The Karate Kid (1984) : Karate Amerika dan Cobra Kai

the karate kid karate amerika
Columbia Pictures Distribution

We make sacred pact. I promise teach karate to you, you promise learn. I say, you do, no questions.”

Dua elemen terpenting dalam film ini, yakni : Karate Amerika berdasarkan film drama dengan mengangkat genre martial arts khususnya bela diri Karate, serta sebuah Dojo fiktif bernama Cobra Kai yang ikonik.

Serial Cobra Kai yang telah melewati dua musim berturut-turut dari 2018 hingga 2019 tersebut, ternyata mendapat sambutan yang luar biasa.


Baca juga: Cobra Kai : Tidak ada Hitam versus Putih 

Sempalan dari film The Karate Kid tersebut, mengisahkan rentang waktu 34 tahun, dengan mengkombinasikan karakter lama Johnny Lawrence dan Daniel LaRusso dengan generasi baru.

Khususnya bagi generasi terkini yang belum mengetahui apa itu Cobra Kai, maka disarankan untuk menonton trilogi film The Karate Kid (1984, 1986, 1989) versi orisinal yang diperankan oleh Ralph Macchio dan Pat Morita. 


Baca juga: Lintas Generasi Karakter dalam Film Sekuel 

Waralaba film The Karate Kid berlanjut minus Macchio dalam di tahun 1994 serta pembuatan ulang di tahun 2010, sehingga menjadi salah satu film ikonik dalam budaya populer Hollywood.

Film The Karate Kid melambungkan karir Ralph Macchio dalam generasi Brat Pack yang populer di era 80’an, sekaligus kembali membesarkan nama Pat Morita sebagai seorang aktor yang lebih populer lewat serial televisi.


the karate kid cobra kai
Columbia Pictures Distribution
 
Film ini disutradarai oleh John G. Avildsen yang juga pernah menggarap film bertemakan sports sekelas Oscar, yakni Rocky (1976).

The Karate Kid mengisahkan Daniel LaRusso (Ralph Macchio) dan ibunya tiba di Los Angeles dan menempati unit di apartemen yang diurus oleh Mr Miyagi (Pat Morita).

Di sekolah barunya, Daniel tertarik dan berteman dengan seorang pemandu sorak bernama Ali Mills (Elisabeth Shue), namun mantan kekasihnya yakni Johnny Lawrence (William Zabka) cemburu dan tidak senang.

Johnny dan kelompoknya kemudian menganiaya Daniel, namun akhirnya ditolong oleh Miyagi yang ternyata mahir dalam ilmu bela diri Karate. Merasa dirinya lemah, Daniel pun memohon kepada Miyagi untuk mengajarinya Karate.

Namun Miyagi menolak dan malah mendamaikan Daniel dengan Johnny, dengan mendatangi Dojo tempat Johnny berlatih Karate yang dinamakan Cobra Kai. Pelatih sekaligus pemilik Dojo yang juga veteran Perang Vietnam, yakni John Kreese (Martin Kove) menolak tawaran damai Miyagi.

Akhirnya Miyagi menawarkan usulan agar Daniel bisa bertanding dengan Johnny dalam kejuaraan All-Valley Karate Championships untuk menyudahi penganiayaan terhadap Daniel, sekaligus menjadi ajang pembuktian mereka berdua.


sinopsis film the karate kid
Columbia Pictures Distribution
 
Johnny menerima usulan Miyagi, dengan syarat jika Daniel tidak ikut dalam pertandingan tersebut, maka penganiayaan dan bullying pun akan terus berlanjut.

Seperti umumnya film remaja, sebuah kisah tentang bullying dan penganiayaan merupakan hal yang biasa seperti dalam narasi film ini, bagaimana Daniel yang tinggal bersama ibunya, harus bertahan hidup menyesuaikan serta beradaptasi dengan lingkungan baru. 


Yang menarik yakni naskah kuat di film ini memiliki kemiripan dengan film Rocky tentang pembuktian karakter utama terhadap lawan yang lebih superior, bahwa karakter Daniel merasa begitu frustasi dan tak tahan terhadap bullying dan penganiayaan yang dilakukan kawanan Johnny terhadapnya.

Sedangkan pertemuan awalnya dengan Miyagi pun sempat mengalami rintangan, alih-alih ia berharap Miyagi mau langsung mengajarkan Karate kepadanya. Melalui Miyagi-lah, pandangannya berubah tentang aksi balas dendam, bela diri serta harga diri dan perdamaian.

Jika karakter John Kreese yang digambarkan antagonis dan kejam melalui moto Dojo-nya Cobra Kai yakni "Show No Mercy!", maka kontras dengan filosofi Miyagi yang awalnya enggan mengajarkan Karate kepada Daniel.

Film The Karate Kid dengan gamblang memperlihatkan perbedaan pandangan serta sikap seluruh murid Cobra Kai termasuk Johnny dan kelompoknya, kontras dengan Miyagi yang mengajarkan kepada Daniel melalui metode yang tidak biasa.


ulasan film the karate kid
Columbia Pictures Distribution
 
Performa brilian Macchio itulah yang mampu menghidupkan kedinamisan karakter Daniel yang dalam setengah jalan cerita, masih belum bisa menemukan titik terang, maksud dan tujuan yang ditanamkan Miyagi kepadanya, terlebih dalam tahap awal latihan.

Untungnya, Daniel masih mau belajar, meski ia keras kepala dan merasa semakin frustasi akan kondisi yang dialaminya.

Film ini juga menjadi ajang pembuktian akan karakter utama yang berasal dari lingkungan menengah, berusaha keras untuk membuktikan sesuatu untuk tujuan akhir cerita, bahwa dalam kompetisi serta bahkan meraih kemenangan bukan semata-mata untuk menuntaskan kepuasan.

Hal lainnya sangat terlihat ketika kedua orangtua Ali yang berasal dari lingkungan kaya, tentu saja lebih merestui hubungan Ali dengan Johnny dibandingkan Daniel.

Performa berkarisma Morita pun turut memiliki andil besar di film ini, bahkan dinominasikan di ajang Oscar dan Golden Globe dalam kategori Aktor Pendukung Terbaik, padahal pengalaman karir akting Morita yakni seorang aktor komedi.


review film the karate kid
Columbia Pictures Distribution
 
Cobra Kai adalah sebuah merek yang sekiranya mudah diingat dan terkesan keren untuk sebuah Dojo fiktif di film ini, dengan logo ular kobra yang terpampang sangar lengkap dengan jubah hitamnya, menjadikan identitas antagonis yang ikonik.

Maka tak heran jika Cobra Kai dijadikan judul serial untuk kembali menghidupkan waralaba film The Karate Kid.

Koreografi dalam pertandingan kompetisi Karate menjelang akhir cerita, diperlihatkan dengan gaya yang mirip dengan film Rocky, tanpa dramatisasi berlebihan seperti dalam sejumlah filmnya Van Damne atau yang sejenis.

Selain itu, beberapa adegan ikonik seperti menangkap lalat dengan sumpit, latihan keseimbangan dengan berdiri di tepi perahu di atas danau, serta latihan “The Crane Kick” di tepi pantai saat matahari terbenam, sangatlah menarik.

Film The Karate Kid bukanlah film martial arts semata, namun mampu mengkombinasikan narasi akan problematika seorang remaja dalam sebuah solusi terhadap bullying dan harga diri.

Sosok Miyagi bagi Daniel dalam perjalanan kisahnya seperti figur ‘ayah’ yang tidak hanya mengajarkan ilmu bela diri semata, sehingga Daniel pun berusaha untuk mengakhiri “Cruel Summer” (tema lagu yang dilantunkan Bararama di film ini) yang dialaminya.

Score : 4 / 4 stars

The Karate Kid | 1984 | Drama, Teen, Sports | Pemain: Ralph Macchio, Pat Morita, Elisabeth Shue, William Zabka, Martin Kove | Sutradara: John G. Avildsen | Produser: Jerry Weintraub | Penulis: Robert Mark Kamen | Musik: Bill Conti | Sinematografi: James Crabe | Distributor: Columbia Pictures Distribution | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 127 Menit

Comments

Popular Posts