Phantasm : Ravager (2016), Sebuah Reuni Yang Membingungkan

Courtesy of Well Go Entertainment, 2016

Ekspektasi dan ketidaktahuan akan bocoran cerita, membuat saya penasaran habis tentang seri ke-5 dari franchise horor yang melejitkan The Tall Man sebagai ikon legendaris tersebut. Dan akhirnya … jreeeng! Terjadi sesuatu yang membingungkan!

Berevolusi atau tidak, tampaknya film tersebut menambah porsi yang sebelumnya hanya ber-genre horor murni (ditambah sedikit science fiction) dari seri terdahulunya menjadi genre action, adventure dan sub genre berdasarkan video game, survival horror! Sang kreator sekaligus sutradara serial sebelumnya, Don Coscarelli yang kini selaku produser dan co-writer menyerahkan kursi sutradara pada David Hartman. 

Dengan reuni lengkap jajaran aktor-aktris dari berbagai karakter sejak seri pertamanya, Phantasm (1979), seperti A. Michael Baldwin sebagai Mike Pearson, Reggie Bannister sebagai Reggie, Bill Thornbury sebagai Jody Pearson, dan tentunya mendiang Angus Scrimm sebagai The Tall Man, cukup menjanjikan akan sesuatu yang lama dinantikan para penggemarnya. 

Film yang dirilis sejak 7 Oktober silam oleh Well Go USA Entertainment tersebut, memang memiliki kompleksitas storyline dengan memainkan alur cerita yang membingungkan. Karakter utama dalam film ini adalah Reggie yang berpetualang dalam menemukan sepasang adik-kakak sekaligus sahabatnya, Mike dan Jody. Mereka bertiga adalah karakter orisinil dalam seri pertama.

Cerita film tersebut merupakan kelanjutan dari Phantasm IV : Oblivion (1998), pada saat Reggie mengejar The Tall Man menuju portal dan Mike hampir menemui ajal. Di awal sekuens, Reggie masih terdampar di suatu gurun dalam rangka mencari Mike serta Jody sekaligus memburu The Tall Man, kembali menghadapi sentinel spheres yang mematikan. Tiba-tiba Reggie berada di rumah sakit dan bertemu Mike yang mengatakan bahwa dirinya mengidap demensia. 

Lalu sekuens kembali melanjutkan petualangan Reggie hingga bertemu dengan Dawn, seorang wanita yang mengalami mogok mobil di tengah jalan. Kemuadian sekuens beralih kembali ke rumah sakit dan begitu seterusnya hingga Reggie bertemu Tall Man setelah melewati portal menuju dimensi ‘neraka’. 

Tall Man menawarkan Reggie dengan menghidupkan kembali keluarganya di dunia nyata, namun Reggie meminta dipertemukannya dengan Mike dan Jody. Dalam adegan tersebut terungkap, bahwa Reggie terperangkap dalam dunia multi dimensional mengarungi multi waktu, dan Mike yang masih hidup masih terkoneksi dengan Tall Man dengan menceritakan mimpinya kepada Reggie. 

Hingga akhirnya Reggie bereuni dengan Mike serta beberapa suvivor lainnya yang bertahan di dunia yang telah hancur akibat virus yang mengakibatkan manusia berubah menjadi dwarf zombie. Lalu bagaimana dengan keberadaan Jody? Akankah mereka sekali lagi berhasil melawan kedigdayaan Tall Man?

imdb.com

Tampaknya Don Coscarelli sengaja membuat surprise untuk para fans Phantasm dengan membuat konsep cerita yang kompleks dan berbeda. Hal tersebut dibuktikan dengan pengerjaan proyek film secara diam-diam, tanpa ada bocoran cerita di berbagai media. Mungkin dengan memanfaatkan konsep alam dunia dan ‘neraka’ melalui sebuah portal dan diterjemahkan melalui berbagai lompatan dimensi ruang dan waktu, sesuatu yang kompleks dan membingungkan, namun tetap menjaga atmosfir misteri yang menjadi karakter film itu sendiri. 

Film tersebut juga cukup berhasil menyajikan suspens dengan ekspektasi apa yang akan terjadi di setiap adegan berikutnya, seperti pertemuan Reggie pertama kalinya dengan Mike, membuat penasaran, apakah itu benar-benar Mike atau hanya ilusi. Begitu pula pada saat Reggie bertemu dengan Dawn, sosok wanita yang mengundang misteri, apakah Dawn benar-benar ada atau jebakan Tall Man? Yang menarik adalah, adanya suatu ‘sekuens reuni’ dari seri pertama. 

Kembalinya Reggie bernyanyi sambil memainkan gitar untuk Dawn, tatkala sedang bermalam di rumahnya. Adegan tersebut mengingatkan sekuens Reggie dan Jody bernyanyi dan bermain gitar di pekarangan rumah Jody. Suatu jeda yang bisa menenangkan ketegangan horor. Lalu munculnya kembali karakter seorang wanita iblis (lady in lavender), alter-ego dari The Tall Man yang diperankan Kathy Lester. Dan hadir pula Rocky, tokoh protagonis yang selamat di seri ke-3 yang diperankan Gloria Lynne Henry. 

Seperti biasa, akting Angus Scrimm masih tetap prima, meski sudah usia lanjut dan sayangnya telah meninggal sebelum perilisan film. Sedangkan yang lainnya masih tetap seperti di seri-seri sebelumnya, Reggie Bannister masih enerjik sedangkan A. Michael Baldwin juga berhasil membawa karisma sekaligus menjaga karakternya yang misterius dan kaku. Dan diantara semua itu, adanya ikatan emosi antara ketiga karakter Reggie, Mike dan Jody saya rasa masih tetap eksis.

David Hartman dalam mengarahkan kamera cukup piawai dalam meneruskan gaya pendahulunya, seperti sorotan sudut kamera yang mengundang misteri di sebuah masoleum, ketika adegan Reggie sedang menghadapi Lady in Lavender, dengan sekuens yang mengejutkan. 

Atau sekuens pada saat Reggie, Mike dan beberapa survivor yang berjibaku dengan dwarf zombies di sebuah lorong, dibuat cukup menegangkan.  Yang disayangkan adalah beberapa sekuens Reggie, Mike dan beberapa survivor dalam melawan dwarf zombies dan sentinel spheres, mirip dengan beberapa game horror survival lainnya dan penggunaan CGI yang cenderung mentah (mungkinkah keterbatasan budget?). 

Namun penggunaan efek untuk perbedaan wajah karakter Reggie berdasarkan usia di sekuens awal dan di rumah sakit tampaknya berhasil memanipulasi audiens. Original score yang diciptakan oleh Fred Myrow di seri pertama dan diteruskan oleh Christopher L. Stone tetap sama, namun terjadi perubahan aransemen lebih modern, tampaknya cocok dengan gaya seperti film action horror.

Aktor Angus Scrimm sebagai The Tall Man (movieweb.com)

Secara keseluruhan film ini menjadi ajang reuni bagi trio pahlawan dalam menghadapi The Tall Man, namun dengan pengacakan alur cerita, membuat bingung saya sebagai audiens dalam mencerna makna cerita itu sendiri. Film ini memang tidak sebaik dari seri-seri sebelumnya, namun dapat menjadi alternatif dengan menawarkan kompleksitas cerita yang dialami oleh para tokoh protagonis tersebut. Bagi penggemar film action horror berdasarkan RPG game seperti Resident Evil (2002), House of the Dead (2003) atau Doom (2005), film ini layak ditonton dan menawarkan sesuatu yang lebih kompleks, meski alur yang disajikan rumit. 

Disarankan untuk menonton dari seri pertama, agar lebih mudah memahami cerita yang bersambung di setiap seri nya.

Score : 2 / 4 stars

Phantasm Ravager | 2016 | Horor, Supranatural, Fantasi | Pemain: Reggie Bannister, A. Michael Baldwin, Bill Thornbury, Kahty Lester, Gloria Lynne Henry, Dawn Cody, Stephen Jutras, Daniel Roebuck, Daniel Schweiger, Angus Scrimm  | Sutradara: David Hartman | Produser: Don Coscarelli | Penulis: David Hartman, Don Coscarelli | Musik: Christopher L. Stone | Sinematografi: David Hartman, Brad Baruh | Distributor: Well Go Entertaintment | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 85 Menit 


Baca juga : Lebih Baik Buat Prekuel daripada Remake




Popular Posts