The Entity (1982) : Entitas Pemerkosa Misterius

the entity entitas misterius
20th Century Fox

Sebuah entitas pemerkosa misterius beraksi terhadap seorang wanita. Ini bukan film hantu, bukan pula film erotis, namun yang jelas adalah film horor.

Peristiwa nyata yang dialami oleh seorang wanita bernama Doris Bither di tahun 70’ an, menginspirasikan sebuah novel The Entity yang ditulis oleh Frank De Felitta, sehingga diadaptasi ke layar lebar di tahun 1981 dengan judul yang sama.

Karena sesuatu hal, perilisan film itu ditunda hingga tayang secara luas pada September 1982, bahkan di Amerika sendiri ditayangkan pada awal 1983.

Perlu ditekankan bahwa, film ini bukan film penampakan hantu yang menakut-nakuti audiens, bukan pula film yang mengumbar erotisme belaka, namun cenderung mengarah kepada fenomena misterius yang selalu meneror seorang wanita.

Bahkan sineas kaliber seperti Martin Scorsese, menaruh film ini bersama dengan film The Changeling (1980), dalam daftar 11 Film Terseram Sepanjang Masa versinya. 


Baca juga: The Changeling (1980) : Bukan Sekadar Film Hantu 

The Entity mengisahkan seorang wanita bernama Carla Moran (Barbara Hershey) hidup bersama dengan ketiga anaknya, dalam sebuah rumah kontrakan. Suatu malam, ia dianiaya dan diperkosa secara brutal oleh sosok yang tak terlihat.

Kejadian tersebut ia alami berulang-kali, bahkan nyaris tewas saat diserang di dalam mobil. Carla pun meminta pertolongan Dr. Sneiderman (Ron Silver), dan melakukan serangkaian tes berkenaan dengan fisik dan psikologinya.

Dr. Sneiderman meyakini bahwa hal tersebut merupakan perwujudan psikologis Carla sendiri yang terganggu, akibat trauma mengenai ayahnya, pernikahan muda dengan suami pertamanya, serta kekasihnya yang jarang berada di rumah karena pekerjaan.

Sahabat Carla yakni Cindy, juga menyaksikan langsung kekuatan yang menyerang Carla. Secara kebetulan, mereka bertemu dengan dua orang parapsikolog yang akhirnya membantu Carla dalam menyingkap misteri tersebut.


pemerkosa misterius film the entity
20th Century Fox
 
Film The Entity pada mulanya berkesan seperti film horor hantu klasik yang klise umumnya, namun sejumlah adegan yang diperlihatkan dari awal hingga akhir tidaklah seseram yang dibayangkan.
 
Terlebih minimnya scoring, menandakan bahwa The Entity terkesan seperti dokudrama yang penuh dengan dramatisasi melalui sejumlah intensitas serta cukup merinding meski tidak semegah film The Poltergeist (1982) misalnya.

Serta tentu saja kehebatan film ini, tanpa perlu elemen jump scare pun begitu mengasyikan ditonton sebagai sebuah horor yang ‘mengganggu’.

The Entity lebih mengekspos sisi psikologis Carla, baik dari dialog mengenai masa lalunya, kemudian berbagai aksi teror yang dialaminya serta bagaimana ia menghadapinya.

Elemen suspens yang dibangun pun perlahan membuat sebuah konklusi yang sulit untuk dijelaskan secara terperinci.

Mungkin saja narasi film ini juga mengambil sejumlah elemen dari kisah fiksi lain, seperti The Invisible Man karya H.G. Wells dan film Hollow Man (2000) dengan fokus kepada karakter seseorang yang berubah menjadi jahat ketika mengalami kecelakaan eksperimen, membuat dirinya menjadi tak terlihat, termasuk memperkosa seseorang.

Hal itu terkait dengan kasus parapsikologi umumnya, yang masih diperdebatkan antara logika atau nalar dengan fenomena yang masih menjadi misteri, apakah kesaksian seorang korban benar adanya?

Sementara dari sisi supranatural, dalam sebuah adegan menunjukkan saat Carla berhadapan dengan sekelompok dokter –termasuk Dr. Sneiderman- yang menyimpulkan, bahwa psikologisnya mengalami gangguan yang menyebabkan ia melukai dirinya sendiri.


ulasan sinopsis film the entity
20th Century Fox

Namun ia bersikeras dan kontradiktif dengan pendapat dari para dokter, sehingga mengingatkan saya akan film The Exorcist (1973) ketika ibunya Regan beragumentasi dengan para dokter.

Perbedaan yang fundamental dalam adegan tersebut yakni para dokter di film ini bersikukuh dan menampik alternatif atau opsi lain terhadap apa yang dialami Carla, karena diluar akal sehat akan adanya fantasi atau delusi.

Kontras dengan film The Exorcist yang masih memberikan ruang eksorsisme meski bertentangan dengan dunia medis, maka film The Entity semakin membuat saya ‘depresi’ terhadap para dokter yang keras kepala.

Sebuah intensitas drama yang pandai memainkan perasaan dan emosi saya, melalui thriller suspens yang penuh dengan intrik internal maupun eksternal karakter Carla.

Tak tanggung-tanggung, film The Entity boleh dibilang vulgar dalam menampilkan salah satu adegan pemerkosaan terhadap Carla oleh kekuatan yang tak terlihat itu, disertai dengan efek yang cukup menakjubkan di masanya.

Penampilan berani Barbara Hershey dalam adegan polos full frontal, membuat perasaan saya campur aduk antara menarik, tertawa, sekaligus prihatin dan menakutkan!

Yang memilukan yakni saat kekasih Carla bernama Jerry memasuki ke kamar tersebut, sementara Carla diperkosa dengan brutal. Maka Jerry dengan syok dan ketakutan setengah mati, berusaha mengusirnya namun gagal.

Saat berada di rumah sakit, Jerry terlihat begitu lemas dan tidak percaya akan apa yang ia alami, seakan tidak rela kekasihnya diperlakukan seperti itu.

Performa berani Hershey juga diimbangi dengan akting brilian di film ini. Terlihat di awal cerita sebagai seorang ibu yang tak kenal lelah dalam membagi antara pekerjaan dengan anak-anaknya di rumah.


review film the entity
20th Century Fox
 
Ketika beberapa kali ia diserang, awalnya ketakutan dan semakin trauma ketika dihubungkan dengan cerita masa lalunya. Perlahan, transisi karakternya berubah menjadi seorang wanita yang lebih kuat dan berani untuk menghadapi ‘musuhnya’, hingga ia pernah berkata:

You can torture me, kill me, anything … But you can’t have me …You cannot touch me … That’s mine

Kontras dengan performa Ron Silver sebagai Dr. Sneiderman yang berusaha meraih simpati untuk menolong Carla, dengan perhatian dokter terhadap problema pasien yang dialaminya secara rinci.

Namun begitu ia mengetahui apa yang Carla dan sekelompok parapsikolog kerjakan, ia pun dengan gusar merendahkan mereka yang disebutnya sebagai “yang tak berguna” dan tetap saja ia keras dengan pendiriannya, hal yang membuat saya berbalik antipati kepada karakter tersebut.

Sineas asal Kanada, Sidney J. Furie yang dikenal dalam menggarap berbagai genre film, mampu menimbulkan atmosfir horor suspens yang dikombinasikan dengan elemen supranatural serta fiksi ilmiah di film ini.

Sejumlah dialog tercipta dengan menarik berkat naskah dari Frank De Felitta, yang tak lain adalah sang penulis novelnya sendiri.

Scoring yang diaransemen oleh Charles Bernstein yang populer lewat A Nightmare on Elm Street (1984) pun terdengar ikonik, saat efek suara berupa dentuman musik yang terdengar di setiap adegan penyerangan ketika Carla dianiaya.

Dalam pembukaan serta kredit penutup pun, tema musik yang dilantunkan dengan suara keyboards dan orkestra, menambah referensi tema musik film horor meski mirip dengan film The Exorcist atau The Fog (1980).

Cerita film The Entity yang berusaha mengungkap entitas pemerkosa misterius itupun, menawarkan sebuah kisah fiktif berdasarkan peristiwa nyata, tanpa perlu dramatisasi berlebihan serta penjelasan secara eksplisit.

Cukup disajikan dengan berbagai efek sederhana namun efektif dan mengejutkan, sudah berhasil menakuti dan membuat penasaran audiens hingga akhir.

Score : 4 / 4 stars

The Entity | 1982 | Horor, Thriller, Supranatural | Pemain: Barbara Hershey, Ron Silver, David Labiosa, George Coe, Margaret Blye, Jacqueline Brooks | Sutradara: Sidney J. Furie | Produser: Harold Schneider | Penulis: Berdasarkan novel The Entity oleh Frank De Felitta. Naskah: Frank De Felitta | Sinematografi: Stephen H. Burum | Musik: Charles Bernstein | Distributor: 20th Century Fox | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 125 Menit

Comments

Popular Posts