Review Film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings

ulasan shang chi legend of the ten rings
Disney Studios Motion Pictures

Review film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings yang sedang diputar di bioskop tanah air.

Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings adalah salah satu bagian Fase IV dari Marvel Cinematic Universe (MCU).

Film ini juga salah satu yang dinanti penggemar di tengah Pandemi COVID-19 yang mengakibatkan sejumlah penundaan produksi Hollywood.

Diklaim sebagai film superhero Asia pertama buatan Hollywood, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings adalah uforia dalam perwakilan Asia khususnya di Amerika.

Agenda politis Far Left yang mengutamakan Kultur WOKE, termasuk aktor Simu Liu dengan sesumbar mempromosikan film ini sebagai aksi laga perwakilan Asia pertama.

Rupanya dia lupa sudah Bruce Lee, Jackie Chan, Chow Yun Fat, serta Jet Li sejak dulu kala.

Narasi Far Left memperlakukan film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings sama halnya saat mempromosikan film Black Panther.

Figur Shang-Chi diciptakan oleh Steve Englehart dan Jim Starlin, hingga kini diadaptasi menjadi bagian dari MCU.

Ada sejumlah perubahan di film ini sehubungan dengan kondisi sosial di Amerika, seperti nama figur yang diperankan Tony Leung.

Ia memiliki peran yang sama, namun nama figurnya digantikan dari Fu Manchu menjadi Xu Wenwu atau juga bisa disebut sebagai "The Mandarin".

Figur Fu Manchu sempat kontorversial karena isu rasisme dengan penggambaran stererotip terhadap keturunan Asia.

Referensi The Mandarin di film menjawab film Iron Man 3 (2013), dan kembalinya figur Trevor Slattery. 

Baca juga: Film-film Superhero Terlaris: Apa Keistimewaannya?

Meski pandemi COVID-19 belum reda, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings mampu mencetak box office.

review film shang chi and the legend of the ten rings
Disney Studios Motion Pictures

Dengan biaya hingga US$ 200 juta, hingga artikel ini terbit Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings, sedang mencapai US$ 270 juta.

Film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings mendapat sambutan meriah baik dari kritik maupun audiens.

Bahkan audiens memberikan skor 98 persen di situs Rotten Tomatoes, salah satu yang tertinggi dalam film MCU.

Kru film ini tentu saja didominasi oleh Asian American, mulai dari sineas Destin Daniel Cretton, Simu Liu, Awkwafina, hingga aktor Hongkong legendaris Tony Leung.

Film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings mengisahkan Shaun/Shang-Chi (Simu Liu) bekerja sebagai pelayan di sebuah hotel.

Ia memiliki sahabat yang juga rekan kerjanya yakni Katy (Awkwafina). 

Suatu hari saat mereka di dalam bus dalam perjalanan ke tempat kerja, Shang-Chi diserang oleh sekelompok misterius.

Shang-Chi pun melawan mereka, namun ia menyadari bahwa liontin pemberian ibunya hilang.

Setelah mengungkapkan identitas dan masa lalu yang sebenarnya kepada Katy, mereka menuju Macau.

Shang-Chi menyadari akan bahaya yang datang dari ayahnya yakni Xu Wenwu (Tony Leung), pemimpin organisasi kriminal Ten Rings.

Ia bergegas memperingati adik perempuannya, Xu Xialing (Meng'er Zahng) yang mengelola pertarungan bawah tanah.

Konflik mereka dengan ayahnya sejak kematian sang ibu, membawa petualangan baru menuju desa mistis Ta Lo.

Film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings yang ditulis Cretton bersama Dave Callahan, memiliki kekuatan tersendiri.

Penceritaan menarik film ini mengangkat tema tentang nilai keluarga, dirangkai dengan solid dan rapih.

Dari awal hingga babak ketiga cerita, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings menyajikan alur non-linear yang mudah dicerna.

Kilas balik tiga figur utama, Shang-Chi, Wenwu, Xialing, serta sang ibu Ying Li diperlihatkan sepotong demi sepotong.

sinopsis shang chi and the legend of the ten rings
Disney Studios Motion Pictures

Seiring berjalannya alur di masa kini, juga dikisahkan bagaimana awa mulanya Wenwu menaklukan dunia dengan kekuatan Ten Rings tersebut.

Ia bertemu dengan Ying Li dan akhirnya membangun keluarga hingga lahir Shang-Chi dan Xialing.

Ada pula ikatan hubungan Shang-Chi baik dengan ibunya maupun ayahnya, begitu pula dengan adik perempuannya.

Semua itu mampu diceritakan satu per satu dengan menarik dan emosional, dari masa lalu hingga masa kini.

Keunggulan utama film ini jelas ada pada figur Wenwu alias The Mandarin, yang diperankan Tony Leung.

Ia adalah energi terbesar film ini bahkan figur utamanya yakni Shang-Chi pun terkesan medioker.

Latar kisah Wenwu mengantar dan menyusuri misteri dalam narasi film ini dengan cara yang brilian.

Kesesatan dan perpecahan, serta upaya persatuan dalam keluarga melalui sejumlah konflik dramatis, terletak pada objek Ten Rings sendiri.

Selain itu, figur Katy yang diperankan Awkwafina memang pas untuk memeriahkan suasana melalui sejumlah humor segarnya.

Baca juga: Avengers: Endgame (2019), Senjata Pamungkas MCU

Ditambah dengan kembalinya figur penggembira, Trevor Slattery yang diperankan aktor veteran Ben Kingsley.

Seperti biasa, selalu ada bintang tamu dalam film superhero MCU yang menarik untuk disimak hingga pasca kredit penutup.

Visualisasi desa Ta Lo dengan latar panoramanya, mempercantik dan memperkuat suasana yang penuh warna.

Seperti biasa, film tipikal seperti ini sarat akan pneggunaan CGI yang mendominasi.

Aksi laga pertarungan dua naga raksasa, sungguh konyol sekaligus meriah.

Film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings memiliki landasan akan cerita dan karakterisasi yang kuat.

Meski demikian, film ini terlalu banyak mengandalkan elemen mistis dan fantasi dalam setting lokasi alam terbuka.

Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings layak masuk sebagai salah satu MCU terbaik di Fase IV ini.

Score: 3 / 4 stars

Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings | 2021 | Superhero | Pemain: Simu Liu, Awkwafina, Meng'er Zhang, Fala Chen, Tony Leung, Florian Munteanu, Michelle Yeoh, Ben Kingsley | Sutradara: Destin Daniel Cretton | Produser: Kevin Feige, Jonathan Schwartz | Penulis: Berdasarkan karakter dari Marvel Comics. Pengembangan cerita dan naskah: Dave Callaham, Destin Daniel Cretton, Andrew Lanham | Musik: Joel P. West | Sinematografi: William Pope | Distribusi: Walt Disney Studios Motion Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 132 menit

Comments