Double Review : Young Guns (1988), Young Guns II (1990)

Atas : Young Guns (1988), bawah : Young Guns II (1990).
Courtesy of 20th Century Fox.

Dari beberapa film tentang legenda Billy the Kid di era Western, mungkin yang paling populer adalah film Young Guns dan sekuelnya. Mengapa? Sosok Billy the Kid sendiri adalah seorang figur yang dianggap ‘pahlawan’ sekaligus ‘buronan’ dalam mengukir sejarah western civilization pada usia muda yang fenomenal, serta film tersebut dianggap yang paling akurat kisahnya. Kedua film Young Guns merupakan sebuah momentum yang pas untuk kembali menaikkan pamor genre western yang turun drastis di era 80’an, sekaligus menegaskan eksistensi gerombolan brat pack yang sedang naik daun itu.

impawards.com


Young Guns (1988)
Courtesy of 20th Century Fox, 1988

“You have to test yourself every day, gentleman. Once you stop testin’ yourself, you get slow. And when that happens, they kill you”
William H. Boney a.k.a. Billy the Kid

Lincoln County, New Mexico, sekitar tahun 1878-88, seorang pemilik ternak dan ranch bernama John Tunstall (Terence Stamp), memiliki seorang pesaing bisnis yang kejam bernama Lawrence Murphy (Jack Palance). Persaingan sengit, seringkali memacu konfrontasi diantara keduanya. Adalah seorang pemuda jalanan bernama Billy (Emilio Estevez) direkrut oleh Tunstall, sekaligus menjalin persahabatan dengan Doc (Kiefer Sutherland), Chavez (Lou Diamond Phillips), Dick (Charlie Sheen), Steve (Dermot Mulroney) dan Charlie (Casey Siemaszko).

Suatu hari, Tunstall dibunuh oleh sekawanan kelompok Murphy. Billy dan kawan-kawannya pun menuntut keadilan, sehingga teman Tunstall yang seorang pengacara pensiun bernama Alex (Terry O’Quinn), mengangkat mereka menjadi penegak hukum yang dinamakan “The Regulators”, dengan misi menangkap para pembunuh Tunstall.

Atas sebuah insiden tewasnya anak buah Murphy di tangan Billy, memaksa The Regulators kini menjadi buruan Murphy yang menyewa pemburu bayaran dan bekerjasama dengan para penegak hukum. Maka perang pun tak terhindarkan diantara mereka …

Tidak seperti film-film western klasik era 70’an kebawah, film Young Guns disajikan dengan gaya semangat membara yang membakar adrenalin, dengan berbagai adegan dramatis dan aksi laga dengan oktan tinggi, karakterisasi yang kuat dan dialog catchy, serta memiliki tujuan kepada generasi muda untuk menyukai genre western.

Film ini memusatkan kepada bagaimana sekumpulan anak muda yang tergabung dalam The Regulators, belajar lebih matang dalam bertindak dan bersikap, yang merupakan titik balik dalam kemandirian mereka atas kehilangan secara mendadak, sosok Tunstall yang mereka anggap father figure. Karakter Tunstall sendiri adalah sosok pebisnis yang cinta damai, intelektual dan seorang gentleman, ketiga hal yang ia tularkan kepada anak-anak didiknya dengan latar belakang kontras dengan Tunstall.

Courtesy of 20th Century Fox, 1988

Namun karakter Billy ternyata memiliki persamaan intelektualitas dengan Tunstall, setidaknya Billy bisa membaca dan juga cerdas, namun dengan cara berbeda. Meski hidup Billy menjadi anak jalanan, ia berjiwa pemimpin serta memiliki visi yang jelas, selain sikapnya yang tegas tak kenal kompromi, namun sifat dendamnya-lah yang mengakibatkan konflik disekitarnya atas nama keadilan, termasuk persaingan kepemimpinan antara dirinya degan Dick dalam tubuh The Regulators itu sendiri. Billy adalah seorang yang memiliki perawakan relatif ‘kecil’ namun mematikan, dengan berbagai tindakannya sulit diprediksi.

Berbagai adegan aksi seru yang diperlihatkan di film ini, begitu dramatis, terutama saat menjelang akhir cerita. Dengan memadukan teknik slow-motion dalam beberapa adegan baku-tembak, kejar-kejaran dan akrobatik, film ini tampaknya mencoba membangkitkan kembali keunikan gaya aksi dari film The Wild Bunch (1969). Beberapa shoot kamera dalam adegan tertentu pun begitu dinamis, seperti kecepatan pergerakkan peralihan kamera dari satu karakter menuju karakter lainnya atau saat zoom-in terhadap karakter sentral di akhir adegan, sangat terasa thrill-nya dan memuaskan!

Banyak adegan memorable yang keren disuguhkan, seperti saat Chavez melemparkan pisaunya, saat Billy mengerjai Henry Hill di toilet, tensi menegangkan antara Billy dengan McKloskey. Juga sisipan humor segar seperti efek samping ramuan Chavez terhadap kawan-kawannya terutama saat melewati pemukiman suku Indian, Billy bertemu dengan seorang bounty hunter yang meremehkannya, serta saat terkepung Billy berteriak menyebut nama Charley Crawford.

Tak lupa dialog menarik dalam  percakapan Billy saat makan malam dengan Tunstall dan kawan-kawan, argumen Billy dan kawan-kawannya untuk menghindari kejaran penegak hukum, serta saat Billy mendikte sebuah surta untuk Gubernur Axtell yang ditulis oleh Doc. Dan tentu saja pertempuran epik terakhir yang merupakan puncak dari Lincoln County War di kediaman Alex, yang berdurasi selama 10 menit.

Courtesy of 20th Century Fox, 1988

Performa para pemeran utamanya, seperti Emilio Estevez sebagai Billy the Kid, saya rasa sangat pas dan mungkin paling representatif, mengingat perawakan, muka, tatapan mata yang jahil, serta gaya bicara dan tertawanya. Beberapa karakter unik lainnya seperti Chavez keturunan Indian-Meksiko yang diperankan oleh aktor multi-etnik Lou Diamond Phillips, sebagai seorang yang pendiam namun berjiwa pejuang, dan seringkali berkonflik dengan Dirty Steve yang diperankan Dermot Mulroney yang cenderung rasis dan menyebalkan.

Sedangkan Doc yang diperankan Kiefer Sutherland, adalah seorang yang cinta damai dan puitis, lebih tertarik kepada buku dibandingkan senjata. Adapun performa Casey Siemaszko sebagai Charlie, cukup menarik sebagai seorang yang agak penakut dan mudah gugup ketika menghadapi jago tembak. Duo aktor veteran Terence Stamp dan Jack Palance juga ikut meramaikan film ini, selain adik kandung Estevez, yakni Charlie Sheen.

Film Young Guns yang mengisahkan sepak terjang Billy the Kid dan kelompoknya, merupakan contoh film western bergaya kontemporer namun masih memiliki esensi kuat akan tradisi kultural dunia wild west itu sendiri. Film ini memiliki pengaruh akan kuatnya politik dan kekuasaan terhadap hukum dan keadilan, dalam kesalahpahaman serta pandangan yang bias antara heroisme dan kriminalitas.


Young Guns | 1988 |  Western |  Score: 4 / 4 stars   Pemain: Emilio Estevez, Kiefer Sutherland, Lou Diamond Phillips, Charlie Sheen, Dermot Mulroney, Casey Siemaszko, Terry O’Quinn, Jack Palance, Terence Stamp | Sutradara: Christopher Cain | Produser: Christopher Cain, John Fusco, James G. Robinson, Joe Roth, Paul Schiff, Irby Smith | Penulis: Berdasarkan kisah hidup Billy the Kid. Naskah: John Fusco | Musik: Anthony Marinelli | Sinematografi: Dean Semler | Distributor: 20th Century Fox | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 103 Menit 


Young Guns II (1990)

Courtesy of 20th Century Fox, 1990

“Yoo Hoo! I’ll make ya famous” | “But obviously don’t understand the meaning of the word ‘pals’ ”
William H. Boney a.k.a. Billy the Kid

Di tahun 1950, seorang jurnalis bertemu dengan pria tua yang menceritakan kisahnya sebagai berikut :
Beberapa tahun setelah peristiwa Lincoln County War -yang diceritakan dalam film Young Guns-, The Regulators masing-masing menjalani kehudapan terpisah, sementara Billy (Emilio Estevez) masih menjadi buronan, bersama rekan barunya yakni Pat Garrett (William Petersen) dan Dave “Arkansas” Rudabaugh (Christian Slater).

Sementara di lokasi lain, Doc (Kiefer Sutherland) dan Chavez (Lou Diamond Phillips) tertangkap, sedangkan Billy bernegosiasi dengan Gubernur Lee Wallace untuk keringanan hukumannya, namun ia dijebak dan tertangkap. Setelah Billy berhasil melarikan diri, ia bersama Dave dan Garrett menyelamatkan Doc dan Chavez, dengan misi melarikan diri menuju Meksiko.

Courtesy of 20th Century Fox, 1990

Tiba-tiba saja Garrett keluar dari geng dan ingin pensiun, namun The Regulators kedatangan amunisi baru, yakni Henry (Alan Ruck) dan remaja bernama Tom (Balthazar Getty). Rupanya malah Garrett kini menjadi Sheriff berbalik melawan The Regulators, setelah ditawari sejumlah uang besar dari persekutuan antara pebisnis John Chisum (James Coburn), Sherif Lincoln County dan Gubernur Wallace.

Masih menggunakan formula dan gaya yang sama, film Young Guns II merupakan kelanjutan kisah William H. Boney alias Billy the Kid dan kelompoknya. Ceritanya sendiri tidak menawarkan sesuatu yang baru, alih-alih menampilkan backstory dari seroang pria tua misterius kepada lanjutan perjalanan Billy the Kid di masa lalu. Kemudian alur berjalan hingga pada puncaknya, beralih kepada konflik Pat Garrett yang berbalik untuk melawan Billy the Kid, meski tidak sedalam film Pat Garrett and Billy the Kid (1973).

Courtesy of 20th Century Fox, 1990

Selain Billy, Doc dan Chavez, terdapat saingan baru Billy yakni Dave Rudabaugh yang diperankan Christian Slater, dengan karakter yang mirip Dirty Steve di film sebelumnya. Posisi Pat Garrett diisi oleh William Petersen dengan porsi yang lebih besar dan terasa lebih hidup karakternya. Dari sisi antagonis, karakter John Chisum serta sekutunya hanya diberikan porsi kecil, cenderung sebagai pendukung saja. Namun karisma pemburu bayaran yang bertangan dingin, diperankan dengan menonjol oleh Viggo Mortensen yang kala itu belum dikenal.

Berbagai adegan menarik dan memorable pun tersaji, seperti saat Billy bertemu dengan Gubernur Wallace, kelompok Billy membebaskan Doc dan Chavez, Billy meloloskan diri dari penyekapan, kelompok Billy mengerjai seorang sheriff di rumah bordil, Jane yang keluar dari rumah bordil di depan orang banyak, serta yang paling gila adalah kenekatan mereka menuruni jurang yang dikejar-kejar oleh kawanan Pat Garrett yang dilanjutkan dengan sebuah quote yang mengena.

Juga terdapat dialog menarik ketika Doc berkonfrontasi dengan Billy, serta respon Billy terhadap seorang hakim dalam sebuah persidangan. Sedangkan beberapa adegan menarik menjelang akhir cerita, adalah sebuah konklusi dari misteri yang menyelimuti kontroversi kematian Billy the Kid, berdasarkan beberapa argumentasi dari berbagai pakar sejarah. Adegan akhirnya mengesankan.

Courtesy of 20th Century Fox, 1990

Tidak seperti filmnya terdahulu, Young Guns II lebih banyak memperlihatkan berbagai kemegahan seperti hamparan gurun yang luas saat adegan pembuka bersamaan dengan opening credits, sebuah mise-en-scéne yang berkesan. Kemudian sekuen beralih dengan pergerakkan kamera dari beberapa sudut akan lembah dan ngarai saat kelompok Billy berkonfrontasi dengan para bounty hunter, atau juga landskap pemukiman Old Fort Summer di teritori New Mexico.

Tidak ada scoring yang sangat menggugah emosi dan menggenjot adrenalin akan berbagai peralihan sekuen dan beberapa aksi spektakuler dari komposisi Alan Silvestri, yang puncak keseruannya dalam baku tembak di Guano City. Dalam beberapa adegan, komposisi orkestra dipadukan dengan lantunan gitar listrik, sebagai kolaborasi dan penghubung dengan tema lagu Blaze of Glory yang dibawakan Jon Bon Jovi. Hasilnya, adalah nominasi Oscar dan memenangkan Best Original Song di ajang Golden Globe Awards.

Film Young Guns II meski tidak sebaik pendahulunya, namun masih konsisten untuk memperagakan estetika yang sama, ditambah dengan sinematografi indah serta tentu saja kekuatan musik dan soundtrack yang menambah energi vital dari film itu sendiri.

Young Guns II | 1990 |  Western |  Score: 3.5 / 4 stars   Pemain: Emilio Estevez, Kiefer Sutherland, Lou Diamond Phillips, Christian Slater, William Petersen, Alan Ruck, Balthazar Getty, Viggo Mortensen | Sutradara: Geoff Murphy | Produser: James G. Robinson, Paul Schiff, Irby Smith | Penulis: Berdasarkan kisah hidup Billy the Kid. Naskah: John Fusco | Musik: Alan Silvestri, Jon Bon Jovi | Sinematografi: Dean Semler | Distributor: 20th Century Fox | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 104 Menit


Baca juga : Buffalo Boys (2018) : Absurditas Koboi Nusantara

Comments