Mulan (1998) : Wanita Heroik Roman Tiongkok dalam Kejayaan Animasi Disney

film animasi mulan wanita heroik
Walt Disney Pictures, Buena Vista Pictures

Era 90’an merupakan era kebangkitan sekaligus kejayaan animasi Disney, yang juga menandai akhir penyajian teknik tradisional dan kemudian digantikan dengan penyajian visual lebih mengesankan ala studio Pixar yang akhirnya dibeli oleh Disney di tahun 2006.

Diantara serangkaian film animasi Disney yang sukses saat itu, film yang mengisahkan wanita heroik bernama Fa Mulan yang dirilis menuju abad baru, termasuk salah satu generasi animasi tradisional terakhir yang sempat mengecap kesuksesan global.

Tentu saja sejak hadirnya beberapa film Pixar dimulai dari Toy Story (1995), menegaskan sebuah terobosan penting dalam dunia animasi, meski hanya sedikit film animasi tradisional yang masih dipertahankan Disney saat itu. 
 
Baca juga: Mulan (2020): Adaptasi 'Live-Action' yang Dilematis

Film animasi Mulan yang diadaptasi berdasarkan legenda roman Tiongkok Hua Mulan, begitu populer saat itu selain laris juga diterima kritikus, serta sempat dinominasikan dalam ajang Oscar dan Golden Globes.   

Mulan mengisahkan saat pasukan bangsa Hun yang dipimpin Shan Yu (Miguel Ferrer), menginvasi wilayah Kekaisaran Tiongkok pada masa Dinasti Han. Menyadari akan bahaya besar mengancam, Sang Kaisar (Pat Morita) memerintahkan seluruh lelaki di setiap keluarga, menjadi relawan perang dalam menghadapi pasukan Hun.

film animasi mulan roman tiongkok
Walt Disney Pictures, Buena Vista Pictures

Saat ayahnya bernama Fa Zhou yang sudah menua karena kondisi fisik dan satu-satunya lelaki dalam keluarga tersebut, mengakibatkan putri satu-satunya yakni Fa Mulan (Ming-Na Wen) nekat menyamar sebagai lelaki untuk menggantikan posisi ayahnya.

Mulan pergi meninggalkan rumahnya diam-diam, menuju lokasi kamp pelatihan prajurit. Sementara doa sang nenek kepada para leluhurnya agar Mulan dilindungi, terdengar oleh para leluhur yang segera menugaskan naga kecil bernama Mushu (Eddie Murphy) untuk membangunkan Sang Naga Besar, guna melindungi Mulan.

Sebuah insiden konyol mengakibatkan patung Naga Besar tersebut rusak saat hendak dibangunkan oleh Mushu, sehingga ia pun mengelabui para leluhur dengan berpura-pura menjadi Naga Besar.

Ditemani oleh seekor jangkrik yang dianggap pembawa keberuntungan oleh nenek Mulan, Mushu mencegah niat Mulan dalam perjalanan dan membujuknya untuk kembali pulang. Namun karena tekad Mulan sudah bulat, maka mau tak mau Mushu mengikuti kehendaknya.

Apa yang terjadi selanjutnya dengan petualangan Mulan, merupakan hal menarik baik terhadap rekan sesama relawan tentara yakni Yao, Ling dan Chen-Po, serta pengalaman seru mereka selama dilatih oleh Kapten Li Shiang (BD Wong), putra dari Jenderal Li.

film animasi mulan kejayaan animasi disney
Walt Disney Pictures, Buena Vista Pictures

Seperti halnya film animasi tipikal Disney, penyajian film Mulan dibuat sesederhana dan semenarik mungkin, melalui sudut pandang narasi Barat mengenai legenda tradisional Tiongkok di jaman kerajaan.

Premis dasarnya sendiri, yakni saat Mulan nekat menyamar sebagai seorang lelaki untuk berlatih sebagai relawan prajurit Kekaisaran, memang dirasa cenderung janggal secara rasional.

Meski demikian, sejumlah nilai yang diangkat tentu saja berkenaan dengan besarnya cinta seorang putri terhadap ayahnya (dalam hal ini Mulan) yang tidak rela terpanggil kembali dikarenakan usia dan kondisi fisiknya, kehormatan dan nama baik keluarga, serta niat tulus dan tekad bulat yang membarakan semangat pantang menyerah.

Karakter Mulan sendiri sepertinya adalah seseorang yang gemar bertualang yang telah digariskan secara turun-temurun oleh keluarganya, mengingat sang ayah adalah mantan perajurit Kekaisaran serta arwah para leluhur yang bahkan memiliki sang naga penjaga.

Maka semangat petarung dan ksatria mengalir deras dalam diri Mulan, meski ia adalah seorang gadis yang awalnya membuat resah keluarganya semenjak gagal untuk mendapatkan jodoh akan pasangan hidupnya.

review film mulan animasi
Walt Disney Pictures, Buena Vista Pictures

Konsep penebusan yang dilakukan Mulan tersebut melalui petualangan serunya itu terkesan klise dan tentu saja berakhir bahagia secara komplit dari segala sisi.

Selain itu dalam perjalanannya, Mulan menemukan arti persahabatan dengan ketiga rekannya yang semula meremehkannya termasuk Kapten Li, sehingga dengan mudah ditebak arah hubungan Mulan dengan Li bakal kemana.    

Mulan adalah salah satu contoh terbaik dalam menghadirkan karakter wanita heroik dengan cara cerdas, melalui karakter dan penceritaan yang bagus, menarik serta sesuai dengan kultur dan tradisinya.

Film ini menyampaikan pesan yang jelas bahwa karakter Mulan yang notabene hanyalah seorang gadis biasa, memiliki kekuatan sejati –salah satunya yakni kecerdikan- yang tidak kalah dengan lelaki yang identik akan kekuatan fisik.

Membicarakan film Mulan tentu tidak bisa lepas dari peran eksentrik Eddie Murphy yang mengisi suara karakter Mushu, sang naga kecil yang selalu mengundang tawa lepas. Mulai dari karakter vokalnya, tingkah konyol animasinya hingga sejumlah kemeriahan yang kadang ‘mengganggu’, semakin seru dan selalu dikenang.

Kolaborasi Mulan dan Mushu membuktikan sesuatu bahwa kekuatan sesungguhnya tidak bisa diukur secara fisik saja. Sementara sang karakter antagonis Shan Yu dan pasukannya digambarkan begitu mengancam secara nyata, melalui muka bengis, warna mata kuning serta fisik besarnya.

ulasan sinopsis mulan animasi
Walt Disney Pictures, Buena Vista Pictures

Banyak terdapat adegan di film Mulan yang terasa impresif, mulai dari adegan pembuka di Tembok Raksasa, area pemakaman leluhur keluarga Mulan, serangan masif ribuan pasukan Shan Yu di lembah pegunungan salju, hingga yang paling epik yakni di tengah kota di sekitar Istana Kaisar yang dikenal dengan Forbidden City.

Setting lokasi yang paling menarik dan berkesan yakni saat pasukan Kapten Li disambut oleh penduduk kota di sepanjang jalan perkotaan menuju istana, tampak di pinggir jalan berkumpul para warga yang menyambutnya di senja hari, lengkap dengan efek cahaya lampion berwarna-warni, mirip dengan kemeriahan suasana di Chinatown.

Perpaduan latar belakang berupa lukisan halus dengan media cat air yang menjadi ciri khas seni lukis Tiongkok, dengan objek animasi modern saat itu dengan segala efeknya, mampu memanjakan mata sekaligus memberikan memori yang tak terlupakan, hingga mudah larut dalam suasana di setiap adegannya.

Film Mulan tentu akan hambar tanpa lagu tema dan musikal ciri khas animasi Disney. Tema lagu utama berjudul "Reflection" dalam dua versi, yakni yang dibawakan Lea Salonga saat dalam adegan serta yang dilantukan Christina Aguilera di kredit penutup, sungguh memorable dan terasa haru.

Seperti halnya film Aladdin (1992) berdasarkan legenda Timur Tengah, maka film Mulan yang diadaptasi dari roman Tiongkok merupakan salah satu animasi tradisional Disney terbaik dan selalu dikenang selain Beauty and the Beast (1991) ataupun The Lion King (1993), baik dari narasi, karakterisasi, maupun visual impresif.

Wajib tonton versi animasinya ini, sebelum menyaksikan versi live-action yang sepertinya menjanjikan. 

Score: 3.5 / 4 stars

Mulan | 1998 | Animasi, Petualangan | Pemain: Ming-Na Wen, Eddie Murphy, BD Wong, Miguel Ferrer, June Foray, James Hong, Pat Morita, George Takei | Sutradara: Barry Cook, Tony Bancroft | Produser: Pam Coats | Penulis: Berdasarkan kisah Ballad of Mulan karya Guo Maoqian. Naskah: Robert D. San Souci | Musik: Jerry Goldsmith | Distributor: Buena Vista Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 87 Menit

Comments

Popular Posts