The Insider (1999) : Konspirasi Perusahaan Tembakau

the insider konspirasi perusahaan tembakau
Buena Vista Pictures Distribution

Berbagai cara yang memungkinkan, bisa ditempuh oleh sebuah korporat atau perusahaan besar sekalipun, dengan orientasi semata mengejar laba, tapi dampaknya terhadap konsumen dan masyarakat sekitar dihiraukan.

Seorang pembocor rahasia atau disebut whistleblower, adalah mantan eksekutif salah satu perusahaan tembakau terkemuka yang kemudian mengeksploitasi berbagai konspirasi kepada media yang bisa memiliki dampak negatif terhadap dirinya dan orang banyak, atas nama moral dan keadilan.

Sudah banyak film yang menceritakan sepak terjang seorang pembocor rahasia yang melibatkan media besar, dengan menyeret sebuah perusahaan ke dalam badan hukum dan berakhir di pengadilan.

Biasanya, sejumlah film tersebut diadaptasi dari peristiwa nyata. Film The Insider merupakan adaptasi dari sebuah buku berjudul The Man Who Knew Too Much karya Marie Brenner.

Buku tersebut ditulis berdasarkan peristiwa dan karakter nyata bernama Jeffrey Wigand, mantan eksekutif perusahaan tembakau yang membocorkan rahasia perusahaannya dalam acara 60 Minutes yang diproduseri Lowell Bergman.

Film yang diarahkan oleh Michael Mann ini dibintangi oleh Russell Crowe, Al Pacino dan Christopher Plummer, serta mendapatkan tujuh nominasi Oscar termasuk Best Picture dan Best Actor in a Leading Role.

Karakter utama dan nama perusahaan di film ini adalah nyata, namun didramatisir dengan melibatkan beberapa elemen fiktif.

Kisah The Insider fokus pada Jeffrey Wigand (Russell Crowe), seorang mantan eksekutif dari perusahaan tembakau Brown & Williamson (B&W), yang merupakan salah satu dari tujuh perusahaan tembakau raksasa di Amerika.

Wigand adalah seorang peneliti profesional yang memahami material biokimia, makanya begitu menyadari terjadi kecurangan dalam komposisi produk rokok di perusahaan B&W, ia pun mengundurkan diri.

Adalah produser acara 60 Minutes yakni Lowell Bergman (Al Pacino) yang mendekati Wigand untuk mewawancarainya secara eksklusif. Namun B&W yang masih memberikan kompensasi pasca berhentinya Wigand, mengancamnya setelah mengetahui dan khawatir jika Wigand membocorkan rahasia.

review film the insider
Buena Vista Pictures Distribution

Wigand pun mempertanyakan motivasi Bergman dalam rencana wawancara tersebut, namun Bergman meyakinkannya dan menemukan potensi akan esensi narasinya sendiri.

Wigand dalam posisi terjepit pun merasakan sebuah dilema antara keinginan untuk menginformasikannya kepada publik lewat Bergman, atau ingin keluarganya aman semenjak dirinya menjadi paranoid akan ancaman dari B&W.

Selama 2,5 jam kita disajikan sebuah cerita yang menggambarkan dua dunia berbeda antara seseorang yang berhenti dari pekerjaannya dengan masa depan yang tidak menentu dan sepertinya bakal suram, serta seseorang yang sedang berada di puncak karir dalam menjalani pekerjaan pentingnya hingga keluar negeri.

Wigand yang sebenarnya punya karir cemerlang dan masa depan terjamin, di satu titik memutarbalikan kondisinya menjadi sesuatu yang tidak berdaya, sementara Bergman pun berjuang dengan insting manusiawinya agar membuka mata publik akan situasi yang dialami Wigand.

Persamaan dari keduanya yakni berisiko tinggi dan terancam bahaya dari kekuasaan materi yang dimiliki oleh B&W dengan segala cara untuk menghentikan hal tersebut, yang diposisikan sebagai pihak antagonis.

Rupanya berbagai intrik dan konflik semakin rumit setelah terjadi pertentangan dalam tubuh perusahaan CBS (pemilik acara 60 Minutes) yang khawatir akan potensi ancaman dari B&W.

Seperti kita ketahui bahwa arahan dan gaya penyutradaraan Mann dikenal melalui kemampuan mengaransemen berbagai elemen dalam narasi cerita, sehingga terasa lebih realistis, meski itu hanya film fiksi sekalipun.

Teknik sorotan kamera yang dinamis ala handy camera yang dikombinasikan dengan steady camera, seakan mempertontonkan sebuah dokudrama menarik dan emosional.

Pun pewarnaan dan pencahayaan di beberapa sekuen yang masih terpengaruh elemen noir yang menjadi ciri khasnya, membawa emosi audiens akan suasana yang tidak menentu.

Atmosfir yang hadir di beberapa poin juga terasa mendebarkan terutama saat keluarga Wigand paranoid, seperti ketika merasa dibuntuti atau diamati oleh seseorang yang mereka curigai adalah orang B&W.

ulasan sinopsis film the insider
Buena Vista Pictures Distribution

Malah di awal cerita saat Bergman mewawancarai seorang Sheikh di Timur Tengah sudah terasa aura menegangkan di tengah-tengah perang yang berkecamuk, dikemas dalam sekuen tanpa scoring itu, terasa nyata seakan menonton film dokumentasi sungguhan.

Performa ciamik Crowe sebagai Wigand benar-benar menakjubkan, seperti halnya di film Gladiator (2000) dan A Beautiful Mind (2001). Ia mampu memerankan seorang Amerika dengan mendeterminasi aksen Australia-nya meski masih sedikit kentara.

Wigand adalah seseorang yang tertekan dan terus bergumul dalam batinnya terhadap keputusasaan, namun juga ia masih bersikukuh untuk memperjuangkan semua infromasi yang bocorkan kepada publik secara terbuka, melalui Bergman.

Performa Pacino sebagai Bergman tentu saja tak kalah bersinarnya, yang saya rasa bisa menyamai, mengimbangi dan bahkan menyaingi karakter Wigand.


Baca juga: The Conversation (1974) : Terobsesi oleh Penyadapan

Bergman adalah seorang yang optimis dan tak pernah putus asa setiap melihat peluang sekecil apapun di di depannya, bahkan ia dengan cerdiknya mampu mempengaruhi orang-orang disekitarnya dengan cara yang ia tempuh, sehingga tercapai tujuannya.

Hanya dua karakter yang bersinar tersebut seakan menutupi beberapa karakter lainnya yang dianggap kurang penting dalam cerita film ini, misalnya karakter Mike Wallace sebagai kolega Bergman yang diperankan aktor watak Christopher Plummer atau CEO dari B&W yakni Thomas Sandfeur yang diperankan aktor veteran Michael Gambon misalnya.

Narasi dalam film ini tampaknya fokus kepada hubungan antara Wigand dan Bergman, tidak sekadar wawancara yang bersifat formal, namun setelah mengalami serangkaian kejadian yang mereka hadapi, perlahan hubungan keduanya lebih manusiawi dari sisi psikologis terhadap lingkungan mereka masing-masing.

Film The Insider mengeksplorasi konpirasi yang dilakukan perusahaan tembakau, tentang bagaimana proses akan peliknya informasi penting yang mengandung kebenaran kepada publik.

Maka imbas yang dirasakan kepada berbagai pihak yang terlibat, sebagai buah pembelajaran akan kebijakan produk konsumsi.

Nilai yang dipetik di film ini, yakni tidak ada kampanye atau tendensi anti rokok, yang ada adalah kewaspadaan materi yang terkandung di dalamnya, apakah masih bisa ditoleransi atau tidak bagi keamanan konsumen.

Score : 3.5 / 4 stars

The Insider | 1999 | Drama, Thriller | Pemain: Al Pacino, Russell Crowe, Christopher Plummer, Diane Venora, Philip Baker Hall, Lindsay Crouse, Debi Mazar | Sutradara: Michael Mann | Produser: Michael Mann , Pieter Jan Brugge | Penulis: Berdasarkan buku The Man Who Knew Too Much oleh Marie Brenner. Naskah oleh Eric Roth, Michael Mann | Musik: Lisa Gerrard, Pieter Bourke | Sinematografi: Dante Spinotti | Distributor: Buena Vista Pictures Distribution | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 157 Menit

Comments

Popular Posts