Bubba Ho-Tep (2002) : Elvis Vs Mumi


Courtesy of Vitagraph Films, MGM, 2002

Ho-tep (hō-tep’) n. 1. Relative or descendent of the 17 Egyptian Dynasties, 3100 – 1550 B.C.  2. Family surname of an Egyptian pharaoh (king).
Bubba (bub’uh) n. 1. Male from the Southern U.S.  2. Good ole boy  3. Cracker, red neck, trailer park resident.”

Begitulah prolog-nya!
 
Dari sekian banyak film horor, dalam berbagai sub-genre dan tema, judul Bubba Ho-Tep adalah salah satu yang unik dan berstatus cult. Film horor komedi dengan tema tentang mumi tersebut, sayangnya kurang populer dalam dunia horor mainstream, apalagi di Indonesia. Terdapat dua nama besar yang membuat film ini menjadi istimewa, yakni sineas yang sukses dengan franchisePhantasm-nya, Don Coscarelli, serta dibintangi oleh jagoan dari Evil Dead Trilogy, Bruce Campbell.

Duo maut tersebut merupakan kombinasi yang pas dalam menghasilkan sebuah film yang tidak biasa, namun dapat dinikmati secara meyeluruh tanpa harus berekspektasi tinggi, serta tentunya perlu diingat, bahwa film ini termasuk kelas-B dengan biaya produksi minim dan distribusi yang terbatas. Di film ini, Bruce Campbell berperan sebagai Elvis Presley, berduet dengan aktor Ossie Davis yang berkulit hitam sebagai presiden John F. Kennedy, harus berhadapan dengan sosok mumi … what the heck??

Sebastian Haff (Bruce Campbell), seorang kakek yang merasa frustasi tinggal di panti jompo bernama The Shady Retirement Home. Ia mengklaim dirinya sebagai Elvis Presley yang asli, dan menuturkan bahwa mendiang Elvis sebenarnya adalah orang lain yang meniru dirinya.

Satu-satunya teman Sebastian/Elvis di panti tersebut yakni Jack (Ossie Davis) yang mengklaim dirinya sebagai JFK (John F. Kennedy). Jack menuturkan bahwa ia selamat atas penembakkan dirinya, dan segera dilarikan ke rumah sakit dengan merubah warna kulitnya dengan hitam, namun segera setelah itu, Jack ditinggalkan wakil presidennya, Lyndon Johnson.

Sementara di lain lokasi, sebuah mumi dari Mesir Kuno hilang dicuri pada saat diadakan tur museum. Akibat badai yang melanda, pencuri mumi mendapat kecelakaan sehingga menyebabkan kendaraan yang mengangkut mumi curiannya, terdampar di dekat panti jompo yang didiami Sebastian dan Jack. Sang mumi pun lepas dan mulai meneror panti jompo tersebut …

impawards.com

Premis cerita dari film Bubba Ho-Tep memang cukup aneh dan boleh dibilang nekat, seperti impersonasi karakter Sebastian Haff sebagai Elvis Presley (atau sebaliknya), terlebih gila adalah karakter kulit hitam Jack yang mengaku sebagai John F. Kennedy, yang dicampur dengan gentayangannya mumi Mesir Kuno yang memburu mereka.

Entah jenis komedi apa yang disampaikan dalam film ini, selain dialog dan adegan slapstick tentunya, apakah satir atau black comedy bisa termasuk di dalamnya? Mungkin saja. Penggunaan karakter Elvis Presley dan JFK mungkin saja berupa satir atas merebaknya banyak teori konspirasi tentang tewasnya kedua tokoh tersebut, apakah mereka memang sudah mati atau masih hidup.

Awalnya, cerita berjalan agak lambat dan membosankan, seperti karakter Sebastian yang merasa jenuh tak berdaya ketika hidup di rumah jompo, dengan penuturan yang dinarasikan oleh Sebastian sendiri. Kemudian, cerita bergulir perlahan dan mulai menarik, dengan flashback yang menceritakan bagaimana Elvis Presley asli bertukar kehidupan dengan Sebastian Haff, atau ketika Jack memperlihatkan bekas luka di bagian belakang kepalanya kepada Sebastian, mungkin berupa bukti bahwa ia seorang JFK. Lucunya, di atas sebuah meja di dalam kamar Jack, terdapat miniatur berupa diorama pada saat peristiwa penembakkan JFK yang terkenal itu.

Meski demikian, berbagai sekuen misterius yang diimplementasikan dari adegan per adegan, sorotan kamera hingga pencahayaan sepanjang cerita, begitu kuat menghadirkan aura horor mencekam serta menegangkan. Tapi tak hanya itu, keunikan film ini dikombinasikan dengan gaya komedi cerdas, yang tersaji lewat humor dialog dan berbagai adegan kocak lewat ekspresi, mimik ataupun fisik. Suasana American Southern begitu kental, baik dari dialog maupun latar musik dengan berirama blues atau petikan gitar listrik ala Hawaiian song di beberapa sekuen tertentu, menguatkan ikatan cerita sesuai dengan judul filmnya.

Courtesy of Vitagraph Films, MGM, 2002

Yang paling menarik yakni bagaimana Sebastian dan Jack yang tadinya hanya sebatas mengenal dan mengobrol seadanya, melalui berbagai peristiwa terror mumi yang terjadi di rumah jompo tersebut, membuat mereka semakin akrab dalam menghadapi serta menyelesaikan teror mumi. Keseruan mereka untuk mengakali dan mengatur strategi menghadapi sang mumi, dalam berbagai persiapannya –termasuk memakai kostum dan atribut lengkap Elvis dan JFK- untuk beraksi sungguh menghibur, dibalik berbagai keterbatasan mereka yang telah lanjut usia, namun kembali memiliki daya juang tinggi.

Film ini sepertinya dibuat dengan rasa horor yang stylish. Penampilan sang mumi digambarkan seperti koboi modern, lengkap dengan kemeja ala musisi country, celana jeans ketat, sepatu boot, serta tak lupa topi koboi-nya, keren dan ikonik! Adegan perkelahian antara Sebastian dan Jack menghadapi sang mumi pun, diperlihatkan secara sederhana, jangan harap ada efek yang WOW, namun digarap dengan begitu artistik, epik serta unik. Selain penampilan mumi, juga hadir serangga besar menyerupai kumbang yang mematikan, meski terlihat jelas digarap dengan efek CGI yang kurang sempurna, mengingat film tersebut berbiaya rendah.

Untuk kesekian kalinya, aktor Bruce Campbell bermain cemerlang sebagai Sebastian/Elvis yang telah lanjut usia, penampilannya memang bergaya Ash Williams dalam Evil Dead Trilogy, sesuatu yang tipikal untuk karakter dalam film horor komedi. Aktor Ossie Davis sebagai Jack pun tak kalah cemerlang, serta mampu mengimbangi Sebastian dalam menghadapi problema terhadap sang mumi dan dirinya sendiri. Karakter mereka berdua memang sedang mengalami krisis di masa lanjut usia secara psikologis, yang membangkitkan kejayaan masa lalu mereka untuk bertarung melawan mumi.

Don Coscarelli yang bertindak sebagai sutradara merangkap produser dan penulis naskah tersebut, saya anggap berhasil mengarahkan sebuah adaptasi cerita novel ke dalam film dengan gaya yang unik dalam mengkombinasikan horor, komedi serta isu politik dan sosial lewat satir yang didasari berbagai teori konspirasi. Beberapa elemen horor yang dirasakan, tidak lepas dari gaya penyutradaraannya di franchise film Phantasm yang digarap serius.

Film Bubba Ho-Tep bukanlah sebuah mahakarya horor terbaik seperti Phantasm atau Evil Dead, namun film ini mampu memberikan banyak kejutan menarik, dengan berbagai aksi heroik yang bangkit dari keterpurukan krisis hidup, menggunakan elemen komedi cerdas yang ikonik dan menghibur. Jika terdapat deretan film horor terbaik, film ini adalah salah satunya, wajar saja jika berstatus cult. Jangan anggap serius, just watch it for fun

Score : 3.5 / 4 stars

Bubba Ho-Tep | 2002 | Horor, Thriller, Komedi Pemain: Bruce Campbell, Ossie Davis, Ella Joyce, Heidi Marnhout, Bob Ivy  | Sutradara: Don Coscarelli  |  Produser: Don Coscarelli, John R. Savage | Penulis: Berdasarkan novel “Bubba Ho-Tep” oleh Joe R. Lansdale. Naskah: Don Coscarelli  | Sinematografi: Adam Janeiro | Musik: Brian Tyler | Distributor: Vitagraph Films | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 92 Menit


Baca juga : Bruce Campbell : Aktor Kultus dan Raja Film Kelas-B | Head to Head (Spoiler) : Evil Dead 1981 vs 2013Phantasm : Ravager (2016), Sebuah Reuni yang Membingungkan | An American Werewolf in London (1981) : Transformasi Sempurna Werewolf

Popular Posts