Review Semesta Film Batman Mulai Era Klasik hingga Kini

review semesta film batman era klasik modern
20th Century Fox, Warner Bros Pictures

Sinema superhero, review singkat semesta film Batman, mulai era klasik hingga kini, dan terhitung sudah banyak versi akan format live-action layar lebar film Batman.

Dimulai dari serial tahun 1940'an, lalu ada pula era klasik dengan pemeran Adam West di tahun 1960'an.

Bergantian pula sineas Tim Burton dan Joel Scumacher memoles Batman masing-masing, dalam empat film dengan pemeran yang berbeda.

Kemudian trilogi The Dark Knight dari Christopher Nolan digarap serius, dalam menyambut versi terbaru dari Matt Reeves.

Tanpa melibatkan film Batman versi awal di era 40'an, langsung saja menuju review semesta film Batman mulai era klasik hingga kini: 

review alur sinopsis batman the movie
20th Century Fox

Batman: The Movie (1966)

Batman (Adam West) dan Robin (Burt Ward) menghadapi empat villain sekaligus, yakni Catwoman (Lee Meriwether), Joker (Cesar Romero), Penguin (Burgess Meredith), dan Riddler (Frank Gorshin).

Keempat villain tersebut berencana akan memusnahkan para pemimpin dunia dalam sidang PBB dan meluncurkan misil dari kapal selam milik Penguin.

Film Batman versi Adam West ini memang klasik dari semua aspek, mudah dan bisa dinikmati sebagai hiburan menyenangkan.

Entah disebut komedi, parodi, ataupun kekonyolan lainnya, Batman versi ini penuh dengan warna terutama dari kostumnya.

Belum lagi sejumlah kendaraan Batman seperti Batmobile, Batcycle, Batboat, serta Batcoper yang ikonik itu.

Film Batman: The Movie mewakilkan aksi laga komik ringan dengan gaya yang khas.

Score: 3 / 4 stars

review alur sinopsis batman michael keaton tim burton
Warner Bros Pictures

Batman (1989)

Batman (Michael Keaton) muncul memberantas gerombolan kriminal pimpinan Carl Grissom, saat Komisioner Gordon kesulitan menghadapinya.

Selain itu, Batman dalam kesehariannya sebagai Bruce Wayne, terlibat asmara dengan jurnalis Vicky Vale (Kim Bassinger).

Ancaman sesungguhnya datang dari anak buah Grissom, yakni Jack Napier (Jack Nicholson) yang berubah menjadi Joker.

Film Batman versi inilah yang menjadi template dari superhero modern, terlepas dari gaya suram dan gelap ala Tim Burton.

Kontras dengan versi Adam West yang komikal, film ini digambarkan serius dan kelam sekaligus mature.

Film Batman ini lebih realistis dan impresif terutama dari kostumnya, selain Batmobile dan tentunya desain kota Gotham.

Jack Nicholson sebagai Joker adalah yang terbaik, meski tanpa dirias dan memakai efek senyum menyeringai sekalipun.

Score: 3 / 4 stars

review alur sinopsis batman returns
Warner Bros Pictures

Batman Returns (1992)

Batman (Michael Keaton) kali ini harus menghadapi Penguin (Danny DeVito) yang dimanfaatkan oleh pengusaha licik Max Shreck (Christopher Walken).

Penguin sebagai manusia bernama Oswald Cobblepot dicalonkan Shreck sebagai Walikota Gotham, guna memuluskan rencana jahatnya.

Sementara, Serena Kyle (Michelle Pfeiffer) yang bertransformasi sebagai Catwoman, berniat balas dendam terhadap Shreck.

Sebagai sekuel, Batman Returns adalah yang terbaik dari empat film Batman awal garapan Warner Bros Pictures.

Performa brilian DeVito dan Pfeiffer masing-masing sebagai Penguin dan Catwoman, tak mungkin terlupakan.

Narasi yang lebih kompleks dari film sebelumnya, aksi laga lebih megah dan meriah, serta scoring yang lebih membahana, membuat film ini sangat mudah dinikmati.

Gaya penceritaan Tim Burton kali ini lebih dalam dan berwarna, sekaligus mengurangi kesuraman suasana seperti dalam film sebelumnya.

Score: 3.5 / 4 stars

review alur sinopsis batman forever
Warner Bros Pictures

Batman Forever (1995)

Batman (Val Kilmer) menghadapi perlawanan dari kriminal Two-Face (Tommy Lee Jones) eks Jaksa Harvey Dent dan Riddler (Jim Carrey) mantan karyawannya di Wayne Enterprise.

Kehidupan dua sisi Batman dan Bruce Wayne pun menghadapi intrik romansa kompleks dengan Dr. Chase (Nicole Kidman).

Lain halnya dengan dendam Dick Gryason (Chris O'Donnell) terhadap Two-Face dalam sebuah insiden dalam sirkus.

Film Batman Forever merupakan sekuel yang disutradarai sineas kawakan Joel Schumacher, kali ini visualnya penuh warna dan lebih meriah.

Namun sayangnya figur Two-Face dari Tommy Lee Jone terlalu konyol, dan ironisnya humor dari figur Riddler saya nilai kering jauh di bawah performa Jim Carrey.

Hanya pesona Nicole Kidman sebagai Chase dan proses aksi Greyson sebagai Robin yang diperankan O'Donnell, mampu mengimbanginya dengan menarik.

Suara terlampau berat serta performa sedikit kaku Val Kilmer sebagai Bruce Wayne, terasa sulit untuk keluar dari citra Michael Keaton.

Score: 2 / 4 stars

review alur sinopsis batman and robin
Warner Bros Pcitures

Batman & Robin (1997)

Batman (George Clooney) yang kini berduet dengan Robin (Chris O'Donnell) menghadapi Mr. Freeze (Arnold Schwarzenegger).

Seperti halnya Riddler, kisah yang sama dialami Pamela (Uma Thurman) sehingga bertransformasi menjadi Poisin Ivy.

Adapun kedatangan keponakan Alfred yakni Barbara Wilson (Alicia Silverstone), menambah anggota baru 'keluarga' Batman.

Film Batman & Robin menjadi yang terburuk dalam semesta live-action film Batman hingga kini dan wajar sekuelnya pun dihentikan.

Narasi yang sangat malas dan asal dibuat, performa buruk termasuk Clooney yang saya rasa tidak cocok sebagai Bruce Wayne, menjadi faktor penentu film ini.

Melalui gaya yang semakin konyol dan kartun, film Batman & Robin tidak mungkin bisa seperti era Adam West. 

Score: 0.5 / 4 stars

review alur sinopsis batman begins
Warner Bros Pictures

Batman Begins (2005)

Gagal membalaskan dendam terhadap pembunuh orang tuanya, Bruce Wayne (Christian Bale) berkelana ke Asia.

Disana ia bertemu dan direkrut Henri Ducard (Liam Neeson) dari Liga Bayanagan yang dipimpin Ra's al Gul.

Bruce melarikan diri dan menyelamatkan Henri saat menolak ujian terakhir untuk membunuh seorang penjahat.

Ia kembali ke Gotham dan bertranformasi menjadi Batman guna memberantas kelompok gangster pimpinan Carmine Falcone.

Rupanya ada sindikat besar terselubung yang ingin menghancurkan Gotham dengan korupsi massal dan peredaran narkoba.

Meski awalnya sedikit mengganggu dengan alur cerita yang maju-mundur dan sebaliknya, film Batman Begins begitu mengesankan.

Aspek emosional dalam kisah latar Bruce Wayne beserta keluarganya, dendam karena kehilangan orang tua, serta perjalanan hidupnya cukup komplit di film ini.

Termasuk juga bagaimana Bruce memiliki alter-ego sebagai Batman, menghadapi politik di perusahaan warisan ayahnya, serta hubungan rumitnya dengan Rachel Dawes.

Performa top Christian Bale, visual yang mengagumkan dan aksi laga intens ala Christopher Nolan, menjadikan film ini lebih realistis sekaligus dramatis. 

Batman Begins memiliki kedalaman dan level tinggi terhadap adaptasi superhero modern, khususnya figur Batman sebagai Dark Knight.

Score: 3.5 / 4 stars

review alur sinopsis the dark knight
Warner Bros Pictures

The Dark Knight (2008)

Kondisi Kota Gotham sudah lebih baik, berkat solidnya kolaborasi Letnan Gordon (Gary Oldman) dengan Batman (Christian Bale).

Hal tersebut dikarenakan seorang Jaksa anti-korupsi bernama Harvey Dent (Aaron Eckhart), mampu mengirim para kriminal ke penjara.

Namun Batman kali ini menghadapi lawan terberatnya, yakni Joker (Heath Ledger) yang penuh tipu daya dengan semua orang. 

The Dark Knight adalah sebuah sekuel yang diragap sempurna oleh Christopher Nolan di semua aspek.

Film ini masih fokus pada pemberantasan aparat dan birokrasi yang korup, sekaligus villain cerdas namun psikopat.

Kompleknya penceritaan dan figur yang terlibat, dialog padat namun sesekali mengena, aksi laga spektakuler, dan scoring dramatis hadir di film ini. 

Jika Jack Nicholson cenderung bergaya komik sebagai Joker, maka mendiang Heath Ledger sangat meyakinkan bagaikan penjahat di dunia nyata. 

"Why so serious?"

Score: 4 / 4 stars

review alur sinopsis the dark knight rises
Warner Bros Pictures

The Dark Knight Rises (2012)

Batman (Christian Bale) kembali dari masa pensiunnya dengan menghadapi Bane (Tom Hardy) yang meneror Gotham City.

Sementara Selina Kyle (Anne Hathaway) mencuri kalung mutiara untuk mendapatkan sidik jari Bruce Wayne.

Semua itu tertuju pada sebuah anarki menggulingkan kekuasaan, dengan meledakkan kota tersebut dengan bom nuklir.

Film terakhir dari The Dark Knight Trilogy tersebut, mampu menjadi penutup impresif melalui banyak hal impresif.

Meski tidak sebaik film sebelumnya, The Dark Knight Rises mampu memompa adrenalin, sekaligus memberikan kejutan tak disangka.

Kejatuhan Bruce Wayne alias Batman di film ini menjadi daya tarik tersendiri.

Score: 3 / 4 stars

review alur sinopsis batman v superman dawn of justice
Warner Bros Pictures

Batman v Superman: Dawn of Justice (2016)

Lex Luthor (Jesse Eisenberg) yang diam-diam mengambil batu Kryptonite, sedang mempersiapkan ciptaan yang akan mengancam Bumi.

Ia pun memanipulasi Batman (Ben Affleck) dan Superman (Henry Cavill) untuk saling melawan satu-sama lain.

Superman difitnah atas serangkaian peristiwa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil.

Sedangkan Batman mendapatkan citra buruk sebagai vigilante yang main hakim sendiri terhadap para kriminal.

Dengan tambahan durasi sekira setengah jam, versi Deluxe Edition ini melengkapi kekurangan dari versi layar lebarnya saat ditayangkan.

Alurnya terasa lebih komplit disertai aksi laga yang sedikit lebih brutal, melengkapi performa apik Affleck-Cavill.

Dari sisi Bruce Wayne/Batman sendiri tidak sebaik trilogi The Dark Knight, namun mampu diimbangi dari sisi Clark Kent/Superman.

Lagi-lagi warna visual yang berkurang saturasinya ala Snyder, sulit saya nikmati terlebih pertarungan dua figur dalam kegelapan hujan di malam hari.

Meski demikian, aksi laga stylish serta sejumlah adegan dramatis mampu membuat Batman v Superman: Dawn of Justice menjadi hiburan yang cukup pantas.

Score: 3 / 4 stars

Itulah sinema superhero, review singkat semesta film Batman, mulai era klasik hingga kini, dalam rangka menyambut film The Batman yang akan rilis dalam waktu dekat.

Comments