Dirty Harry Movie : The Dead Pool (1988)

Courtesy of Warner Bros Pictures, 1988

Callahan       : “You forgot your fortune cookie
Bad Guy        : “What??”
Callahan       : “It says … (sambil membuka kertas)
  You’re sh*t outta luck!”
DOR!!!
Callahan pun menembak Bad Guy tersebut

Masih mempertahankan gaya khasnya, percakapan serta adegan diatas adalah salah satu memorable scene dari film Dirty Harry terakhir alias seri ke-5, yakni The Dead Pool yang rilis di tahun 1988. Dirty Harry untuk terakhir kalinya tampil di layar lebar, mengingat dari segi usia juga dipertimbangkan untuk … well, pensiun? Layaknya aktor mendiang Roger Moore di film James Bond terakhirnya, A View to a Kill (1985), jagoan yang tua-tua keladi meski masih bisa diandalkan, sekaligus bisa jadi bahan ‘tertawaan’.

Ironisnya, pertama kali saya kenal Harry Callahan lewat film ini, a long time a go, sekitar tahun 1990 di bioskop non-21 di kampung halaman saya. Saya waktu itu tidak pernah tau, kalo film ini adalah filmnya Dirty Harry, yang saya tau cuma Harry Callahan waktu itu … namun saya terkesan dengan penuturan cerita, adegan dan unsur thriller yang ada. Film The Dead Pool disutradarai oleh Buddy Van Horn, seorang stunt coordinator dan pernah bertugas menjadi 2nd unit director di film Magnum Force (1973), jadi telah berpengalaman dalam keterlibatan film Dirty Harry.

Istilah Dead Pool atau sama dengan Death Pool sendiri –yang pasti tidak ada hubungannya dengan superhero yang satu itu- jika diliat di Wikipedia, yang dilansir dari USA Today, intinya adalah sebuah permainan yang memprediksikan atau menebak kematian seseorang. Jadi, film ini berkisah tentang permainan kematian yang dibuat oleh seorang yang misterius, yang diselidiki oleh Callahan. Jika anda browsing, film ini juga merupakan film yang paling rendah pendapatannya dibandingkan film Dirty Harry lainnya, serta secara kritik hampir sama dengan Sudden Impact (1983).

Di awal cerita, Callahan bersaksi di persidangan atas terdakwa bersalah, Lou Janero yang merupakan kepala gangster. Janero kemudian dihukum penjara, namun setelah itu, anak buahnya diperintahkan untuk membunuh Callahan yang berhasil lolos dari serangan tersebut.

Sementara di tempat lain, seorang rocker, Johnny Squares (Jim Carrey) yang kecanduan narkoba, bertengkar dengan sutradara sekaligus sineas, Peter Swan (Liam Neeson) ketika sedang syuting film horor kelas-B. Johnny yang sedang beristirahat di dalam trailer-nya, tiba-tiba dibunuh oleh seseorang yang tak dikenal. Callahan yang mendapat seorang partner baru bernama Al Quan (Evan Kim) segera menyelidiki jenazah Johnny.

Peter yang sedang gusar, menyangkal dan tidak menyukai Callahan, ketika diinterogasi mengenai pembunuhan Johnny. Tak lama kemudian, seorang eksekutif produser film bernama Dean Madison, tewas dalam insiden perampokan di sebuah restoran di wilayah Chinatown. Callahan dan Quan yang berhasil meringkus para perampok, lalu menemukan sebuah daftar dari saku jenazah Dean, yang berisi tentang permainan “Dead Pool”. Terdapat nama Peter dan Dean sebagai partisipan di daftar tersebut, yang menebak serta memprediksi kematian selebritis di Bay Area (Wilayah Teluk San Fransisco).

Pembunuhan pun terjadi lagi, dengan korban bernama Molly Fisher, seorang kritikus film. Berita pun tersebar luas dan terjadi kepanikan diantara para selebriti yang berakibat Peter menjadi tersangka pembunuhan tersebut. Callahan yang sedang menyelidiki kasus tersebut juga dihampiri oleh seorang reporter bernama Samantha Walker (Patricia Clarkson) yang rupanya tertarik dan ingin membuat artikel tentang profil Callahan yang kontroversial tersebut.

Kini Callahan harus menghadapi berbagai intrik dari pembunuhan selebritis, seorang sineas horor kelas-B, seorang jurnalis cantik dan anak buah Lou Janero yang kerap ‘mengganggunya’ …

impawards.com

Cerita film The Dead Pool merupakan ide cemerlang dan unik, dengan menggunakan sebuah permainan berbahaya yang melibatkan para selebritis. Hadirnya kembali unsur suspens atau misteri, dengan tidak menyoroti muka sang pembunuh sama sekali, membuktikan konsistensi visual dari alur itu sendiri. Beberapa kejutan manipulatif juga ‘dimainkan’ dengan cermat, membuat saya menduga-duga, benarkah Peter Swan pembunuhnya? Atau mungkin salah satu kru-nya?

Masih dengan tone yang sama dan tetap terjaga seperti di keempat seri sebelumnya, film ini juga memiliki aura yang hampir mirip dengan film Sudden Impact. Mungkin karena diceritakan sosok pembunuh tersebut memang ada relevansinya dengan film horor -seperti yang diceritakan di film ini- jadi berkesan malah lebih ‘mengerikan’ dibandingkan Sudden Impact.

Berbagai sorotan kamera yang diarahkan kepada poster-poster serta merchandise film horor karya Peter Swan, dengan pencahayaan yang minim, musik yang cukup merinding, beberapa adegan memperlihatkan misalnya ketika Johnny Squares sedang fly setelah menggunakan narkoba, atau sosok pembunuh itu sendiri yang diperlihatkan sedang mengetik sesuatu. Tak ketinggalan, pembunuhan Molly Fisher juga saya anggap yang paling mencekam dari semua film Dirty Harry.

Gaya sang nahkoda dalam mengarahkan film, Buddy Van Horn, juga cukup impresif dari semua sisi, terutama visualisasi yang memikat dan juga gaya aksi serta akting yang stylish. Adegan di pemakaman Johnny Squares misalnya, berbagai sorotan dan pengambilan sudut kamera dengan latar belakang hijaunya dataran pemakaman, memberikan feel yang pas, di tengah cuaca yang sepertinya mendung dalam suasana berkabung.

Juga saat adegan ketika Peter sedang mengarahkan syuting di dek kapal, dengan background langit biru dan landskap pelabuhan –dengan deretan bangunan tepi pelabuhan- lengkap dengan birunya laut dan beberapa kapal tampak di kejauhan. Adegan saat syuting, memperlihatkan sekelompok orang dengan berpenampilan rock star, sedang membidik sesuatu dengan sebuah harpun … what a style! Jika anda perhatikan, 3 dari 4 orang itu adalah personil band Guns N’ Roses sebagai cameo. Mereka berlima juga hadir dalam adegan pemakaman Johnny Squares.

Speaking about Guns N’ Roses, lagu hits mereka, Welcome to the Jungle –malah saya belum kenal mereka dan dengar lagunya setelah nonton film ini- diputar dalam sebuah adegan, saat Johnny sedang syuting sebuah video clip untuk film horor-nya Peter Swan. Tampak di adegan yang menghentak bersamaan dengan lagunya tersebut, terdapat seorang wanita diatas ranjang, dengan interior di dalam kamar tidur, yang mirip dengan film The Exorcist (1973). Bagaimana permainan warna dan cahaya, lengkap dengan asap, sudah bisa menjadi video clip sungguhan ala 80’an.

Courtesy of Warner Bros Pictures, 1988

Meski hanya sedikit di beberapa adegan, pergerakkan handheld kamera cukup terasa, seperti halnya di film Magnum Force. Dan saya akui, berbagai gerakan dan kamera yang direkam, terasa lebih dinamis dibandingkan film-film Dirty Harry terdahulu … still, it’s not annoying me. Contoh yang paling nyata, ketika Callahan dengan gusar melempar sebuah kamera video milik seorang jurnalis. Untuk beberapa adegan aksi laga, film ini masih memiliki porsi yang sama dengan semua seri-nya terdahulu.

Ada hal yang membuat saya exciting untuk action kejar-kejaran yang satu ini, yakni hadirnya sebuah Remote Control (RC) Die Cast berupa mobil-mobilan, yang digunakan pembunuh! Bagaimana miniatur mobil tersebut dapat digunakan untuk membunuh seseorang. Aksi Callahan dan Al Quin yang mengendarai mobil, dikejar oleh miniatur mobil, dan dibelakangnya, sang pembunuh yang juga mengendarai mobil … aksi kejar-kejaran paling unik dan menegangkan di jalanan San Fransisco! 

Sayangnya, kualitas dialog dalam film ini mengalami penurunan. Tidak ada quotes atau catchphrase yang signifikan atau menjadi culture impact dari film ini. Hanya kalimat dari Callahan yang saya sebutkan di awal, dilontarkan sebanyak dua kali dalam film. Dialog humor masih cukup baik disajikan, meski tidak setajam sebelumnya.

Dialog yang paling kocak menurut saya, bermula dari perkataan Quan kepada Callahan, ketika mereka memeriksa jenazah Johnny Squares : “You know, Harry, they always die in threes”, lanjutnya : “When celebrity dies, two more always go in a week or two. Well, it’s a fact, Harry. Celebrities always die in threes”. Dan ketika mereka memeriksa jenazah Nolan Kennard, terjadilah dialog …

Al Quann: It’s like I was telling you, Harry. Celebrities, they always die in …
Callahan : “…in threes
Al Quan : At least the guy went out with …
Callahan : “… a bang, yeah I know

Courtesy of Warner Bros Pictures, 1988

Adegan kocak dan dialog humor lainnya yakni ketika Callahan memanfaatkan seorang napi ‘buas’ untuk menakut-nakuti Lou Janero, agar berhenti ‘mengganggu’ nya. Wajar, jika julukan Callahan adalah Dirty Harry. 

Karakter bos Callahan, yakni Letnan Ackerman (Michael Goodwin) kali ini menjadi sasaran ‘bully’ nya Callahan, kembali dibuat agak konyol, menggantikan karakter yang dimainkan oleh Bradofrd Dillman. Aktor Evan Kim sebagai Al Quan, tak lebih sebagai pelangkap yang jago bela diri, dan diperagakan ketika mereka di Chinatown. Guyonan dan sindiran pun muncul di kalimat “Teaming up with a Chinese American is good for the department’s image”, mirip dengan film The Enforcer (1976), ketika Callahan berpartner dengan polisi wanita.

Akting Liam Neeson di film ini sebagai seorang yang emosional dan sensitif. Tidak seperti sekarang, suaranya lebih rendah dan kalem (mungkin faktor usia), kala itu ia berakting sebagai seorang sineas film horor yang gemar teriak memaki-maki kru-nya. Tidak ada yang bisa dibahas mengenai karakter Samantha yang diperankan Patricia Clarkson, mungkin sebagai pelengkap saja untuk ‘menemani’ Callahan yang sendirian. Nama Jim Carrey yang berperan sebagai Johnny Squares, tentu saja belum dikenal luas, serta belum memperlihatkan sedikit ciri khas gaya komedinya.  

Singkat saja, secara keseluruhan film ini oke, mungkin sedikit lebih baik dibandingkan The Enforcer … makanya saya samakan saja skor-nya, karena entah kenapa, saya merasa kurang mendapatkan impact yang dahsyat di film ini.

Terakhir :
Sudah memasuki tiga dekade, Callahan … I missed your classed actions! How about prequels? I wonder why

Score : 3.5 / 4 stars

The Dead Pool | 1988 | Aksi Laga, Thriller, Misteri, Suspens | Pemain: Clint Eastwood, Patricia Clarkson, Liam Neeson, Evan Kim, David Hunt, Michael Currie, Michael Goodwin | Sutradara: Buddy Van Horn |  Produser: David Valdes | Penulis: Berdasarkan Karakter Ciptaan : Harry Julian Fink dan R.M. Fink, Jo Heims. Ditulis ulang oleh : Steve Sharon, Durk Pearson dan Sandy Shaw | Musik: Lalo Schifrin | Sinematografi: Jack N. Green | Distributor: Warner Bros Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 91 Menit


Baca juga : Dirty Harry Movie : Dirty Harry (1971)Dirty Harry Movie : Magnum Force (1973)Dirty Harry Movie : The Enforcer (1976)Dirty Harry Movie : Sudden Impact (1983) 

Popular Posts