The Hardy Boys (2020): Misteri Keluarga Duet Detektif Remaja Bersaudara

the hardy boys duet detektif remaja bersaudara
Hulu, YTF

Masa remaja di era 90’an sungguh istimewa, tatkala disuguhkan melalui sejumlah bacaan novel misteri yang favorit dan bermutu. Genre suspens dan petualangan sungguh menginspirasikan serta membangkitkan imajinasi intelijensia remaja, seperti novel Lima Sekawan, Sapta Siaga, serta Trio Detektif.

Diantara semua novel tersebut, serial Nancy Drew dan juga The Hardy Boys tak kalah populernya saat itu. Khusus yang namanya disebutkan terakhir adalah duet detektif remaja bersaudara, kini dibuatkan serialnya dalam jaringan digital Hulu, setelah sebelumnya pernah dibuatkan serial kolaborasinya bersama dengan Nancy Drew di era 70’an.

Karakter "The Hardy Boys" diciptakan oleh Edward Stratemeyer dalam buku pertamanya yang terbit di tahun 1927. Sedangkan sejumlah pengarang ceritanya dengan orang yang berbeda-beda, menggunakan nama pena Franklin W. Dixon.

Bulan Desember 2020, Hulu meluncurkan serial The Hardy Boys produksi Kanada sebanyak 13 episode, dengan mengambil lokasi syuting sebagian besar di Ontario dan sisanya di Cambridge, Port Hope serta Hamilton.

Serial The Hardy Boys dalam Season 1, mengisahkan misteri keluarga dari dua bersaudara yakni sang kakak bernama Frank Hardy (Rohan Campbell) dan adiknya yakni Joe Hardy (Alexander Elliot), bersama dengan ayah mereka, seorang detektif polisi bernama Fenton Hardy (James Tupper).

Segera setelah kematian Laura Hardy yakni ibu Frank dan Joe dalam kecelakaan mobil, mereka pindah menuju kota Bridgeport, dan tinggal bersama bibi Frank dan Joe yang tak lain adalah adik Fenton bernama Trudy (Bea Santos).

Di kota tersebut juga tinggal nenek Frank dan Joe bernama Gloria Estabrook (Linda Thorson) yang merupakan ibu kandung Laura. Rupanya sebuah insiden berupa pembunuhan dan perampokan benda pusaka Mesir di sebuah kapal, mengarah kepada Gloria setelah salah satu awak kapal selamat.
 

review ulasan sinopsis film the hardy boys
Hulu, YTF

Bersama dengan teman-teman baru Frank yakni Callie Shaw (Keana Lyn), Chet Morton (Adam Swain), JB Cox (Atticus Mitchell) dan teman Joe bernama Elizabeth “Biff” Hooper (Riley O’ Donnell), Hardy bersaudara berpetualang untuk menyelidiki kasus tersebut yang terkoneksi dengan kematian Laura.

Meski tidak dijelaskan kapan kejadian ceritanya, serial The Hardy Boys hampir saya pastikan terjadi di era 80’an, yang artinya duo penulis Steve Cochrane dan Jason Stone mengakar kuat pada tradisi dan nuansa klasik, padahal bisa saja mengambil era menjelang akhir 20’an atau 30’an sesuai dengan cerita dalam novelnya.

Hal tersebut jelas tampak pada kendaraan, pakaian dan sejumlah produk seperti pengunaan telepon rumah, radio kaset maupun walkie-talkie.

Namun tidak seperti serial Stranger Things yang diwarnai dengan soundtrack lagu atau referensi budaya populer di era tersebut, tampaknya serial The Hardy Boys ingin lebih fokus pada dialog dan metode penyelidikan, serta atmosfir suspens dengan suasana klasik layaknya sejumlah film adaptasi Stephen King di sebuah kota kecil yang tenang.

Sebanyak 13 episode dalam Season 1 ini, dijejali dengan aksi petualangan serta penyelidikan Hardy Bersaudara (Frank dan Joe) terkait kematian ibu mereka yakni Laura, sehingga mengungkap sebuah kejutan besar yang tersimpan dalam episode terakhir.

Tidak seperti versi orisinal novel ataupun serial The Hardy Boys/Nancy Drew Mysteries, jarak usia antara Frank dan Joe saya rasa cukup jauh rentangnya, walaupun demikian tidak mempengaruhi narasi secara keseluruhan.

Fase puncak remaja dalam lingkungan Frank Hardy semasa siswa senior, terasa begitu dinamis terlebih dalam hubungan intrik romansa implisit antara dirinya dengan Callie yang berpacaran dengan Chet, terlebih hadirnya sosok Stacey Baker (Rachel Drance).

misteri keluarga the hardy boys
Hulu, YTF

Sementara masa pra-remaja Joe Hardy pun tak kalah menariknya, dengan hadirnya “Biff” yang awalnya terasa canggung dan terkesan janggal.

Lucunya, awal pertemuan mereka memang mengarah kepada agresivitas Biff terhadap Joe yang sedang dilanda duka. Biff yang membutuhkan teman baru, selalu mendekati Joe yang tampak masih kesulitan beradaptasi dengan orang asing pasca kematian ibunya.

Beragamnya karakter etnis dalam serial The Hardy Boys, secara cermat mampu masing-masing ditempatkan dengan pas dan bersih dari politik identitas, seperti Callie, Chet, Jesse Hooper ibunda dari Biff, serta Kanika dan Rupert Kahn.

Sementara karakter antagonis The Tall Man, Nampak begitu menakutkan sekaligus mengancam, melalui perwujudan fisik yang jangkung dan besar, rambut putih namun kelimis serta suara yang super-berat dan seram, terkesan tipikal orang Soviet yang kebetulan di era tersebut sedang berlangsungya Perang Dingin.

Disayangkan dalam episode terakhir, penyelesaian cerita tidaklah seperti yang saya harapkan dalam menyimpan kejutan terbesar. Bagaimana mengakhiri rangkaian yang kompleks dan menyatukan pecahan puzzle dalam serial ini, terkesan malah mengambil jalan pintas dan begitu mudah.

Belum lagi elemen fantasi yang hadir malah mengacaukan rasa akan petualangan yang menarik dan telah disusun rapih sejak episode awal berlangsung. Untung saja hal tersebut diimbangi dengan konklusi cerita yang menyingkapkan sesuatu yang meggemparkan dan seru.

Serial ini secara keseluruhan memang menarik terhadap ide cerita dan direkomendasikan dalam penyajian tontonan berupa kisah misteri besar di sepanjang Season 1 yang melibatkan keluarga Frank dan Joe, meski ada beberapa eksekusi yang kurang berkesan dan terkadang berlebihan.  

The Hardy Boys tetap layak disaksikan sebagai petualangan yang dua ‘detektif’ remaja bersaudara, melalui padatnya esensi penyelidikan guna mengungkap misteri keluarga mereka.

Score: 3 / 4 stars

The Hardy Boys | Season 1 (2020) | Serial, Misteri, Crime, Petualangan, Teen | Pemain: Rohan Campbell, Alexander Elliot, James Tupper, Keana Lyn, Linda Thorson, Bea Santos, Adam Swain, Atticus Mitchell, Riley O’ Donnell, Laara Sadiq | Penulis: Berdasarkan karakter karya Edward Stratemeyer. Dikembangkan oleh Steve Cochrane dan Jason Stone | Musik: Edo Van Breeman | Sinematografi: Cameron Duncan | Jaringan: Hulu (Amerika Serikat), YTF (Kanada) | Negara: Kanada, Amerika Serikat

Comments