Creed II (2018) : Reinkarnasi ‘Rocky IV’


Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer Pictures, Warner Bros Pictures, 2018

Lagi-lagi Stallone jeli dalam melihat serta meraih segmen market yang sepertinya didamba-dambakan para fans, bahkan yang tidak pernah terpikirkan sekalipun. Contoh nyata ketiga film The Expendables adalah sebuah kolaborasi dahsyat para bintang action yang besar di era 80’an yang mengangkat nostalgia yang sepertinya sulit untuk diwujudkan oleh siapapun juga.

Stallone juga cukup berhasil membangkitkan kembali franchise film Rocky dan Rambo pada medio 2000'an setelah film terakhirnya dirilis dalam jangka waktu lama. Setelah kesuksesan film Creed (2015), Stallone mem-posting sebuah foto berupa adegan Rocky dan Ivan Drago yang diambil dalam Rocky IV dengan menyertakan #drago. Hal itu mengindikasikan sekaligus mengkonfirmasi keterlibatan karakter Drago dalam film Creed II.

Padahal, awalnya Dolph Lundgren enggan kembali menjadi Ivan Drago karena merasa ia bakal ‘melukai’ sebuah karakter antagonis ikonik itu, namun setelah membaca naskahnya, ia akhirnya bersedia karena ada perubahan signifikan yang terjadi dalam karakter itu yang disebutnya ada kerusakan yang lebih dan ada sisi perjuangan. Nah, Stallone sebagai salah satu pembuat naskah, selain menjadi produser di film ini tentu saja punya peran menentukan untuk membuat Ivan Drago / Dolph Lundgren comeback!

impawards.com

Kisahnya merupakan lanjutan dari film Creed setelah kalah dari Conlan, akhirnya Adonis (Michael B. Jordan) mengambil alih titel juara dunia berturut-turut. Sementara itu di Ukraina, mantan petinju Ivan Drago (Dolph Lundgren) mengasingkan diri setelah Rusia melupakannya akibat kekalahan di tangan Rocky Balboa 33 tahun silam.

Ivan menjadi pelatih anaknya sendiri bernama Victor Drago (Florian Munteanu) yang menjadi seorang petinju profesional, sang juara tinju yang ditakuti oleh lawan-lawannya. Lewat seorang promotor bernama Buddy Marcelle (Russell Hornsby), Ivan pun ingin menantang Adonis untuk membuktikan siapa petinju yang terbaik. Bagaikan gayung bersambut, Adonis menerimanya, namun Rocky (Sylvester Stallone) menolaknya.

Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer Pictures,
Warner Bros Pictures, 2018

Adonis yang kesal dengan hal tersebut, mendatangi Tony “Little Duke” Evers (Wood Harris) untuk meminta melatihnya. Meski sebenarnya tidak direstui oleh Rocky dan ibunya (Phylicia Rashad), Adonis merasa termotivasi di tengah kehamilan kekasih yang dilamarnya, Bianca (Tessa Thompson). Namun apa yang terjadi dalam pertandingan antara Adonis dengan Victor dikhawatirkan akan mengulang peristiwa yang dialami Apollo Creed versus Ivan Drago di tahun 1985 silam …

Premis menjanjikan dalam film ini yakni kehadiran karakter ‘antagonis’ Ivan Drago yang melatih dan memimpin anaknya, Viktor menjadi petinju yang ditakuti untuk menantang Adonis. Hal tersebut membuka kembali luka lama atas tewasnya Apollo Creed di tangan Ivan Drago 33 tahun silam, ditambah dengan keengganan Rocky Balboa untuk terlibat di dalamnya.

Selain itu, kehidupan pribadi Adonis Creed dan Bianca setelah melahirkan bayi perempuannya, disajikan dengan cukup emosional dan dramatis, bagaimana rasa penasaran mereka akan anak bayinya itu apakah tuli atau tidak, mengingat karakter Bianca yang tuli. Kehadiran buah hati Adonis juga menjadi sebuah pertaruhan besar akan resiko yang dihadapinya ketika akan bertarung dengan Viktor, sikap Adonis yang keras kepala itu mengingatkan saya akan Apollo Creed sebelum bertarung dengan Ivan Drago dalam Rocky IV (1985).

Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer Pictures,
Warner Bros Pictures, 2018

Di saat yang bersamaan pun, Adonis sedang ngambek sama Rocky gara-gara keengganan Rocky untuk mempersiapkan pertarungan dengan Viktor. Jadi, pada satu poin, hal tersebut sangatlah kritis. Dari sisi plot cerita secara keseluruhan, sebenarnya mudah ditebak alurnya bakal dibawa kemana, meski pada pertarungan akhir penentuan siapa yang juara sedikit sulit untuk diprediksi. Cerita film ini harus diakui memang berbasis pada film Rocky IV, bagaimana beberapa proses terlihat sama dengan apa yang dialami oleh Rocky Balboa kala itu.

Pada dasarnya, penyajian film ini secara visual tidak ada perbedaan dari film sebelumnya, masih bisa dinikmati. Beberapa adegan aksi pertarungan tinju pun dilakukan dengan menarik, kedinamisan gerak kamera yang enak dilihat, namun beberapa sekuen di pertarungan akhir sepertinya dieksekusi kurang dramatis meski tetap seru dan lumayan menegangkan. Sesi latihan unorthodox Adonis di sebuah gurun pun cukup menarik dalam beberapa adegan.  

Setting dalam film ini juga memperlihatkan tempat tinggal lama Rocky Balboa yang terlihat anak tangga di depan pintu rumahnya, mengingatkan saya di film Rocky pertama dan kelima khususnya. Sedangkan beberapa tempat lain masih sama dari apa yang disajikan dalam film Creed, yakni Adrian’s, Delphi Boxing Academy, patung Rocky Balboa, Rocky Steps, serta sebuah ruma mewah peninggalan Apollo yang masih dihuni oleh istrinya. Tema musik dan scoring pun terdengar masih sama dan mirip dengan film terdahulu dalam beberapa adegan tertentu.

Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer Pictures,
Warner Bros Pictures, 2018

Akting Michael B. Jordan dan Sylvester Stallone mengulang dari apa yang pernah mereka mainkan sebelumnya, tidak ada perubahan besar pada masing-masing karakternya, begitu juga beberapa pemeran pendukung lainnya. Yang menarik justru peran Dolph Lundgren sebagai Ivan Drago yang ikonik itu, bagaimana dialognya dengan Rocky bakal memorable, ditambah aksen kental Rusia-nya. Karakter Ivan Drago masih sama dengan gaya yang sinis dan dingin sekaligus keras dan tegas, straight to the point.

Film ini lebih mengeksplorasi sisi manusiawi dari Ivan Drago. Ketika era Perang Dingin, film Rocky IV menjadi sebuah propaganda bagaimana suramnya Uni Soviet beserta berbagai karakter dan suasananya, maka di era terkini film Creed II menggambarkan bagaimana keterasingan Ivan setelah negaranya yang kini berubah, malah melupakan dirinya bahkan istrinya pun meninggalkannya. Yang tersisa adalah anaknya Viktor menjadi petinju profesional, sekaligus ingin membuktikan seberapa kuatkah dirinya dan anaknya untuk bisa mengalahkan Creed melalui Adonis dan Rocky.

Surprise! Surprise! Ternyata aktris Denmark, Brigitte Nielsen comeback melalui peran kecil sebagai mantan istri Ivan, yakni Ludmila Drago. Salah satu adegan yang emosional, ketika kemenangan Viktor yang mengembalikan kejayaan nama Drago di Rusia, mempertemukan mereka dengan Ludmila yang kini menjadi istri seorang pejabat (atau pengusaha) penting, sontak Viktor pun emosi, namun Ivan berusaha menenangkannya. Film ini juga menggambarkan masih ada ‘Perang Dingin’ antara Drago dengan Creed dan Rocky, yang sayangnya kurang tergali lebih dalam.

Film Creed II memang dijelmakan sebagai reinkarnasi atau bentuk baru film Rocky IV dengan penyampaian yang lebih manusiawi, meski tidaklah seistimewa dari sebuah ekspektasi yang terkesan menjadi sebuah rutinitas menarik. Film ini memang ingin mengesankan sebuah nostalgia dengan menghadirkan sebuah ikon dalam sisi berlawanan, lalu jika ada sekuel selanjutnya apakah sanggup menghadirkan sesuatu yang sama besarnya?

Score : 2.5 / 4 stars

Creed II | 2018 | Drama, Sport | Pemain: Michael B. Jordan, Sylvester Stallone, Tessa Thompson, Wood Harris, Phylicia Rashad, Florian Munteanu, Dolph Lundgren | Sutradara: Steven Caple Jr. | Produser: Sylvester Stallone, Kevin King-Templeton, Charles Winkler, William Chartoff, David Winkler, Irwin Winkler | Penulis: Berdasarkan karakter film Rocky oleh Sylverster Stallone, cerita dikembangkan oleh : Sascha Penn dan Cheo Hodari Cooker. Naskah: Juel Taylor, Sylvester Stallone | Musik: Ludwig Göransson | Sinematografi: Kramer Morgenthau | Distributor: Metro-Goldwyn-Mayer Pictures (Amerika Serikat), Warner Bros Pictures (Internasional) | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 133 Menit



Popular Posts