American Made (2017) : Dibuat Melebihi Fakta

Courtesy of Universal Pictures, 2017

Tom Cruise … lagi-lagi Tom Cruise. Saya tidak banyak komentar tentang aktor yang cenderung ‘komersil’ satu ini.

No offence, I merely less enthusiast to watch most of his movies … I mean, the way he plays. Secara storytelling saya memang suka sama Risky Business,Top Gun, The Color of Money, Rain Man (thanks to Dustin Hoffman), A Few Good Men, The Firm, Interview with the Vampire, Jerry Maguire, Minority Report, Valkyrie dan Oblivion. Satu-satunya yang komplit termasuk akting, menurut selera saya yakni Rock of Ages (2012).

Dalam suatu perbincangan dengan teman saya, ketika itu saya betapa menyukai film-film thriller bernuansa politik –apalagi berdasarkan peristiwa nyata- demi menyambut rilis The Post (2017) kala itu. Teman saya yang dari usianya jauh lebih muda dari saya dan mungkin kurang mengetahui film-film klasik/lawas/jadul terlebih cult, langsung menyambar perbincangan tersebut dengan merekomendasikan American Made yang rilis dalam waktu hampir bersamaan.

Saya emang udah pernah baca sih sinopsisnya, tapi dipikir-pikir kenapa mirip Air America (1990) ya? So anyway, setelah saya tonton film yang katanya berdasarkan kisah nyata tersebut, overall memang cukup menghibur dan quite enjoyable … lha gimana enggak, Tom Cruise yang berperan sebagai Barry Seal di film tersebut, hebatnya ketemu sama figur ‘dahsyat’ seperti Paolo Escobar dan Manuel Noriega. Kedua tokoh itu jelas tersirat di benak saya, back to my childhood, yang namanya sering muncul di televisi dan surat kabar.

American Made dengan setting cerita di akhir 70’an, mengisahkan tentang Barry Seal, seorang pilot pesawat komersil yang dikontak oleh agen CIA bernama Monty Schafer (Domhnall Gleeson) untuk bekerja dengannya. Tugas Seal simpel, yakni menerbangkan sebuah pesawat lengkap dengan kamera pengintai, untuk memata-matai wilayah zona konflik di Amerika Selatan. Selain itu, Seal ditugaskan sebagai kurir dengan kontak seorang atasan militer berpengaruh di Panama, yakni Manuel Noriega.

Suatu ketika, saat Seal mengisi bahan bakar pesawatnya di Kolombia, ia dikontak oleh kartel MedellÍn, yakni Jorge Ochoa (Alejandro Edda) dan Paolo Escobar (Mauricio Meijia), untuk menyelundupkan kokain ke Louisiana, Amerika Serikat. CIA menutup mata untuk hal tersebut, namun tidak demikian dengan DEA yang mulai mengetahui aksi Seal. Malah CIA memberikan Seal lapangan terbang lengkap dengan pesawat, serta berbagai fasilitas lainnya.

Seal ternyata mengetahui ‘permainan’ CIA, yang menyuplai persenjataan kepada Militer Contras Nikaragua untuk kepentingan perang. Sebenarnya, Militer Contras tidak siap perang, malah menjual kembali persenjataan tersebut kepada kartel MedellÍn. Lucunya, CIA malah membawa Militer Contras untuk latihan perang di Amerika Serikat. Dan sebagian besar dari mereka kabur setelah tiba di Amerika Serikat.

Seal akhirnya tertangkap oleh FBI, DEA, ATF dan kepolisian setempat secara serempak. CIA lalu menutup bandara dan meninggalkan Seal. Tak disangka, pihak Gedung Putih menawarkan kerjasama terhadap Seal, untuk membuktikan pihak Sandinista -oposisi Militer Contras- terlibat transaksi narkoba dengan kartel MedellÍn. Caranya, yakni tetap berpura-pura sebagai kurir kartel MedellÍn dan pesawat Seal dipasangi kamera pengintai.


impawards.com

Hmm … ok, untuk ceritanya memang menarik. Dimulai pada saat Seal secara tiba-tiba meninggalkan pekerjaannya sebagai pilot dengan adegan yang WOW, kontaknya dengan Manuel Noriega, hingga perjumpaannya dengan Paolo Escobar. Saya pikir awalnya hebat banget ya seorang Barry Seal bisa seperti itu.

Ternyata setelah saya cari tau, American Made bukanlah film truly based on true events! Beberapa fakta yang kontradiktif dengan filmnya antara lain  :

1.    Seal tidak pernah dikontak oleh CIA, apalagi tokoh Monty Schafer adalah fiktif. Yang benar adalah Seal malah dipecat sebagai pilot oleh TWA di tahun ’74, gara-gara ia menyelundupkan barang dan laporan kepada TWA adalah ijin sakit. Seal memang menjadi kurir penyelundup narkoba untuk kartel MedellÍn, tapi tidak pernah bertemu dengan Paolo Escobar maupun Ochoa bersaudara, hingga di tahun ’84, ketika Seal menjadi informan DEA dalam membuktikan transaksi narkoba antara kartel MedellÍn dan Sandinista.
2.    Seal mulai menyelundupkan narkoba di tahun ’76, bukan di tahun ‘80, seperti cerita di film. Menurut catatan DEA, jenis narkoba yang di bawa adalah mariyuana, lalu kokain di tahun ’78. Pertemuan Seal dengan kartel MedellÍn pun bukan pada saat mengisi bahan bakar pesawat di Kolombia, namun Seal bertemu dengan salah seorang penyelundup narkoba untuk kartel MedellÍn, pada saat ia dipenjara di Honduras di tahun ’79.
3.    Seal tidak pernah mendarat darurat di sebuah pemukiman di Amerika Serikat.
4.    Selain itu, Seal tidak pernah menyesal menjalani penyelundupan senjata dan narkoba, bahkan ia mengaku ia menikmati pekerjannya.

Jadi, ada baiknya atau disarankan juga untuk cari tau biografi seorang Barry Seal, tidaklah sedahsyat di filmnya … namanya juga film, bro!

American Made memang dibuat unik dan kreatif, terutama dari sinematografi pencahayaan bergaya tahun 70’an dan juga diselipkan beberapa documentary footage di era tersebut untuk mendukung kondisi ekonomi dan politik. Dengan style kamera ‘goyang’, tampaknya film ini berusaha untuk menjadi biopic, meski setengah fiktif. Juga dalam sebuah plot cerita, selalu disisipkan footage pada saat Seal –di tahun ’85- sedang merekam dirinya sendiri, menceritakan kembali perjalanannya sebagai penyelundup.

Yang menarik, tentunya permainan credit, pada saat opening logo Universal Pictures tiba-tiba berubah menjadi versi klasik, dan ending credit dipaparkan dengan background yang berganti warna, kontras dengan credit-nya, juga disajikan dengan distorsi ala format video VHS atau Beta. Musiknya pun dijejali oleh soundtrack berupa lagu-lagu di masa nya.

Memang bumbu fiktif-lah yang bisa membuat film ini bisa menarik audiens dari ‘kejenuhan’ akan sekadar biopic, meski akhirnya saya sadari bahwa American Made mungkin hanya ingin mengangkat nama Barry Seal dan juga ingin ada rasa simpati terhadapnya. Film ini sepertinya ingin melebihkan petualangan seru dengan hiburan yang saya rasakan tanggung. Saya akui, akting Tom Cruise cukup berhasil dalam menghidupkan karakter Barry Seal dan menjadi energi di film ini sepanjang cerita.

Saya memang menyukai political thriller movie, tapi tampaknya benarkah teman saya itu menyadari, bahwa American Made tidak bisa disandingkan dengan The Post? American Made merupakan cerminan dari ‘permainan’ CIA meskipun difiktifkan … dalam arti setengah hiburan, seperti halnya film-film fiktif yang melibatkan konspirasi pemerintah, agen, mata-mata atau otoritas hukum.

Akhirnya, overall film ini bukan favorit yang artinya tidak membuat saya tergugah dari awal hingga akhir cerita.

Score : 2.5 / 4 stars

American Made | 2017 | Biografi, Drama, Petualangan | Pemain: Tom Cruise, Domhnall Gleeson, Sarah Wright, Jesse Plemons, Caleb Landry Jones  | Sutradara: Doug Liman | Produser: Brian Grazer, Brian Oliver, Tyler Thompson, Doug Davison, Kim Roth | Penulis: Gary Spinelli  | Musik: Christophe Beck | Sinematografi: César Charlone | Distributor: Universal Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 115 Menit 

Popular Posts