2 Sekuel Film ‘Star Wars’ yang Mungkin Bisa Anda Tonton

dua sekuel film star wars
Lucasfilm, Walt Disney Studios Motion Pictures

A Long Time Ago in a Galaxy Far, Far Away …

Sinema petulangan fiksi ilmiah, simak dua sekuel film Star Wars yang mungkin bisa anda tonton.

Di tahun 2012, George Lucas menjual Lucasfilm kepada Disney, dengan maksud agar mendapatkan suntikan dana besar untuk pengembangan proyek Star Wars selanjutnya.

Sebagai hasilnya, Disney merilis trilogi sekuel dengan kombinasi antara figur lama dengan yang baru.

Trilogi sekuel yang dimaksud tentu saja The Force Awakens (2015), The Last Jedi (2017), serta The Rise of Skywalker (2019).

Baca juga: Star Wars : The Rise of Skywalker (2019) : Penutup Trilogi Sekuel yang Kehilangan Arah 

Pimpinan Lucasfilm yakni Kathleen Kennedy dan sutradara sekaligus penulis cerita The Last Jedi, Rian Johnson, adalah sosok kontroversial.

Terungkapnya pihak Disney yang tidak menggunakan basis narasi yang telah dikembangkan George Lucas, menimbulkan perpecahan penggemar Star Wars.

Lucas tidak terkesan dengan The Force Awakens, sebagian besar penggemar membenci The Last Jedi, serta kegagalan pendapatan Solo: A Star Wars Story.

Tiga hal tersebut menimbulkan fenomena negatif, diperparah dengan sepinya pengunjung Star Wars: Galaxy’s Edge di Disneyland.

Belum lagi keraguan The Rise of Skywalker terhadap antusiasme para penggemar, menjadi sebuah rangkaian besar yang tak kunjung usai.

sekuel film star wars the force awakens
Lucasfilm, Walt Disney Studios Motion Pictures

Star Wars: The Force Awakens (2015)

30 tahun setelah terjadinya Galactic Civil War, gerakan New Order yang dipimpin Kylo Ren (Adam Driver) bangkit sebagai kekuatan baru.

Sementara perlawanan datang dari The Resistance yang dipimpin Jenderal Leia Organa (Carrie Fisher).

Poe (Oscar Isaac) seorang pilot Resistance mendapatkan peta lokasi keberadaan Luke Skywalker (Mark Hamill).

Ia langsung menyimpan peta tersebut di dalam Droid BB-8, lalu ditawan pasukan New Order.

Adalah seorang Stormtrooper pembelot yakni Finn (John Boyega), membebaskan Poe, dan mereka pun melarikan diri dengan sebuah pesawat, namun terjatuh di Planet Jakku.

Mereka terpencar, Poe bertemu dengan pengembara bernama Rey (Daisy Ridley) yang menemukan BB-8. 

Dikejar pasukan New Order yang memburu BB-8, mereka mencuri Millenium Falcon yang telah menjadi rongsokan.

Mereka kemudian tertangkap oleh kapal kargo milik Han Solo (Harrison Ford) yang didampingi Chewbacca.

Setelah konfrontasi kecil, mereka membawa Millenium Falcon menuju Planet Takodana untuk bertemu Maz Kanata (Lupita Nyong’o) dalam melengkapi peta tersebut.

Seketika pasukan New Order menyerbu yang mengakibatkan diculiknya Rey oleh Kylo.

Kanata lalu menyerahkan Lightsaber kepada Finn, dan tak lama kemudian serbuan pesawat Resistance memukul mundur New Order.

General Leia tiba dan bertemu kembali dengan Han Solo dan Chewbacca.

review film star wars the force awakens
Lucasfilm, Walt Disney Studios Motion Pictures
Pemimpin Tertinggi New Order bernama Snoke (Andy Serkis) mengijinkan penggunaan senjata baru.

Senjata itu dinamakan Starkiller untuk menghancurkan sejumlah planet, termasuk Ibukota Republik.

Kylo mengetahui keberadaan BB-8 terkait peta lokasi Luke dan memburunya hingga ke Takodana.

The Force Awakens merupakan 
film yang paling diantisipasi, menandakan kembalinya trio Luke-Leia-Han.

Rentang waktu 30 tahun setelah kisah Return of the Jedi (1983), memang sangat menarik untuk kisah sebesar Star Wars.

Nostalgia itulah yang menjadi salah satu kekuatan penting dalam sambungan cerita terhadap trilogi sekuel Star Wars

Kombinasi figur orisinal dengan yang baru pun menjadi sebuah premis menarik, terutama sentralisasi trio Rey-Finn-Poe serta antagonis baru, Kylo Ren dan Snoke.

Karena banyaknya figur, maka struktur melalui alur cerita yang disajikan cukup kompleks namun tetap menarik, berkat arahan JJ Abrams.

Saga ini memiliki fokus kepada pertarungan antara Jedi dan Resistance dengan Sith dan New Order.

Sayangnya kejutan dari figur Kylo Ren yang menjadi pelintiran besar di pertengahan cerita, begitu mengecewakan saya. 

ulasan film star wars the force awakens
Lucasfilm, Walt Disney Studios Motion Pictures
Kelemahan paling signifikan dalam The Force Awakens adalah proses figur Rey alih-alih calon Jedi.

Tanpa sebuah proses dan bersifat instan, Rey langsung mahir bertarung dan bahkan mengemudikan Millenium Falcon.

Figur Rey ditulis dengan sangat buruk dan  absurd sekaligus misterius.

Itulah kelemahan paling fatal The Force Awakens sehingga menjadi inferior terhadap trilogi orisinal.

Untung saja berbagai kelemahan tersebut mampu ditutupi berbagai alur kompleks dan laga spektakuler.

Aksi megah peperangan di luar angkasa maupun pertarungan di darat, serta adegan duel dengan Kylo Ren, cukup mengesankan.

Bahkan karakterisasi Rey sendiri layak mendapatkan simpati, terkait pengembangan sikap, tindakan dan dialogn mulai dari awal hingga akhir cerita.

Ada sisi emosional serta humor di awal petualangan Rey dan Finn serta Poe.

sinopsis film star wars the force awakens
Lucasfilm, Walt Disney Studios Motion Pictures

Sosok Finn juga layak diapresiasi, melalui perpaduan humor dan aksi serta emosi yang tidak berlebihan. 

Ikatannya dengan Rey terjalin secara erat dan natural. 

Adapula Poe sepertinya menjadi kombinasi antara Luke Skywalker muda dengan Han Solo.

JJ Abrams mampu membuat ikatan emosi yang dikembangkan baik dari Han Solo maupun Leia.

Bagaimana dialog satu baris Han Solo dengan Finn dan Rey begitu impresif sekaligus mengundang tawa segar.

Hal itu terdapat dalam dua adegan saat mereka melakukan infiltrasi dan sabotase Starkiller.

Sosok Kylo berusaha untuk menjadi penerus Darth Vader melalui tampilan helm, namun saat dilepas langsung menurunkan aura yang telah dibangun sedemikian rupa.

Lalu bagaimana dengan Luke Skywalker? 

Ironis memang, saat ada ekspektasi ketiga figur Luke-Leia-Han bisa muncul bersamaan dalam satu adegan, lenyap sudah.

Kehebtan visual The Force Awakens didukung oleh efek modern. 

Performa figur Snoke yang ditampilkan melalui hologram 3D dengan ukuran raksasa di hadapan Kylo dan Jenderal Hux, terkesan sebagai ancaman nyata.

The Force Awakens berada di bawah ekspektasi, sehingga menimbulkan penilaian yang tidak istimewa.

Score: 2 / 4 stars | Pemain: Harrison Ford, Mark Hamill, Carrie Fisher, Adam Driver, Daisy Ridley, John Boyega, Oscar Isaac, Lupita Nyong’o, Andy Serkis, Domhnall Gleeson, Peter Mayhew, Max von Sydow, Anthony Daniels | Sutradara: J.J. Abrams | Produser: Kathleen Kennedy, J.J. Abrams, Bryan Burk | Penulis: Berdasarkan karakter karya George Lucas. Naskah: Lawrence Kasdan, J.J. Abrams, Michael Arndt | Musik: John Williams | Sinematografi: Dan Mindel | Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures | Negara: Amerika Serikat  | Durasi: 135 Menit
 


sekuel film star wars the last jedi
Lucasfilm, Walt Disney Studios Motion Pictures
Star Wars : The Last Jedi (2017)

General Leia (Carrie Fisher) memimpin perlawanan Resistance melalui serangan udara yang dikomandani Poe (Oscar Isaac).

New Order yang dipimpin Kylo Ren (Adam Driver) menyerbu planet D’Qar, sehingga memukul mundur Resistance.

Di planet Ahch-To, Rey (Daisy Ridley) bersama Chewbacca dan R2D2 membujuk Jake Skywalker … eh, maksudnya Luke
Skywalker (Mark Hamill).

Rey mengajak Luke untuk bergabung dengan Resistance sekaligus memohon untuk dilatihnya sebagai Jedi.

Luke yang gagal melatih Kylo yang telah berpaling menuju Dark Side, menolak Rey meski kemudian bersedia melatihnya. 

Kylo yang berkomunikasi dengan Rey melalui kekuatan The Force mengungkapkan mengapa ia memilih Dark Side yang kemudian diakui sendiri oleh Luke kepada Rey.

Yakin bahwa Kylo masih bisa meninggalkan Dark Side, Rey mendatanginya namun harus berhadapan dengan Snoke (Andy Serkis).

Sementara Finn (John Boyega) dan Rose (Kelly Marie Tran) berada di tempat yang sama guna mencari alat untuk memanipulasi pelacak, namun mereka tertangkap pasukan New Order.

Dalam kondisi Resistance yang tersudut, pengganti Leia yakni Admiral Holdo (Laura Dern) memerintahkan untuk mengadakan evakuasi.

Poe menentang keras rencana tersebut, sehingga ia melakukan pemberontakan.

Selama 2,5 jam saya terkesan akan dramatisasi cerita yang menarik, terutama apa yang terjadi pada sosok Rey.

Ada pula pergumulan batin Luke dan Keylo, begitu emosional yang diiringi dengan scoring menyentuh John Williams.

Namun sesaat setelahnya, saya baru sadar sekaligus bertanya-tanya, apakah saya memang menonton film Star Wars?
 

review film star wars the last jedi
Lucasfilm, Walt Disney Studios Motion Pictures

The Last Jedi alih-alih meneruskan kisah The Force Awakens yang masih menyisakan banyak pertanyaan yang ada.

Sayangnya The Last Jedi malah dieksekusi dengan sangat buruk, melalui karakterisasi yang semakin absurd dan menyimpang.

Film ini sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru.

Konklusi cerita harusnya mulai terungkap dari misteri yang tersimpan di film terdahulu.

 Meski alur cerita film ini masih bisa diikuti walaupun tidak istimewa, banyak sekali adegan janggal, konyol, serta menggelikan.

Rian Johnson merubah esensi dan mitologi Star Wars, sehingga tidak memiliki pijakan kuat terhadap pengembangan karakter yang jelas.

Hadirnya beberapa figur baru yang tidak menarik sama sekali, semakin menurunkan mood akan rasa petualangan baru.

Maka The Last Jedi bisa dianggap sebagai petualangan fiksi ilmiah generik non Star Wars.

Perubahan radikal Luke Skywalker menjadi “Jake” adalah yang terparah dan terburuk.

Transformasi Luke yang semakin uzur malah tidak semakin bijak, hanya karena kecewa dengan Kylo Ren yang berpaling kepada Dark Side.

Masih tidak diketahui sosok Rey, siapa dia sebenarnya.

Rey semakin hebat tanpa melewati proses alamiah, seperti halnya manusia berlatih untuk menjadi seorang Ksatria Jedi.

Adegan yang paling mengejutkan, tentu saja saat Luke melempar benda pusaka berupa lightsaber berwarna biru peninggalan Anakin.

Luke melemparnya seperti sampah, saat Rey bermaksud menyerahkan kepadanya.

Untung saja, ada adegan ‘hiburan’ yang mampu memberikan saya peringatan terhadap produk susu berwarna hijau.

Luke memerah cairan tersebut dari mahluk berupa binatang besar layaknya peternak sapi!

ulasan sinopsis star wars the last jedi
Lucasfilm, Walt Disney Studios Motion Pictures
Lemahnya pengembangan karakter Finn, mengakibtkan penurunan performa yang drastis.

Tidak ada lagi adegan atau dialog yang cukup renyah serta sedikit humor segar darinya. 

Hanya figur Poe yang masih sama di film terdahulu, namun sayangnya Poe dibuat seakan ia selalu dinilai gegabah dan salah.

Figur Poe terinjak figur inferior tipe aktivis seperti Admiral Holdo, bukan tipe ksatria semacam Admiral Ackbar. 

Adapun figur Rose Tico dengan penampilan yang sangat tidak impresif, tidak menarik, diperburuk dengan performa yang medioker dan membosankan. 

Ikatan emosi absurd Rose dengan Finn pun diperlihatkan melalui beberapa adegan yang tidak enak dilihat dan dipaksakan. 

Padahal figur Holdo dan Rose diperankan oleh kedua aktris yang punya potensi emas, jika naskahnya dikerjakan dengan baik.

Kasihan sekali saat menyaksikan adegan Leia berubah menjadi “Mary Poppins”.

Eksekusi buruk lainnya yakni terhadap figur super lemah seperti Snoke, serta Kylo tanpa helm.

Kylo bertelanjang dada saat berinteraksi dengan Rey melalui kekuatan The Force, mempertontonkan fantasi konyol akan romantisme “Rey-Lo”.

Banyak sekali kejanggalan yang menjadikan The Last Jedi sebagai film Star Wars terburuk sepanjang masa.

Meski demikian berbagai aksi laga pertempuran pesawat dan pertarungan, sedikit menghibur.

Jika Attack of the Clones (2002) diargumentasikan sebagai penghubung yang buruk bagi sebagian orang, maka bagi saya The Last Jedi merupakan sebuah jembatan yang ambruk!

Score: 0.5 / 4 stars | Pemain: Mark Hamill, Carrie Fisher, Adam Driver, Daisy Ridley, John Boyega, Oscar Isaac, Lupita Nyong’o, Andy Serkis, Domhnall Gleeson, Anthony Daniels, Gwendoline Christie, Kelly Marie Tran, Laura Dern, Benicio Del Toro, Frank Oz, Joonas Suotamo | Sutradara: Rian Johnson | Produser: Kathleen Kennedy, J.J. Abrams, Bryan Burk | Penulis: Berdasarkan karakter karya George Lucas. Naskah: Rian Johnson | Musik: John Williams | Sinematografi: Steve Yedlin | Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures | Negara: Amerika Serikat  | Durasi: 152 Menit

Itulah sinema petulangan fiksi ilmiah, tentang dua sekuel film Star Wars yang mungkin bisa anda tonton.

Comments