The Unholy (1988) : Bertarung dengan Iblis di Sebuah Gereja

Courtesy of Vestron Pictures, 1988

Kira-kira dua tahun setelah perilisan film tersebut, sepupu saya menceritakan kepada saya tentang film yang ditontonnya di sebuah gedung bioskop di kota kecil kelahiran kami. Saya yang waktu itu alergi dengan film horor hanya mengiyakannya saja, namun masih ingat benar dalam benak ini, bahwa suatu saat ingin menontonnya.

Akhirnya baru-baru ini, kesempatan datang untuk membunuh rasa penasaran yang terpendam bertahun-tahun –tepatnya 20 tahun- setelah sulit saya dapatkan filmnya. Mungkin banyak yang gak tau film ini, apalagi film jadul di era 80’an … yup, film The Unholy (1988) adalah salah satu film horor yang cukup seram bagi saya. Film dengan tema ‘pertarungan’ antara seorang Pastur muda dengan sosok iblis di sebuah Gereja kecil, menarik rasa penasaran besar saya, meski rasa takut menghantui kala itu,

Sebenarnya film ini memiliki premis sederhana, which is : good vs evil. Tapi dengan penyajian cerita yang menarik, maka jadilah sebuah film horor yang tidak biasa. Boleh dikatakan film ini adalah paduan dari film horor klasik seperti The Exorcist (1973), The Sentinel (1977) atau Phantasm (1979). Tidak hanya unsur horor yang ditonjolkan, penyajian neo-noir ala detektif juga terpapar dengan gaya ala giallo-nya Dario Argento atau ala crime thriller-nya Michael Mann.

Film ini digarap serius, dimulai dari adegan pertama yang bisa dibilang seram, menghadirkan iblis berupa seorang wanita penggoda di sebuah Gereja kecil berhadapan dengan Pastur Dennis yang akhirnya terbunuh. Kemudian cerita bergulir kepada pastur Silva (Trevor Silva) yang berdiskusi dengan Archibishop Mosely (Hal Holbrook) untuk menugaskan kepada seorang Pastur muda, yakni Michael (Ben Cross), membuka kembali Gereja tersebut.

Seiring cerita bergulir, datanglah detektif Stern (Ned Beatty) kepada Pastur Michael yang membeberkan informasi bahwa selain Pastur Dennis, setahun sebelumnya Pastur Collins juga terbunuh. Buku kontak Pastur Dennislah yang membawa Pastur Michael kepada Millie (Jill Carroll), seorang gadis yang ingin menghindar dari sebuah night club tempatnya bekerja. Millie juga mencurigai Luke (William Russ), pemilik night club sebagai penyembah setan dan ingin mengorbankan keperawanan Teresa. Terungkap bahwa Millie pernah beberapa kali menemui Pastur Dennis sebelum terbunuh. Berbagai konflik lambat laun terjadi, pada saat Michael berseteru dengan Luke mengenai Millie.

Pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan : Siapa sebenarnya iblis berwujud wanita tersebut? Benarkah Luke menjadi dalangnya? Siapa sebenarnya Millie dan latar belakangnya? Benarkah ia menjadi kunci dari semua misteri tersebut? Ada apa Millie dengan Pastur Dennis? Dan mengapa Pastur Michael yang terpilih untuk menyelidiki pembunuhan tersebut?

impawards.com

Ketegangan demi ketegangan dan keseriusan film tersebut sangat berasa aura horor dan suspens-nya dari awal hingga kira-kira ¾ cerita. The Unholy bukanlah seperti film The Exorcist, The Omen atau film-film serius sejenis yang telah kita ketahui siapa karakter antogonis dan apa motifnya. Unsur suspens dan misteri seperti halnya film-film ala Brian De Palma atau Dario Argento, berperan besar dalam mewujudkan alur cerita dan visual. Masing-masing karakter hingga pertengahan cerita masih menyimpan misteri besar, meski saya sudah mulai menebak, siapa yang memiliki rencana serta –mungkin- kekuatan ‘super’ yang baik maupun yang jahat.

Pastur Michael layaknya seorang detektif yang lebih agresif ketimbang seorang Stern sebagai detektif asli, hal yang mengingatkan saya akan karakter Pastur William of Baskerville di film The Name of the Rose (1986). Keteguhan iman Pastur Michael benar-benar teruji, mulai dari awal kemunculannya hingga di akhir cerita. Kemudian sosok misterius Pastur Silva yang tampaknya bisa melihat ‘visi’ dan memilih Pastur Michael juga menaikan aura mistis yang ada.

Tak hanya itu, masing-masing karakter saya rasa sengaja dibuat seperti seseorang yang bisa dicurigai sebagai tersangka. Kecurigaan terbesar tentu pada karakter Luke. Lalu Millie, hingga merembet kepada Stern dan Archibishop Mosely. Kedua pastur yang terbunuh oleh iblis wanita itupun, membuat saya bertanya : jangan-jangan mereka juga melakukan ‘sesuatu’ yang tidak seharusnya.

Untuk urusan akting, tidak ada yang istimewa … I have no comments here. Hadirnya aktor kawakan Hal Holbrook sebagai Archibishop Mosely yang mengingatkan saya akan film horor The Fog (1980), selain sering muncul di film-film political/crime/action thriller mainstream.

Gaya visualisasi dan arahan kamera pun ditegaskan dengan berbagai scene dengan nuansa gelap bergaya neo-noir, lebih banyak dilakukan di malam hari. Penggunaan warna cahaya yang dominan biru dan magenta juga jelas menandakan gaya apa film tersebut divisualisasikan.  

Bukan horor namanya kalo gak ada gory thing, baik sedikit maupun banyak. Di film ini, cukup banyak meski gak berlebihan, tipikal horor 80’an umumnya. Yang saya baca di salah satu media, bahwa sutradara Camilo Vila ingin menambah unsur gore, biar tambah ngeri. Padahal tidak ada di skenario aslinya.

WARNING, SPOILER ALLERT! (a little bit)
Kekecewaan saya ada di seperempat akhir cerita, setelah semuanya terungkap, terutama efek spesial monster iblis yang begitu ‘norak’ atau dibuat asal-asalan … jadi kayak boneka gitu. Juga yang konyol, hadirnya karakter minion atau some kind of creepy creature seperti di film Phantasm (1979). Juga aksi penyelesaian yang saya rasa kurang greget dan semuanya malah membuat saya rileks, menurunkan mood isitlahnya.

Bagi penyuka horor klasik, terutama pertarungan antara organisasi religi dengan kekuatan jahat, film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton, meski tidak sehebat The Exorcist atau The Omen misalnya. Film ini sebenarnya tanggung dari sisi penyelesaian, tapi cukup anggun untuk dinikmati dari segi cerita yang cukup berhasil memanipulasi pikiran audiens, ada apa dan siapa dalang dibalik semua itu.

Score : 3 / 4 stars

The Unholy | 1988 | Horor, Drama | Pemain: Ben Cross, Ned Beatty, William Russ, Jill Carroll, Hal Holbrook, Trevor Howard  | Sutradara: Camilo Vila | Produser: Matthew Hayden | Penulis: Philip Yordan, Fernando Fonseca | Musik: Roger Bellon | Sinematografi: Henry Vargas | Distributor: Vestron Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 102 Menit 

Popular Posts