Phantasm : Ravager (2016), Sebuah Reuni Yang Membingungkan

Dunia Sinema Phantasm Ravager Reggie Bannister
Well Go Entertainment

Ekspektasi dan ketidaktahuan akan bocoran cerita, membuat saya penasaran akan seri ke-5 dari franchise horor yang melejitkan karakter The Tall Man sebagai ikon legendaris tersebut. 

Berevolusi atau tidak, tampaknya film tersebut menambah porsi yang sebelumnya hanya ber-genre horor supranatural dari film pertamanya. Kini lambat laun, berkenaan dengan terungkapnya backstory The Tall Man, maka genre semakin meluas dan kini bertambah action serta sub genre berupa survival horror layaknya pemain video games

Sang kreator sekaligus sutradara beberapa film sebelumnya, Don Coscarelli yang kini selaku produser dan co-writer menyerahkan kursi sutradara pada David Hartman.

Film ini menandakan reuni lengkap semua aktor/aktrisnya sejak film pertama yakni Phantasm (1979), seperti A. Michael Baldwin sebagai Mike Pearson, Reggie Bannister sebagai Reggie, Bill Thornbury sebagai Jody Pearson serta tentunya mendiang Angus Scrimm sebagai The Tall Man.

Film yang dirilis sejak melalui Well Go USA Entertainment tersebut, memang memiliki kompleksitas storyline dengan memainkan alur cerita yang membingungkan. Karakter utama dalam film ini adalah Reggie yang berpetualang dalam mencari dan menemukan kakanya, Jody serta sahabatnya. Mereka bertiga adalah karakter protgaonis dalam film pertamanya.

Cerita film Phantasm : Ravager merupakan lanjutan langsung dari Phantasm IV : Oblivion (1998), saat Reggie mengejar The Tall Man menuju portal dan Mike hampir menemui ajal. 

Di awal sekuen, Reggie masih terdampar di hamparan gurun dalam rangka mencari Mike dan Jody sekaligus memburu The Tall Man, kembali menghadapi sentinel spheres yang mematikan. Tiba-tiba Reggie berada di rumah sakit dan bertemu Mike yang mengatakan bahwa dirinya mengidap demensia.

Lalu cerita kembali melanjutkan petualangan Reggie hingga bertemu dengan Dawn, seorang wanita yang mengalami mogok mobil di tengah jalan. Kemudian kisah kembali ke rumah sakit dan begitu seterusnya hingga Reggie bertemu The Tall Man setelah melewati portal menuju dimensi neraka.

The Tall Man menawarkan Reggie dengan menghidupkan kembali keluarganya di dunia nyata, namun Reggie meminta dipertemukan dirinya dengan Mike dan Jody. Dalam adegan tersebut terungkap, bahwa Reggie terperangkap dalam dunia multi dimensional mengarungi dimensi waktu, sedangkan Mike masih terkoneksi dengan Tall Man yang menceritakan mimpinya kepada Reggie.

Akankah perjalanan Reggie dan Mike berhasil dan bagaimana keberadaan Jody? Akankah mereka sekali lagi berhasil melawan The Tall Man?

Tampaknya Don Coscarelli sengaja membuat kejutan untuk para penggemar Phantasm dengan membuat konsep cerita yang kompleks dan berbeda. Hal tersebut dibuktikan dengan pengerjaan proyek film secara rahasia, tanpa ada bocoran cerita di berbagai media. 

Mungkin dengan memanfaatkan konsep alam dunia dan neraka melalui sebuah portal dan diterjemahkan melalui berbagai lompatan dimensi ruang dan waktu (multi universe), sesuatu yang kompleks dan membingungkan, namun tetap menjaga atmosfir misteri kuat di film ini. 

Dunia Sinema Phantasm Ravager The Tall Man
Well Go Entertainment
Phantasm : Ravager cukup berhasil menyajikan suspens dengan ekspektasi yang sulit ditebak terhadap apa yang akan terjadi di setiap adegan berikutnya, seperti pertemuan Reggie pertama kalinya dengan Mike, apakah itu benar-benar Mike dari dimenasi sama tau dimensi lain, atau juga hanya ilusi.

Begitu pula pada saat Reggie bertemu dengan Dawn, sosok wanita yang mengundang misteri, apakah Dawn benar-benar ada atau jebakan Tall Man? Yang menarik di film ini menyisipkan footage dari film pertama, sehingga rasa reuni kembali hadir setelah sekian lama.
 
Reggie yang berain gitar sambil bernyanyi untuk Dawn, ketika sedang bermalam di rumahnya, mengingatkan adegan dirinya dan Jody berduet gitar di pekarangan rumah Jody. Sebuah jeda yang bisa menenangkan ketegangan horor.

Hal menarik lainnya adalah munculnya kembali karakter seorang wanita misterius (Lady in Lavender), alter-ego dari The Tall Man yang diperankan Kathy Lester. Dan hadir pula karakter Rocky, seorang protagonis yang selamat di seri ke-3 yang diperankan Gloria Lynne Henry.

Seperti biasa, akting Angus Scrimm masih tetap prima, meski sudah usia lanjut dan sayangnya telah meninggal sebelum perilisan film ini. Sedangkan yang lainnya masih tetap seperti di seri-seri sebelumnya, Reggie Bannister masih enerjik sedangkan A. Michael Baldwin juga berhasil membawa karisma sekaligus menjaga karakternya yang misterius dan kaku.

Dan diantara semua itu, adanya ikatan emosi antara ketiga karakter Reggie, Mike dan Jody saya rasa masih tetap eksis.

David Hartman dalam mengarahkan berbagai adegan dan sorot kamera cukup piawai untuk meneruskan gaya pendahulunya, seperti pengambilan sudut yang mengundang misteri di sebuah masoleum, ketika adegan Reggie sedang menghadapi Lady in Lavender, dengan sekuen yang mengejutkan.

Atau pada saat Reggie, Mike dan beberapa survivor yang berjibaku dengan dwarf zombies di sebuah lorong, dibuat cukup menegangkan. Namun disayangkan aksi adegan tersebut, bergaya seperti horror survival
games serta penggunaan CGI yang cenderung kasar.

Pemanfaatan efek untuk perbedaan wajah karakter Reggie berdasarkan usia di awal cerita dan di rumah sakit tampaknya berhasil memanipulasi audiens. Original score yang diciptakan oleh Fred Myrow di seri pertama dan diteruskan oleh Christopher L. Stone tetap sama, namun terjadi perubahan aransemen lebih modern, tampaknya cocok dengan gaya seperti film action horror.

Secara keseluruhan film ini menjadi ajang reuni bagi trio protagonis dalam menghadapi The Tall Man, namun dengan pengacakan alur cerita, membuat audiens agak kesulitan dalam mencerna makna cerita itu sendiri.

Film ini memang tidak sebaik dari seri-seri sebelumnya, namun dapat menjadi alternatif dengan menawarkan kompleksitas cerita yang dialami oleh para tokoh protagonis tersebut.
 
Disarankan untuk menonton dari film pertama, agar lebih mudah memahami cerita yang bersambung di setiap seri-nya.

Score : 2 / 4 stars

Phantasm Ravager | 2016 | Horor, Supranatural, Fantasi | Pemain: Reggie Bannister, A. Michael Baldwin, Bill Thornbury, Kahty Lester, Gloria Lynne Henry, Dawn Cody, Stephen Jutras, Daniel Roebuck, Daniel Schweiger, Angus Scrimm | Sutradara: David Hartman | Produser: Don Coscarelli | Penulis: David Hartman, Don Coscarelli | Musik: Christopher L. Stone | Sinematografi: David Hartman, Brad Baruh | Distributor: Well Go Entertaintment | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 85 Menit

Comments