Lethal Weapon (1987) : Duet Polisi Mematikan

Courtesy of Warner Bros Pcitures, 1987

Senjata mematikan itu bukanlah sebuah pistol atau senapan mesin yang biasa dipakai oleh kepolisian, namun seorang karakter polisi ‘gila dan nekat’ dengan kecenderungan ingin bunuh diri (suicidal), seorang mantan pasukan khusus yang frustasi sejak kematian istrinya. Karakter itu bernama Martin Riggs yang anehnya dipertemukan untuk dijadikan partner dengan Roger Murtaugh, seorang polisi veteran penyayang keluarga (family man) yang sebentar lagi akan pensiun.

Produser film Predator yang rilis di tahun sama, Joel Silver berkolaborasi dengan sineas The Omen (1976), Superman : The Movie (1978) dan The Goonies (1985), yakni Richard Donner dalam memproduksi sebuah film yang mempopulerkan buddy cop, yang tak lain adalah Lethal Weapon. Kesuksesan film Lethal Weapon akhirnya dilanjutkan hingga tiga sekuel berikutnya masing-masing di tahun 1989, 1992 dan 1998. Lethal Weapon adalah sebuah formula jitu dalam memadukan action dan humor sebagai trendsetter serta inspirasi film-film buddy cop lainnya semacam Bad Boys (1995), Rush Hour (1998) atau Hot Fuzz (2007).

Film Lethal Weapon pula yang mempopulerkan status mega bintang Mel Gibson dalam memulai franchise-nya yang kedua, setelah dikenal luas lewat trilogi film Mad Max asal Australia. Sang penulis yang menyutradarai film The Predator (2018), Shane Black terinspirasi dari film Dirty Harry akan karakterisasi seorang polisi vigilante dalam menjalankan setiap aksinya atas nama keadilan, sehingga naskah awal film Lethal Weapon cenderung lebih serius dengan konten aksi laga yang lebih besar dan fantastis.

impawards.com

Di ultahnya yang ke-50, Sersan Detektif Polisi dari Divisi Pembunuhan, Roger Murtaugh (Danny Glover) mendapat mitra baru yang ditransfer dari Divisi Nartkotika, yakni Martin Riggs (Mel Gibson). Kekontrasan dua karakter yang bertolak belakang tersebut, awalnya tidak berjalan mulus akibat keengganan Murtaugh seorang polisi prosedural dalam menanggapi gaya Riggs yang brutal dan agresif.

Murtaugh sebelumnya pernah dikontak oleh kawan lamanya semasa Perang Vietnam bernama Michael Hunsaker (Tom Atkins), namun ia mengetahui bahwa putri Hunsaker bernama Amanda diracuni, sebelum melakukan bunuh diri. Hunsaker menduga bahwa Amanda mungkin terlibat dalam aktivitas narkotika, prostitusi dan pornografi dan ia meminta bantuan Murtaugh untuk menyelidikinya.

Dalam proses penyelidikan, diketahui bahwa Hunsaker terhubung dengan “Shadow Company” yang dikelola oleh Peter McAllister (Mitchell Ryan) dan anak buahnya bernama Joshua (Gary Busey), terhadap sebuah operasi penyelundupan heroin. Murtaugh dan Riggs pun akhirnya harus berhadapan dengan mereka yang memiliki kekuatan besar dan berbahaya …

Courtesy of Warner Bros Pcitures, 1987

Dari awal hingga akhir cerita, film ini begitu meyakinkan dalam setiap adegannya, mulai dari pembuka saat seorang gadis setelah menghisap heroin lalu loncat dari ketinggian gedung apartemen, pengenalan karakter Dua sub-plot cerita dimulai ketika Roger Murtaugh menjelang pensiun saat istri dan ketiga anaknya memberikan kejutan ulang tahun. Murtaugh adalah seorang polisi regular dari divisi pembunuhan yang memiliki keluarga harmonis. 

Sementara kekontrasan terjadi saat karakter Martin Riggs, seorang polisi yang menangani peredaran narkoba yang tinggal di sebuah trailer di tepi pantai, tampak hidupnya berantakan dan tidak bahagia. Ia melakukan aksi gilanya ketika berkonfrontasi dengan para penjual narkoba, sehingga tampak Riggs tidak takut atau bahkan berharap ia mati.

Kemudian, beberapa adegan bergulir yang menyimpulkan latar belakang psikologis Riggs dengan kecenderungan ingin mati atau bunuh diri. Namun ketika ia dan Murtaugh dipertemukan menjadi partner, berbagai gesekan dan intrik pun timbul mulai dari hal-hal kecil, meski akhirnya mereka jadi kompak dan akrab. Dynamic duo itupun saling bahu-membahu menghadapi para penjahat, bahkan Riggs lambat laun dianggap sebagai anggota keluarga Murtaugh, karena Riggs sangat terkesan dengan keluarga Murtaugh yang juga menyambutnya dengan hangat.

Courtesy of Warner Bros Pcitures, 1987

Akting Mel Gibson sebagai Martin Riggs dimainkan dengan sangat baik dalam menyulut berbagai emosi dan ketegangan yang ia hadirkan, serta banyak tindakan gilanya yang tak disangka sebelumnya, hingga saya pun merasakan jantung berdebar akan aksi nekatnya itu. Lain halnya dengan Roger Murtaugh yang diperankan oleh Danny Glover sebagai seorang yang berhati-hati dalam bertindak terutama menjelang pensiun, terpaksa harus ikut-ikutan aksi gilanya Riggs.

Namun di satu sisi, melalui Murtaugh-lah Riggs mulai belajar menerima, mensyukuri dan membuat nilai-nilai kebahagiaan serta perjuangan dalam hidup, yang tercermin dalam kehidupan Murtaugh bersama keluarganya. Sedangkan dalam menghadapi sang penjahat, tentu saja Murtaugh tidak dapat berbuat banyak tanpa dibantu oleh aksi Riggs.

Kegilaan Riggs tampaknya juga sebanding dengan karakter antagonis Peter McAllister yang diperankan oleh Mitchell Ryan, mantan jenderal pengedar narkoba yang memiliki jaringan kuat dan seorang anak buah yang sama gilanya dengan Riggs, plus beringas yakni Mr. Joshua yang diperankan oleh aktor watak yang lumayan sering berperan antagonis, Gary Busey. Konfrontasinya dengan Riggs yakni berkelahi dengannya menggunakan tangan kosong, yang menjadi salah satu adegan action terbaik di film ini.

Courtesy of Warner Bros Pcitures, 1987

Beberapa adegan memorable juga tersaji di film ini seperti ketika Riggs malah mengajak seseorang yang ingin bunuh diri dari atap gedung, dengan memborgol tangannya satu sama lain, melompat ke bawah. Lalu sesudahnya Riggs bertengkar dengan Murtaugh dan menantangnya, dengan memasukkan laras pistol ke dalam mulutnya sendiri dan mulai menarik pemicu (trigger).

Selain itu, sekuen Murtaugh dan Riggs bertemu dengan McAllister dan Joshua terkait dengan penyanderaan putri sulung Murtaugh bernama Rianne, dengan hamparan padang gurun dan setting yang diperlihatkan, juga cukup mengesankan terutama dalam adegan baku tembaknya. Juga adegan penyiksaan Joshua terhadap Riggs, meski kelihatannya standar, namun dibuat cukup dramatis seakan menjadi brutal.

Beberapa selipan humor segar pun menjadi daya tarik tersendiri untuk menyeimbangkan berbagai aksi yang menggenjot adrenalin, terutama disematkan pada karakter Murtaugh yang terkesan sebagai polisi jinak dibandingkan dengan kebuasan Riggs.

Courtesy of Warner Bros Pcitures, 1987

Dua contoh yang paling gamblang yakni ketika Riggs membuktikan kepada Murtaguh kehebatan menembak jarak jauh di dalam sasana tembak kepolisian, dengan santainya Riggs menunjukkan hasil tembakan jitunya kepada Murtaugh yang melongo. Atau suasana makan malam Riggs bersama keluarga Murtaugh untuk pertama kalinya, ketika Rianne tertarik dengan Riggs dan digoda oleh kedua adiknya, lalu Murtaugh pun menimpalinya dengan bercanda.

Untuk sekelas film action, Lethal Weapon bukanlah film yang meyuguhkan aksi spektakuler dahsyat seperti banyak ledakan, kejar-kejaran dalam mobil atau baku tembak masif yang melelahkan, namun lebih banyak menggali penyelidikan terhadap antagonis dan mengedepankan unsur thriller yang memang menegangkan, serta hubungan manusiawi antara Riggs dan Murtaugh.

Meski demikian, berbagai adegan aksi yang dipertontonkan film ini memang layak dinikmati, berkat arahan sinematografer Stephen Golblatt yang melakukan tugasnya dengan cemerlang dalam setiap sekuen, serta koreografer handal untuk adegan perkelahian antara Riggs dan Joshua. Scoring unik akan alunan saxophone dalam adegan-adegan tertentu, tampaknya kini sangat jarang digunakan dalam sebuah film (terutama action), serta kolaborasi Micahel Kamen dan gitaris Eric Clapton pun mewarnai film ini lebih dramatis.

Film Lethal Weapon sebagai salah satu buddy cop action thriller ikonik, berhasil memadukan dua karakter bertolak belakang dan memiliki perbedaan latar yang akhirnya bisa bekerjasama dengan serasi. Film ini tidak hanya berbicara tentang polisi membasmi penjahat saja, namun perbedaan etnis dan kultur, serta nilai-nilai hidup dan kekeluargaan bisa diterapkan dengan solid.

Score : 4 / 4 stars

Lethal Weapon | 1987 | Aksi Laga, ThrillerPemain: Mel Gibson, Danny Glover, Gary Busey, Mitchell Ryan, Tom Atkins | Sutradara: Richard DonnerProduser: Richard Donner, Joel Silver | Penulis: Shane Black   | Musik: Michael Kamen, Eric Clapton | Sinematografi: Stephen Golblatt | Distributor: Warner Bros Pictures Negara: Amerika Serikat | Durasi: 110 Menit



Comments