Review Run Hide Fight: Infidels Realita Terorisme terhadap Amerika Serikat
![]() |
| The Daily Wire |
Sinema aksi laga thriller review Run Hide Fight: Infidels tentang realita terorisme terhadap Amerika Serikat.
Bibit dan aksi terorisme terhadap Amerika Serikat merupakan realita seperti halnya peristiwa 9/11 tapi kini melalui imigrasi dalam Run Hide Fight: Infidels.
Imigrasi ilegal dan manipulasi atas nama "suaka" atau "asylum" patut diwaspadai oleh Amerika Serikat, jika tidak ingin terjadi aksi teror dalam film Run Hide Fight: Infidels.
Hal itu telah terjadi puluhan tahun lama nya seperti yang ditanggung Eropa Barat dalam level kritis radikalisme dan terorisme di negara sendiri.
Film Run Hide Fight: Infidels sama sekali tidak rasis apalagi kebencian dan fitnah fobia, padahal sebaliknya seperti di Indonesia pun kasus intoleran tinggi seperti pembubaran ibadah, artinya fobia terhadap minoritas.
Dua fenomena di atas sama sekali beda, karena dunia barat itu menyambut semua orang secara legal, tapi disalahgunakan secara jahat, sehingga cerminan realita tersebut tertuang dalam film aksi laga thriller Run Hide Fight: Infidels.
![]() |
| The Daily Wire |
Film ini tentu saja berasal dari kalangan konservatif kanan tengah media The Daily Wire yang memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan dunia barat, jika tidak ingin dijajah melalui aksi jahat terorisme.
Baca juga: Review Citizen Vigilante: Peringatan Keras akan Ancaman terhadap Dunia Barat
Run Hide Fight: Infidels merupakan sekuel dari film Run Hide Fight (2020) yang juga tayang melalui streaming situs media The Daily Wire, mendapatkan pujian dari penonton awam, bukan aktivitis yang menyamar sebagai kritikus media sayap kiri jauh atau ekstrim.
Run Hide Fight: Infidels mengisahkan seorang tentara elit Delta Force, Kapten Clay Saunders (Jonathan Majors) harus kehilangan rekan nya saat bertugas di Somalia.
Tujuh tahun kemudian di Amerika negara bagian Virginia, tepatnya di Laughton University, Saunders yang kini sebagai penulis akan memberikan sesi pengajaran tentang penting nya ancaman terorisme terhadap Amerika Serikat dan dunia barat.
Sementara, mahasiswa bernama Devlin (JC Kilcoyne) bersahabat dengan P.J (James Bingham) dan Kwan (Chris K. Lee) sedang berkumpul mengadakan pesta kecil di dalam kamar asrama kampus, bersama dua mahasiswi.
Devlin sedang mendekati Lizzy (Tyler Aser) yang juga diundang bersama seorang teman ke kamar tersebut.
Lain lagi dengan kelompok mahasiswa radikal sayap kiri jauh sedang melakukan aksi protes di kampus, berencana akan melancarkan aksi boikot untuk membungkam pidato Saunders keesokan hari nya.
![]() |
| The Daily Wire |
Beberapa waktu sebelumnya, seorang imigran pencari suaka yaitu Ibrahim (Stephen Hailo) diterima kerja sebagai janitor di kampus tersebut, tapi ada agenda terorisme tersembunyi.
Memasuki hari H, Saunders mulai presentasi, banyak mahasiswa mengikuti acara tersebut termasuk Devlin, sementara Kwan bersama seorang mahasiswi sedang berada di kantin namun dibajak oleh sekelompok mahasiswa radikal tersebut.
Ibrahim bersama sejumlah penyusup mulai melancarkan aksi terorisme, membantai dan menyandera semua orang di kampus.
Ketegangan dimulai, bagaimana kisah selanjutnya?
Selama durasi hampir dua jam, film Run Hide Fight: Infidels menyajikan aksi laga thriller yang langsung menuju sasaran, meskipun alur cerita bahkan terbagi empat, masing-masing sisi bertolak belakang antara protagonis dengan antagonis.
Kisah latar belakang militer Clay Saunders dalam pembuka cerita, kisah remaja kampus zaman modern pada umum nya dalam persahabatan dan asmara hingga aksi protes, serta aksi terorisme radikal Timur Tengah.
Keempat sub alur tersebut kemudian berbaur menjadi satu, tapi justru peran antagonis dalam cerita ini adalah yang utama sesuai judul film.
Secara jalan cerita sesungguhnya hampir mudah ditebak, misalnya adegan selanjutnya akan mengarah kemana, termasuk ada karakter figur yang mencurigakan, meskipun juga ada figur lain yang sulit saya tebak.
![]() |
| The Daily Wire |
Sang antagonis Ibrahim merupakan pemimpin teroris yang terkait dengan ISIS, sudah dalam rencana dan persiapan matang, menjadi seorang penyusup berbahaya berpura-pura bekerja sebagai janitor.
Sosok dan aksi seperti Ibrahim ini merupakan cerminan masa depan suram dan gelap di Amerika dan dunia barat, jika dibiarkan terus saat para penyusup yang berpura-pura sebagai pencari suaka bisa menjadi teroris atau pelaku kriminal.
Realita seperti itu banyak ditemui secara fakta di Eropa Barat dan beberapa kasus di Amerika termasuk proposal pendirian kota eksklusif di Texas, ibarat sudah diberikan jantung minta hati.
Pelajaran penting melalui film ini yaitu penting nya waspada tingkat tinggi terhadap imigrasi yang mengundang propaganda anti-Barat, anti asimilasi dengan kultur setempat, serta tindak kekerasan yang melanggar hukum.
Adegan penyanderaan dalam film Run Hide Fight: Infidels ini memang menegangkan, yang terjadi dalam babak kedua, tapi yang membuat seru dan memompa adrenalin yaitu perlawanan dari para protagonis.
Lantas, bagaimana peran Clay Saunders sebagai figur dalam benang merah cerita ini? Saya rasa ada plus dan minus nya.
Hal itu berkenaan dalam babak ketiga cerita film, yang menambah rumit dengan kehadiran FBI dan kepolisian yang tidak bisa berbuat apapun untuk membasmi kelompok teroris pimpinan Ibrahim.
Aksi nekat yang dilakukan Clay Saunders berkolaborasi dengan Devlin dan P.J. justru menurunkan keseruan cerita, tapi figur protagonis Terence (David Lucas) sang sekuriti kampus yang mampu jadi sorotan besar.
![]() |
| The Daily Wire |
Peran Terrence mampu memberikan warna tersendiri dalam suasana menegangkan dan tragis, ada selingan segar berbagai "dark humor" tapi tidak berlebihan.
Penyelesaian akhir menumpas Ibrahim sesungguhnya tidak memuaskan, lain halnya saat Devlin melawan balik dan melancarkan aksi brutal diruang gym terhadap anak buah Ibrahim.
Adapun sosok Lizzy yang diperankan Tyler Aser cukup menarik perhatian dan dituliskan sebagai figur yang berani melawan, dan by the way dalam film ini tidak ada feminisme modern seperti "Lady Boss" yang toksik.
Secara keseluruhan, film Run Hide Fight: Infidels sedikit mengalami penurunan kualitas dibandingkan film sebelumnya, tapi dalam konteks dan premis berbeda.
Run Hide Fight: Infidels wajib ditonton sebagai film dengan pesan penting sama halnya dengan Citizen Vigilante, sekaligus juga menghibur bagi yang menyukai aksi laga thriller.
Demikian sinema aksi laga thriller review Run Hide Fight: Infidels tentang realita terorisme terhadap Amerika Serikat.
Score: 3 / 4 stars
Run Hide Fight: Infidels | 2026 | Aksi Laga, Thriller | Pemain: Jonathan Majors, David Lucas, JC Kilcoyne, Tyler Aser, James Bingham, Savanna Leigh James, Stephen Hailo, Miles Clohessy, Jason Gray-Stanford, Chris K. Lee | Sutradara: Kyle Rankin | Produser: Dallas Sonier, Ben Shaphiro | Penulis: Kyle Rankin | Musik: Mondo Boys | Sinematografer: Kristopher Kimlin | Penyunting: Matthew Lorentz | Distributor: The Daily Wire | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 129 menit




.jpg)
Comments
Post a Comment