9 Film ‘A Nightmare on Elm Street’ yang Perlu Anda Ketahui


ulasan sembilan film a nightmare on elm street
New Line Cinema

One, two, Freddy’s coming for you …

Freddy Krueger adalah salah satu ikon horor modern yang paling populer dan unik, buah karya mendiang Wes Craven yang memang dikenal melalui waralaba film A Nightmare on Elm Street.

Saya rasa tidak ada karakter lain selain Krueger yang mampu dikenang dalam mimpi buruk anak remaja, apabila orang tersebut belum mati! Satu-satunya karakter protagonis yang menjadi musuh bebuyutan Krueger yakni Nancy Thompson yang muncul mulai dari film pertama, seri ke-3 serta seri ke-7.

Baca juga: 11 Film 'Halloween' yang Perlu Anda Ketahui

Berwajah buruk rupa akibat luka bakar di sekujur tubuhnya, memakai sweater belang berwarna merah-hijau, mengenakan topi fedora hitam, serta ciri khasnya yakni sarung tangan lengkap dengan logam runcing di empat jarinya, membuat Krueger begitu ikonik sekaligus menyeramkan.

Film horor masih merajai di era 80’an dan mungkin mengalami puncak kejayaan, melalui munculnya sejumlah ikon modern, tak kalah dahsyatnya dengan ikon klasik semacam Dracula, Frankenstein, Werewolf, Mumi ataupun Zombie.

Ide dasar narasi A Nightmare on Elm Street terinspirasi dari kisah nyata tentang para pengungsi etnik Hmong di Amerika yang tidak tidur berhari-hari karena menderita mimpi buruk, dan bahkan beberapa pria ditemukan mati dalam tidurnya.

Kesuksesan film perdananya, A Nightmare on Elm Street (1984) mencuatkan nama Craven sebagai salah satu sineas horor berpengaruh, terbukti dengan kesuksesan sejumlah sekuelnya yang merajai dunia horor dalam dekade tersebut meski Craven tidak menyutradarainya kembali.

Baca juga: Lebih Baik Buat 'Prekeul' Daripada 'Remake'

Hingga kini, tercatat total sebanyak lima film sekuel, masing-masing satu film metacinema, crossover serta reboot, dengan tambahan yakni serial televisi berjudul Freddy’s Nightmare. Sejumlah waralaba film horor tentu saja mengalami pasang-surut kesuksesan filmnya, termasuk yang satu ini.

Berikut adalah ulasan singkat masing-masing film lepas A Nightmare on Elm Street berdasarkan peringkat yang saya nilai dari terburuk hingga terbaik, kecuali film Freddy vs. Jason yang terpisah karena menggabungkan dua ‘dunia’ berbeda.



a nightmare on elm street reboot
New Line Cinema
8. A Nightmare on Elm Street (2010)

One, two, guess who’s coming for you.

Pembunuhan ketiga temannya, menginisiasi Nancy mempertanyakan koneksi diantara mereka yang mengalami mimpi buruk sama, sekaligus mengingat masa lalu mereka yang hilang saat kanak-kanak.

Melalui pengakuan ibu Nancy bernama Gwen, serta serangkaian mimpi yang ia alami bersama dengan Quentin, mulai terungkap misteri dan latar belakang sosok menyeramkan Freddy Krueger. 

Apa tujuan membuat ulang dari waralaba horor populer modern semacam A Nightmare on Elm Street? Pertanyaan dasar seperti itu sungguh menggelikan tatkala studio sudah kehabisan ide dan sumber, maka hal yan gusang mereka tawarkan.

Bagaikan film horor generik yang tidak meninggalkan kesan apapun, sungguh melecehkan warisan A Nightmare on Elm Street sendiri, baik terhadap karakter antagonis seperti Krueger, maupun sejumlah karakter protagonisnya.

Tidak ada hal menarik sedikitpun, selain hanya jualan jump scare, tiruan Krueger yang tidak berkarakter sama sekali, serta emosi psikologis cerdas ala versi orisinal. Sungguh melelahkan!

Score: 0 / 4 stars


freddys dead the final nightmare
New Line Cinema
7. Freddy’s Dead: The Final Nightmare (1991)

Now I’m playing with power!

10 tahun berselang setelah peristiwa dari kisah film sebelumnya, John Doe adalah remaja terakhir yang selamat dari Krueger di kota Sringwood. Ia terbangun di sebuah perbatasan kota dalam keadaan amnesia, lalu dibawa polisi menuju panti untuk remaja bermasalah.

Maggie sebagai dokter yang merawatnya, mengajak John kembali ke Springwood guna mengingat sekaligus untuk menyembuhkan John, tanpa disadari tiga remaja dari panti tersebut juga melarikan diri. Tentu saja dalam petualangan berikutnya, Krueger sudah menanti!

Premis yang menjanjikan dan menarik, memberi kejutan bagaimana kilas balik kisah Krueger mulai dari masa kanak-kanak, remaja bahkan sebelum berubah menjadi iblis, perlahan terungkap.

Karakterisasi Krueger bergaya semakin komik dan cenderung lebih komedi, bagaimana aura suspens dan atmosfir mengerikan seperti dalam semua film sebelumnya, sudah tidak berlaku di film ini. Adalah umum, saat sekuel horor semakin mengungkap secara rinci tentang sosok antagonisnya.

Meski di satu sisi, penekanan sisi humanisme Krueger sebelum transformasi yakni impresif karena tidak pernah eksis sebelumnya, namun sayangya dieksekusi kurang optimal dan dramatis, terutama cara penyelesaian cerita yang terlalu dangkal.

Film Freddy’s Dead: The Final Nightmare harusnya bisa menjadi penutup yang epik dan lebih dahsyat, sejak efek spesialnya bahkan lebih buruk dari film-film sebelumnya.

Score: 1.5 / 4 stars


a nightmare on elm street the dream child
New Line Cinema
6. A Nightmare on Elm Street 5: The Dream Child (1989)

Yee-haw! This boy feels the need for speed.

Alice mengira bahwa Krueger sudah tiada, kali ini dihantui melalui mimpi buruk terhadap janin-nya, buah kandung dari hubungannya dengan Danny sang kekasih dari film sebelumnya. Ia pun kerap dikunjungi sosok biarawati misterius dan seorang bocah bernama Jacob, yang menuntunnya untuk kembali mengalahkan Krueger.

Konsep cerita di film ini masih segar dengan sejumlah cara bagaimana Krueger berupaya kembali untuk mendapatkan kekuatan sekaligus meneror para remaja protagonist tersebut, bahkan sejak sekuel pertama.

Film A Nightmare on Elm Street 5 cenderung bernuansa lebih suram terutama kisah latar Krueger serta tema kelahiran seseorang yang erat kaitannya dengan elemen religius, meski dalam beberapa adegan tertentu masih bergaya meriah, fun, cheesy serta tetap ikonik.

Score: 2 / 4 stars


a nightmare on elm street freddys revenge
New Line Cinema
5. A Nightmare on Elm Street 2: Freddy’s Revenge (1985)

You are all my children now.

Jesse berada di bawah pengaruh dan bujukan Freddy Krueger melalui serangkaian mimpi burunya untuk melakukan pembunuhan, saat ia dan keluarganya menempati rumah tinggal Nancy, sejak lima tahun setelah kejadian dalam film sebelumnya.

Sekuel dari film orisinalnya ini, merupakan lanjutan kisah yang saya rasa dibuat cukup menarik. Kondisi Krueger yang lemah, membutuhkan sejumlah energi melalui pembunuhan, dengan memanfaatkan seseorang dalam hal ini Jesse.

Elemen psikologis dan surealisme diberikan porsi lebih dibandingkan kisah sebelumnya, sehingga menambah kompleksitas secara visual dalam sejumlah adegan yang berkesan semu antara realita dan ilusi. Tema sadomarkosis dan homoseksualitas di film ini pun tak kalah mengejutkan, meski dampaknya tidak signifikan.

Kreativitas akan penggunaan efek spesial terutama transformasi saat Krueger keluar dari tubuh Jesse, adalah salah satu yang terbaik sekaligus mengerikan. Begitu pula dalam adegan pembantaian dalam sebuah pesta dekat kolam renang.

Scoring musik yang menjadi ciri khas di film sebelumnya, tidak terdengar begitu pula lantunan lirik yang hanya ditampilkan sepotong saja. A Nightmare on Elm Street 2 memiliki gaya penyajian berbeda, tidak seperti sekuel horor umumnya.

Score: 2.5 / 4 stars


a nightmare on elm street the dream master
New Line Cinema
4. A Nightmare on Elm Street 4: The Dream Master (1988)

How sweet. Fresh meat.

Kristen kembali diganggu oleh Krueger, sementara dua sahabatnya yakni Kincaid dan Joey terbunuh. Kristen mempelajari bagaimana caranya menguasai mimpi sekaligus melawan Krueger melalui adik kekasihnya yakni Alice, seorang pendiam dan pelamun. 

Alice kini harus bertahan dan diberikan kekuatan berupa transformasi dari sejumlah orang terdekatnya yang tewas di tangan Krueger.

Melalui kisah yang berlanjut dari film sebelumnya, A Nightmare on Elm Street 4 menyajikan gaya dan atmosfir yang sama. Sangat disayangkan Patricia Arquette enggan kembali dan akhirnya digantikan Tuesday Knight sebagai Kristen, begitu pula dengan absennya Craven namun arahan Renny Harlin tetaplah impresif.

Visualisasi akan sejumlah adegan kematian semakin variatif, berdarah dan terkadang menjijikan dari film orisinalnya, meski tetap dengan gaya meriah sehingga tetap ikonik. Lucunya, selingan beberapa alunan lagu dalam adegan bahkan mulai dari adegan pembuka, menjadikan film ini dirasa agak berlebihan.

Ciri khas horor era 80’an dalam waralaba ini adalah yang terakhir akan gaya komik Krueger yang tetap saja mengesankan.

Score: 3 / 4 stars


wes cravens new nightmare
New Line Cinema
3. Wes Craven’s New Nightmare (1994)

Miss me?

Heather Langenkamp mulai bermimpi buruk yang berkaitan dengan kecemasan akan sosok Freddy Krueger, termasuk ancaman terhadap suaminya yang berprofesi sebagai ahli efek spesial dalam mengerjakan sarung tangan mematikan Krueger versi baru.

Sedangkan putra mereka yakni Dylan kerap mengalami guncangan seperti kerasukan sesuatu, bersamaan dengan tawaran dari produser Robert Shaye kepada Heather untuk kembali berperan sebagai Nancy di film terbaru, sesaat setelah Wes Craven merampungkan naskah ceritanya.

Heather mengalami rentetan peristiwa misterius, paranoid akan eksistensi Krueger di dunia nyata, setelah sempat mendiskusikannya dengan Robert Englund sang pemeran Krueger serta John Saxon sang pemeran ayah Nancy.

Setelah kegagalan sekuelnya yang terakhir, Craven kembali menangani waralaba tersebut namun dengan cara yang berbeda melalui narasi bagaimana jika Krueger memang eksis dalam dunia nyata, bukan dalam film saja.

Sejumlah kru yang terlibat dalam film orisinalnya, masing-masing berperan sebagai dirinya sendiri seakan nyata, maka hal itulah yang dimaksud dengan metacinema. Tentu saja Craven mengambil arahan dan gaya berbeda, lebih dark dan mature, elemen suspens terasa lebih riil dan dramatis dibandingkan horor semu.

Sosok Krueger sendiri mengalami perubahan minor, terlihat lebih menyeramkan akan riasan efek wajah dan sarung pisau-nya serta minim humor dan dialog. Meski demikian, atmosfir kehadirannya tersorot dalam cahaya terang di beberapa adegan tertentu, sehingga berkesan seperti orang jahat, bukan monster.

Eksploitasi psikologis Heather Langenkamp sebagai dirinya sendiri sama baiknya saat ia memerankan Nancy di film pertama, adapun sosok Englund, Craven serta Shaye sengaja diarahkan mengundang sikap misterius.

Penyajian adegan dalam Wes Craven’s New Nightmare barangkali menginspirasikan sejumlah film horor cerdas modern ala M. Night Shyamalan, Jordan Peel, Ari Aster serta mirip dengan gaya film The Babadook (2014).

Film ini menjadi mahakarya mendiang Craven ke-2 terhadap waralaba yang mempopulerkan namanya.

Score: 3.5 / 4 stars


a nightmare on elm street dream warriors
New Line Cinema
2. A Nightmare on Elm Street 3: Dream Warriors (1987)

Welcome to prime time, b****!

Kristen seorang gadis remaja mulai diteror oleh Freddy Krueger dalam mimpi buruknya bergabung dengan sekelompok kecil remaja dalam terapi untuk berbalik melawan Krueger, setelah kedatangan Nancy yang kini magang sebagai terapis. Sementara penanggung jawab terapi Dr. Gordon, kerap bertemu dengan sosok misterius yang menyingkapkan latar belakang siapa Krueger sebenarnya.

Wes Craven kembali menggunakan formula yang sama dari film orisinalnya, sebagai salah seorang penulis di film ini, pun demikian dengan Heather Langenkamp mengulangi perannya sebagai Nancy Thompson serta John Saxon sebagai ayahnya Nancy.

Meski Craven tidak menyutradarainya, A Nightmare on Elm Street 3 adalah sekuel terbaik dalam waralaba tersebut, bagaikan perlakuan film Aliens (1986) terhadap orisinalnya. Masing-masing karakter protagonis memiliki kekuatan unik dalam dunia mimpi, terutama Kristen yang paling istimewa dalam narasi kisahnya.

Sejumlah adegan horor juga disajikan lebih kreatif dan ikonik melalui penggunaan efek spesial yang lebih baik, rumah Nancy yang ikonik, lirik tentang Krueger dalam adegan kelompok bocah perempuan sedang bermain, scoring orisinal yang kembali hadir ditambah dengan soundtrack lagu “Dream Warriors” dan “Into the Fire” dari grup Dokken, serta performa menawan Patricia Arquette sebagai Kristen, sederhananya adalah terbaik dan selalu dikenang.

Sekuel yang sungguh sangat menghibur dan selalu menjadi favorit!

Score: 3.5 / 4 stars


a nightmare on elm street freddy krueger
New Line Cinema
1. A Nightmare on Elm Street (1984)

Come to Freddy.

Nancy Thompson harus menghadapi sosok seram yang kerap menerornya dalam mimpi, setelah satu-persatu temannya tewas karenanya, setelah diketahui sosok tersebut bernama Fred Krueger. Melalui pengakuan ibunya, Nancy mulai bertindak dan mengakali untuk melawan sekaligus membunuh Krueger, sang penguasa kejahatan di Elm Street.

Film orisinal tersebut sudah pasti menjadi yang terbaik, sesuatu yang klise dan klasik dan berlaku umum untuk hampir semua waralaba horor. Sebuah terobosan baru yang membuat audiens terkejut sekaligus kagum akan seluruh konsep utuh dalam film A Nightmare on Elm Street.

Film ini pula menjadi contoh sejati, bagaimana membangun narasi melalui atmosfir misterius dan aura mencekam sejak adegan awal, tidak perlu terlalu seram dan tidak pula kebanyakan jump scare kacangan, dalam hal ini digarap secara elegan.

Dan bahkan sejumlah adegan kematiannya pun cukup sederhana namun mematikan, tanpa perlu kreativitas berlebihan yang bakal muncul di sejumlah sekuel berikutnya. Pengecualian adegan saat karakter Glen ditelan kasur dan Tina diseret hingga ke plafon kamarnya, memang ikonik.

A Nightmare on Elm Street membuktikan efisiensi biaya rendah, mampu diwujudkan melalui riasan monster Krueger dan efek spesial fantastis secara optimal dan selalu dikenang oleh audiens.

Rumah yang didiami keluarga Nancy yakni Elm Street Nomor 1428, tungku api besar yang menjadi simbol Krueger berdasarkan latar belakangnya, adegan ilusi mimpi saat sejumlah anak perempuan sedang bermain di taman sambil mendengungkan lirik ikonik “One two, Freddie’s coming for you …”, menjadi ciri khas yang selalu melekat dalam waralaba tersebut.

a nightmare on elm street nancy thompson
New Line Cinema
Begitu pula dengan tema musik dan scoring ikonik yang dilantunkan Charles Bernstein melalui alat pendukung syntheseizer-nya, terasa otentik dan berbeda dengan film horor lainnya yang umumnya terdapat kemiripan nada satu-sama lain.

Performa para aktor/aktris remaja di film ini pun menekankan sisi psikologis mereka dikarenakan teror melalui mimpi buruk, yang mempengaruhi aktivitas kehidupan nyata. Nancy sang karakter sentral yang dimainkan dengan baik oleh Heather Langenkamp, mampu menarik simpati saya secara instan.

Melalui film ini pula, aktor Robert Englund mulai populer sebagai Krueger, karir aktor veteran John Saxon kembali terangkat bersama dengan aktris Ronee Blakley, serta debut pertama Johnny Depp yang saat itu tidak dikenal.

Oh ya, nama depan Krueger hanya disebut sebagai “Fred” melalui dialog yang diutarakan Nancy, bukan “Freddy”.

A Nightmare on Elm Street orisinal adalah yang terbaik dan wajib ditonton bagi para penggemar film horor sejati, terutama generasi baru. Karena sulit sekali untuk menciptakan karakter sejenis. Lain halnya dengan pembunuh berantai psikopat, maupun monster lainnya.

Score: 4 / 4 stars


freddy vs jason
New Line Cinema
Freddy vs. Jason (2003)

These are my children, Jason. Go back where you belong.

Freddy Krueger berupaya bangkit setelah dilupakan para remaja Elm Street, dengan memanfaatkan Jason Voorhees dari Camp Crystal Lake untuk melakukan misinya dengan membunuh mereka. Jason mulai membantai para remaja, sehingga isu kembali muncul ke permukaan bahwa hal tersebut dilakukan oleh Freddy. 

Adapun mantan kekasih Lori yakni Will bersama temannya Mark, behasil melarikan diri dari rumah sakit jiwa, dikarenakan mereka masih bermimpi buruk tentang Freddy. Sedangkan Lori dan ayahnya sendiri menempati rumah yang semula dihuni oleh keluarga Nancy. 

Jason yang tidak pernah berhenti membunuh, rupanya tidak disukai Freddy karena dianggap mengambil jatah miliknya. Maka pertarungan keduanya pun tak terhindarkan lagi!

Perwujudan fantastis yang dilakukan kedua belah pihak waralaba horor ikonik populer tersebut, sungguh mengesankan secara keseluruhan.

Hadirnya dua figur dibalik layar, yakni produser Robert Shaye dari A Nightmare on Elm Street dan sineas Sean S. Cunningham dari Friday the 13th, merupakan kolaborasi orisinal signifikan. 

Baca juga: 12 Film 'Friday the 13th' yang Perlu Anda Ketahui

Melalui narasi sederhana dan lugas, meski terdapat sejumlah lubang alur dan menyingkirkan logika dasar, film yang disutradarai Ronny Yu ini boleh dibilang semacam penyegaran kembali dua waralaba, terutama dari sisi antusiasme audiens yang berakibat pada pendapatan film yang laris manis.

Terlihat bodoh dan konyol dari para karakter protagonisnya, tidak membuat film ini semerta-mertaburuk rupa, karena sejumlah aksi pertarungan yakni Freddy versus Jason memang mengesankan, selain percepatan gerakan dinamis saat Freddy meloncat, serta gaya adegan pembunuhan yang netral dari kedua waralaba tesebut.

Hanya saja efek spesial yang mengandalkan CGI jelas menurunkan nilai akan kesan yang lebih riil dibandingkan sejumlah filmnya yang pernah berjaya di era 80'an tersebut.

Freddy vs. Jason adalah sebuah contoh crossover film horor yang sangat menghibur, meski dalam pandangan umum dan objektif kurang berkualitas. It’s all about fun to watch such an entertainment movie!  

Sayang sekali belum ada kelanjutannya.

Score: 3 / 4 stars

Comments

Popular Posts