Death Race 2000 (1975): Balapan Maut dalam Distopia Kekuasaan Totaliter

balapan maut distopia totaliter death race 2000
New World Pictures

Pada masa lampau, sejumlah karya fiktif termasuk film yang bertemakan futuristik selalu ‘terobsesi’ dengan prediksi masa depan era millenum, khususnya di tahun 2000. Padahal kini sudah melewati lebih dari 20 tahun dan hanya sedikit prediksi dari sejumlah pengarang fiksi ilmiah yang terealisasi.

Namun film yang menggunakan judul “Death Race 2000” yang menggambarkan kondisi distopia dalam gejolak sosial yang kejam dan brutal melalui balapan maut, cukup akurat dalam memprediksi perpecahan ideologi serta kekuasaan totaliter di Amerika.

Adalah sineas dan produser kelas B legendaris, Roger Corman, yang dengan jeli mampu membuat film ini hingga diapresiasi oleh para kritikus dan berstatus kultus klasik.

Bintang utamanya yakni David Carradine sudah populer terlebih dahulu berkat penampilannya dalam serial Kung Fu, sedangkan nama Sylvester Stallone belumlah dikenal luas dan karirnya masih merangkak sesaat sebelum bermain sebagai Rocky Balboa di tahun berikutnya. 

Baca juga: 5 Jenis Film Klasik Balapan Mobil yang Menginspirasi

Adapun sekuelnya yakni Death Race 2050 dirilis tahun 2017 silam, serta sebuah remake di tahun 2008 yang dibintangi Jason Statham yang diikuti dengan tiga sekuelnya.

Death Race 2000 mengisahkan dunia distopia futuristik Amerika yang dicengkram kekuasaan totaliter setelah kehancuran ekonomi di tahun 1979.

Adalah Trans Continental Road Race yang dibentuk pemerintah untuk mengadakan lomba balapan mobil maut, dengan cara menabrak warga sipil yang berada di tengah jalan hingga tewas, baik berupa bayi maupun lanjut usia.

review film death race 2000
New World Pictures

Dalam perhelatan lomba yang ke-20 di tahun 2000, terdapat lima orang peserta, yakni juara bertahan Frankenstein (David Carradine) dan seorang navigator baru bernama Annie (Simone Griffeth), lalu penantangnya ada Machine Gun (Sylvester Stallone), Calamity Jane (Mary Woronov), Matilda “the Hunt” (Roberta Collins) serta Nero the Hero (Martin Kove).  

Namun sebuah perlawanan dari pihak pemberontak yang dipimpin oleh Thomasina Paine (Harriet Medin), berencana melakukan sabotase dengan membunuh semua peserta lomba dan menculik Frankenstein, lalu menargetkan pembunuhan terhadap Mr. President sebagai pemimpin pemerintahan.

Lupakan film Death Race versi modern, karena Death Race 2000 adalah film orisinal yang berbobot dalam penyajian satir sosial-politik, melalui selingan komedi serta aksi seru balapan maut yang penuh kekerasan tingkat tinggi, selain vulgarisme yang disajikan apa adanya.

Tentu saja sosok dibalik film ini adalah Roger Corman yang seringkali membuat film berbiaya rendah, namun jangan sesekali meremehkan, sejak sebagian karyanya menjadi pujaan penggemar dan audiens.

Sebenarnya sangatlah menarik terhadap tema yang diangkat film ini, sebagai pengingat serta terwujudnya akan prediksi konflik sosial di Amerika saat ini, terkait dengan obsesi akan kekuasaan absolut, pembenaran melalui tindakan kekerasan, serta isu minoritas, semuanya melalui distopia yang menyuguhkan kekerasan untuk konsumsi publik.

mobil ikonik frankenstein death race 2000
New World Pictures

Dalam ceritanya, sebuah rezim totaliter yang identik dengan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, telah mengubah Amerika dengan wajah baru, salah satunya dengan mengganti bendera serta -mungkin saja- ideologinya, propaganda Sang Presiden memposisikan dirinya sebagai "Tuhan", juga mengutamakan hak istimewa kaum minoritas.

Karena hal tersebut mirip dengan kaum progresif "Far-Left" masa kini yang ingin merubah konstitusi Amerika sehingga membuat perpecahan bangsa, maka film ini adalah sebuah tamparan keras bagi para SJW (Social Justice Warrior) tersebut.  

Narasi Death Race 2000 pun cukup kompleks dalam penyajian yang kerap mengundang rasa penasaran terhadap perjalanan tokoh utamanya –dalam hal ini, Frankenstein- siapa dia sebenarnya, serta apa tujuannya.

Keunikan karakter ikonik Frankenstein tampil prima berkat performa karismatik David Carradine, yang mampu memebuat kesan charming sekaligus mematikan, protagonis yang anti-hero sekaligus menjadi antagonis, entah berada di pihak mana atau sebagai sosok independen, masih menjadi misteri.

Banyak intrik yang terjadi antar-karakter, baik secara langsung maupun tak langsung, semuanya berada dalam area abu-abu dan sulit ditebak motivasinya.

sinopsis film death race 2000
New World Pictures

Sementara gerakan perlawanan dipimpin oleh Paine yang ingin mengembalikan Amerika seperti sedia kala, malah dipelintir dengan konyol oleh Sang Presiden sebagai kelompok teroris Perancis yang telah menjatuhkan ekonomi Amerika.

Sosok Paine bisa dikatakan mewakili Kaum Konservatif Amerika yang tetap mempertahankan nilai dan tradisi bangsanya, bagaikan pihak mayoritas dengan suara terbungkam, bangkit dari tidur panjangnya.

Yang menarik adalah keunikan masing-masing para peserta balap, seperti dua karakter wanita jagoan yang menarik dan badass, yakni Sang Cowgirl Calamity Jane dan Sang Pemuja Nazi Matilda “the Hunt”.

Performa Stallone sebagai Joe “Machine Gun” Viterbo sungguh impresif, sebagai karakter yang emosional dan temperamen, juga ceroboh dan senonoh.

ulasan film death race 2000
New World Pictures

Film Death Race 2000 bukan hanya menyajikan laga kejar-kejaran mobil futuristik yang memacu adrenalin melalui oktan tinggi dengan gaya serius, namun terkadang diselingi gaya slapstick dengan mempercepat gerakan frame. Mungkin maksudnya untuk mengurangi sejumlah intens akibat kekerasan brutal.

Baca juga: Bullitt (1968): Film Balapan Mobil Terbaik

Kesadisan dan vulgarisme turut mewarnai film ini, bagaimana dengan jelas diperlihatkan kepala yang pecah, atau anggota tubuh yang lepas, serta muncratan darah akibat ditabrak atau digilas mobil, juga terdapat adegan explicit nude.

Desain mobil balap para peserta lomba tak kalah menarik dan ikoniknya, terutama kepunyaan Frankenstein yakni Corvette C3 yang berwarna hijau, bergaya bio-design dengan banyak runcing di depan serta menyerupai buaya (alligator).

Medan dan latar seputar lomba pun disajikan dengan visual yang enak dilihat, seperti area rural dengan cuaca mendung berkabut ataupun suasana jalanan perkotaan tanpa aktivitas manusia. Sedangkan gabungan antara painting matte dengan ribuan penonton di tribun, mampu menghidupkan atmosfir meriah.

Film Death Race 2000 memang signifikan dalam menyindir isu dan konflik sosial-politik Amerika dalam keberhasilan memprediksi jauh di masa depan, artinya dalam beberapa tahun terakhir saat ini, melalui aksi laga balapan maut sebagai alat propaganda kekuasaan totaliter yang kejam.
      
Score: 3.5 / 4 stars

Death Race 2000 | 1975 | Aksi Laga, Petualangan, Car Chase | Pemain: David Carradine, Simone Griffeth, Sylvester Stallone, Luoisa Moritz, Don Steele, Mary Woronov, Roberta Collins | Sutradara: Paul Bartel | Produser: Roger Corman, Jim Wheatherill | Penulis: Berdasarkan cerita pendek The Racer karya Ib Melchior. Naskah: Robert Thom, Charles B. Griffith | Musik: Paul Chihara | Sinematografi: Tak Fujimoto | Distributor: New World Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 80 Menit

Comments