Review Supergirl: Penyangkalan Diri Kara Zor-El

supergirl penyangkalan diri kara zor el
Warner Bros Pictures

Sinema superhero review Supergirl tentang penyangkalan diri Kara Zor-El.

Penyangkalan diri superhero Kara Zor-El dalam review film Supergirl terbaru dari DCU.

Sejak konsep baru DC Universe atau DCU, James Gunn berupaya mengatur ulang posisi film superhero DC.

Baca juga: Review The Flash, Kolaborasi dengan Batman dan Supergirl Hadapi General Zod

Setelah sebelumnya, DCU mengawali film perdana dengan Superman (2025), kini beralih pada film Supergirl.

Tidak seperti film Superman, versi live-action layar lebar Supergirl hanya sekali saja tahun 1984 yang diperankan Helen Slater.

Kini Supergirl diperankan aktris Australia, Milly Alcock dan kursi sutradara diberikan kepada Craig Gillespie.

Supergirl mengisahkan Kara Zor-El/Supergirl (Milly Alcock) bersama dengan anjing kesayangan, Krypto mengembara menjelajah angkasa, karena tidak betah berada di Bumi.

ulasan film supergirl milly alcock
Warner Bros Pictures

Ia tidak punya kehidupan berarti dan tujuan jelas, selain pesta mabuk mabukan dari satu bar menuju bar lain.

Meski demikian, sang sepupu, Kal-El/Superman (David Corenswet) berupaya selalu untuk komunikasi dengan nya sekaligus membujuk agar mau kembali ke Bumi.

Suatu hari, Kara tak sengaja bertemu dengan Ruthye (Eve Ridley) yang sedang mencari Krem (Mathias Schoenaerts), sang pembantai seluruh keluarga nya.

Dalam insiden di sebuah bar, Kara menolong Ruthye, namun setelahnya, kapal kepunyaan ya dibajak Krem, serta Krypto terkena racun senjata yang mematikan dalam waktu dekat.

Negosiasi pun terjadi diantara Kara dengan Ruthye yang bersama mengejar Krem dengan motivasi berbeda, tapi ada satu sosok pemburu tangguh yang juga Edang mengejar Krem.

Untung saja menyaksikan film Supergirl ini dengan durasi hanya 1,5 jam saja tanpa harus kelamaan, mengingat premis film ini ringan dan menghibur.

alur sinopsis plot film dcu supergirl
Warner Bros Pictures

Inti pesan narasi film ini pada akhirnya berkenaan dengan jati diri sang figur utama yaitu Karakter Zor-El dari Penyangkalan diri dan anti-hero menjadi seorang yang memiliki makna khususnya bagi Bumi, setelah pengembaraan nya.

Susunan penceritaan Supergirl sangat sederhana saat kedua karakter figur protagonis menghadapi musuh yang sama, meski berbeda tujuan.

Tidak ada hal istimewa dari film ini, kecuali kilas balik alasan mengapa Kara Jor-El bisa sampai di Bumi dan kemudian disambut oleh Superman.

Alur kilas balik tersebut saya akui cukup menyentuh dengan bumbu emosional, terasa bahwa sang karakter utama menemukan kehampaan dan butuh sesuatu berarti, namun melalui cara yang dinilai salah.

Selebihnya, porsi cerita konflik Kara alias Supergirl dengan Krem sebagai antagonis atau villain terasa hambar, bahkan diperburuk dengan karakter figur Krem itu sendiri yang sangat generik, lemah, serta mudah terlupakan.

Adapun kehadiran figur Lobo yang diperankan Jason Momoa pun awalnya memang menjanjikan, tapi dalam konflik akhir babak ketiga akhirnya terbuang percuma dan Anya dijadikan hiasan semata.

superhero james gunn dc universe supergirl
Warner Bros Pictures

Performa Milly Alcock sebagai Supergirl sesungguhnya memiliki potensi cukup besar, meski wajah nya kalah jauh dengan Helen Slater dari versi 1984, atau bahkan Melissa Benoist dari versi serial nya.

Penulisan buruk dari Ana Nogueira untuk film Supergirl ini patut dipertanyakan, sebagaimana efek visual buruk film ini terutama dalam adegan aksi laga, salah satunya setiap Supergirl terbang meluncur dengan cepat.

Pada akhirnya film Supergirl DCU nya James Gunn merupakan bencana awal alih alih ingin memberikan versi terbaru yang terbaik.

Film Supergirl kali ini sulit untuk mendapatkan hati para penggemar DC mungkin termasuk penonton awam, meskipun menurut saya tidak terlalu buruk.

Demikian sinema superhero review Supergirl tentang penyangkalan diri Kara Zor-El.

Score: 2 / 4 stars

Supergirl | 2026 | Superhero | Pemain: Milly Alcock, Matthias Schoenaerts, Eve Ridley, David Krumholtz, Emily Beecham, David Corenswet, Jason Momoa | Sutradara: Craig Gillespie | Produser: Peter Safran, James Gunn | Penulis: Berdasarkan karakter dari DC Comics. Cerita: Ana Nogueira | Musik: Claudia Same | Sinematografer: Rob Hardy | Penyunting: Tatiana S. Riegel, Fred Raskin | Distributor: Warner Bros Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 108 menit

Comments