10 Film Seram Bertemakan Natal



Film yang bertemakan Natal dirilis menjelang atau di bulan Desember, biasanya ber-genre drama, komedi, action atau science fiction dan fantasi. Sedangkan umumnya bercerita tentang keluarga, petualangan remaja atau juga film aksi laga dengan setting menyambut Natal, yang biasanya memiliki happy ending yang ditutup dengan suasana malam atau pas Hari Natal.

Namun berbagai hal yang menyeramkan sengaja dibuatkan filmnya, dengan maksud untuk memberikan twist dalam suasana Natal tersebut dengan munculnya genre horor dan fantasi, selain format live-action, juga animasi tak mau kalah ikutan juga. Dari sekian banyak film tersebut, berikut saya urutkan menjadi 10 film yang terpilih, berdasarkan keunikan premisnya :


10. Jack Frost (1997)
Courtesy of A-Pix Entertainment Inc., 1997

Tidak ada yang bisa dinikmati dari film ini, selain sebagai hiburan ringan yang jangan sekalipun anda anggap serius. Maksudnya, film kelas-B dengan format direct-to-video ini adalah sebuah kisah horor unik berlatar belakang Natal, namun sangat buruk eksekusinya, sehingga menjadi tontonan untuk mengisi waktu kosong daripada melamun yang tidak jelas. 

Film ini mengisahkan tentang seorang penjahat bernama Jack Frost dalam insiden baku-tembak yang terkena cairan kimia dan jasadnya larut ke dalam salju. Frost yang telah berubah wujud ke dalam bentuk es dan cairan tersebut, lalu balas dendam dan membantai penduduk di sekitarnya. Premis yang unik menjadi kan film ini recommended untuk dinikmati ditambah komedi segar, namun jangan pernah berkomentar untuk hal lainnya, mengingat ini film kecil dengan akting seadanya, berbagai aksi yang tanggung, serta efek spesial yang sangat buruk, meski mungkin saja film ini berstatus cult. Oh ya, jangan keliru dengan film Jack Frost-nya Michael Keaton yang dirilis setahun kemudian!

Score : 1 / 4 stars


9. Krampus (2015)
Courtesy of Universal Pictures, 2015

Sebuah keluarga berkunjung untuk menginap di rumah sanak saudaranya sebelum malam Natal, namun sebenarnya mereka tidaklah harmonis, hingga sebuah insiden saat makan malam yang membuat Max Engel tiba di puncak kekesalannya yang kemudian merobek-robek tulisannya berupa harapan kepada Sinterklas, lalu membuangnya. Tak lama kemudian datanglah badai salju dan keanehan di lingkungan rumah keluarga Max, mulai dari hilangnya kakak perempuan Max yang bernama Beth, hingga berbagai serangan misterius terhadap mereka semua yang diketahui berasal dari sosok menyeramkan yang dinamakan Krampus. 

Sebuah film comedy dark fantasy horror yang digarap dengan menarik di awal cerita tentang problema di sekitar hubungan antar anggota keluarga hingga berbagai petualangan mendebarkan, berubah menjadi aksi-aksi rutinitas yang melelahkan, hingga menuju akhir cerita yang mudah bakal seperti apa. Film Krampus adalah sebuah standarisasi roman dengan gaya modern untuk mengangkat kembali legenda Krampus dari sisi gelap Natal, meski demikian visualisasi tergarap dengan menarik, serta dibumbui oleh humor yang cukup segar. Not bad!

Score : 2  / 4 stars


8. Silent Night, Deadly Night (1984)
Courtesy of TriStar Pictures, 1984

Billy Chapman memiliki trauma masa kecil, ketika ia menyaksikan langsung kedua orang tuanya dibantai oleh kriminal yang mengenakan pakaian Sinterklas. Setelah dewasa, Billy bekerja di sebuah toko mainan dan terpaksa menggantikan seseorang yang seharusnya bertugas menjadi Sinterklas menjelang Hari Natal. 

Trauma terhadap Sinterklas di masa lalu dan cemburu terhadap rekan kerjanya, Billy terpacu untuk melakukan pembantaian terhadap orang-orang di sekitarnya saat Malam Natal tiba. Film Silent Night, Deadly Night menimbulkan kontroversi saat promosi perilisannya, dengan memperlihatkan sosok pembunuh yang mengenakan atribut Sinterklas, sehingga menakuti anak-anak yang memandang jahat karakter Sinterklas. Tidak ada lagi yang istimewa dari film horor slasher ini, selain berstatus cult dengan karakter Billy berpakaian lengkap seperti Sinterklas dengan menggenggam sebuah kapak besar sebagai alat pembantaiannya yang memang ikonik. Film ini juga menelurkan empat sekuel dan satu remake.   

Score : 2 / 4 stars


7. Silent Night, Bloody Night (Deathouse) (1972)
Courtesy of Cannon Pictures, MGM, 1972

Melalui narasi dari seorang karakter utama yang menceritakan secara flashback mengenai rumah peninggalan Wilfred Butler yang dikabarkan telah tewas dalam sebuah insiden di Malam Natal. Wilfred mewarisi rumah tersebut kepada cucunya bernama Jeffrey yang belum pernah sekalipun tinggal di rumah tersebut, namun Jeffrey menjual rumah itu kepada empat orang yang terdiri dari : Seorang Walikota, seorang Sherrif, serta dua orang pengusaha. Di saat yang bersamaan, seorang pasien rumah sakit jiwa melarikan diri dari rumah sakit dan mulai membunuh orang-orang yang telah diincarnya. Film ini bisa dikategorikan sebagai horor suspens dengan melibatkan unsur psikologikal dan sedikit surealisme, yang dipaparkan ke dalam plot non-linear.

Sayangnya, premis dan jalan cerita yang menarik itu dieksekusi lewat berbagai rangkaian sekuen yang terpotong dengan kasar, terdapat beberapa kecerobohan detail, plot holes, akting buruk, serta banyak ambiguitas visual dan adegan yang terlihat sepertinya tidak ter-edit dengan benar. Namun secara keseluruhan, penyampaian cerita dalam film ini cukup mudah untuk dimengerti, serta cukup mengerikan pula beberapa adegan pembunuhannya.

Score : 2.5 / 4 stars


6. Christmas Evil (You Better Watched Out) (1980)
Courtesy of Pan American Pictures, 1980

Seorang yang bekerja di pabrik mainan bernama Harry, mengalami gangguan jiwa semasa kanak-kanak. Atas dasari itulah ia terobsesi dengan menjadi Sinterklas sungguhan dengan kewajiban moral yang jauh dari penyimpangan. Tidak terima dengan perlakuan rekan kerja yang memanfaatkan dirinya, serta ketika dirinya diolok-olok saat ia menjadi Sinterklas, membuatnya terpicu melakukan beberapa pembunuhan sementara ia memberikan hadiah untuk anak-anak.

Christmas Evil mengeksploitasi sisi psikologi Harry yang kecewa di masa kecilnya, meski digambarkan secara ambigu di beberapa sekuennya, namun film thriller ini mampu memberikan gambaran jelas akan rapuhnya mental seseorang. Tidak seperti film Silent Night, Deadly Night  (1984), gaya penyajian film ini lebih cenderung memperlihatkan sisi kelam Harry yang dibangun secara perlahan hingga mencapai titik terendahnya sebagai seorang pembunuh. Film ini boleh dikatakan bukanlah film slasher pada umumnya, meski beberapa adegan pembunuhan diperlihatkan dengan cukup mengerikan. 

Score : 2.5 / 4 stars


5. A Christmas Horror Story (2015)
Courtesy of RLJ Enterteinament, 2015

Antologi horor asal Kanada ini cukup unik dalam merangkai empat sub-plot atau segmen cerita yang berasal dari satu kerangka keseluruhan yang dihantarkan oleh seorang DJ Radio (William Shatner). Segmen pertama mengisahkan Sinterklas yang menghadapi teror wabah zombie yang menyerang para kurcaci, segmen kedua tentang ketiga remaja dalam menyelidiki kasus pembunuhan di sekolahan yang terjadi pada tahun lalu, segmen ketiga tentang seorang anak yang tersesat ke dalam pohon misterius, sedangkan segmen keempat mengisahkan sebuah keluarga yang diteror oleh mahluk Krampus.

Cerita misteri yang menarik dengan atmosfir horor yang kuat, eksekusi dengan berbagai adegan mengerikan dan cukup gory, serta ditutup dengan  dengan twist yang mengejutkan, meski disayangkan keempat segmen cerita tersebut disajikan silih berganti yang mengganggu fokus segmen cerita, serta ada dua segmen dengan ending yang kurang impresif.

Score : 3 / 4 stars


4. Tales from the Crypt : “And All Through the House” (1972)
Courtesy of Cinema Releasing Corporation,
20th Century Fox, 1972

Segmen pertama dengan judul And All Through the House ini adalah bagian dari lima segmen cerita yang tergabung dalam film antologi Tales from the Crypt. Dikisahkan tentang seorang istri yang membunuh suaminya sendiri di Malam Natal, sedangkan di saat bersamaan seorang pembunuh berantai yang mengenakan jubah Sinterklas melarikan diri dari rumah sakit jiwa. Cerita yang berdurasi sekitar 15 menit tersebut sungguh mengejutkan dalam satu adegan yang tidak pernah disangka sebelumnya, meski dalam beberapa adegan selanjutnya terasa standar untuk sebuah film slasher. 

Atmosfir pembunuhan di malam Natal sangat terasa baik dalam ruang dengan latar lagu-lagu paduan suara Natal yang dilantunkan sepanjang cerita, dari sebuah radio. Seluruh sekuen yang dibuat sangat efektif dan penampilan impresif Joan Collins membuat energi malam Natal menjadi bergejolak dari yang seharusnya tenang, syahdu dan santai.

Score : 3.5 / 4 stars


3. Gremlins (1984)
Courtesy of Warner Bros Pictures, 1984

Mahluk mungil dan lucu yang disebut mogwai, dijual secara diam-diam kepada sebuah keluarga. Namun ada tiga hal yang wajib dipatuhi selama memelihara mahluk tersebut : tidak boleh terkena sinar terang, tidak boleh tersiram air serta tidak boleh diberi makan lewat tengah malam. Billy, salah seorang anggota keluarga yang memeliharanya, menamakan mahluk tersebut “Gizmo”, namun sebuah insiden mengakibatkan Gizmo mereproduksi beberapa mahluk sejenis yang ternyata jahat dan buas. Maka teror pun dimulai.

Ditulis oleh Chris Columbus, diinisiasi oleh Steven Spielberg, serta disutradarai oleh Joe Dante, film komedi horor ini lagi-lagi membuat perbedaan dengan ciptaan mahluk baru dalam dua sisi baik dan jahat. Dengan penyajian efek spesial memukau, visualisasi yang memanjakan mata, serta berbagai aksi yang ‘menggigit’, film Gremlins adalah perpaduan solid antara drama, komedi, supranatural, serta horor yang mengingatkan saya akan film drama fiksi ilmiah, yakni E.T. (1982).

Score : 3.5 / 4 stars


2. The Nightmare Before Christmas (1993)
Courtesy of Buena Vista Pictures Distribution, 1993

Film animasi musikal ini menggabungkan dua dunia yakni Halloween dan Christmas. Adalah Jack Skellington, pemimpin Halloween Town yang merasa jenuh, mendapatkan ide untuk mengambil alih perayaan Natal dan menculik Sinterklas, setelah ia mengunjungi Christmas Town. Meski penduduk Halloween Town tidak antusias, namun Jack tetap melanjutkannya, meski diperingati oleh Sally yang tertarik padanya, sehingga terjadilah mimpi buruk bagi manusia di Malam Natal.

Keunggulan film ini pada masanya adalah teknologi stop-motion animated dengan menggunakan puppet untuk semua karakternya, serta stage miniature untuk pengaturan setting-nya, dikombinasikan dengan efek spesial digital dan tradisional pada layer tertentu. Namun hasil yang sangat baik begitu terasa akan berbagai gerakan halus, pewarnaan serta pencahayaan yang mampu memainkan feel dan ambience secara dramatis, sehingga layak untuk dinikmati

Score : 3.5 / 4 stars


1. Black Christmas (1974)
Courtesy of Ambassador Film Distributors,
Warner Bros Pictures, 1974

Terinspirasi dari urban legend yang populer di era 60’an yakni “the babysitter and the man upstairs”, film Black Christmas versi tahun 1974 ini saya nobatkan sebagai film horor bertemakan Natal terbaik yang pernah ada. Seorang psikopat menyelinap ke dalam rumah asrama putri di suatu malam saat liburan Natal. Sementara sebagian besar penghuni asrama bersiap-siap untuk pulang keesokan harinya, Claire hilang tanpa jejak dan seorang gadis cilik ditemukan tewas di sebuah taman, selain itu pula berkali-kali seseorang misterius menelepon asrama tersebut berkali-kali yang mulanya dianggap sebagai seseorang yang iseng. Teror sesungguhnya dimulai terhadap keempat penghuni yang masih berada di asrama tersebut yakni Jess, Barbara dan Phyllis serta pemilik rumah yakni Mrs. MacHenry.

Film horor garapan sineas Kanada yang dikenal lewat film-film komedi, Bob Clark, boleh dibilang sebagai perintis bagi genre horor slasher yang mampu menyajikan sebuah kisah misteri pembunuhan dengan pemaparan brilian, membangun atmosfir suspense thriller yang mengerikan di tengah cuaca Kanada yang cenderung dingin menggigil serta suasana yang tenang dan sepi. Yang menarik adalah karakterisasi yang tidak akan pernah kita sangka dan tidak ada satupun yang bersifat heroik, scoring yang bikin merinding, beberapa scene yang memorable, serta dipadukan dengan humor segar nan cerdas yang dijamin bikin tertawa sejenak. Ending di film inilah yang membuat perasaan saya berkecamuk, benar-benar mengejutkan dan bahkan membuat saya bisa tertawa geli meski hanya satu detik saja!

Score : 4 / 4 stars

Popular Posts