Review Lucky Strike: Prajurit yang Bertahan dengan Radio Komunikasi

lucky strike prajurit bertahan dengan radio komunikasi
Roadside Attraction, Saban Film

Sinema perang review Lucky Strike tentang prajurit yang bertahan dengan radio komunikasi.

Seorang prajurit dalam Perang Dunia II harus bertahan mengandalkan radio komunikasi dalam film Lucky Strike.

Judul "Lucky Strike" pada film ini bukan tentang rokok meski ada adegan eksplisit, tapi bagaimana keberuntungan seorang prajurit bisa bertahan dengan mengandalkan radio komunikasi.

Lucky Strike adalah film independen dengan latar Perang Dunia II yang diperankan Scott Eastwood sebagai kapten batalion ke-324 untuk memblokir pasukan Nazi.

Premis film Lucky Strike adalah fiktif tapi mengambil latar peristiwa nyata "Battle of the Bulge" di Eropa.

sinopsis alur cerita plot film lucky strike
Roadside Attraction, Saban Film

Film ini sayangnya kalah bersaing dengan yang lain saat dirilis pada Juni 2026 lalu, serta mendapatkan kritik secara medioker.

Lucky Strike mengisahkan Kapten Castle (Scott Eastwood) dari 324th Engineering Battalion yang tergabung dalam Charlie Company, mendapatkan tugas di tengah Pertempuran di wilayah Bulge.

Ia memimpin kelompok kecil untuk memblokade jalur mobilisasi Nazi, namun upaya mereka gagal total.

Hanya Castle seorang diri yang selamat, namun ia harus kembali menemukan pos Sekutu terdekat agar bisa kembali, hanya dengan mengandalkan radio komunikasi yang selalu ia bawa.

Lucky Strike merupakan film fiktif sebagai salah satu potongan kecil tentang sosok protagonis yang bertahan hidup, termasuk faktor keberuntungan.

review film lucky strike scott eastwood
Roadside Attraction, Saban Film

Menariknya, objek rokok merek "Lucky Strike" juga turut andil sebagai alat petunjuk alur penting, saat nyawa Captain Castle sesungguhnya terancam bahaya oleh pihak musuh.

Adegan tersebut justru paling menarik dan nyaris menjebak jalan pikiran saya, tapi memang sudah ada hal mencurigakan.

Bagaimanapun juga, adegan pembuka film Lucky Strike ini awalnya membingungkan, karena tidak memberikan petunjuk jelas arahnya mau kemana.

Setelah mengikuti alur cerita film ini termasuk adegan penutup, baru saya sadari bahwa objek rokok "Lucky Stike" bisa saja sebagai "MacGuffin" setelah nama "Lassie" terungkap.

Petualangan solo Captain Castle bertahan hidup dan kembali menuju pangkalan Sekutu terdekat, memang impresif meskipun secara keseluruhan tidak menyelami karakter yang dalam.

Semua terasa berada dalam transisi sekejap dari satu tempat ke tempat lain, mengingat durasi film Lucky Strike hanya 1,5 jam. 

ulasan film lucky strike perang dunia kedua
Roadside Attraction, Saban Film

Performa Scott Eastwood sangat mirip dan begitu dekat dengan acting sang ayah, legendaris Clint Eastwood dalam film genre yang sama, seperti Where Eagles Dare (1968) dan Kelly's Heroes (1970).

Film Lucky Strike tampak nya terlewatkan dalam jalur mainstream tontonan bioskop, karena performa pendapatan box office kecil, padahal menarik dan bagus.

Sayang sekali Lucky Strike telat tayang di bioskop Indonesia, tapi mungkin sisi positif nya agar terhindar dari The Odyssey dan Spider-Man terbaru.

Lucky Strike menurut saya patut jadi tontonan film perang rekomendasi, sejak genre ini cukup langka serta gaya penyajian yang pas, bukan seperti film lebay The Ministry of Ungentlemantly Warfare.

Demikian sinema perang review Lucky Strike tentang prajurit yang bertahan dengan radio komunikasi.

Score: 3 / 4 stars

Lucky Strike | 2026 | Perang | Pemain: Scott Eastwood, Colin Hanks, Aunjanue Ellis-Taylor, Taylor John Smith | Sutradara: Rod Davis Lurie | Produser: Marc Frydman, Rod Davis Lurie, Jonathan Yunger, Les Weldon, Yariv Lerner | Penulis: Marc Frydman, Rod Davis Lurie | Musik: Larry Groupé | Sinematografi: Lorenzo Senatore | Penyunting: Christal Khatib | Distributor: Roadside Attraction, Saban Film | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 104 menit 

Comments