Creed II (2018) : Reinkarnasi ‘Rocky IV’

Dunia Sinema Review Creed II
MGM Pictures, Warner Bros Pictures

Lagi-lagi Stallone jeli dalam melihat serta meraih segmen market yang sepertinya didambakan para fans, yang bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya, dalam membuat reinkarnasi Rocky IV terhadap film Creed II.

Contoh nyata ketiga film The Expendables adalah sebuah kolaborasi dahsyat para bintang action era 80’an yang mengangkat nostalgia yang sepertinya sulit untuk diwujudkan oleh siapapun juga. Selain itu ia sukses membangkitkan kembali waralaba Rocky dan Rambo pada medio 2000'an.

Stallone menerbitkan sebuah foto berupa adegan Rocky dan Ivan Drago yang diambil dalam Rocky IV (1985) dengan menyertakan #drago. Hal itu mengindikasikan sekaligus mengkonfirmasi keterlibatan karakter Drago dalam film Creed II.

Awalnya Dolph Lundgren enggan kembali menjadi Drago karena merasa ia bakal ‘melukai’ sebuah karakter ikonik itu, namun setelah membaca naskahnya, ia akhirnya bersedia karena ada perubahan signifikan yang terjadi dalam karakter itu yang disebutnya ada kerusakan yang lebih dan ada sisi perjuangan.

Nah, Stallone sebagai salah satu pembuat naskah, selain menjadi produser di film ini tentu saja memiliki peran menentukan untuk meyakinkan kembalinya Ivan Drago yang diperankan Lundgren.

Kisahnya merupakan lanjutan dari film Creed ketika Adonis (Michael B. Jordan) mengambil alih titel juara dunia berturut-turut. Sementara itu di Ukraina, mantan petinju Ivan Drago (Dolph Lundgren) mengasingkan diri setelah Rusia melupakannya akibat kekalahan di tangan Rocky Balboa 33 tahun silam.

Drago menjadi pelatih putranya sendiri, yakni Victor Drago (Florian Munteanu) yang menjadi seorang petinju profesional, sekaligus ditakuti oleh sejumlah lawannya. Melalui  seorang promotor, Drago pun ingin menantang Adonis untuk membuktikan siapa petinju yang terbaik. Bagaikan gayung bersambut, Adonis menerimanya, namun Rocky (Sylvester Stallone) menolaknya.

Adonis yang kesal dengan hal tersebut, mendatangi Tony “Little Duke” Evers (Wood Harris) untuk melatihnya. Meski sebenarnya tidak direstui oleh Rocky dan ibunya (Phylicia Rashad), ia merasa termotivasi di tengah kehamilan kekasih yang dilamarnya, Bianca (Tessa Thompson).

Namun apa yang terjadi dalam pertandingan antara Adonis dengan Victor dikhawatirkan akan mengulang peristiwa yang dialami Apollo Creed versus Ivan Drago di tahun 1985 silam.


Dunia Sinema Creed II Adonis dan Rocky
MGM Pictures, Warner Bros Pictures

Premis menjanjikan dalam film ini yakni kembalinya Ivan Drago yang melatih dan memimpin putranya, Viktor menjadi petinju yang ditakuti untuk menantang Adonis. Hal tersebut membuka kembali luka lama atas tewasnya Apollo di tangan Drago 33 tahun silam, ditambah dengan keengganan Rocky untuk kembali terlibat di dalamnya.

Selain itu, kehidupan pribadi Adonis dan Bianca setelah melahirkan bayi perempuan mereka, disajikan dengan cukup emosional dan dramatis, bagaimana rasa penasaran mereka akan anak bayinya itu apakah tuli atau tidak, berdasarkan apa yang dialami oleh Bianca.

Kehadiran buah hati mereka juga menjadi sebuah pertaruhan besar akan resiko yang dihadapi Adonis saat akan bertarung dengan Viktor. Sikap Adonis yang keras kepala itu mengingatkan saya akan sikap Apollo sebelum bertarung dengan Drago dalam Rocky IV.

Di saat yang bersamaan pun, Adonis sedang marah terhadap Rocky keengganannya dalam mempersiapkan pertarungan dengan Viktor. Jadi pada poin tertentu, hal tersebut sangatlah kritis.

Alur cerita secara keseluruhan, sebenarnya mudah ditebak bakal dibawa kemana, meski pada pertarungan akhir penentuan siapa yang juara sedikit sulit untuk diprediksi. Film ini boleh dikatakan sebagai reinkarnasi pada film Rocky IV, akan persamaan pola dari apa yang dialami oleh Rocky kala itu.

Pada dasarnya, penyajian film ini secara visual tidak ada perbedaan dari film sebelumnya, masih bisa dinikmati. Beberapa adegan aksi pertarungan tinju pun dilakukan dengan menarik, kedinamisan gerak kamera yang enak dilihat, namun beberapa sekuen di pertarungan akhir sepertinya dieksekusi kurang dramatis meski tetap seru dan lumayan menegangkan.

Sesi latihan non-ortodok yang diperagakan Adonis di sebuah gurun pun cukup menarik dalam beberapa adegan.

Setting dalam film ini juga memperlihatkan tempat tinggal lama Rocky yang melalui visual berupa anak tangga di depan pintu rumahnya, mengingatkan saya di film Rocky pertama dan ke-5 khususnya.

Sedangkan beberapa tempat lain masih sama dari apa yang disajikan dalam film Creed, yakni Adrian’s, Delphi Boxing Academy, patung Rocky Balboa, Rocky Steps, serta sebuah ruma mewah peninggalan Apollo yang masih dihuni oleh istrinya.


Dunia Sinema Creed II Ivan Drago dan Putranya, Victor
MGM Pictures, Warner Bros Pictures

Begitu pula dengan tema musik dan scoring pun terdengar masih sama dan mirip dengan film terdahulu dalam beberapa adegan tertentu.

Performa Jordan dan Stallone mengulang dari apa yang pernah mereka mainkan sebelumnya, tidak ada perubahan besar pada masing-masing karakternya, begitu juga beberapa pemeran pendukung lainnya.

Yang menarik justru kembalinya Lundgren sebagai Ivan Drago, bagaimana dialognya dengan Rocky bakal memorable, ditambah aksen kental Rusia-nya. Karakternya masih sama dengan gaya yang sinis dan dingin sekaligus keras dan tegas, langsung menuju poin.

Creed II
ini lebih mengeksplorasi sisi manusiawi Ivan Drago. Ketika era Perang Dingin, film Rocky IV menjadi sebuah propaganda bagaimana suramnya Uni Soviet beserta berbagai karakter dan suasananya, maka kini menegaskan keterasingan dirinya yang terlupakan oleh negara, diperprah oleh sang istri yang meninggalkannya.

Yang tersisa hanyalah putranya bernama Viktor menjadi petinju profesional, sekaligus ingin membuktikan seberapa kuatkah dirinya dan anaknya untuk bisa mengalahkan Creed melalui Adonis dan Rocky.

Kejutan menarik lainnya tentu saja kembalinya Brigitte Nielsen melalui peran kecil sebagai mantan istri Ivan, yakni Ludmila Drago. Salah satu adegan emosional tersaji saat kemenangan Viktor di Rusia, mempertemukan mereka dengan Ludmila yang kini menjadi istri seorang pejabat  penting. Sontak Viktor pun emosi, namun Ivan berusaha menenangkannya.

Film ini juga menggambarkan masih ada ‘Perang Dingin’ antara Drago dengan Creed dan Rocky, yang sayangnya kurang tergali lebih dalam.

Creed II memang dijelmakan sebagai reinkarnasi atau bentuk baru film Rocky IV dengan penyampaian yang lebih manusiawi, meski tidaklah seistimewa dari sebuah ekspektasi yang terkesan menjadi sebuah rutinitas menarik.

Film ini memang ingin mengesankan sebuah nostalgia dengan menghadirkan sebuah ikon dalam sisi berlawanan, lalu jika ada sekuel selanjutnya apakah sanggup menghadirkan sesuatu yang sama besarnya?

Score : 2.5 / 4 stars

Creed II | 2018 | Drama, Sport | Pemain: Michael B. Jordan, Sylvester Stallone, Tessa Thompson, Wood Harris, Phylicia Rashad, Florian Munteanu, Dolph Lundgren | Sutradara: Steven Caple Jr. | Produser: Sylvester Stallone, Kevin King-Templeton, Charles Winkler, William Chartoff, David Winkler, Irwin Winkler | Penulis: Berdasarkan karakter film Rocky karya Sylverster Stallone, cerita dikembangkan oleh Sascha Penn dan Cheo Hodari Cooker. Naskah: Juel Taylor, Sylvester Stallone | Musik: Ludwig Göransson | Sinematografi: Kramer Morgenthau | Distributor: Metro-Goldwyn-Mayer Pictures (Amerika Serikat), Warner Bros Pictures (Internasional) | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 133 Menit

Comments