Marathon Man (1976): Aksi Berbahaya Pelari Maraton

marathon man aksi berbahaya pelari
Paramount Pictures

“Is it safe?”

Film Marathon Man adalah kisah thriller melalui berbagai aksi berbahaya yang melibatkan figur kriminal perang eks-Nazi, spionase, konspirasi serta berbagai konflik cukup rumit yang dihadapi oleh seorang pelari maraton.

Diadaptasi dari novel berjudul sama, film yang diperankan oleh Dustin Hoffman ini, mendapat sambutan baik dari pendapatan maupun kritik, bahkan meraih nominasi Oscar di kategori Best Supporting Actor untuk Laurence Olivier.

Thomas “Babe” Levy (Dustin Hoffman) adalah seorang peneliti sekaligus mahasiswa dalam proses meraih gelar doktor, yang gemar berlari maraton. Suatu hari, Babe kedatangan saudaranya, yakni Doc (Roy Scheider) seorang agen rahasia yang mengaku bekerja di perusahaan minyak dan memiliki atasan bernama Peter (William Devane).

Sementara di tempat lain, saudara kandung dari kriminal perang ex-Nazi, tewas dalam sebuah insiden tabrakan mobil. Doc memprediksi bahwa kriminal yang mereka incar bernama Dr. Christian Szell (Laurence Oilvier) datang menuju New York akibat kematian saudaranya, untuk mengambil sejumlah berlian simpanan di sebuah bank. Maka tujuan Doc ke New York untuk mengunjungi Babe, merupakan sebuah samaran.

Babe berhasil mendekati seorang wanita bernama Elsa (Marthe Keller) di perpustakaan, lalu mereka menjadi sepasang kekasih. Saat makan malam bersama dengan Doc, terjadilah intrik yang menyebabkan latar belakang Elsa dipertanyakan oleh Doc, sehingga diduga bahwa Elsa terkoneksi oleh Szell.

Kedatangan Szell sudah diketahui oleh Doc yang berniat untuk mengkonfrontasinya, namun apa yang terjadi selanjutnya lebih rumit dari yang diperkirakan.

review film marathon man
Paramount Pictures

Dari judulnya, bisa diintreprestasikan, bahwa karakter utamanya, yakni Babe yang diperankan Dustin Hoffman bakal terlibat sebuah skenario besar yang membahayakan dirinya.

Untung saja, ia terbiasa berlari maraton mulai dari kredit pembuka, kamera mengikuti bayangan orang berlari pada aspal pedestrian, bahkan kredit judulnya pun berupa running text yang bergerak dari kiri ke kanan, seiring dengan sorotan kamera yang bergerak terus melaju ke sisi kanan.

Dan yang menarik tentu saja sekuen ‘melelahkan’ saat Babe dikejar-kejar para penjahat, mulai dari sebuah gang menuju jalanan, tiba di kolong lintasan kereta api dan underpass sambil diselingi adegan berupa video dokumenatsi seorang pelari maraton dari sebuah perlombaan dengan visual bernada sepia.

Lalu Babe naik mendaki menuju jalan tol, hingga ia melompat dari lingkaran jalan akses exit-enter yang satu menuju yang lainnya, dan ternyata setting berada dekat Brooklyn Bridge.

Sekuen tersebut diambil pada malam hari, saat jalanan basah bekas hujan, sementara sorotan kamera dikombinasikan dengan shoot normal terhadap karakter Babe dan para pengejar yang menghampiri arah kamera, sudut pandang mata para pengejar Babe dilakukan dengan teknik shaky (atau handheld), serta exposure sorotan terhadap Babe dari dekat yang terus berlari dan berlari.

Sepertinya, gaya penyajian visual di film ini cenderung memasukan unsur noir, selain adegan pengejaran tadi, juga adegan ketika Doc keluar dari gedung opera dan melewati koridor luar yang di kedua sisinya terdapat pilar-pilar raksasa klasik gaya Yunani-Romawi dalam keadaan gelap.

Atmosfir mencekam dan paranoid sangat terasa, seakan ada yang membuntuti dan hendak menyerang Doc di lokasi tersebut.

ulasan sinopsis marathon man
Paramount Pictures

Diantara semua adegan yang menarik itu, adegan penyiksaan Szell terhadap Babe adalah yang paling dikenang, sekaligus paling mengganggu. Diceritakan bahwa latar belakang Szell adalah seorang dokter gigi yang gemar menyiksa tahanan di Auschwitz, sehingga ia dijuluki “Malaikat Putih”.

Sambil bercerita dengan tutur kata sopan, adegan Szell mencabut gigi Babe terasa ngilu. Sementara Babe berteriak-teriak, Szell beberapa kali bertanya: “Is it safe?”

Adegan tersebut cukup populer, diantara film-film horor ‘sakit’ jaman sekarang, diperlihatkan dengan dramatis dan aura siksaannya begitu terasa.

Aksi tak disangka dalam adegan akhir pun diperlihatkan dengan sebuah titik balik yang memuaskan saya sebagai audiens, setelah merasakan berbagai kejutan, ketegangan demi ketegangan, adrenalin, serta kepahitan yang dialami Babe.

Penampilan Dustin Hoffman dan Roy Scheider di film ini cukup meyakinkan, meski boleh dibilang standar. Memang aktor brilian seperti Laurence Oilvier sebagai Szell, mampu mencurahkan energinya, sebagai seorang antagonis sadis, kejam dan dingin tanpa ampun.

Tanpa perlu panjang lebar untuk penjelasan detail lainnya, film Marathon Man adalah salah satu yang terbaik di genre crime thriller atau suspens, dan patut ditonton sebagai film era 70’an yang gemar mengeksploitasi sesuatu.

Score : 3.5 / 4 stars

Marathon Man | 1976 | Crime, Thriller, Misteri | Pemain: Dustin Hoffman, Laurence Oilvier, Roy Scheider, William Devane, Marthe Keller | Sutradara: John Schlesinger | Produser: Robert Evans, Sidney Beckerman | Penulis: Berdasarkan novel Marathon Man karya William Goldman. Naskah: William Goldman | Musik: Michael Small | Sinematografi: Conrad Hall | Distributor: Paramount Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 125 Menit

Comments