Les Diaboliques (1955) : Film Hitchcock Rasa Perancis

Dunia Sinema Review Les Diaboliques
Cinedis, UMPO, Gala Film Disits

Film Les Diaboliques merupakan produksi Perancis dengan genre horor psikologis atau thriller suspens dengan menambahkan elemen noir dan berformat hitam-putih. Film ini karya Henry-Georges Clouzot ini memang setara dengan Alfred Hitchcock. Namun, apakah Les Diaboliques terinspirasi dari filmnya Hitchcock?

Ternyata Clouzot-lah yang berhasil mencegah Hitchcock dalam memperoleh hak cipta novel Celle qui n’était plus, untuk diadaptasi ke dalam film, seperti yang ditulis oleh
Susan Hayward dalam bukunya berjudul Les Diaboliques (2005). Malah film Hitchcock yang mungkin paling populer, yakni Psycho (1960), terinspirasi dari film Les Diaboliques.

Saya menduga ada alasan kuat, mengapa film format
Les Diaboliques menggunakan format hitam-putih, terkait penyajian melalui atmosfir yang membangun keseraman dan kengerian yang begitu mencekam, alamiah dan nyata. Lain halnya dengan film Psycho yang ingin meredakan disturbing visual, melalui penyamaran warna darah setelah adegan pembunuhan itu.
Les Diaboliques mengisahkan Michel Delasalle (Paul Meurisse), pemilik sekaligus pengelola sekolah asrama anak laki-laki, secara tirani dan kejam, termasuk terhadap istrinya sendiri, yakni Christina (Véra Clouzot). Delasalle juga memiliki kekasih bernama Nicole Horner (Simone Signoret) sebagai salah satu staf pengajar di sekolahan tersebut. 

Saat liburan tiba, Nicole mengajak Christina untuk membunuh Michel. Skenario pun disusun, saat para murid pulang meninggalkan sekolahan, Nicole dan Christina diam-diam pergi menuju apartemen di luar kota, guna memancing Michel yang akhirnya termakan umpan. Eksekusi pun dilakukan oleh mereka, hingga jasad Michel ditenggelamkan ke dalam kolam sekolahan.

Dunia Sinema Les Diaboliques Christina dan Nicole
Cinedis, UMPO, Gala Film Disits

Ketika liburan selesai dan aktivitas sekolah kembali dimulai, alibi telah disiapkan, namun Christina cemas karena jasad Michel tidak mengambang di kolam. Penasaran, ia pun meminta agar kolam tersebut dikuras, namun apa yang terjadi selanjutnya membuat ia syok dan pingsan karena jasad Michel tidak ditemukan!

Berbagai pertanyaan pun mulai hadir dan berkecamuk di pikiran saya sejak saat itu, setelah sempat mengalami sedikit kejenuhan di seperempat awal cerita, melalui penyajian drama dan introduksi beberapa karakter utama. Hanya dalam adegan saat Michel menganiaya Christina, intensitas pun mulai terasa dan cukup mengejutkan.

Hingga di pertengahan cerita, adegan pembunuhan Michel pun terasa biasa saja, karena memang tidak diiringi oleh scoring musik yang dramatis atau mengejutkan. Namun adegan sesungguhnya sangat terasa, meski lagi-lagi tanpa adanya scoring, terjadi dalam adegan Christina yang mengalami syok setelah mengetahui bahwa jasad Michel menghilang, maka ketegangan sesungguhnya terjadi!

Alur ceritanya pun dibuat sedemikian rupa melalui berbagai adegan, hingga ada dua tebakan besar : Apakah benar Michel belum mati atau mungkinkah arwahnya gentayangan? Maka, elemen supranatural pun secara implisit mulai terbentuk, salah satunya ketika dalam adegan sesi pemotretan di sekolah.

Performa brilian Véra Clouzot sebagai Christina, begitu baik dieksekusi sebagai seorang yang paranoid, mudah cemas dan panik, serta diperparah karena memiliki kelemahan jantung. Ia menjadi serba salah ketika diinterogasi oleh detektif Alfred Fichet (Charles Vinel), antara ingin mengaku namun tindak sanggup dengan alibinya.

Christina sebagai seorang wanita rapuh yang tersiksa sekaligus ingin balas dendam, namun di sisi lain, ia masih memiliki rasa iba dan belas kasihan terhadap Michel, sebuah penyesalan setelah ia dan Nicole membunuhnya.

 
Dunia Sinema Les Diaboliques Christina
Cinedis, UMPO, Gala Film Disits

Akting Paul Meurisse sebagai Michel pun tampil sepadan, yang dominan dan selalu memanipulasi Christina, bahwa dirinyalah sebagai seorang suami yang tidak pantas diceraikan olehnya. Karakternya kasar, galak, bahkan tidak segan-segan menggunakan kekerasan, namun seketika bisa menjadi seseorang yang cukup romantis dan lembut. Karakternya menekankan bahwa ia bukanlah seorang antagonis semata.

Adapun performa Simone Signoret sebagai Nicole, sepertinya dibuat sebagai pendukung Christina. Nicole terlihat dingin, tegas dan berprinsip, menempatkan dirinya senasib dengan Christina, merasa dimanipulasi oleh Michel. Nicole pun membenci Michel dan mempengaruhi Christina untuk membunuhnya.

Soal format visual hitam-putih memang sangat mengena dan begitu terasa efeknya, terutama di seperempat akhir cerita, ditambah dengan scoring yang memang tidak terdengar sepanjang cerita, turut andil besar dalam menyuguhkan cerita yang terasa riil.

Elemen horor di film ini, tidak memerlukan ada jump scare murahan atau segala bentuk permainan speed dan zoom kamera yang dramatis atau lebay. Pengaturan cahaya dalam ending yang klimaks itupun dibuat senatural mungkin, tapi menghasilkan efek yang begitu menakutkan serta berhasil membuat saya merinding.

Hebatnya lagi, di akhir dialog kita dihadapkan oleh beberapa pilihan konklusi : Apakah cerita tersebut masih menjadi misteri alias tak terpecahkan atau malah cerita itu sendiri yang memanipulasi kita. Sulit untuk diintepreatsikan secara gamblang, namun bukan berarti kisahnya menggantung.

Film Les Diaboliques memberikan salah satu contoh terbaik, bagaimana mengadaptasi kisah fiksi yang utuh dan solid, dengan mengkombinasikan berbagai genre, sehingga mampu membawa audiens selalu penasaran dan sulit membedakan aspek horor sesungguhnya dalam cerita tersebut.

Score : 4 / 4 stars

Les Diaboliques | 1955 | Drama, Misteri, Suspens, Thriller, Noir | Pemain: Simone Signoret, Véra Clouzot, Paul Meurisse, Charles Vanel | Sutradara: Henry-Georges Clouzot | Produser: Henry-Georges Clouzot | Penulis: Berdasarkan novel Celle qui n’était plus karya Boileau-Narcejac. Skenario:
Henry-Georges Clouzot, Jerome Geronimi | Musik: Georges Van Parys | Sinematografi: Armand Thirard | Distributor: Cinédis (Perancis), UMPO (Amerika Serikat), Gala Film Disits. (Inggris) | Negara: Perancis | Durasi: 114 Menit

Comments