The Tomorrow War (2021): Masa Depan Serangan Mahluk Luar Angkasa

the tomorrow war masa depan serangan mahluk luar angkasa
Amazon Studios, Paramount Pictures

Sungguh sulit dan berbeda saat menikmati film baru di masa Pandemi COVID-19 yang dimulai sejak April 2020, terlebih di Indonesia saat ini memberlakukan kembali lockdown karena kasus terpapar virus yang semakin tinggi, di tengah vaksinasi massal.

Oleh karenanya, sejumlah film yang tidak harus berkualitas “Kelas A” dari semua aspek, asalkan mampu memberi hiburan waras, kerap digandrungi oleh audiens secara global. Mengapa? Karena kita semua butuh penghiburan sehat dari badai pandemi yang belum pulih ini.

Mungkin juga banyak orang yang sudah muak dengan film yang mengandung “WOKE” dengan narasi politik identitas, serta sejumlah film besar yang terus diundur penayangannya, maka beberapa film seperti Godzilla vs. Kong, Mortal Kombat, Army of the Dead, Fast & Furious 9, A Quiet Place II, bahkan hingga animasi Jepang berjudul Demon Slayer The Movie: Mugen Train, laris manis

Film The Tomorrow War merupakan salah satu pembuktian teranyar yang disaksikan sekitar 2,4 juta penonton menurut sumber dari Samba TV. Lucunya, para kritikus hipokrit cenderung tidak menyukai Chris Pratt yang non-Sayap Kiri Hollywood, menilai film tersebut sebesar 55% kontras dengan penilaian audiens sebesar 81% di situs Rotten Tomatoes.

Film ini mengisahkan Dan Forester (Chris Pratt), seorang mantan pasukan khusus militer yang berprofesi sebagai guru biologi, gagal diterima dalam sebuah institut penelitian.

review ulasan film the tomorrow war
Amazon Studios, Paramount Pictures

Saat meyaksikan pertandingan Piala Dunia di bulan Desember 2022 melalui televisi, mendadak sekelompok tentara dari tahun 2051 tiba di sebuah lapangan bola, memperingati umat manusia akan ancaman kepunahan akibat serangan mahluk luar angkasa di masa depan.

Para anggota militer dari seluruh dunia mengirimkan tentaranya ke masa depan, namun hanya 20% yang selamat. Hal tersebut mengakibatkan perekrutan wajib militer massal bagi kaum sipil, meski banyak yang protes.

Dan akhirnya direkrut sehingga harus berpisah dengan istri dan putrinya yang masih kecil. Ia dikirim menuju pusat pelatihan dan berteman dengan Charlie (Sam Richardson) seorang peneliti biologi. Dalam pelatihan tersebut terdapat seorang anggota yang telah tiga kali menjalankan misi yakni Dorian (Edwin Hodge).

Mereka diterjunkan menuju kota Miami di masa depan, namun karena kesalahan teknis, mereka mendarat di titik lokasi yang salah sehingga banyak yang tewas pada saat pendaratan. Dan, Charlie serta Dorian dengan sejumlah orang yang tersisa harus membebaskan para ilmuwan dari ancaman para mahluk ganas tersebut.

Membicarakan lompatan waktu dalam film fiksi dramatis memang selalu menarik, berkenaan dengan ruang dan masa terhadap sejumlah figur yang terlibat. Sekilas, konsep cerita film The Tomorrow War mengingatkan saya akan waralaba The Terminator, Inception (2010), Looper (2012), Edge of Tomorrow (2014) hingga Tenet (2020).

Alur ceritanya sangat krusial dan rentan terjadi kebocoran, jika mengulas film tipikal yang selalu membuat penasaran audiens, tergantung dari seberapa cepat atau lambatnya, dialog yang disampaikan dalam semua adegan.

Dalam hal ini, The Tomorrow War mampu memberikan ruang berpikir ringan untuk audiens, atau bahkan tidak perlu sama sekali, karena kesederhanaan struktur cerita yang disusun, terkesan rapih dan apa adanya.
 

sinopsis film the tomorrow war
Amazon Studios, Paramount Pictures

Rupanya film ini menekankan pentingnya hubungan keluarga dan upaya perbaikan serta penebusan yang menjadi kesalahan di masa lalu, yang disampaikan secara dramatis, karena mampu menggugah emosi akan ikatan kuat dalam sejumlah adegan tertentu.

Sebuah konklusi akan bagaimana proses menuju solusi yang dihadapi oleh figur utamanya yakni Dan, saya rasa menjadi kunci utama yang sulit ditebak oleh saya, meski akhirnya dimudahkan segalanya.

Metode penyelesaian film ini juga terkesan terlampau dangkal sehingga tidak perlu ada lagi kejutan berikutnya, dalam arti menegaskan betapa klisenya narasi The Tomorrow War seperti pada sejumlah film blockbuster Hollywood standar yang ringan dan renyah.

Namun ada beberapa adegan laga yang cukup intens maupun emosional, dari sejumlah figur tertentu yang tidak disangka akan melakukan hal tersebut. Ditambah lagi dengan kehadiran para mahluk ganas yang cukup meyakinkan melalui rupa mengerikan, meski tentu saja menggunakan CGI sebagaimana mestinya.

Film The Tomorrow War adalah sebuah drama fiksi ilmiah distopia yang emosional dan mampu menarik simpati audiens terhadap masa depan umat manusia, yang dilengkapi dengan aksi laga seru melawan para mahluk ganas yang dinamakan Whitespike, meski dieksekusi melalui performa dan penyelesaian yang standar.

Bagaimanapun juga film ini patut untuk ditonton hingga akhir, tanpa harus ekspektasi apapun karena bakal memberikan impresi yang pas dalam hiburan layak.    

Score: 3 / 4 stars

The Tomorrow War | 2021 | Aksi Laga, Fiksi Ilmiah | Pemain: Chris Pratt, Yvonne Strahovski. J.K. Simmons, Betty Gilpin, Sam Richardson, Edwin Hodge, Jasmine Mathews, Ryan Kiera Armstrong, Keith Powers | Sutradara: Chris McKay | Produser: David Ellison, Dana Goldberg, Don Granger, Jules Daly, David S. Goyer, Adam Kolbrenner | Penulis: Zach Dean | Musik: Lorne Balfe | Sinematografi: Larry Fong | Distributor: Paramount Pictures, Amazon Studios | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 138 Menit

Comments