Berawal dari film ‘lucu-lucuan’ tersebut, tentunya saya penasaran dengan penampilan dua bintang utama dari layar peraknya, yakni David Hasselhoff dan Pamela Anderson. Jadilah, sepanjang film saya menantikan kedua orang tadi … kapan munculnya yah? Hal tersebut berlaku ketika saya menantikan aksi beberapa menit dari Johnny Depp, tatkala menyaksikan 21 Jump Street (2012).

Sebenarnya, tidak bisa banyak yang saya review di film ini, malah saya malas sekali mengulasnya. Entah kenapa, kok tiba-tiba ingin ‘menghajar’ film ini dengan ekspresi saya. Intinya, tidak ada kesan apa-apa di film ini. Dengan mengusung alur cerita standar, aksi dan gaya lebay, komedi dan humor garing dan dialog apa adanya, menjadikan film ini saya hempaskan begitu saja, terekcuali ‘jualan’ body seksi dengan tema pantai tentunya.

Singkat cerita, tim penjaga pantai yang dipimpin Mitch Buchannon (Dwayne Johnson) dengan anggotanya seperti Stephania Holden (Ilfenesh Hadera) dan CJ Parker (Kelly Rohrbarch) merekrut rookie (anggota baru) yakni Matt Brody (Zac Efron), Summer Quinn (Alexandra Daddario) dan Ronnie (Jon Bass). Mereka menyelidiki pengedaran narkoba di wilayah pantai dan mencurigai pemilik salah satu klub malam yang baru dibuka, yakni Victoria Leeds (Priyanka Chopra) yang diduga sebagai pengedarnya. Lalu, berbagai aksi pun berlanjut …

Pada saat mengikuti jalan ceritanya, saya merasa geli melihat bagaimana aksi mereka tampakanya seperti kepolisian, bukan penjaga pantai. Saya memang lupa, gambaran film seri terdahulu, namun berbagai aksi mereka di film ini boleh dikatakan agak ‘melenceng’ dari semestinya. Apakah mungkin sebaiknya, aksi mereka lebih banyak di wilayah pantai, bukannya malah menjadi detektif dengan kepo nya memasuki wilayah ‘antagonis’, seperti ruang jenazah atau menyamar menjadi kru di dapur klub, hingga membuat aksi layaknya polisi di sebuah pesta di dalam yacht … hmmm, weird I guess.

imdb.com

Dengan jualan Dwayne Johnson yang hanya bisa bergaya di depan kamera dengan akting standar ala WWF (wrestling, hiburan gulat ala Amerika), tidak ada yang spesial, sama halnya dengan Hulk Hogan di tahun 80’an. Begitu pula dengan Zac Efron yang mengandalkan body muscle-nya, dengan akting standar sebagai seorang yang arogan namun bisa dibilang terkadang sebagai dumb ass dan ceroboh. Pun dengan aktor Jon Bass –saya baru lihat- sebagai seorang yang nerd, mencoba untuk kocak, namun kurang berhasil.

Sebaliknya, di jajaran aktris lebih menjual, seperti Kelly Rohrbarch sebagai CJ –versi layar lebarnya dari Pamela Anderson- berhasil membuat decak kagum saya atas keindahannya. Dan aktris Bollywood, Priyanka Chopra, menyita perhatian saya atas akting dan penampilannya yang cukup signifikan, mempesona sekaligus mematikan. Sedangkan penampilan Alexandra Daddario terasa biasa saja.

Namun dari semua itu, penampilan David Hasselhoff dan Pamela Anderson lah yang mampu mengangkat film ini, meski hanya beberapa menit saja. Yang paling fenomenal tentu saja, Pamela Anderson, sama persis dengan versi layar peraknya … hahaha … sesuatu!

Saya tidak bisa membahas apa-apa lagi di film ini, karena memang tidak ada kelebihan apapun di film ini, kecuali hanya hiburan semata. Sebagai film dengan genre action comedy, tidak ada humor segar atau beberapa adegan yang mengundang tawa lepas, saya hanya beberapa kali sedikit tertawa, kurang menikmati keseruan dan aksi laga.

Saya tidak tahu strategi apa yang dapat merealisasikan film ini akan adanya unsur komedi, seperti halnya 21 Jump Street (2012). Apakah ujung-ujungnya komersil juga? … masih dengan produser yang sama dari layar televisi, ditambah dengan Ivan Reitman –gak salah nih?- Beliau adalah seorang produser handal yang menjual blocbusters berkualitas seperti Ghostbusters (1984) dan sekuelnya di tahun 1989.

Akhirnya, film ini tidak berkesan apa-apa, selain menawarkan hiburan sesaat yang kurang menghibur, komedi yang garing, serta keseruan yang pas-pasan. Mungkinkah seharusnya film ini tidak perlu ada?

Score : 0.5 / 4 stars

Baywatch | 2017 | Aksi Laga, Drama, Komedi | Pemain: Dwayne Johnson, Zac Efron, Priyanka Chopra, Kelly Rohrbarch, Alexandra Daddario, Jon Bass, David Hasselhoff, Pamela Anderson   | Sutradara: Seth Green  | Produser:  Ivan Retiman, Michael Berk, Douglas Schwartz, Gregory J. Bonann | Penulis: Jay Scherick, David Ronn, Thomas Lennon, Robert Ben Garant | Musik: Christopher Lennertz | Sinematografi: Eric Steelberg | Distributor: Paramount Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 116 Menit 


Baca juga : Jumanji : Welcome to the Jungle (2017), Sekuel Alternatif di Dunia Maya

Popular Posts