Head to Head : Fright Night 1985 vs 2011

Dunia Sinema Fright Night Jerry
Columbia Pictures, Walt Disney

Dari sekian banyak film tentang vampir dari jaman klasik hingga modern, tidak banyak pula yang bisa menjadi populer, apalagi bisa berstatus cult dan hebatnya lagi, bahkan menjadi budaya populer. Mulai dari Nosferatu, sekumpulan film Inggris yang dibintangi Christopher Lee dan Peter Cushing dalam produksi Hammer Horror, hingga Bram Stocker’s Dracula, atau Van Helsing, Blade serta Underworld, adalah film vampir klasik yang dipadukan dengan dunia modern, dalam mencampurkan berbagai genre.

Bicara tentang film vampir modern, khususnya di era 80’an adalah sesuatu yang bersifat sakral sekaligus meriah dan biasanya ‘fun’, sebut saja The Hunger (1983), Once Bitten (1985), Lifeforce (1985), Vamp (1986), The Lost Boys (1987), Near Dark (1987), My Best Friend is a Vampire (1987), The Monster Squad (1987) serta Vampire’s Kiss (1988). Dalam film-film tersebut, karakterisasi vampir dibuat kreatif dan tidak membosankan, ditambah dengan elemen kehadiran karakter remaja, soundtrack ataupun karakter monster lainnya.

Film Fright Night (1985) adalah sebuah contoh sebagai salah satu film vampir terbaik yang menggunakan formula khas ala 80’an, dengan menggunakan karakter protagonis remaja. Kesuksesan film tersebut menghasilkan sebuah sekuelnya di tahun 1988. Hingga di tahun 2011 dibuatkan remake-nya yang diikuti oleh sebuah sekuel di tahun 2013. Beda perilisan beda generasi, namun pada akhirnya opini terbanyaklah yang bisa merekomendasikan, yang mana lebih baik, meski tetap berdasar kepada sebuah selera.

Dunia Sinema Fright Night Charley
Columbia Pictures, Walt Disney

Kedua film tersebut sama-sama menceritakan tentang Charley Brewster (diperankan oleh William Ragsdale dalam versi 1985 dan Anton Yelchin dalam versi 2011) mencurigai, bahwa seorang tetangga baru bernama Jerry Dandrige (Chris Sarandon di 1985 dan Collin Farrell di 2011) adalah vampir, setelah Charley menyaksikan seorang gadis menjadi korban pembunuhan oleh Jerry.

Bersama dengan kekasih Charley yang bernama Amy (Amanda Bearse di 1985 dan Imogen Poots di 2011), Charley yang seorang penggemar TV Show berjudul “Fright Night” mendekati pengisi acara tersebut yang bernama Peter Vincent (Roddy McDowall di 1985 dan David Tenant di 2011), untuk menyelidiki dan membuktikan bahwa Jerry adalah sesosok vampir.

Awalnya Peter tidak percaya, namun setelah beberapa insiden terjadi, mereka bertiga akhirnya harus berhadapan dengan Jerry yang menjadi ancaman nyata sekaligus mengerikan itu.

Dunia Sinema Fright Night Amy
Columbia Pictures, Walt Disney

Karena versi 2011 adalah sebuah remake, maka premis ceritanya sama dengan versi 1985, dengan sedikit perubahan alur. Perbedaan kontras jelas terdapat pada gaya yang ditampilkan Jika versi 1985 dibuat lebih fun yang bercampur komedi, maka versi 2011 dibuat lebih serius sama halnya dengan film horor generik.

Keunggulan versi 1985 meski dibuat fun dan komedi, namun tetap menghadirkan atmosfir mengerikan serta menegangkan secara konsisten di sepanjang cerita. Lain halnya dengan versi 2011 yang berusaha untuk menjadikan humor atau komedi sebagai selingan, namun gagal membuat saya tertawa, dan hanya tersenyum pahit. Namun aura horor di versi 2011 cukup menggigilkan suasana, dengan visualisasi yang cenderung suram serta lebih mature.

Meski versi 1985 sekilas terkesan sebagai horror flick, akan tetapi hal tersebut mampu ditutupi oleh karakterisasi yang tak tertandingi oleh versi 2011 sekalipun. Dari karakter utamanya yakni Charley, jelas versi 1985 yang diperankan oleh William Ragsdale jauh lebih disukai dan memang sangat pas untuk sebuah peran yang cenderung konyol, berdasarkan elemen komedi dari film itu sendiri. Tanpa harus mendengar dialognya, hanya dengan melihat wajahnya saja, mengesankan kekocakan sekaligus innocent alias cupu.

Dunia Sinema Fright Night  "Evil Ed"
Columbia Pictures, Walt Disney

Meski Anton Yelchin merupakan aktor berbakat dalam menyelami berbagai peran, namun khusus di film ini, cenderung tanggung sebagai seorang remaja nerd yang tidak memiliki ‘magnet khusus’ seperti William Ragsdale di versi 1985. Dalam versi 1985 pun, sidekick Charley, yakni Edward Thompson alias “Evil Ed” yang diperankan Stephen Geoffreys sangatlah menghidupkan suasana horor komedi menjadi lebih dinamis. Terlebih dengan perawakan kecil, sama-sama nerd dengan Charley, rambut bergaya semi-punk dan yang karakter suaranya itu yang paling lucu.

Karakter “Evil Ed” di versi 1985 tersebut, memiliki dua kombinasi kontras : kocak namun menyebalkan. Lain halnya dengan kegagalan karakter tersebut dalam versi 2011 yang diperankan Christopher Mintz-Plasse. Dari fisiknya pun hanya sebagai ordinary nerd yang tidak memiliki gaya unik, mencoba untuk melucu namun gagal total dan malah lebay … tipikal umum film-film komedi remaja Jaman NOW.

Penampilan Colin Farrell memang memiliki karisma tersendiri sebagai seorang vampir ganas yang tak kenal ampun, namun tetap saja sulit untuk membawa suasana manipulatif, terkait karakter Charlie yang parno sendirian terhadapnya, sedangkan orang lain menganggap bahwa Charley telah sinting. Versi 2011 bagaikan versi Twilight yang lebih kelam dan dewasa.

Chris Sarandon mampu membawa suasana manipulatif dengan baik, ketika ia berpura-pura sebagai manusia biasa, seorang tetangga gentleman dan bersahabat, dilihat dari mimik, gaya bicara dan bahas tubuhnya. Namun saat menjadi vampir ganas, ia terlihat begitu kejam dan menakutkan, meski terkadang cenderung komikal. Poin plus dalam versi tersebut, yakni penambahan karakter, berupa asistennya Jerry yang misterius serta sinis, bernama Billy Cole yang memang bukan manusia.

Dunia Sinema Fright Night Peter
Columbia Pictures, Walt Disney

Karakter Peter Vincent di versi 1985 juga jelas jauh lebih unggul ketika diperankan oleh aktor veteran dalam franchise film orisinal Planet of the Apes, yakni Roddy McDowall. Melalui pembawaan karakter yang selalu mengingkari bahwa vampir itu memang berupa fakta, yang akhirnya menjadi parno sendiri sama seperti Charley, akting McDowall begitu ‘hangat’ dan komedi yang netral seakan mengingatkan terhadap performa Leslie Nielsen dalam akting komedinya. Sedangkan di versi 2011 yang diperankan David Tenant, tidak ada yang istmiewa mengenainya.

Ada suatu pengecualian, bahwa saya lebih menyukai karakter Amy di versi 2011 yang diperankan Imogen Poots dibandingkan versi 1985-nya. Oh ya, aktor Chris Sarandon juga kembali muncul sebagai cameo di versi 2011 tersebut.

Optimalisasi penggunaan efek spesial di versi 1985 yang memang mengandalkan animaotronic puppet, make-up serta manipulasi lensa kamera tersebut, jelas terlihat lebih nyata dan mengerikan dibandingkan versi 2011 yang tipikal film horor modern dengan poesan CGI dan visual serta saturasi yang dimainkan pada level tertentu.

Selain itu, sinematografi akan mise-en-scéne, setting dan adegan pun sangat terasa lebih ikonik versi 1985 yang memang begitu memorable, tanpa ada jump scare murahan!

Secara keseluruhan, versi 1985 memang jauh lebih banyak keunggulan dibandingkan versi 2011, hampir dari semua aspek. Fenomena begitu banyaknya remake/reboot film horor era 70’an hingga 90’an adalah sesuatu yang sangat fatal. Lebih baik jangan diganggu, karena berpotensi merusak franchise-nya sendiri.

Jika film Fright Night memang harus diperkenalkan kembali kepada generasi lebih baru, lalu untuk apa harus dibuat ulang dengan tone yang lebih serius, namun hasilnya tidak lebih dari film-film horor modern?

Versi 1985 | Score: 3.5 / 4 stars | Horor, Komedi | Pemain: Chris Sarandon, William Ragsdale, Amanda Bearse, Stephen Geoffreys, Roddy McDowall | Sutradara: Tom Holland | Produser: Herb Jaffe | Penulis: Tom Holland | Musik: Brad Fiedel | Sinematografi: Jan Kiesser | Distributor: Columbia Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 106 Menit

Versi 2011 | Score: 1 / 4 stars | Horor | Pemain: Anton Yelchin, Colin Farrell, Christopher Mintz-Plasse, David Tenant, Imogen Poots, Toni Collette | Sutradara: Craig Gillespie | Produser: Michael De Luca, Alison Rosenzweig | Penulis: Berdasarkan hasil karya Tom Holland. Skenario: Marti Noxon | Musik: Ramin Djawadi | Sinematografi: Javier Aguirresarobe | Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 106 Menit

Comments