Dirty Harry : Magnum Force (1973)

Dunia Sinema Magnum Force Harry Callahan
Warner Bros Pictures

Awal : Opening credits berupa latar belakang solid berwarna merah, tampak tangan seseorang memegang pistol jenis revolver Magnum, dengan posisi menyamping dan hendak menembak.
Prolog : Di akhir kredit, pelatuk pistol diatrik ke belakang, kamera dan pergerakan tangan yang memegang pistol Magnum pun, mengarah kepada audiens : “This is a 44. Magnum, the most powerful handgun in the world, and it could blow your head clean off. Do you feel lucky?

DOR!!! Pistol Magnum-pun meletus …

Lebih kejam, brutal, misterius, mengejutkan, aksi lebih seru, sekaligus ironis. Itulah sekuel dari film Dirty Harry (1971) yang berjudul Magnum Force. Kali ini bukan hanya Callahan saja sebagai polisi vigilante, namun polisi patroli lalu-lintas yang tidak mau kalah melalui aksi mengejutkan.

Bangku sutradara Magnum Force yang diberikan kepada Ted Post, yang mampu meneruskan gaya Don Siegel, melalui pengembangan yang lebih berani dan cukup inovatif berdasarkan narasi yang kembali ditulis oleh John Millius.

Film ini  mengisahkan seorang mafia yakni Carmine Ricca yang tewas terbunuh di dalam mobil oleh seorang polisi patroli misterius. Callahan (Clint Eastwood) dan rekannya Smith (Felton Perry) kemudian menghampiri lokasi kejadian, namun segera dihardik oleh atasan mereka yakni Letnan Briggs (Hal Holbrook) yang menegaskan bahwa tugas mereka hanyalah mengintai dan mengamati, bukan menyelidiki pembunuhan tersebut.


Dunia Sinema Magnum Force Polisi Vigilante Misterius
Warner Bros Pictures

Suatu ketika, Callahan tak sengaja bertemu dengan sahabatnya, Charlie McCoy (Mitchell Ryan) seorang polisi patroli yang sedang frustasi. Setelahnya, ia juga bertemu dengan empat orang polisi pemula dalam latihan menembak, yakni Phil Sweet (Tim Matheson), John Davis (David Soul), Alan Astrachan (Kip Niven) dan Mike Grimes (Robert Urich). Callahan terkesan oleh kemampuan mereka sekaligus menawarkan untuk segera bergabung di departemennya.

Kemudian terjadi dua pembunuhan dengan metode dan pelaku yang sama. Sementara Briggs menugaskan pasukannya termasuk Callahan untuk segera menangkap Guzman dan Palancio sebagai tersangka pembunuhan. Callahan yang selalu berselisih dengan Briggs, merasa ada yang tidak beres dan menduga pelakunya adalah seorang polisi. Lalu siapakah sebenarnya polisi yang melakukan pembunuhan tersebut?

Tidak seperti cerita di film sebelumnya, kali ini dalam Magnum Force sengaja menyimpan misteri siapa karakter antagonisnya hingga di pertengahan cerita. Elemen thriller suspens di film ini begitu kental, selain tentunya beberapa adegan pembunuhan yang tersaji begitu brutal dan eksplisit.

Ceritanya pun melulu fokus pada penyelidikan pembunuhan oleh polisi misterius, tapi lebih bervariasi yang dirasa untuk meredakan intensitas, melalui jeda berupa sub-plot saat Callahan menghentikan pembajakan pesawat terbang, penangkapan perampok di supermarket, pengintaian terhadap Lous Guzman dan juga penyerbuan terhadap Palancio, serta aktivitas kompetisi menembak yang diselenggarakan oleh kepolisian San Francisco.

Situasi pun semakin rumit dengan adanya konflik antara Callahan dan Briggs yang saling tidak menyukai satu sama lain, pembunuhan oleh oknum polisi, juga elemen kekerasan dengan level yang cukup tinggi, sehingga film Magnum Force mampu mengimbangi kualitas dari film pertamanya itu. 

Adegan pembunuhan yang dilakukan oleh polisi misterius itu, diperlihatkan dengan cara menembak korbannya dari jarak dekat, sehingga jelas terlihat efek gory yang cukup sadis seperti muncratan darah dari kepala dan tubuh korban, begitu mengejutkan serta cukup disturbing kala itu.

Beberapa humor cerdas dan segar pun masih diperlihatkan, saat Early yang kehilangan selera makan siang setelah melihat kondisi jasad Ricca dan koleganya menjadi korban penembakan brutal, digoda melalui dialog humor antara Callahan yang sedang makan siang dengan seorang penjual makanan di sebuah bandara, mengakibatkan Early semakin muak. 


Dunia Sinema Magnum Force Harry Callahan
Warner Bros Pictures

Atau adegan saat Callahan berseteru dengan salah satu penghuni apartemen yang merasa terusik dengan loker-nya, setelah ia membongkar dan menemukan bom di dalamnya. Juga Callahan yang bercumbu dengan seorang wanita di apartemennya, tiba-tiba Briggs meneleponnya dengan potongan kalimat : “…put your pants back on, Callahan …” dan memerintahkan untuk menemuinya di ruang jenazah.

Satir yang paling dalam juga tersirat saat Callahan berbincang dengan Early di kantor polisi, sambil mereferensikan keempat polisi muda yang jago tembak, dengan mengatakan kurang lebih: “Jika kalian semua (polisi) bisa menembak seperti mereka (keempat polisi muda itu) … saya tidak peduli jika semua polisi itu gay”. Dalam adegan itu, kebetulan ada seorang polisi yang lewat mendengarnya dengan ekspresi yang terhina!

Mungkin quote yang paling populer di film ini yakni “a man has got to know his limitation” yang diucapkan sebanyak tiga kali, salah satunya berupa sindirian terhadap Briggs.
Beberapa adegan action di film ini pun terasa lebih lebih segar dan seru, baik dalam kejar-kejaran mobil dan motor diatas kontur jalanan khas San Francisco, baku tembak hingga sebuah ledakan.

Selain Eastwood yang mengulangi perannya sebagai Callahan, juga aktor veteran Hal Holbrook yang biasanya bermain karismatik, malah di film ini ingin mengesankan ketegasannya namun terasa konyol sekaligus menyebalkan.

Film Magnum Force kembali menjadi sorotan berkat narasi yang cukup kontroversial terhadap tindakan kebrutalan polisi vigilante misterius yang kali ini malah menantang Callahan dengan cara yang lebih kejam, sehingga mengesankan tercorengnya image positif dari kepolisian.

Perbedaan prinsip itulah yang membuat Callahan menjadi protagonis yang selalu disegani khususnya dalam film ini. Pengembangan cerita yang mengejutkan, sehingga akhirnya menentukan duel akhir antar dua polisi vigilante yang berada dalam pihak berseberangan.
 
Score : 4 / 4 stars
 
Magnum Force | 1973 | Aksi Laga, Thriller | Pemain: Clint Eastwood, Hal Holbrook, Mitchell Ryan, David Soul, Felton Perry, Robert Urich, Tim Matheson, Kip Niven | Sutradara: Ted Post  |  Produser: Robert Daley | Penulis: Berdasarkan karakter karya Harry Julian Fink dan R.M. Fink, Jo Heims. Naskah: John Milius | Musik: Lalo Schifrin | Sinematografi: Frank Stanley | Distributor: Warner Bros Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 124 Menit

Comments