The Punisher (1989) : Adaptasi Awal Superhero Marvel yang Anti-Hero

the punisher adaptasi awal superhero marvel anti hero
New World Pictures Australia

Sinema superhero, review film The Punisher yang merupakan adaptasi awal Marvel yang anti-hero, dalam format layar lebar.

Dari sekian banyak figur superhero Marvel, The Punisher tidaklah sepopuler Iron Man, Captain America, Spider-Man, ataupun Wolverine. 

The Punisher adalah figur superhero protagonis yang anti-hero yang kini semakin dikenal melalui serial di Netflix.

Sebelumnya, figur tersebut telah diadaptasi ke format layar lebar yakni The Punisher (2004), serta Punisher: War Zone (2008).

Nama aslinya adalah Frank Castle, seorang detektif polisi yang mengalami tragedi tewasnya istri dan anaknya, kerena ulah Mafia.

Alter-ego The Punisher yang menjadikan motivasi Castle membalaskan dendamnya terhadap para Mafia dan para kriminal lain, atas nama keadilan. 

Metamorfosis karakter itu pula yang menjadikannya sebagai seorang vigilante, dengan kemampuan latar belakang militernya yang handal dan reputasinya yang tidak main-main.

Sejak pertama kali diperkenalkan oleh Gerry Conway, Ross Andru dan John Romita, melalui komik The AmazingSpider-Man #129 di tahun 1974, The Punisher menjadi salah satu 
figur awal Marvel yang difilmkan ke layar lebar.

review ulasan film the punisher dolph lundgren
New World Pictures Australia

Namun sayangnya diputar secara terbatas di beberapa negara tertentu, ironisnya di Amerika sendiri langsung didistribusikan melalui format video.
  
Padahal saat itu karir Dolph Lundgren sedang naik, berbanding terbalik dengan kejatuhan Marvel Comics saat itu.

Kepemilkan figur Marvel tersebar di studio film berlainan, termasuk The Punisher saat itu dimiliki New World Pictures dengan dana terbatas.

The Punisher mengisahkan Fank Castle (Dolph Lundgren), seorang polisi yang dilaporkan menghilang setelah peristiwa pembunuhan istri dan anaknya oleh kelompok Mafia.

Baca juga: Gempuran Film Superhero di Jaman Now

Frank Castle alias Punisher yang telah membunuh sebanyak 125 kriminal termasuk anggota Mafia, terus melancarkan aksinya sebagai seorang vigilante guna menegakkan keadilan.

Kepala Mafia, Gianni Franco (Jeroen Krabbé) lalu kembali dari masa pensiunnya untuk menumpas The Punisher yang telah mengganggu operasional organisasinya. 

Namun Franco juga harus menghadapi saingan sekaligus musuhnya yang tak kalah berbahaya, yakni Yakuza yang dipimpin Lady Tanaka (Kim Miyori).

Dalam memanfaatkan segala situasi, akhrinya Franco harus rela meminta bantuan kepada The Punisher untuk membebaskan putranya yang diculik Yakuza, akibat penolakan kerjasama yang dinilai tidak adil.  


sinopsis film the punisher 1989
New World Pictures Australia

Kualitas film The Punisher baik para pemerannya, dialog, lokasi syuting, efek spesial, serta aksi laga sesungguhnya menarik dan merupakan adaptasi terbaik menurut saya.

Hanya saja tidak adanya logo tengkorak pada kostum, sedikit menimbulkan cacat di film ini, yang pada dasarnya tidak menghilangkan esensi sebagai aksi laga yang stylish dan sangat menghibur.

Hadirnya Yakuza tentu saja meningkatkan daya tarik premis film ini, agar lebih kompleks intriknya.

Jadi bisa dikatakan bahwa tidak ada karakter heroik murni, mengingat The Punisher sendiri adalah sosok anti-hero, dimanfaatkan Mafia untuk memerangi Yakuza.

Lucunya, saya malah belum mengenal figur The Punisher, saat pertama kali nonton film ini di layar bioskop. 

Kesan pertama datang melalui kredit pembuka dengan grafis bergaya komik, lalu aksi pertama The Punisher dilakukan secara misterius, berakhir dengan sebuah ledakan di dalam rumah besar.

Oh ya, tak lupa juga ada tancapan belati dengan ujung gagang-nya berlogokan tengkorak.

Adegan yang paling menarik, saat sorotan kamera menyusuri lorong bawah tanah, hingga ke suatu tempat tersembunyi, terdapat Frank Castle yang sedang bermeditasi berbentuk siluet. 

the punisher dolph lundgren adaptasi awal marvel superhero
New World Pictures Australia

Kebrutalan The Punisher dalam pembantaian sangat terasa menghibur, meski terkesan flick dan cheesy khas 80'an, melalui berondongan peluru di sebuah kasino, maupun aksinya di markas Yakuza.

Performa Dolph Lundgren sebagai Frank Castle dalam adegan kilas-balik digambarkan hanya sekilas, namun tampak perubahan fisik dan karakternya secara drastis ketika ia menjadi sosok The Punisher. 

Dari fisiknya saja, ia memang termasuk tinggi dengan perawakan yang atletis, baik otot tubuh maupun raut mukanya.


Eskpresi mukanya yang terlihat bengis, tampak terlihat seperti memakai maskara di sekitar mata, sorotan mata seperti zombie, menyerupai wajah tengkorak menyerupai logo The Punisher. 

Jadi tidak perlu ada lagi logo tengkorak di kostumnya!
 
Sosok Frank Castle sebagai The Punisher masih manusiawi dan memiliki hati di satu sisi, sementara di sisi lainnya begitu gelap, dalam, penuh kemarahan dan kebrutalan. 

Versi Lundgren ini mampu menjaga keseimbangan itu, yakni terjebak antara dunia ‘hidup’ dan ‘mati’ melalui tone yang enak untuk dinikmati.

alur cerita film the punisher 1989
New World Pictures Australia
  
Performa Louis Gossett, Jr. yang pernah meraih Oscar, di film ini tampak medioker, meski Jeroen Krabbé sebagai Mafia hipokrit cukup meyakinkan. 

Namun villain sesungguhnya di film adalah karakter Lady Tanaka yang diperankan Kim Miyori, mengerikan dan menakutkan.

Film The Punisher ini tidak berkesan sebagai film ‘komik’ belaka, dan tidak pula sentimentil.

Film ini hanyalah sebuah adaptasi lugas bergaya aksi brutal tanpa harus mengumbar kesadisan berdarah-darah.

Muramnya atmosfir yang dibangun dari awal hingga akhir cerita, menandakan The Punisher versi ini menjadi favorit saya bersama dengan versi Netflix, dibandingkan dengan versi 2004 dan 2008.

Memang tidak mudah mengadaptasi figur The Punisher ke dalam layar lebar, entah rencana Disney sebagai pemilik Marvel Studios selanjutnya.

Demikian review sinema superhero film The Punisher, adaptasi awal Marvel yang anti-hero, dalam format layar lebar yang masih menjadi favorit saya.
 
Score : 3.5 / 4 stars

The Punisher
| 1989 | Superhero, Aksi Laga, Petualangan | Pemain: Dolph Lundgren, Louis Gossett, Jr., Jeroen Krabbé, Kim Miyori | Sutradara: Mark Goldblatt | Produser: Robert Mark Kamen | Penulis: Berdasarkan karakter dari komik The Punisher oleh Gerry Conway. Ditulis ulang oleh Boaz Yakin | Musik: Dennis Dreith | Sinematografi: Ian Baker | Distributor: New World Pictures Australia | Negara: Amerika Serikat, Australia | Durasi: 89 Menit

Comments