Capricorn One (1978) : Hoaks Pendaratan di Planet Mars

Warner Bros Pictures

Berita bagus buat para penganut Teori Bumi Datar!

Bagaimana jika memang misi pendaratan di bulan ternyata hanya merupakan kebohongan belaka?

Begitu pula dengan narasi akan hoaks pendaratan di Planet Mars yang dilakukan pemerintah Amerika, sebagai sebuah konspirasi untuk konsumsi publik, melalui film Capricorn One.

Ide sineas Peter Hyams terinspirasi dari pendaratan pesawat Apollo 11 di Bulan menjelang akhir 60’an, dan ia mengaitkan teori “Jika seandainya …” sehubungan dengan hal tersebut yang diperlihatkan kepada publik melalui layar kamera tanpa adanya saksi mata.

Sepanjang periode tersebut terjadi krisis keamanan publik berdasarkan keidakpercayaan mereka terhadap pemerintahnya, berdasarkan serangkaian skandal buruk sejarah Amerika modern

Capricorn One mengisahkan ketiga orang astronot yakni Brubaker (James Brolin), Willis (Sam Waterston) serta Walker (O.J. Simpson) bersiap hendak meluncur dari pangkalan menuju Planet Mars, seketika diperintahkan untuk meninggalkan pesawatnya, lalu dibawa menuju ke sebuah pangkalan peninggalan NASA di padang gurun.

Mereka bertemu dengan Kelloway (Hal Holbrook) yang menjelaskan tentang kesalahan teknis dalam pesawat yang beresiko terjadinya kecelakaan, dan malah meminta mereka bersandiwara bahwa mereka seakan tiba di Planet Mars di dalam studio, guna menghindari skandal di depan publik.


Warner Bros Pictures

Mereka enggan melakukannya, namun diancam oleh Kelloway berkenaan dengan keselamatan keluarga mereka.

Sementara jurnalis bernama Claufield (Elliot Gould) yang sedang meliput berita di area peluncuran pesawat, mulai mencurigai kejanggalan yang terjadi, sejak seorang teknisi menerima transmisi dari kru televisi di studio sandiwara pendaratan di Mars, lalu teknisi tersebut menghilang.

Penyelidikan Claufield kemudian mengarah kepada sebuah konspirasi besar atas sebuah narasi yang mengancam nyawa ketiga astronot tersebut.

Sejak sekitar 15 menit awal cerita, sebenarnya sudah terungkap sebuah konspirasi antar petinggi dalam pemerintahan yang mengalihkan sebuah isu yang dikhawatirkan akan menjadi skandal.

Fokus cerita di film ini bisa dikatakan dibagi menjadi dua sisi protagonis, yakni karakter Claufield serta ketiga astronot yakni Brubaker, Willis dan Walker.

Meski mungkin terkesan klise berkenaan dengan sejumlah film political thriller yang sarat akan konspirasi, karakter Claufield sebagai seorang jurnalis tentu saja tergerak untuk menginvestigasi total, hingga melampau batas yang bahkan mengancam nyawanya sendiri.

Sedangkan petualangan serta karakterisasi ketiga astronot tersebut malah lebih menarik, dengan menekankan sisi psikologis mereka yang berada di bawah ancaman besar.


Warner Bros Pictures
 
Bagaimana mereka bersandiwara di bawah tekanan, mengetahui sebuah narasi kejam yang artinya ‘merampas’ kehidupan mereka selanjutnya, mengakibatkan sebuah perlawanan.

Dalam beberapa adegan diperlihatkan usaha mereka untuk melarikan diri dan bertahan hidup dalam sebuah gurun tandus khas Amerika guna mencapai sebuah tujuan, yakni mengungkapkan sebuah kebenaran kepada publik.

Bahkan mereka dikejar-kejar oleh pihak Calloway yang ironisnya merupakan boneka konspirasi, yang artinya seorang eksekutor lapangan dengan pengaruh besar berdasarkan posisinya, serta intimidasinya terhadap istri Brubaker.

Dari sisi akting, tidak ada yang istimewa. Hanya performa aktor veteran Hal Holbrook yang memang beberapa kali muncul sesuai tipikalnya, dalam sejumlah film sejenis dari era 70’an hingga 80’an, baik sebagai karakter protagonis maupun antagonis.

Karakter astronot Brubaker yang diperankan ayahnya “Thanos”, yakni James Brolin terlihat paling dominan. Selain itu, ada atlit football sekaligus aktor yakni O.J. Simpson sebagai Walker yang cukup menyita perhatian.

Sebagai film yang diproduksi oleh perusahaan independen yakni ITC Entertainment, penyajian visual terkait berbagai setting yang digunakan, ditampilkan impresif tanpa memperlihatkan set desain, karena hanya berupa manipulasi dari matte paintings terhadap peluncuran pesawat ulang-alik yang sesungguhnya dan hanya ditampilkan melalui layar monitor.

Begitu pun dengan suasana dan interior stasiun pengendali yang dirasa memang standar untuk keperluan syuting film.


Warner Bros Pictures
 
Sekuen terbaik di film ini yakni pengejaran dari pihak Calloway dengan menggunakan helikopter, terhadap ketiga astronot tersebut di sebuah padang.

Diperlihatkan secara terperinci bagaimana trio Brubaker-Willis-Walker dalam kondisi kelelahan dan kepanasan, harus bertahan hidup, sehingga penggambarannya dalam beberapa adegan, mirip dengan film fiksi ilmiah atau Western.

Kemunculan cameo dari Telly Savalas sebagai seorang pilot sipil, menguatkan atmosfir action thriller dalam adegan tertentu itu.

Keunggulan film Capricorn One memang terletak pada kuatnya penceritaan dalam pembentukan sebuah narasi hasil konspirasi yang tersusun rapih, hingga terjadi sebuah celah kecil yang langsung dicurigai oleh seorang jurnalis dalam posisi heroik untuk mengungkapkan sebuah kebenaran kepada publik.

Baca juga: Paranoia Trilogy : All the President's Men (1976)

Alur ceritanya pun tertata dengan solid dan sangat bisa dinikmati, selain dari dialog dan berbagai adegan aksi yang menjadi klimaks dalam babak terakhir.

Meski berupa fiksi, film ini mungkin saja menyulut kembali teori konspirasi tentang Bumi Datar ke permukaan, tentang bagaimana menciptakan hoaks mengenai pendaratan di Planet Mars.

Capricorn One dirilis sebagai reaksi atas sentimen negatif publik terhadap pemerintahannya sendiri, sebuah satir yang umum di masanya.

Score : 4 / 4 stars

Capricorn One | 1978 | Thriller, Crime, Politik | Pemain: Elliot Gould, James Brolin, Brenda Vaccaro, Sam Waterston, O.J. Simpson, Hal Holbrook, David Huddleston, David Doyle, Karen Black, Telly Savalas | Sutradara: Peter Hyams | Produser: Paul N. Lazarus III | Penulis: Peter Hyams | Musik: Jerry Goldsmith | Sinematografi: Bill Butler | Distributor: Warner Bros Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 124 Menit

Comments