Gaya Penuturan Digital dalam Film 'Searching'

gaya penuturan digital dalam film searching
Sony Pictures Realeasing

Nama John Cho dalam waralaba film komedi Harold & Kumar, ternyata bisa juga bermain serius. Dalam film Searching, jajaran kru selain Cho hanya satu nama yang juga saya kenal, yakni Timur Bekmambetov sebagai salah satu produser film ini yang pernah menyutradarai film vampir-nya Rusia berjudul Night Watch (2004).

Keunikan film Searching terletak pada penyajian gaya baru akan penuturan secara digital dalam adegan dan dialog antar karakternya di sepanjang cerita, sehingga audiens diajak seakan terus melihat layar monitor digital.

Film Searching mengisahkan tentang David Kim (John Cho) sebagai seorang ayah yang memiliki putri tunggal bernama Margot Kim (Michelle La), sepeninggal istrinya yang sakit, Pamela Kim.

Suatu hari, saat David mengirim pesan kepada Margot namun tidak direspon sekian lama. Setelah berulang kali pesannya tidak direspon, David mulai resah sekaligus menceritakan kepada saudaranya, yakni Peter (Joseph Lee).

Ketika menemukan laptop milik Margot yang tertinggal di rumahnya, David mulai melacak keberadaan Margot dengan dibantu oleh detektif polisi bernama Rosemary Vick (Debra Messing).

Pertama kali melihat adegan pembuka di film ini, saya pikir tampilan visual aktivitas di layar digital dari perangkat komputer hanya sesaat saja, tak disangka ternyata ditampilkan hingga akhir cerita film.

Mulai dari kehidupan rumah tangga David, Pamela dan anak mereka Margot yang masih kecil, direkam melalui foto dan video, serta diunduh ke media sosial dan disimpan ke dalam file komputer. Hal tersebut berlanjut hingga saat Margot menginjak remaja pun, serta saat Pamela sakit hingga meninggal.

Layar monitor komputer itu sepertinya tidak pernah mati, bahkan hingga David tertidur tatkala Margot meneleponnya tiga kali berturut-turut.

ulasan sinopsis film searching
Sony Pictures Realeasing

Berbagai aktivitas David yang menelusuri dan menyelidiki, melalui aktivitas di depan komputernya, termasuk membongkar kata sandi, menguntit media sosial milik Margot yang diperlihatkan dengan detail akan gerakan cursor dan ketikan keyboard.

Aktivitas panggilan video antara David dengan Peter, Vicky dan teman-temannya Margot juga ditampilkan lewat layar monitor komputer dan smartphone.

Jadi sama sekali tidak ada satupun adegan live-action, langsung dari lensa kamera tapi semuanya melalui layar monitor, termasuk memantau berita dari Youtube misalnya.

Keunggulan skenario cerita memang dibuat sedemikian rupa, termasuk adegan ketika David langsung menemui Peter secara fisik, lalu berbincang dengannya, yang terekam oleh kamera CCTV yang terpasang di beberapa sudut, disambungkan melalui layar monitor.

Tampaknya film Searching memang tipikal generasi millennial melalui sejumlah karakternya. Penyajian sebelumnya memang pernah dilakukan di film semisal Unfriended (2014), namun film Searching lebih interaktif dengan banyaknya tampilan beberapa program disertai berbagai aktivitas David seperti layaknya bekerja di depan monitor komputer.

Bagi yang terbiasa hidup dengan komputer dan gadget, mungkin sudah terbiasa dengan visualisasi seperti itu. Repotnya, film ini mungkin agak kesulitan dicerna oleh generasi semisal Baby Boomers atau bahkan sebelumnya.

Performa John Cho sebagai seorang ayah yang merasa resah, panik, curiga, putus asa, emosi, agak depresi dan lemas serta bersedih, dimainkan dengan baik dalam sebuah transisi yang natural dan meyakinkan.

Sikap pantang menyerah dan selalu penasaran, serta teliti itulah yang membuat cerita ini menarik untuk ditelusuri akan misteri yang sulit ditebak.

review film searching
Sony Pictures Realeasing

Meski terkesan adanya sebuah kebetulan dalam menemukan berbagai potongan atau petunjuk melalui beberapa visual di layar monitor, misalnya ketika ia sedang termenung di depan layar monitor, tiba-tiba saja David menemukan sebuah objek yang menjadikan instingnya menggiring kepada sebuah petunjuk.

Ikatan kuat yang terjalin antara David dengan Margot, juga antara dirinya dengan Vicky yang diperankan Debra Messing pun terjalin erat dan utuh.

Di jaman digital ini, memang kita sulit membedakan adegan di film ini, meski melalui layar monitor, tampak sepertinya langsung disorot oleh kamera seperti halnya format live-action.

Manipulasi permainan zoom juga disajikan secara dramatis, lagi-lagi ternyata hanya sebuah video yang ditayangkan secara digital lewat monitor. Scoring di film ini tidak memliki pengaruh signifikan, mengingat fokusnya tertera antar layar monitor dan gadget.

Namun saya merasakan ada sebuah alur janggal di film ini, yang berkenaan dengan tindakan karakter protagonis selanjutnya, baik dari keberadaan maupun aktivitasnya itu sendiri.

Meski demikian, penyelesaian cerita di film ini mampu dieksekusi dengan baik dan cukup memuaskan, termasuk sebuah pelintiran mengejutkan.

Film Searching memang unik, berbasis komunikasi digital interaktif yang merepresentasikan generasi spesifik, melalui penyajian kisah drama suspens yang lebih realistis sesuai dengan kehidupan modern.

Mengejutkan memang, karena kita tidak terbiasa menonton film dengan visualisasi seperti itu.

Score : 3 / 4 stars

Searching | 2018 | Drama, Suspens, Thriller | Pemain: John Cho, Debra Messing, Michelle La, Joseph Lee | Sutradara: Aneesh Chaganty | Produser: Timur Bekmambetov, Sev Ohanian, Natalie Qasabian, Adam Sidman | Penulis: Aneesh Chaganty, Sev Ohanian | Musik: Torin Borrowdale | Sinematografi: Juan Sebastian Baron | Distributor: Sony Pictures Realeasing | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 102 Menit

Comments