Halloween (2018) : Revitalisasi Sekuel Orisinal

halloween revitalisasi sekuel orisinal
Universal Pictures

Demi memperingati 40 tahun perilisan salah satu film horor independen terlaris dan salah satu yang terbaik sepanjang masa, yakni Halloween (1978), maka ditandai dengan perilisan sekuel dengan judul yang sama.

Karakter Michael Myers kembali berhadapan dengan sang protagonis wanita heroik bernama Laurie Strode yang juga kembali diperankan oleh scream queen era 80’an, Jamie Lee Curtis.

Film ini begitu istimewa sekaligus untuk merevitalisasi sekuel orisinal terhadap kualitas waralaba yang semakin memburuk, karena kreator dibalik kesuksesan Halloween, yakni John Carpenter kembali sebagai eksekutif produser, komposer musik, sekaligus kreatif konsultan, meski sebenarnya saya mengharapkan ia kembali menyutradarainya.


Baca juga: Halloween (1978) : Format Awal Trendsetter Horor Slasher

Nama David Gordon Green yang dikenal sebagai sineas sejumlah film drama, dipercayakan mengarahkan film ini meski awalnya diragukan, sedangkan Jason Blum bertindak sebagai salah seorang produser melalui Blumhouse Production yang dikenal lewat sejumlah film horor independen, serta distribusi dipegang oleh Universal Pictures.

Sebelum anda nonton film ini, sangat disarankan untuk menonton versi 1978, sehingga memahami betul latar cerita dan karakterisasinya, termasuk sosok Michael Myers yang dideskripsikan begitu sederhana motifnya.

Film Halloween ini menegaskan untuk melupakan sekuelnya yang dirilis sejak tahun 1981 hingga 2002, apalagi versi Rob Zombie yang semakin menghancurkan waralabanya itu sendiri, melalui eksplorasi Myers yang tak lebih sebagai seorang psikopat generik.


Baca juga: 11 Film 'Halloween' yang Perlu Anda Ketahui

Kisah di film ini sendiri memang mengisahkan rentang 40 tahun saat Michael Myers tertangkap dan direhabilitasi di Smith’s Grove Sanitarium. Sambil dikawal oleh Dr. Ranbir Sartain (Haluk Bilginer), dua orang jurnalis yang tertarik dengan kisah Myers, mencoba berkomunikasi dengannya namun gagal.

Mereka lalu menemui Laurie Strode (Jamie Lee Curtis) di Haddonfiled, untuk mengetahui lebih lanjut motivasi Myers pada peristiwa pembantaian 40 tahun lalu. Laurie yang mengalami trauma dan paranoid berkepanjangan, memiliki hubungan kurang harmonis dengan putrinya bernama Karen (Judy Greer) serta cucunya, Allyson (Andi Matichak).

review film halloween 2018
Universal Pictures

Laurie memang mempersiapkan diri untuk bisa membunuh Myers, saat mengetahui Myers dan para pasien lainnya ditransfer menuju penjara  ke tempat lain. Namun Myers berhasil melarikan diri dari sebuah bus yang menewaskan para polisi penjaga, maka pembantaian pun mulai terjadi lagi pada malam "Halloween" di Haddonfield.

Kesan pertama saya ketika selesai nonton film Halloween ini, terasa banyak kemiripan akan pengulangan formula cerita dari versi ‘78 dengan cara yang elegan, sekaligus membangkitkan nostalgia akan gaya penuturannya.

Melalui ritme yang cukup lambat dan terkesan santai dalam awal cerita, melalui adegan dua jurnalis bertemu dengan Dr. Ranbir yang menjelaskan sekilas tentang kondisi Michael, maka sesuai dengan trailer filmnya, merekapun berusaha berkomunikasi dengan Myers dengan menunjukkan topengnya.

Meski demikian, alur dalam adegan selanjutnya memang sulit ditebak, hingga membuat jantung cukup berdebar. Memang dalam trailer tersebut, memperlihatkan berbagai adegan film hingga sekitar setengah jalan ceritanya saja.

Lalu muncullah kredit pembuka yang mirip dengan versi orisinalnya, menggunakan jenis huruf dan warna yang sama, tema musik yang sama namun sedikit dimodifikasi lebih modern, serta tak lupa di sebelah kiri diperlihatkan transformasi buah labu (pumpkin) dari bentuk kempes hingga bulat berisi.

Beberapa pengulangan akan kemiripan sekuen dengan versi ’78, yakni saat Allyson beserta kedua temannya sedang berjalan menyusuri komplek pemukiman di Haddonfield menuju sekolahan, yang lengkap dengan dedaunan kering yang berguguran di jalanan, sama dengan sekuen ikonik Laurie dan kedua temannya di tahun 1978.

Kemiripan adegan juga tampak saat karakter ayah dan anak sedang berada di dalam mobil pada malam hari yang gelap, mereka terkejut melihat beberapa pasien Smith’s Grove Sanitarium yang melarikan diri, namun kali ini terlihat dari jarak dekat.

Sedangkan versi ’78 dua karakter di dalam mobil yakni Dr. Loomis dan seorang perawat.
Adegan ketika dua anak kecil berkostum "Halloween" tak sengaja berpas-pasan dan menabrak tubuh Myers yang awalnya hanya diperlihatkan setengah badan, bergaya sama dengan versi ’78 ketika karakter Tommy di sekolahan.

ulasan sinopsis halloween 2018
Universal Pictures

Adapun Allyson yang sedang berada di kelas duduk di bangku paling belakang memandang keluar jendela, tampak dari seberang jalan, Laurie sedang mengawasinya, sama persis dengan versi ’78 ketika Laurie diawasi oleh Myers.

Tak lupa pula Myers pun mengunjungi kuburan kakaknya, Judith Myers, hanya bedanya batu nisan makamnya tidak diambil dan diletakkan di atas ranjang!

Teman Allyson yakni Vicky, bertugas menjadi babysitter seorang bocah yang ketakutan melihat sosok boogeyman, mengingatkan peristiwa yang sama terhadap Laurie dalam versi ‘78. Lalu, adegan penggunaan seprai putih untuk menutupi seluruh tubuh, apakah kembali digunakan Myers?

Premis film Halloween ini sebenarnya hanya bernostalgia serta mengulangi formula yang mirip, melalui alur klise saat Myers melarikan diri, membantai sejumlah orang, dan berakhir untuk berhadapan dengan Laurie.

Untuk menutupinya, terdapat sebuah pelintiran menjelang akhir cerita yang cukup impresif, disertai berbagai adegan pembunuhan yang bervariatif, mungkin diilhami sejumlah aksi Myers di beberapa sekuel sebelumnya.

Saya akui, gaya penyutradaraan Green di film ini, mampu mentransfer sekaligus meneruskan visi Carpenter, tanpa menurunkan aura misterius serta kekuatan supranatural dari berbagai aksi horor, yang disesuaikan dengan gaya serta lingkungan modern dalam generasi baru. Nada dan rasa yang sama kuatnya.

Berbagai aksi pembunuhan Michael di Haddonfield kali ini berada di balik kemeriahan malam "Halloween", saat banyak orang berkeliaran di jalanan, terlihat dari penampakan Myers diantara lalu-lalang orang dengan latar gemerlap berbagai lampu hias di lingkungan pemukiman.

Tetap saja, atmosfir kengerian serta mendebarkan yang dilakukan Myers, selalu membuat saya merinding, melihat berbagai pergerakkannya yang tidak bisa diprediksi, bagaikan bayangan yang kadang tak terlihat, melalui pemanfaatan permainan cahaya dalam kegelapan malam.

Pergantian fokus sorotan kamera antara Myers dengan korban dalam salah satu sekuen pun, turut memainkan emosi dan menggenjot adrenalin.

revitalisasi sekuel orisinal film halloween
Universal Pictures

Terdapat pula sejumlah adegan yang beberapa diantaranya begitu intens, sehinga saya sudah bersiap-siap melompat dari kursi akan jump scare yang tipikal dengan versi ’78, sederhana namun efektif, baik menggunakan scoring atau tanpanya.

Selain tema musik yang sama, dua macam scoring yang sama pula kembali digunakan dalam beberapa adegan tertentu yang semakin menguatkan atmosfir mencekam dan tentu saja masih relevan penggunaan alat musik synthesizer-nya.

Kembalinya Jamie Lee Curtis sebagai Laurie Strode, menjadi seorang nenek yang tangguh, mengingatkan saya akan perubahan radikal sosok Sarah Connor di film Terminator 2 :Judgment Day (1991), meski performa Curtis mirip dalam film Halloween H20 : 20 Years Later (1998).

Nick Castle kembali berperan sebagai Michael Myers dalam satu sekuen dengan Curtis, serta mengisi suara nafas dibalik topengnya. Pun Tony Moran kembali berperan sebagai Myers saat tidak mengenakan topeng. Sedangkan untuk sekuen yang mengenakan topeng, diperankan oleh James Jude Courtney.


Baca juga: Lintas Generasi Karakter dalam Film Sekuel

Sayangnya aktor veteran Donald Pleasence telah lama tiada, sehingga karakter Dr. Loomis yang karismatik itu digantikan oleh karakter Dr. Ranbir Sartain yang diperankan Haluk Bilginer sebagai muridnya, namun tenggelam dengan karakter polisi bernama Frank Hawkins yang diperankan Will Patton.

Momen paling berkesan di film ini, yakni ketika Myers kembali mengenakan topeng kebanggaannya, setelah pembunuhan pertama di pom bensin.

Film Halloween ini mampu meneruskan tradisi sebuah sekuel dalam rentang waktu yang lama, sebuah revitalisasi sekuel yang mampu mempertahankan orisinalitas berkat kembalinya Carpenter dalam mendeterminasi kualitas yang sama.

Penyelesaian akhir film ini juga cukup memuaskan, meski tetap saja ada potensi sekuel berikutnya. Tapi, ah biarkan saja, sudah terlalu banyak filmnya!

Score : 3.5 / 4 stars

Halloween | 2018 | Horor, Thriller, Slasher | Pemain: Jamie Lee Curtis, Judy Greer, Andi Matichak, Will Patton, Virginia Gardner, Nick Castle | Sutradara: David Gordon Green | Produser: Malek Akkad, Jason Blum, Bill Block | Penulis: Berdasarkan karakter ciptaan John Carpenter dan Debra Hill. Naskah: Jeff Fradley, Danny McBride, David Gordon Green | Musik: John Carpenter, Cody Carpenter, Daniel Davis | Sinematografi: Michael Simmonds | Distributor: Universal Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 105 Menit

Comments