Top Gun (1986) : Film Aviasi Militer Modern Terpopuler dan Ikonik

top gun aviasi militer modern populer ikonik
Paramount Pictures

I feel the need … the need for speed!

Film Top Gun boleh dikatakan sebagai salah satu film aviasi militer modern terpopuler dan ikonik yang mengeksploitasi petualangan seorang pilot, beserta aksi laga pesawat tempur hingga saat ini.

Jika Top Gun menggunakan pesawat tempur F-14 Tomcat, maka di tahun yang sama sebuah film sejenis yakni Iron Eagle menggunakan pesawat F-16 Fighting Falcon. Film kecil selanjutnya yakni Flight of the Intruder (1991) menggunakan pesawat A-6 Intruder.

Sedangkan film Firefox (1982) dan Stealth (2006) menggunakan pesawat tempur fiktif, lalu selebihnya banyak film sejenis yang dirilis dengan latar Perang Dunia II.

Karir Tom Cruise serta sineas mendiang Tony Scott melambung, berkat kesuksesan film ini dalam meraih pendapatan besar. Meski secara kritik kurang memuaskan, ironisnya Top Gun malah masuk ke dalam National Film Registry sebagai sesuatu yang signifikan secara kultural, historikal serta estetika.

Film yang terinspirasi dari sebuah artikel tersebut, mengisahkan seorang Pilot Angkatan Laut terbaik di kapal induk USS Enterprise, yakni Letnan Pete “Maverick” Mitchell (Tom Cruise) beserta rekannya Letnan Nick “Goose” Bradshaw (Anthony Edwards), dikirim untuk sebuah pelatihan khusus yang dinamakan Top Gun.

Di sebuah bar, Maverick mencoba mendekati seorang wanita yang ternyata salah seorang instruktur Top Gun bernama Charlotte “Charlie” Blackwood (Kelly McGillis) yang diam-diam terkesan dengan keberanian manuver yang pernah dilakukan Maverick saat pernah berkonfrontasi dengan pesawat MiG.

review film top gun
Paramount Pictures

Saat sedang latihan pun, Maverick mengalah seorang instruktur pilot berpangkat Letnan Komandan, namun tindakannya dinilai melanggar aturan standar penerbangan militer, hingga ia ditegur oleh Kepala Instruktur Komandan Mike “Viper” Matcalf (Tom Skerritt).

Meski Maverick dianggap yang paling nekat dalam bertindak serta menjadi salah satu yang terbaik, namun ia memiliki saingan bernama Letnan Tom “Iceman” Kazansky (Val Kilmer), sejak keduanya saling tidak menyukai satu-sama lain.

Top Gun pada dasarnya adalah film drama dengan sentralisasi karakter Maverick sebagai seorang pilot pesawat tempur dengan pembuktian diri sebagai yang terbaik.

Kemampuan ‘berbahaya’-nya itu rupanya tertular dari mendiang ayahnya yang juga seorang pilot, melalui serangkaian aksi laga baik dalam latihan maupun pertempuran udara.

Akibatnya, ia sering melanggar regulasi standar penerbangan pesawat tempur yang terlihat jelas dari kacamata Kepala Instruktur bernama Viper, bahkan saingan beratnya yakni Ice yang pertama kali menyebut Maverick adalah seseorang yang berbahaya di udara, serta rekan Maverick bernama Goose kadang terasa cemas.

Sejumlah intrik tersebut diperumit oleh hubungan romansa antara Maverick yang cenderung dinilai egosentris dengan Charlie yang jatuh cinta padanya, setelah sebelumnya sempat berkonflik dalam ‘drama’ argumentasi dalam sesi kelas pelatihan.

sinopsis alur film top gun
Paramount Pictures

Film Top Gun merupakan kombinasi antara semangat membara, aksi laga dan gaya, kesenangan, tragedi dan kesedihan, kejatuhan serta kebangkitan kembali secara heroik, tipikal film Hollywood.

Lalu, apa yang menjadikan Top Gun begitu istimewa? Duo penulis Cash dan Epps Jr. mengembangkan sebuah narasi menjadi kisah menarik, dengan alur yang enak untuk diikuti.

Transisi antar adegannya pun dieksekusi secara apik, sehingga mampu memberikan berbagai rasa yang pas terhadap sejumlah kombinasi elemen yang telah disebutkan sebelumnya, baik dalam keadaan ‘naik’ maupun ‘turun’, berkat visi brilian Tony Scott.

Baca juga: Revenge (1990) : Perselingkuhan, Kehormatan dan Balas Dendam

Hal tersebut tentu saja diwarnai oleh hampir setiap visual menarik dan menakjubkan melalui sinematografer Jeffrey L. Kimball, mulai adegan Dogfight (pertempuran di udara) baik dalam latihan maupun pertempuran antara F-14 dengan MiG-28.

Pergerakan kamera steady dalam berbagai sekuen pun sangat terasa jelas, mampu menuntun audiens untuk menikmati setiap adegan di udara, sehingga sangat terasa perbedaan objek dengan lingkungan sekitar.

Juga berbagai setting pendukung lainnya, seperti saat Maverick mengendarai motornya dengan kencang, suasana menjelang senja di pemukiman Angkatan Udara lengkap dengan jajaran pohon palem serta pantainya, ataupun adegan percintaan siluet. Tidak perlu ada adegan slow-motion maupun pergerakan kamera lebay.


aviasi populer ikonik film top gun
Paramount Pictures

Meski diperankan oleh sejumlah aktor-aktris ternama saat itu, performa mereka masing-masing terkesan biasa saja, meski ada beberapa one-liner dialog signifikan. Hanya energi seorang Tom Cruise menegaskan untuk pertama kalinya sebagai seorang aktor muda yang patut menjadi “One Man Show”.


Selain performa Cruise, tema musik dan soundtrack lagu-lah yang begitu menghidupkan nyawa film Top Gun. Bagaimana visual adegan akan hiruk-pikuk para kru mempersiapkan pesawat tempur yang lepas landas di atas kapal induk, diiringi dengan aransemen musik dari Harold Feltermeyer yang dikenal sebelumnya dalam Beverly Hills Cop (1984).

Juga suara supersonik dari semburan mesin jet F-14, dipadukan dengan sejumlah lagu hard rock, diantaranya Danger Zone yang dilantunkan Kenny Loggins yang diputar beberapa kali serta Mighty Wings yang dibawakan Cheap Trick.

Selain itu di saat sedang ada tragedi dan kesedihan, aransemen musiknya pun begitu sentimentil sehingga mampu meluapkan emosi.

Tentu saja lagu Take My Breath Away yang dibawakan Berlin, sukses meraih penghargaan Oscar dan Golden Globes sebagai Best Original Song.

Film Top Gun seharusnya disukai oleh semua orang yang gemar terhadap pesawat tempur, selain sejumlah aksi di udara, pelatihan para pilot maupun aktivitas di atas sebuah kapal induk, sebagai film aviasi militer modern terpopuler dan ikonik.

Score: 3.5 / 4 stars

Top Gun | 1986 | Drama, Aksi Laga | Pemain: Tom Cruise, Kelly McGillis, Val Kilmer, Anthony Edwards, Tom Skerritt, Meg Ryan | Sutradara: Tony Scott | Produser: Don Simpson, Jerry Bruckheimer | Penulis: Jim Cash, Jack Epps Jr. | Musik: Harold Feltermeyer | Sinematografi: Jeffrey L. Kimball | Distributor: Paramount Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 110 Menit

Comments

Popular Posts